Jasa Refill APAR Surabaya Free Upgrade APAR Digital

jasa refill apar surabaya on site service

Keamanan kebakaran menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh setiap gedung dan perusahaan. Terutama di kota-kota besar, seperti Surabaya. Untuk itu, jasa refill APAR Surabaya hadir sebagai solusi untuk perawatan alat pemadam api milikmu.

Kapan Ya Waktu yang Tepat Buat Refill APAR?

 

APAR merupakan komponen penting dalam sistem keamanan kebakaran setiap gedung atau tempat tinggal. APAR yang terawat dengan baik dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh kebakaran.

Agar alat ini dapat berfungsi dengan optimal, perawatan rutin termasuk refill APAR sangat penting. Lalu, kapan refill APAR perlu dilakukan? Beberapa kondisi yang mengharuskan kamu untuk mengisi ulang tabung APAR-mu antara lain:

1. Setelah APAR Digunakan

jasa refill apar surabaya teknisi profesional

Setiap kali APAR digunakan, walaupun hanya sebentar, perlu diisi ulang segera. Penggunaan sekecil apapun mengurangi isi bahan pemadam yang ada yang bisa mengurangi efektivitasnya untuk penggunaan berikutnya.

2. Secara Berkala Sesuai Jadwal

Meskipun tidak pernah digunakan, bahan kimia dalam APAR bisa kehilangan efektivitasnya setelah beberapa tahun. Interval pengisian ulang APAR dapat berbeda berdasarkan jenis dan merek APAR. Jadi, penting untuk memeriksa petunjuk dari pabrikannya.

Contohnya, APAR powder DOB memiliki masa expired 5 tahun. APAR ini menggunakan media powder berkualitas, sehingga memiliki umur pakai yang lebih lama. Setelah 5 tahun, media powder akan expired dan tabung APAR tersebut perlu direfill atau diisi ulang.

3. Jika Terdeteksi Adanya Kebocoran

Jika terlihat tanda-tanda seperti berat APAR yang menurun atau adanya residu media pemadam api di luar unit, ini bisa jadi tanda adanya kebocoran. APAR yang bocor harus segera diisi ulang atau diganti karena efektivitasnya sudah berkurang.

Nggak Perlu Repot Bawa Tabung APAR, Jasa Refill APAR Surabaya Siap Datang ke Lokasimu!

jasa refill apar surabaya on site service

Dalam menghadapi risiko kebakaran, kesiapan dan kondisi APAR adalah kunci utama. Namun, seringkali pemeliharaan APAR seperti pengisian ulang menjadi kurang praktis karena harus membawa tabung APAR ke lokasi service.

Untungnya, sekarang ada layanan refill APAR on-site dari Bromindo. Dengan layanan ini, kamu nggak perlu repot lagi membawa tabung APAR ke mana-mana, karena teknisi profesional kami yang akan datang ke lokasimu untuk isi ulang APAR di tempat.

Kami menyadari bahwa refill APAR adalah proses yang harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai standar keamanan yang ketat. Oleh karena itu, teknisi kami adalah para profesional bersertifikat yang telah dilatih khusus untuk menangani APAR.

Proses refill APAR kami dilakukan dengan mengikuti standar prosedur, menggunakan peralatan yang tepat, dan material pengisian yang berkualitas. Ini untuk memastikan bahwa setiap APAR yang kami isi ulang akan berfungsi dengan optimal ketika dibutuhkan.

Dengan menggunakan layanan refill APAR on-site, kamu bisa menghemat biaya transportasi dan waktu. Layanan ini sangat praktis bagi perusahaan yang memiliki banyak APAR karena bisa dilakukan secara serentak di tempat.

Kami mengerti bahwa setiap pelanggan memiliki jadwal yang berbeda-beda. Oleh karena itu, layanan kami sangat fleksibel. Kamu bisa mengatur jadwal kedatangan teknisi kami sesuai dengan kebutuhan, baik untuk kantor atau fasilitas industri lainnya

Keren! Refill Alat Pemadam Api Bisa Sekaligus Upgrade APAR Digital yang Terkoneksi ke HP

jasa refill apar surabaya gratis aplikasi pengecekan apar

Upgrade APAR jadi digital, memangnya bisa? Bisa dong! Kalau refill APAR di Bromindo Surabaya, kamu bisa upgrade APAR jadi digital yang terkoneksi ke HP. Soalnya, setiap APAR yang direfill oleh Bromindo Surabaya akan mendapatkan QR Firecek.

QR Firecek adalah sebuah sistem berbasis QR Code yang terintegrasi dengan aplikasi Firecek. Firecek adalah Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia yang memungkinkan pengguna untuk mengelola APAR dengan lebih canggih dan modern.

Dengan upgrade APAR ke digital, kamu dapat memantau semua data APAR melalui smartphone. Informasi seperti tanggal terakhir pengisian, jadwal pengisian berikutnya, kondisi fisik, dan status kesiapan APAR dapat diakses dalam beberapa sentuhan.

Fitur unggulan dari Firecek adalah kemampuannya untuk mengirim notifikasi dan peringatan otomatis mengenai masa expired dan jadwal pengisian ulang APAR. Fitur ini memastikan bahwa semua unit APAR di lokasimu selalu dalam kondisi siap pakai.

jasa refill APAR Surabaya free upgrade APAR jadi digital yang terkoneksi ke HP

Inspeksi APAR yang biasanya membutuhkan banyak paperwork kini bisa dilakukan secara digital melalui Firecek. Inspeksi menjadi lebih cepat, akurat, dan dokumentasinya dapat diakses kapan saja yang memudahkan dalam hal audit keamanan kebakaran.

Dengan informasi yang terupdate dan mudah diakses, serta notifikasi yang tepat waktu, upgrade APAR ke digital melalui QR Firecek membantu meningkatkan keselamatan di tempat kerja. Setiap potensi risiko karena APAR yang tidak terawat bisa diminimalisir.

Jasa Refill APAR Surabaya di Tempat Harga Paling Hemat

Untuk memastikan tabung APAR-mu direfill sesuai standar, penting untuk memilih layanan isi ulang APAR yang terpercaya. Jasa refill APAR Bromindo di Surabaya adalah solusi terbaik bagi kamu yang mencari layanan berkualitas dengan harga hemat.

Selain dikerjakan oleh teknisi terlatih dan berpengalaman, refill APAR di Bromindo juga menggunakan media APAR kualitas terbaik. Kami melayani isi ulang APAR semua media, mulai dari powder, CO2, liquid gas, hingga foam.

Kami mengerti bahwa biaya operasional adalah pertimbangan penting bagi setiap bisnis maupun rumah tangga. Oleh karena itu, kami menyediakan jasa isi ulang APAR di Surabaya dengan penawaran harga yang tidak hanya terjangkau tetapi juga paling hemat di pasar.

Media Harga per Kg Garansi
Powder Rp29.925,- 5 Tahun
CO2 (Karbon Dioksida) Rp44.975,- 5 Tahun
AFFF Foam Rp43.575,- 2 Tahun
Liquid Gas Rp473.025- 5 Tahun

*Harga belum termasuk PPN 11%

Salah satu keunggulan dari jasa kami adalah garansi hingga 5 tahun untuk setiap pengisian ulang APAR. Ini menunjukkan kepercayaan kami terhadap kualitas jasa yang kami tawarkan serta memberikan ketenangan pikiran lebih bagi pelanggan kami.

Kami memahami bahwa waktu Anda sangat berharga. Oleh karena itu, proses pemesanan jasa refill APAR di Bromindo Surabaya dibuat semudah mungkin. Untuk mendapatkan layanan refill APAR on site kami, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Hubungi tim Bromindo.
  • Tentukan tanggal refill APAR.
  • Siapkan satu area di lokasimu untuk refill.
  • Kumpulkan tabung APAR di lokasi tersebut.
  • Saat hari H, teknisi profesional kami datang dan refill APAR di tempatmu.

Nah, sangat mudah bukan? Jadi, kamu nggak perlu repot bawa-bawa tabung APAR ke lokasi service kami. Apalagi kalau harus refill ratusan hingga ribuan APAR, pasti sangat merepotkan. Biar teknisi kami saja yang datang ke lokasimu untuk isi ulang APAR.

Dengan garansi hingga 5 tahun, pilihan media pemadam yang lengkap, dan proses pemesanan yang mudah, kami berdedikasi untuk memberikan keamanan maksimal dengan harga yang kompetitif. Hubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis.

Gak Perlu Pake Kartu, Checklist APAR Praktis Pakai Aplikasi di HP

checklist apar digital ada fitur notifikasi apar expired

Kita mungkin sudah sering dengar istilah APAR, yang kalo dijabarin itu singkatan dari Alat Pemadam Api Ringan. Nah, kali ini kita bakal ngomongin tentang yang namanya “checklist APAR”. Nggak usah bingung, kita bakal kupas satu-satu dan kenapa sih ini penting banget.

Apa Sih Checklist APAR Itu dan Kenapa Penting?

checklist apar sesuai permenaker

Checklist APAR itu kaya daftar pemeriksaan alat pemadam api ringan (APAR) buat memastikan kalo alat pemadam api kita siap tempur. Gampangnya, ini seperti daftar cek kesehatan buat si APAR. Kita cek dari segala sisi biar si pemadam api ini bener-bener oke dan bisa bekerja dengan maksimal.

Terus, kenapa kita harus peduli sama checklist APAR? Kita nggak pernah tau kapan bahaya kebakaran bisa dateng. Dengan ngecek APAR secara berkala, kita bisa yakin kalo pas momen darurat, si APAR ini beneran jadi pahlawan kecil yang siap ngelindungin kita.

Kalo APAR bocor atau rusak, gimana mungkin kita berharap dia bisa bantu kita saat kebakaran? Dengan checklis APAR, kita bisa ngecek apakah APAR dalam kondisi prima atau butuh perbaikan. Jika butuh perbaikan, maka bisa diperbaiki secepatnya.

APAR juga punya media pemadam api di dalamnya, bisa powder, CO2, liquid gas, atau foam. Pastiin bahan pemadamnya masih dalam kondisi bagus dan bisa dipercaya. Ngga mau kan, pas lagi kebakaran, eh malah pemadamnya nggak bisa dipake?

Selain itu, checklist APAR juga mencakup uji fungsi. Artinya, kita pastiin kalo tombol atau tuas pemadamnya bisa diandalkan. Bayangin kalo lagi darurat, eh ternyata APAR nggak bisa berfungsi dengan baik. Ngeri banget kan?

Dengan rajin ngecek APAR, kita ikut mencegah kejadian tragis akibat kebakaran. APAR yang siap pakai bisa menahan api sebelum petugas pemadam datang, jadi nggak akan terjadi kerugian besar.

Kejadian kebakaran nggak cuma membahayakan nyawa, tapi juga bisa ngerusak harta benda. Dengan APAR yang terawat melalui chechlist APAR rutin, kita bisa ikut menjaga lingkungan dan harta benda dari risiko kebakaran.

Jadi, pokoknya nih, penting banget deh untuk rajin nge-cek APAR. Kita nggak pernah tau kapan kebakaran bisa dateng, tapi minimal kita bisa siap dengan alat pemadam api ringan yang siap kerja. Jadi, yuk, jangan lupa buat cek APAR di sekitar kita!

Daftar Checklist Pemeriksaan APAR Biar Ready to Use Saat Dibutuhkan

Agar APAR selalu dalam kondisi siap pakai, kita perlu menjalankan inspeksi APAR secara berkala. Nah, mari kita simak apa saja checklist APAR yang penting untuk dipastikan.

1. Lokasi dan Aksesibilitas

checklist apar digital gratis pakai firecek

Pastikan APAR ditempatkan di tempat yang mudah dijangkau dan terlihat oleh semua orang. Periksa juga apakah ada penghalang atau barang-barang yang dapat menghambat akses langsung ke APAR. Pastikan tidak ada ya!

Baca juga: Cara Penempatan APAR yang Benar Menurut Permenakertrans

2. Label dan Petunjuk

Pada checklist APAR, periksa label APAR untuk memastikan informasi seperti tanggal pengisian ulang terakhir, jenis media pemadam api, dan instruksi penggunaan masih jelas dan terbaca dengan baik.

3. Pengecekan Visual

Pada form checklist APAR, ada pemeriksaan visual terhadap seluruh bagian APAR. Perhatikan apakah terdapat kerusakan atau tanda-tanda keausan. Pastikan selang dan nozzle APAR dalam kondisi baik dan tidak ada penyumbatan.

4. Tekanan Pada Tabung

checklist apar digital notifikasi agenda inspeksi otomatis

Periksa tekanan pada tabung APAR! Pastikan jarum pada manometer berada dalam batas normal atau berada di area warna hijau, biasanya 13 – 18 bar. Pastikan tidak ada kebocoran pada tabung atau komponen lainnya.

Baca juga: Cara Membaca Jarum Pressure Gauge APAR yang Benar

5. Pin Safety

Pastikan segel keselamatan atau pin safety pada APAR tidak rusak atau terputus. Segel yang utuh menunjukkan bahwa APAR belum pernah digunakan atau diservis. Periksa apakah pin pengaman dapat dengan mudah dicabut saat diperlukan.

6. Selang APAR

Komponen selang APAR juga perlu dicek secara berkala pada checklist APAR. Pastikan tidak tersumbat, rusak, retak, atau mengalami masalah lainnya. Masalah tersebut bisa menyebabkan proses pemadaman kebakaran dengan APAR gagal dilakukan.

7. Isi Ulang APAR

Cek apakah APAR butuh diisi ulang. Setiap alat pemadam api memiliki masa kadaluarsa APAR yang berbeda tergantung merk dan bahan pemadam api yang digunakan. Jika sudah mendekati masa expired, segera jadwalkan isi ulang pada form checklist APAR.

Baca juga: Cara Cek APAR Expired Mudah Pakai Smartphone

Nggak Perlu Ribet Pakai Kartu APAR, Checklist APAR Kini Lebih Mudah dengan Smartphone

checklist APAR digital praktis pakai smartphone

Bayangkan jika kita bisa membuat checklist APAR tanpa repot-repot menulis manual, semuanya hanya dengan sentuhan jari di smartphone kita. Ini bukan lagi impian, melainkan kenyataan dengan bantuan Firecek, Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia.

Firecek adalah aplikasi inovatif yang diciptakan untuk memudahkan proses inspeksi dan manajemen alat pemadam api. Dengan menggunakan Firecek, kita bisa lebih efisien dalam menjalankan checklist APAR tanpa harus ribet dengan kartu manual atau tulisan tangan.

Aplikasi ini menyediakan banyak fitur canggih yang akan memudahkanmu untuk mengatur, memantau, dan melakukan inspeksi alat pemadam api. Nah, salah satu fitur utama dari aplikasi Firecek adalah fitur checklist APAR dan laporan digital.

1. Checklist Pengecekan APAR

Dengan Firecek, checklist APAR bisa diselesaikan lebih cepat dan akurat. Kita tinggal memilih APAR yang ingin diperiksa, lalu scan kode QR dengan Firecek. Aplikasi akan memberikan panduan langkah demi langkah inspeksi yang perlu dilakukan.

2. Notifikasi Agenda Inspeksi

Jangan khawatir lupa untuk melakukan pengecekan berkala. Firecek memiliki fitur reminder otomatis, sehingga kita selalu ingat untuk menjalankan checklist pada waktu yang ditentukan. Nantikan notifikasi jadwal inspeksi APAR di HP-mu.

3. Laporan Inspeksi Digital

Kalau pakai Firecek, kamu bisa melupakan urusan mencatat hasil inspeksi secara manual. Firecek memungkinkan kita membuat laporan hasil pengecekan APAR dengan cepat dan tepat langsung melalui smartphone. Laporan juga bisa diunduh dan dibagikan.

Canggihnya lagi, Firecek juga memungkinkan pengguna untuk menyertakan foto sebagai bukti hasil checklist APAR. Ini sangat berguna untuk dokumentasi dan pemantauan lebih lanjut. Jadi, laporan pengecekan lebih lengkap karena disertai foto sebagai bukti.

Dibandingkan metode konvensional yang memerlukan waktu lebih lama dan menyulitkan pencatatan, Firecek jelas lebih cepat dan efisien. Dengan Firecek, manajemen APAR bisa lebih terorganisir. Data pengecekan tersimpan dengan rapi dan bisa diakses kapan saja.

Data hasil pengecekan tersedia online dan bisa diakses kapan saja. Tidak perlu khawatir kehilangan kartu atau lembaran manual. Firecek memastikan keamanan data dengan enkripsi yang kuat, sehingga informasi mengenai APAR tetap aman.

Dengan Firecek, checklist APAR bukan lagi pekerjaan yang melelahkan. Semua proses dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan tanpa ribet. Tinggal buka smartphone, pilih APAR, jalankan checklist, dan selesai!

Checklist Inspeksi APAR Berkala Tidak Terlaksana? Ikut Cek APAR Gratis Bareng Bromindo Aja!

cek apar gratis selama 5 tahun

Inspeksi berkala APAR adalah langkah kritis untuk memastikan bahwa alat pemadam di sekitar kita selalu dalam kondisi siap pakai. Dengan inspeksi rutin, kita bisa mendeteksi masalah potensial sejak dini dan mencegah kegagalan fungsi APAR saat darurat.

Namun, banyak perusahaan kecil yang tidak punya tim khusus untuk menangani inspeksi APAR, sehingga seringkali jadwal inspeksi terlupa. Tim yang sebetulnya sudah ada pun seringkali sibuk dengan tugas-tugas lainnya, sehingga inspeksi menjadi terlupakan.

Nah, jangan khawatir lagi, karena Bromindo hadir dengan solusi layanan Cek APAR Gratis Sampai 5 Tahun. Dengan layanan ini, tim Bromindo akan menangani inspeksi APAR secara profesional dan berkala, sehingga agenda inspeksi tidak terlupakan.

Keuntungan Layanan Cek APAR Gratis Bromindo:

  • Inspeksi Rutin: Bromindo akan menjadwalkan checklist inspeksi APAR secara berkala setiap 6 bulan sekali.
  • Teknisi Profesional: Tim teknisi yang berpengalaman akan menangani pengecekan APAR, memastikan bahwa setiap bagian berfungsi dengan baik.
  • Layanan Gratis 5 Tahun: Manfaatkan layanan cek APAR gratis selama 5 tahun, tanpa biaya tambahan.
  • Langsung Datang ke Lokasi: Tidak perlu repot-repot membawa tabung APAR, tim teknisi kami yang akan datang ke kantormu untuk melakukan inspeksi APAR di tempat.

Bromindo mengerti betapa pentingnya APAR yang berfungsi dengan baik saat darurat. Dengan layanan cek APAR gratis ini, perusahaan dapat memastikan bahwa APAR mereka selalu dalam kondisi prima ketik dibutuhkan.

Jadi, tak perlu lagi khawatir tentang jadwal inspeksi dan checklist APAR terlewatkan. Ikut Layanan Cek APAR Gratis dari Bromindo, pastikan APAR selalu siap menjaga keamanan tempat kerja kita! Baca syarat dan ketentuan cek APAR gratis dari Bromindo DISINI.

Regulasi APAR untuk Mobil Agar Lebih Aman Saat Berkendara

APAR untuk mobil harga terjangkau

Saat berkendara, ada satu hal yang tidak boleh terlewatkan, yaitu APAR. Ya, APAR untuk mobil sangat penting demi menjaga keselamatan saat berkendara. Artikel ini akan membahas tentang pentingnya APAR di mobil, regulasi, dan tips penempatannya.

Apakah Mobil Perlu Diproteksi dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)?

Ya, sangat disarankan untuk memproteksi mobil dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Memiliki APAR di mobil bukan hanya langkah pencegahan yang bijak, tetapi juga bisa menjadi faktor krusial dalam situasi darurat.

APAR untuk mobil kualitas terbaik

Mobil dapat mengalami kebakaran akibat berbagai sebab, seperti kebocoran bahan bakar, korsleting listrik, atau kecelakaan. Memiliki APAR di mobil memungkinkan kamu untuk bertindak cepat dan mencegah api berkembang.

Bayangkan jika muncul api di kendaraan dan kamu tidak membawa APAR di mobil. Tentu akan kebingungan untuk memadamkan api tersebut. Jika ada APAR untuk mobil, maka kamu bisa bertindak cepat untuk memadamkan api sebelum membesar.

Keselamatanmu dan penumpang lainnya adalah prioritas utama. Dalam kasus kebakaran mobil, APAR bisa menjadi alat vital untuk memastikan keselamatan semua orang di dalam kendaraan karena bisa memadamkan api secepatnya.

Kebakaran mobil bisa merusak properti di sekitarnya. APAR di mobil dapat membantu meminimalkan kerusakan tersebut. Selain itu, APAR di mobil tidak hanya berguna untuk kendaraan sendiri saja, tetapi juga bisa untuk membantu orang lain dalam keadaan darurat.

Atas beberapa alasan penting itulah mobil sangat perlu diproteksi dengan APAR. Jadi, pastikan kendaraanmu terlindungi dari si jago merah dengan menyediakan APAR yang berkualitas agar bisa digunakan saat darurat.

Regulasi APAR untuk Mobil Menurut Peraturan Dirjen Perhubungan Darat & UU LLAJ

Keselamatan dalam berkendara tidak hanya terbatas pada penggunaan sabuk pengaman atau kepatuhan terhadap rambu lalu lintas. Aspek penting lainnya yang kerap terabaikan adalah kesiapan menghadapi situasi darurat, seperti kebakaran kendaraan.

Untuk itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah mengeluarkan regulasi yang mengatur kewajiban menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk mobil.

Regulasi ini tertuang dalam Peraturan Dirjen Perhubungan Darat Nomor KP.972/AJ.502/DRJD/2020 tentang Fasilitas Tanggap Darurat Kendaraan Bermotor, yang disahkan pada 18 Februari 2020.

Aturan ini secara spesifik menguraikan syarat penyediaan APAR dalam Pasal 2 ayat 2, 3, dan 4 yang menyatakan:

Pasal 2 Ayat 2

“Kendaraan bermotor untuk kategori M1,N1, N2, N3, 01, 02, 03, dan 04 untuk mobil penumpang, mobil barang landasan mobil penumpang, dan landasan mobil barang wajib dilengkapi fasilitas tanggap darurat berupa alat pemadam api ringan”.

Pasal ini menegaskan bahwa berbagai kategori kendaraan, baik itu kendaraan penumpang maupun kendaraan pengangkut barang, harus dilengkapi dengan APAR sebagai bagian dari fasilitas tanggap darurat.

Pasal 2 Ayat 3

“Fasilitas Tanggap Darurat pada kendaraan bermotor sebagaimana dimaksudkan pada Ayat 2 wajib disediakan oleh pengimpor, pembuat, dan/atau perakit kendaraan bermotor.”

Ayat ini membebankan tanggung jawab penyediaan APAR untuk mobil pada para pengimpor, pembuat, dan perakit kendaraan, menandakan bahwa kendaraan harus sudah dilengkapi APAR sejak awal distribusi.

Pasal 2 Ayat 4

“Dalam hal pengimpor, pembuat dan/atau perakit kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (3) akan melakukan rekayasa dan rancang bangun terhadap alat pemadam api ringan wajib mengacu pada rancang bangun yang telah disahkan oleh Direktur Jenderal.”

Ayat ini mengatur tentang standar dan spesifikasi teknis APAR untuk mobil yang harus memenuhi persetujuan dan standar yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

Selain itu, keberadaan APAR di kendaraan bermotor juga telah diatur dalam UU No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Undang-undang ini menyebut APAR sebagai perangkat pertolongan pertama yang esensial dalam kendaraan.

Kepatuhan terhadap aturan ini bukan hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi merupakan langkah proaktif dalam memastikan keselamatan. Pengadaan alat pemadam di mobil dapat menjadi faktor penentu menyelamatkan nyawa dalam kasus kebakaran kendaraan.

Dengan mewajibkan setiap kendaraan untuk dilengkapi dengan APAR, pemerintah Indonesia menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan standar keselamatan dan tanggap darurat bagi setiap pengendara.

Sebagai pengguna jalan, mematuhi aturan ini tidak hanya membuat kita taat hukum tetapi juga memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman bagi semua.

Cara Penempatan APAR di Mobil Agar Aman & Efektif

apar untuk mobil terkoneksi aplikasi firecek

Penempatan APAR untuk mobil secara aman adalah hal yang penting untuk memastikan bahwa APAR tersebut dapat diakses dengan cepat dan mudah saat dibutuhkan. Berikut adalah beberapa pedoman untuk penempatan APAR di mobil:

  • Mudah Diakses: Letakkan APAR di tempat yang mudah dijangkau dari posisi pengemudi. Tempat yang umum adalah di bawah kursi pengemudi atau penumpang depan, di dalam konsol tengah, atau di sisi pintu.
  • Pengikatan yang Kuat: APAR harus diikat dengan kuat untuk mencegahnya bergeser atau terlempar saat berkendara atau dalam kecelakaan. Gunakan dudukan atau bracket yang khusus dirancang untuk menahan APAR di tempatnya.
  • Hindari Suhu Ekstrem: Jangan letakkan APAR di tempat yang bisa terkena suhu ekstrem, seperti dekat mesin atau knalpot.
  • Periksa Secara Berkala: Rutin memeriksa kondisi dan posisi APAR untuk memastikan bahwa APAR masih terpasang dengan aman dan siap digunakan.
  • Instruksi yang Jelas: Pastikan semua pengguna mobil tahu di mana APAR berada dan cara menggunakan APAR yang benar. Memberikan instruksi singkat kepada penumpang atau pengemudi lain bisa sangat berguna.
  • Mudah Dilepas: Dalam kondisi darurat, kamu harus dapat melepas APAR dari dudukannya dengan cepat. Pastikan mekanisme pelepasan mudah dipahami dan dioperasikan.
  • Jangan Terhalang Benda Lain: Pastikan tidak ada barang yang menumpuk di sekitar APAR sehingga tidak menghambat akses cepat saat diperlukan.

Dengan mengikuti pedoman ini, kamu dapat memastikan bahwa APAR aman dan siap digunakan kapan saja. Keselamatan dalam berkendara tidak hanya tentang mencegah kecelakaan, tetapi juga tentang kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

APAR DOB 1 Kg untuk Mobil, Perlindungan Maksimal dengan Harga Ekonomis

Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, keselamatan adalah prioritas utama, terutama saat berkendara. Untuk itu, membekali kendaraan dengan APAR adalah keharusan. APAR 1 Kg Powder DOB menawarkan solusi perlindungan kebakaran yang efektif dengan harga terjangkau.

Mengapa APAR DOB 1 Kg adalah Pilihan Ideal untuk Mobil?

  • Ukuran yang Praktis: Dengan berat hanya 1 kg, APAR DOB mudah disimpan di kendaraan tanpa memakan banyak ruang.
  • Penggunaan yang Mudah: APAR ini didesain untuk siapa saja, bahkan bagi yang belum pernah menggunakan APAR sebelumnya.
  • Efektif untuk Berbagai Jenis Api: Mampu memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C, menjadikannya alat yang serbaguna.

Salah satu keunggulan APAR 1 Kg Powder DOB adalah harganya yang sangat terjangkau. Kami memahami bahwa keselamatan adalah kebutuhan, bukan kemewahan. Oleh karena itu, kami menawarkan APAR ini dengan harga yang tidak akan menguras dompet.

APAR 1 Kg Powder DOB tidak hanya ringan dan efektif tetapi juga tahan lama. Dibuat dengan material berkualitas, alat ini dirancang untuk bertahan lama, memberikan Anda ketenangan pikiran dalam jangka panjang.

Kami menyediakan APAR 1 Kg Powder DOB secara luas, sehingga kamu bisa mendapatkannya dengan mudah. Setiap unit APAR 1 Kg Powder DOB dilengkapi dengan petunjuk penggunaan, memastikan bahwa kamu dapat menggunakannya secara efektif saat dibutuhkan.

APAR 1 Kg Powder DOB adalah investasi kecil untuk perlindungan besar. Dengan harga yang ekonomis, tidak ada alasan untuk tidak membekali mobilmu dengan perlindungan tambahan ini. Beli APAR DOB 1 Kg untuk mobil disini untuk mendapatkan harga terbaik.

Cara Menggunakan APAR yang Benar Biar Api Cepat Padam

cara menggunakan apar yang benar sesuai standar

Memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah langkah awal dalam pencegahan kebakaran. Dan mengetahui cara menggunakan APAR yang benar adalah kunci untuk memastikan keselamatan.

Penggunaan APAR yang tidak tepat tidak hanya tidak efektif dalam memadamkan api, tetapi juga bisa berbahaya. Mari kita bahas cara menggunakan APAR yang benar agar kamu siap dalam menghadapi situasi darurat.

Nggak Boleh Sembarangan, Kamu Harus Tau Cara Menggunakan APAR yang Benar!

cara menggunakan apar yang benar dengan teknik pass

Dalam menghadapi kebakaran, memiliki APAR adalah langkah awal yang baik. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah perangkat yang digunakan untuk memadamkan atau mengendalikan api kecil, sebelum membesar dan sulit dikendalikan.

Dalam situasi kebakaran, setiap detik sangat berharga. Mengetahui cara menggunakan APAR yang benar memungkinkan respons cepat sebelum bantuan profesional tiba. Kecepatan ini krusial untuk menghindari kerusakan yang lebih besar.

Memahami cara menggunakan APAR yang benar memberikan kepercayaan diri dan ketenangan pikiran. Dalam situasi darurat, kepanikan bisa memperburuk kondisi. Pengetahuan tentang penggunaan APAR yang benar membantu menjaga ketenangan dan fokus pada penanganan situasi.

Penggunaan APAR yang salah tidak hanya gagal memadamkan api, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya baru. Misalnya, menggunakan APAR air pada kebakaran listrik bisa berakibat fatal. Pengetahuan tentang jenis APAR dan cara menggunakan APAR yang benar sangat penting.

Di banyak tempat kerja, pengetahuan tentang penggunaan APAR adalah persyaratan keselamatan. Karyawan yang terlatih dalam menggunakan APAR memastikan lingkungan kerja yang lebih aman bagi semua.

Memiliki pengetahuan tentang cara menggunakan APAR yang benar tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Menjadi orang yang bisa diandalkan dalam situasi darurat memiliki nilai yang tak ternilai.

Memahami cara menggunakan APAR yang benar dalam situasi darurat adalah keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu. Jadi, investasikan waktu untuk belajar menggunakan APAR, karena pengetahuan ini bisa sangat berharga saat dibutuhkan.

Cara Menggunakan APAR yang Benar Sesuai SOP Agar Aman & Efektif

Pernah nggak sih, kamu menghadapi situasi kebakaran, tapi bingung gimana cara menggunakan APAR yang benar. Alat pemadam api yang sudah disediakan jadi sia-sia karena tidak ada yang bisa menggunakannya.

Nah, biar alat pemadam api tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya, kamu harus bisa menggunakannya. Berikut ini adalah beberapa langkah dan cara menggunakan APAR yang benar agar aman dan efektif untuk memadamkan api:

1. Kenali Jenis APAR

cara menggunakan apar yang benar menurut jenis jenisnya

Sebelum menggunakan APAR, penting untuk mengetahui jenisnya terlebih dahulu. Kenapa? Karena setiap jenis memiliki cara penggunaan yang berbeda. Berdasarkan jenis media pemadam, APAR terdiri dari beberapa jenis, seperti powder, CO2, foam, dan liquid gas.

Contohnya, APAR powder efektif untuk kebakaran kelas A, B, dan C, sedangkan APAR CO2 lebih cocok untuk kebakaran kelas B dan C. Jadi, pastikan kamu menggunakan jenis APAR yang tepat sesuai situasi kebakaran yang terjadi.

2. Ikuti Langkah P.A.S.S.

Metode P.A.S.S. (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) adalah cara standar menggunakan APAR yang benar. Menggunakan APAR dengan metode ini akan memastikan api cepat padam dan tentunya aman bagi pengguna APAR tersebut.

  • Pull (Tarik): Tarik pin pengaman pada APAR untuk membuka kunci.
  • Aim (Arahkan): Arahkan nozzle atau selang APAR ke dasar api, bukan ke atas nyala api.
  • Squeeze (Tekan): Tekan tuas atau handle APAR untuk melepaskan bahan pemadam.
  • Sweep (Sapu): Gerakkan nozzle secara menyapu dari satu sisi ke sisi lain, fokus pada dasar api.

3. Jaga Jarak yang Aman dari Api

Penting untuk menjaga jarak yang aman saat menggunakan APAR. Jarak yang disarankan adalah sekitar 3-5 meter dari api. Jika api terlalu besar atau tidak terkendali, segera meninggalkan area dan meminta bantuan.

4. Periksa APAR Secara Berkala

cara menggunakan apar yang benar dengan inspeksi rutin

Pastikan APAR-mu dalam kondisi baik dan siap pakai. Periksa tekanan, pastikan tidak ada kerusakan fisik, dan perhatikan tanggal kadaluarsa. APAR yang tidak berfungsi dengan baik bisa menjadi bahaya tambahan dalam situasi darurat.

Baca juga: Cara Cek APAR Expired Lebih Praktis Pakai Smartphone

5. Latihan dan Edukasi

Mengetahui teori cara menggunakan APAR yang benar memang penting, tetapi praktik dan latihan membuat kamu lebih siap. Ikuti pelatihan penggunaan APAR terkait pentingnya keselamatan kebakaran dan cara menggunakan APAR sesuai standar.

Jangan Terlalu Dekat, Ini Jarak yang Aman Saat Menggunakan APAR

Dalam situasi kebakaran, penggunaan APAR dapat menjadi langkah krusial untuk mencegah penyebaran api. Namun, sering kali pengguna tidak menyadari pentingnya menjaga jarak yang aman saat menggunakan APAR.

Jarak yang tidak tepat tidak hanya mengurangi efektivitas APAR, tetapi juga dapat membahayakan pengguna. Saat menghadapi api, insting alami kita mungkin mengatakan untuk mendekat sebisa mungkin. Namun, ini bisa berbahaya.

cara menggunakan apar yang benar dengan jarak aman

Jarak yang aman penting untuk beberapa alasan:

  • Mencegah Bahaya Terhadap Diri Sendiri: Mendekat terlalu dekat ke api meningkatkan risiko luka bakar dan inhalasi asap.
  • Meningkatkan Efektivitas Pemadaman: Jarak yang tepat memungkinkan bahan pemadam menyebar dan bekerja lebih efektif terhadap api.

Lalu, berapa jarak yang aman direkomendasikan? Jarak yang aman saat menggunakan APAR adalah 3-5 meter dari titik api. Pada jarak ini, bahan pemadam api bisa mencapai titik api dengan baik dan pengguna terhindar dari jilatan api.

Dalam situasi darurat, mengukur jarak dengan tepat mungkin sulit. Sebagai aturan umum, mulailah dari jarak yang aman (3-5 meter) dan dekati secara bertahap sambil memantau reaksi api. Jika api mereda, terus gunakan APAR dari jarak tersebut.

Jika tidak, dekati sedikit lagi dengan hati-hati. Pertimbangkan arah angin dan ventilasi saat menggunakan APAR. Angin yang kuat atau ventilasi buruk dapat menyebarkan api atau membuat bahan pemadam tidak efektif.

Menjaga jarak yang aman saat cara menggunakan APAR yang benar sangat penting untuk efektivitas pemadaman dan keamanan pribadi. Selalu mulai dari jarak yang aman dan sesuaikan sesuai dengan situasi. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.

5 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menggunakan APAR

Cara menggunakan APAR yang benar adalah kunci untuk memastikan keberhasilan dalam mengatasi api kecil. Namun, seringkali karena kurangnya pengetahuan atau kesalahan saat panik, penggunaan APAR tidak efektif.

Berikut adalah lima kesalahan umum yang harus dihindari saat menggunakan APAR.

1. Tidak Membaca Instruksi Terlebih Dahulu

Kesalahan paling umum adalah tidak membaca instruksi yang tertera pada APAR. Setiap APAR memiliki cara penggunaan yang spesifik. Luangkan waktu untuk membaca dan memahami instruksi tersebut, bahkan sebelum keadaan darurat terjadi.

2. Menggunakan APAR yang Salah untuk Jenis Api

cara menggunakan apar yang benar sesuai kelas kebakaran

Tidak semua APAR cocok untuk setiap jenis api. Misalnya, APAR dengan bahan powder cocok untuk api kelas A, B, dan C. Sedangkan APAR CO2 lebih cocok untuk api yang melibatkan peralatan listrik.

Cara menggunakan jenis APAR yang tidak benar bukan hanya kurang efektif, tetapi juga bisa memperparah kebakaran. Contohnya, APAR foam yang digunakan untuk mengatasi kebakaran listrik karena media mengandung air yang bersifat konduktif.

Baca juga: APAR untuk Kebakaran Listrik yang Aman dan Efektif

3. Arahkan Semprotan ke Nyala Api, Bukan ke Dasar Api

Banyak orang secara instingtif menyemprotkan APAR ke nyala api, bukan ke dasar atau sumber api. Cara menggunakan APAR yang seperti ini tidak benar. Selalu arahkan semprotan ke dasar api untuk memutus sumber api.

4. Tidak Menjaga Jarak yang Aman

Berdiri terlalu dekat saat menyemprotkan APAR bisa berbahaya. Jarak yang aman dari titik api adalah 3-5 meter. Jarak yang tepat memungkinkan bahan pemadam untuk menyebar dan bekerja secara efektif, sekaligus menjaga keselamatan pengguna.

5. Tidak Memeriksa APAR Secara Berkala

APAR yang tidak terawat atau kadaluarsa bisa gagal saat dibutuhkan. Penting untuk memeriksa APAR secara berkala, termasuk tekanan, kondisi tabung, dan tanggal expired. APAR yang tidak berfungsi dengan baik sama sekali tidak berguna dalam situasi darurat.

Gimana, sudah paham kan gimana cara menggunakan APAR yang benar? Biar lebih siap, kamu bisa mengikuti training APAR dari Bromindo yang dipandu oleh teknisi profesional. Ada pertanyaan atau mau konsultasi? Hubungi kontak kami.

Penggunaan APAR di Rumah Sakit yang Aman Bagi Pasien & Staf

penggunaan apar di rumah sakit sesuai prosedur

Rumah sakit menjadi salah satu area publik yang cukup rawan mengalami kebakaran. Untuk mengatasi risiko kebakaran secepatnya, penggunaan APAR di rumah sakit dan peralatan pemadam kebakaran lainnya sangat penting.

Mengapa Penggunaan APAR di Rumah Sakit Sangat Penting?

penggunaan apar di rumah untuk keselamatan pasien dan staf

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah sebuah alat yang dirancang untuk memadamkan api pada tahap awal atau api skala kecil. Sebelum api menjadi lebih besar dan sulit dikendalikan, sehingga risiko kerugian bisa diminimalisir.

Penggunaan APAR di rumah sakit sangat penting karena rumah sakit adalah lingkungan yang rentan terhadap kebakaran. Risiko ini dapat menyebabkan dampak serius terhadap keamanan pasien, staf medis, serta fasilitas dan peralatan medis.

Manfaat dan pentingnya APAR di rumah sakit adalah sebagai berikut:

  • Keselamatan staf dan pasien
  • Perlindungan fasilitas dan peralatan medis
  • Kepatuhan terhadap standar keselamatan
  • Evakuasi yang aman
  • Pemadaman cepat dan efektif

Terjadinya kebakaran dapat menyebabkan ancaman langsung terhadap keselamatan pasien dan staf medis. APAR dapat membantu mengendalikan kebakaran pada tahap awal, memberikan waktu bagi evakuasi, dan mencegah penyebaran api.

Rumah sakit menyimpan peralatan medis berharga dan fasilitas sensitif, seperti ruang operasi dan unit perawatan intensif. Kebakaran dapat merusak peralatan medis dan fasilitas yang kritis. APAR membantu melindungi investasi tersebut.

Proses medis seperti sterilisasi alat-alat medis menggunakan bahan kimia yang mudah terbakar. Serta aktivitas seperti penggunaan laser atau peralatan bedah juga dapat menciptakan panas dan menyebabkan kebakaran jika tidak dioperasikan dengan benar.

Kebakaran di rumah sakit dapat mengakibatkan situasi darurat yang memerlukan evakuasi cepat dan teratur. APAR membantu menciptakan kondisi yang memungkinkan evakuasi yang aman dengan mengendalikan kebakaran dan mengurangi risiko.

Penggunaan APAR di rumah sakit bukan hanya tentang kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga mengenai keselamatan dan perlindungan nyata bagi semua individu yang berada di dalamnya.

Jenis APAR untuk Rumah Sakit yang Aman Bagi Pasien dan Staf Medis

Keselamatan di rumah sakit merupakan prioritas utama untuk melindungi pasien, staf medis, dan aset medis yang berharga. APAR menjadi elemen penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di lingkungan medis yang unik ini.

Memilih jenis APAR yang tepat sangat krusial untuk memastikan efektivitas dan keamanan dalam menghadapi berbagai risiko kebakaran di rumah. Berikut adalah beberapa jenis APAR yang cocok untuk rumah sakit:

1. APAR Liquid Gas

APAR dengan media liquid gas merupakan pilihan yang cocok untuk rumah sakit. Gas ini tidak meninggalkan residu dan tidak merusak peralatan medis. Penggunaan gas clean agent membantu melindungi investasi rumah sakit dalam peralatan medis canggih.

Media liquid gas tidak menurunkan kadar oksigen di udara, sehingga tidak mengganggu pernapasan dan kesehatan pasien yang berada di ruangan. Oleh karena itu, APAR liquid gas cocok untuk memproteksi ruang-ruang pasien di rumah sakit.

2. APAR CO2

APAR CO2 adalah alternatif lain yang efektif untuk pemadaman kebakaran di rumah sakit. Jenis APAR ini cocok untuk ruangan dengan peralatan elektronik, karena tidak meninggalkan residu.

Namun, penggunaan APAR CO2 di ruang pasien tidak disarankan. Hal ini karena gas CO2 dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen di udara dan mempengaruhi pasien serta staf medis yang mungkin berada di sekitar area kebakaran.

Gas CO2 dapat menyebabkan efek samping kesehatan seperti pusing, mual, atau bahkan kehilangan kesadaran jika terpapar dalam jumlah besar. Ini dapat menjadi masalah, terutama jika ada pasien atau staf medis yang sensitif terhadap gas CO2.

Karena sifatnya yang bisa mengganggu pernapasan, penggunaan APAR CO2 lebih cocok untuk beberapa area berikut di rumah sakit:

  • Ruang server dan pusat data
  • Laboratorium
  • Ruang peralatan elektronik
  • Ruang arsip dan dokumentasi
  • Ruang mesin atau utilitas
  • Ruang kontrol dan sistem elektrikal
  • Ruangan lain tanpa pasien

3. APAR Powder

penggunaan apar di rumah sakit yang aman

APAR powder efektif melawan kebakaran kelas A (bahan padat), kelas B (bahan cair/liquid), dan kelas C (gas). Di rumah sakit, dimana terdapat berbagai jenis material, APAR powder bisa menjadi pilihan yang tepat karena dapat menangani berbagai situasi kebakaran.

Powder memiliki daya pemadaman yang cepat. Hal ini penting di rumah sakit untuk mengurangi resiko perluasan kebakaran dengan segera. APAR powder juga memiliki kemampuan menjangkau area yang luas dan memiliki efektivitas yang tinggi.

Namun, penggunaan APAR powder di rumah sakit perlu pertimbangan. Setelah pemadaman, APAR powder akan meninggalkan residu yang sulit dibersihkan. Jadi harus ada perencanaan untuk mengatasi residu bubuk setelah penggunaan APAR powder.

Bagaimana Cara Penggunaan APAR di Rumah Sakit Saat Terjadi Kebakaran?

Kesehatan dan keselamatan adalah aspek utama dalam dunia rumah sakit. Untuk menghadapi keadaan darurat seperti kebakaran, pemahaman yang baik tentang cara menggunakan APAR di rumah sakit sangat penting.

Berikut adalah panduan penggunaan APAR di rumah sakit untuk memastikan respon yang cepat dan efektif dalam situasi darurat:

1. Identifikasi dan Evaluasi Jenis Kebakaran

Langkah pertama dalam penggunaan APAR di rumah sakit adalah identifikasi dan evaluasi jenis kebakaran. APAR memiliki label yang menunjukkan jenis kebakaran yang dapat diatasi. Pastikan APAR yang dipilih sesuai dengan jenis kebakaran yang terjadi.

2. Aktifkan Sistem Alarm Kebakaran

Segera setelah mendeteksi kebakaran, aktifkan sistem alarm kebakaran untuk memberitahu semua orang di rumah sakit terkait adanya risiko kebakaran. Hal ini penting agar semua orang bisa memulai prosedur evakuasi jika diperlukan.

3. Pilih Jenis APAR yang Tepat

Pilih APAR yang sesuai dengan jenis kebakaran. Misalnya, APAR berjenis gas clean agent atau CO2 cocok untuk peralatan elektronik. Sementara itu, APAR foam dapat digunakan untuk kebakaran minyak dan lemak di dapur.

Baca juga: Jenis-Jenis APAR dan Kelas Kebakaran yang Diproteksi

4. Padamkan Api dengan Teknik PASS

penggunaan apar di rumah sakit yang aman

Sebelum mengaktifkan APAR, pastikan kamu berada di posisi yang aman. Pastikan jalur evakuasi tidak terhalang dan hindari asap atau panas yang berlebihan. Setelah itu, mulailah padamkan api dengan menerapkan teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep).

  • Pull: Tarik atau lepas pin safety pada handle APAR agar nantinya APAR bisa diaktifkan untuk mengeluarkan bahan pemadam.
  • Aim: Arahkan nozzle APAR ke basis api, bukan langsung ke nyala api. Ini membantu pemadaman yang lebih efektif.
  • Squeeze: Tekan tuas pemadam api dengan tegas untuk memulai penyemprotan pemadam. Pastikan untuk tetap tenang dan stabil selama proses ini.
  • Sweep: Gerakkan nozzle ke sisi-sisi dengan gerakan zig-zag untuk menyemprotkan pemadam api secara merata dan efektif.

5. Periksa Kembali & Laporkan Insiden

Setelah pemadaman, periksa kembali area kebakaran untuk memastikan bahwa tidak ada sumber api yang tersisa. Setelah kondisinya aman, laporkan insiden kebakaran kepada pihak berwenang dan petugas keamanan.

APAR di Rumah Sakit Harus Rutin Dirawat, Agar Siap Digunakan Saat Darurat

Apakah kamu merasa yakin bahwa APAR di rumah sakit tempatmu bekerja siap digunakan dalam situasi darurat? Keefektifan APAR tidak datang begitu saja. Perlu perawatan rutin agar siap digunakan saat darurat untuk memberikan respons yang cepat.

Seperti peralatan lainnya, APAR memerlukan perawatan untuk memastikan fungsi optimalnya. Inspeksi APAR secara teratur terhadap tekanan, segel, dan mekanisme pengaktifan akan memastikan APAR siap beraksi tanpa kendala.

penggunaan apar di rumah sakit yang aman

Jaga kesiapan APAR-mu dengan Firecek. Solusi praktis untuk memastikan APAR-mu dalam kondisi optimal. Firecek hadir untuk memberikan kamu kontrol penuh atas kondisi APAR dengan langkah-langkah pemeriksaan yang sederhana namun efektif.

Firecek adalah Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia yang memungkinkan kamu memeriksa keandalan APAR secara berkala. Fitur-fitur canggih pada Firecek memastikan APAR-mu siap digunakan kapanpun dibutuhkan.

Dengan petunjuk langkah demi langkah yang jelas, alat ini menghadirkan kepercayaan diri kepada pengguna untuk memeriksa APAR secara rutin tanpa kesulitan. Firecek bukan hanya alat, tapi juga investasi untuk keamanan rumah sakit di masa depan.

Dengan menjaga penggunaan APAR di rumah sakit tetap terawat dengan baik, maka akan meminimalkan risiko kebakaran serta memastikan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. Ada pertanyaan? Hubungi kontak kami untuk konsultasi.

Prinsip Segitiga Api dan Cara Cepat Hentikan Kebakaran

Kebakaran adalah musuh alami manusia yang telah lama menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup dan perkembangan peradaban. Untuk menangani kebakaran, kita perlu memahami konsep dasar dalam ilmu kebakaran, dan segitiga api adalah salah satunya.

Apa yang Dimaksud dengan Teori Segitiga Api?

segitiga api dan cara memadamkannya

Teori segitiga api adalah konsep dasar dalam ilmu kebakaran yang mengidentifikasi tiga elemen esensial yang dibutuhkan untuk memulai dan mempertahankan kebakaran. Apa saja 3 unsur pembentuk api?

Tiga unsur segitiga api meliputi:

  • Bahan bakar
  • Sumber panas
  • Oksigen

Ketiga elemen tersebut sering digambarkan sebagai tiga sisi segitiga yang saling terhubung. Ini menunjukkan bahwa keberadaan elemen-elemen tersebut secara bersamaan adalah syarat mutlak untuk terjadinya pembakaran.

Pemahaman tentang segitiga api bukan hanya penting bagi para profesional keselamatan dan pemadam kebakaran, tetapi juga bagi setiap orang. Lalu, kenapa memahami segitiga api sangat penting? Ada beberapa alasan kenapa memahami segitiga api itu penting.

Dengan memahami segitiga api, individu dan organisasi bisa lebih efektif dalam mengimplementasikan strategi pencegahan kebakaran. Misalnya, menghilangkan salah satu sisi segitiga, seperti mengurangi sumber bahan bakar atau mengontrol sumber panas.

Dalam situasi kebakaran, memahami dinamika segitiga api dapat membantu untuk menentukan metode pemadaman yang paling efektif. Misalnya, air mungkin efektif untuk memadamkan kebakaran kayu, tapi bisa berbahaya pada kebakaran listrik atau minyak.

Strategi Pengelolaan Segitiga Api untuk Mencegah Kebakaran

Setelah memahami unsur-unsur dari segitiga api, langkah berikutnya adalah mempraktikkan pengelolaan faktor-faktor ini untuk menghindari kebakaran. Beberapa strategi pengelolaan segitiga api yang bisa diimplementasikan antara lain:

1. Pengelolaan Bahan Mudah Bakar

Bahan bakar adalah setiap material yang bisa terbakar. Mulai dari kayu, kertas, kain, hingga gas dan cairan yang mudah terbakar, seperti bensin atau alkohol. Tanpa adanya bahan bakar, tidak akan ada ‘makanan’ bagi api untuk tumbuh dan berkembang.

Oleh karena itu, pengelolaan bahan bakar menjadi salah satu cara pencegahan kebakaran yang paling efektif. Pengelolaan bahan bakar dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:

  • Pemilihan Material: Menggunakan material yang tahan atau lambat terbakar dalam konstruksi dan dekorasi.
  • Penyimpanan yang Tepat: Memastikan bahan yang mudah terbakar disimpan dengan aman dan sesuai dengan regulasi yang ada.
  • Pemeliharaan Rutin: Membersihkan sisa bahan yang dapat terbakar, seperti tumpukan kertas, serbuk gergaji, atau kain.

Baca juga: Klasifikasi Bahan Berbahaya dan Beracun Menurut NFPA

2. Kontrol Sumber Panas

segitiga api dan cara pencegahannya

Panas adalah energi yang dibutuhkan untuk memulai kebakaran dan membuatnya berlanjut. Panas bisa datang dari berbagai sumber, termasuk gesekan, sumber listrik, reaksi kimia, atau dari api itu sendiri.

Mengontrol sumber panas adalah langkah kunci dalam mencegah timbulnya api. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol sumber panas, yaitu:

  • Pemeriksaan Peralatan: Melakukan pemeriksaan rutin pada peralatan listrik dan mesin untuk mencegah panas berlebih atau korsleting.
  • Pelatihan Penggunaan Alat: Memastikan semua orang di tempat kerja atau di rumah tahu bagaimana menggunakan alat pemanas atau elektronik dengan aman.
  • Pengawasan: Menjaga pengawasan pada aktivitas yang melibatkan panas, seperti memasak atau proses industri yang menghasilkan panas.

3. Pengendalian Oksigen

Oksigen adalah komponen ketiga dari segitiga api. Berapa kadar oksigen minimal yang dibutuhkan untuk pembakaran? Udara yang kita hirup mengandung sekitar 21% oksigen, dan ini cukup untuk mendukung pembakaran.

Di lingkungan tertutup, penurunan kadar oksigen dapat mencegah atau memadamkan api. Itulah mengapa langkah-langkah berikut ini memainkan peran penting dalam strategi keselamatan kebakaran:

  • Ventilasi: Memastikan sistem ventilasi yang baik di dalam bangunan untuk mengendalikan distribusi oksigen.
  • Penyegelan: Menggunakan bahan penyegel untuk mencegah aliran udara ke area yang berpotensi menjadi sumber kebakaran.
  • Sistem Supresi: Menginstal sistem yang dapat mengganti oksigen atau mengurangi konsentrasinya di udara, seperti sistem inerting atau penggunaan gas inert.

4 Cara Memadamkan Segitiga Api yang Cepat & Efektif

Memadamkan api secara cepat dan efektif bisa dilakukan dengan menghilangkan salah satu atau lebih elemen dalam segitiga api. Berikut adalah beberapa metode umum yang bisa digunakan untuk memadamkan api:

1. Pendinginan (Cooling)

Cooling atau pendinginan adalah upaya memadamkan api dengan cara menghilangkan unsur panas pada segitiga api. Metode pendinginan yang paling umum digunakan adalah dengan menyemprotkan air.

Air memiliki kapasitas panas yang tinggi, ini berarti bahwa air bisa menyerap banyak energi panas. Saat diaplikasikan ke api, air akan menyerap panas dari bahan bakar. Reaksi ini secara efektif menurunkan suhu di bawah titik nyala dan memadamkan api.

Bahan kimia khusus juga dapat digunakan untuk mendinginkan api. Terutama untuk jenis kebakaran yang tidak bisa dipadamkan dengan air, seperti kebakaran minyak atau listrik. Bahan kimia tersebut bekerja cepat dalam menurunkan suhu.

Baca juga: Jenis APAR untuk Listrik yang Aman dan Efektif

2. Isolasi Oksigen (Smothering)

Smothering adalah strategi memadamkan segitiga api yang dilakukan dengan mengurangi konsentrasi oksigen di sekitar api. Ketika kadar oksigen berkurang, maka akan menghentikan reaksi kimia pembakaran.

Isolasi oksigen dapat dilakukan dengan menyelimuti sumber api dengan bahan pemadam untuk membatasi aliran oksigen. Penggunaan gas inert seperti Carbon Dioxide (CO2) juga bisa memadamkan api dengan menggantikan oksigen di sekitar api.

Selain itu, penggunaan bahan pemadam dari busa atau foam juga dapat mengisolasi oksigen. Buka akan menutupi bahan bakar, menjebak uap, dan mengisolasi bahan bakar dari oksigen.

3. Menghilangkan Bahan Bakar (Starvation)

Memadamkan api dengan metode starvation berarti menghilangkan atau mengurangi bahan bakar yang ada agar api tidak dapat terus membakar, dan pada akhirnya api akan padam.

Langkah ini bisa dilakukan dengan memindahkan objek. Jika objek yang terbakar portable dan aman dipindahkan, memindahkannya jauh dari sumber api bisa mencegah api menyebar ke bahan bakar lain.

Menghilangkan bahan bakar juga bisa dilakukan dengan membersihkan area. Dalam kasus kebakaran hutan, pemadam kebakaran sering membuat jalur pemutus atau firebreaks dengan cara membersihkan vegetasi agar api tidak dapat menyebar lebih jauh.

4. Memecah Rantai Reaksi Kimia (Breaking Chain Reaction)

Memecah rantai reaksi kimia pada dasarnya menetralkan kemampuan api untuk memperpanjang pembakaran. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan beberapa jenis alat pemadam api berikut ini:

Saat Segitiga Api Berkobar, Hadapi dengan APAR!

segitiga api dipadamkan dengan APAR powder

Dalam hitungan menit, api yang dimulai dari percikan kecil bisa membesar dan mengancam nyawa serta harta benda. Untuk mencegah kebakaran lebih lanjut, reaksi segitiga api harus segera dihentikan. Salah satunya dengan cara menggunakan APAR.

Untuk memahami mengapa APAR begitu penting, kita harus kembali ke konsep dasar segitiga api yang terdiri dari tiga elemen, yaitu panas, bahan bakar, dan oksigen. Menghapus salah satu dari unsur-unsur ini akan memadamkan api.

APAR dirancang untuk melakukan hal tersebut. Baik dengan mendinginkan panas, menghalangi oksigen, atau mengisolasi bahan bakar. Oleh karena itu, menyediakan APAR sangat penting untuk mengantisipasi kebakaran.

Nah, apakah rumah atau tempat kerjamu sudah diproteksi dengan APAR? Kalau belum, sebaiknya segera rencanakan pengadaan APAR di tempatmu. Biar pengadaan alat pemadam api lebih hemat, kamu bisa pilih APAR DOB dengan harga ekonomis.

APAR powder berkualitas harga ekonomis

APAR powder DOB sangat serbaguna, karena bisa digunakan untuk semua kelas kebakaran, termasuk kebakaran kelas A, B, C. Ditambah lagi, media powder yang digunakan punya kualitas tertinggi, sehingga siap memadamkan api dalam hitungan detik.

Jadi, meskipun harga APAR DOB ekonomis, namun manfaat yang diberikan tidak kalah dari APAR merk lain yang harganya 2x lipat. APAR DOB tersedia dalam pilihan kapasitas 1-9 kg yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan. Yuk, beli APAR DOB disini!

Peraturan APAR Terbaru Pemerintah Indonesia Permenakertrans

peraturan apar terbaru di indonesia

Punya APAR saja nggak menjamin kamu bisa aman dari kebakaran. Kalau mau selamat dari bahaya kebakaran, APAR-mu harus dipasang dan dipelihara sesuai peraturan agar ready to use saat dibutuhkan. Lalu, apa peraturan APAR yang berlaku di Indonesia?

Peraturan APAR yang Berlaku di Indonesia, Apa Saja Ya?

Dalam rangka mensiap-siagakan penanganan kebakaran, maka setiap alat pemadam api ringan (APAR) harus memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja. Salah satu peraturan APAR yang berlaku di Indonesia adalah Permenakertrans No.4 Tahun 1980.

peraturan APAR cara pemasangan sesuai standar

Permenakertrans No.4 Tahun 1980 tentang apa? Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No PER.04/MEN/1980 Tahun 1980 membahas tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah serangkaian standar teknis yang mencakup berbagai produk dan layanan, termasuk APAR. Standar ini digunakan sebagai panduan dalam pengembangan, pengujian, dan pemeliharaan APAR di Indonesia.

SNI membantu memastikan bahwa APAR yang digunakan di Indonesia memenuhi persyaratan kualitas dan keselamatan. Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mengatur tentang alat pemadam api ringan meliputi:

  • SNI 03-3987-1995: Tata Cara Perencanaan, Pemasangan Pemadam Api Ringan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung Rumah dan Gedung.
  • SNI 03-3988-1995: Pengujian Kemampuan Pemadaman dan Penilaian Alat Pemadam Api Ringan.
  • SNI 19-0180-1987: Tabung Pemadam Api Portable dari Baja Karbon Rendah.

Selain SNI dan Permenakertrans, peraturan APAR lainnya adalah Undang-Undang No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Menurut UU tersebut, setiap kendaraan roda empat harus dilengkapi dengan fasilitas tanggap darurat, termasuk APAR.

Peraturan Pemasangan APAR Sesuai Permenakertrans No. 4 Tahun 1980

Apa saja syarat pemasangan APAR? Peraturan pemasangan APAR diatur dalam Pasal 4-10 Permenaker No. 4 Tahun 1980. Setiap APAR harus dipasang sesuai standar untuk memastikan efektivitas penggunaan alat pemadam api tersebut.

1. Posisi Mudah Dilihat dengan Jelas

Setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan (APAR) harus ditempatkan pada posisi yang mudah terlihat dengan jelas. Penempatan APAR juga harus mudah dicapai, diambil, dan disertai juga dengan tanda APAR.

2. Tanda Pemasangan APAR Berwarna Merah

peraturan APAR harus ada tanda pemasangan APAR

Tanda APAR berfungsi untuk menyatakan tempat alat pemadam api ringan yang dipasang di dinding. Bentuk tanda APAR adalah segitiga sama sisi dengan warna dasar merah. Tinggi pemberian tanda APAR 125 cm dari dasar lantai, tepat di atas APAR.

  • Ukuran sisi 35 cm
  • Tinggi huruf 3 cm berwarna putih
  • Tinggi tanda panah 7,5 cm berwarna putih

3. Harus Sesuai dengan Jenis dan Penggolongan Kebakaran

Pemasangan dan penempatan APAR harus sesuai dengan jenis dan kelas kebakaran yang berisiko di area yang diproteksi. Jenis APAR terdiri dari powder, foam, CO2, dan liquid gas yang dapat digunakan untuk mengatasi kelas kebakaran A, B, dan C.

  • APAR Powder: Kebakaran kelas A, B, C
  • APAR Foam: Kebakaran kelas A, B
  • APAR CO2: Kebakaran kelas A, C
  • APAR liquid gas: Kebakaran kelas A, C

4. Jarak APAR Tidak Lebih dari 15 Meter

Jarak antara satu APAR dengan alat pemadam api lainnya yang disarankan adalah tidak boleh melebihi 15 meter. Kecuali ada rekomendasi lain dari pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja sesuai dengan kondisi area yang diproteksi.

5. Dipasang Menggantung Pada Dinding

Peraturan pemasangan APAR juga mengharuskan alat pemadam api ditempatkan menggantung pada dinding dengan penguat sengkang atau konstruksi penguat lainnya. Bisa juga ditempatkan pada lemari atau box.

6. Tinggi 1,2 Meter dari Lantai

peraturan APAR permenakertrans

Berapa jarak penempatan APAR menurut Permenaker No 4 Tahun 1980? Pemasangan APAR harus sedemikian rupa, sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai.

Kecuali jenis CO2 dan dry chemical dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat, jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dan permukaan lantai.

7. Suhu Penempatan APAR Tidak Melebihi 49°C

Setiap APAR tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat yang suhunya melebihi 49°C atau turun sampai minus 44°C. Kecuali jika alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu di luar batas tersebut di atas.

Peraturan Pemeliharaan APAR Agar Ready To Use Saat Dibutuhkan

Pemeliharaan APAR sangat penting untuk memastikan bahwa alat ini bisa berfungsi dengan baik saat diperlukan dalam situasi darurat. Peraturan APAR tentang pemeliharaan bertujuan untuk memastikan alat pemadam ini siap digunakan sesuai standar keselamatan.

Di Indonesia, peraturan mengenai pemeliharaan APAR diatur dalam Pasal 11-23 Permenakertrans No. 4 Tahun 1980. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam peraturan pemeliharaan APAR:

1. Inspeksi APAR Rutin 6 Bulan Sekali

peraturan APAR permenaker dan SNI

APAR harus menjalani pemeriksaan rutin oleh petugas yang terlatih. Pemeriksaan APAR dilakukan secara berkala setiap 6 bulan sekali atau 2 kali setahun untuk memastikan bahwa APAR dalam kondisi baik dan siap digunakan.

Baca juga: 7 Cara Inspeksi APAR Sesuai Standar Permenaker

2. Penggantian Segel

Segel pada APAR harus selalu utuh. Jika segel rusak atau terbuka, APAR perlu segera diperiksa dan diperbaiki oleh petugas yang berwenang. Segel yang rusak dapat menunjukkan bahwa APAR telah digunakan atau telah rusak.

3. Pengisian Ulang Media Pemadam

APAR menggunakan berbagai jenis media pemadam, seperti powder, foam, atau gas. Media pemadam perlu diisi ulang secara teratur jika sudah memasuki masa kadaluarsa. Isi ulang APAR juga harus dilakukan jika alat pemadam api tersebut sudah pernah digunakan.

4. Periksa Tekanan Pressure Gauge

peraturan APAR inspeksi 6 bulan sekali

APAR yang menggunakan gas bertekanan harus dipastikan bahwa tekanan gas berada dalam kisaran sesuai standar. Tekanan yang tidak sesuai dapat mengurangi efektivitas APAR. Jadi, pastikan jarum manometer pada pressure gauge berada di green area (13-18 bar).

5. Pembersihan dan Perawatan

APAR perlu dijaga dalam kondisi bersih dan terjaga. Ini termasuk membersihkan APAR secara berkala dan memastikan bahwa tidak ada kerusakan fisik atau tumpahan bahan yang dapat mengganggu kinerjanya.

6. Pengujian Hydrostatic Tabung APAR

Hydrotest APAR perlu dilakukan secara berkala setiap 5 tahun untuk memastikan kondisi tabung APAR masih layak digunakan. Tabung APAR yang bocor, berkarat, atau mengalami kerusakan lain tidak boleh digunakan karena bisa berbahaya dan menurun efektifitasnya.

7. Dokumentasi Pemeliharaan APAR

Peraturan APAR juga mengharuskan pemilik atau pengguna APAR untuk mencatat semua hasil pemeriksaan, perawatan, dan penggantian media pemadam yang dilakukan. Rekam jejak ini penting untuk membuktikan bahwa APAR telah dirawat dengan baik dan teratur.

Apakah Pemasangan & Pemeliharaan APAR-mu Sudah Sesuai Peraturan?

Pemasangan dan pemeliharaan APAR yang sesuai dengan peraturan sangat penting dalam menjaga keselamatan dan melindungi properti serta aset dari bahaya kebakaran.

Dengan memastikan APAR ditempatkan dengan benar, mudah diakses, dan dalam kondisi yang baik, kita dapat meningkatkan keselamatan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Oleh karena itu, penting bagi individu, perusahaan, dan organisasi untuk memahami dan mematuhi peraturan seputar APAR serta menjalankan pemeliharaan dengan sungguh-sungguh.

Hal ini tidak hanya mematuhi hukum, tetapi juga membantu melindungi nyawa, aset, dan lingkungan. Jadi, pastikan APAR-mu dipasang dan dipelihara sesuai dengan peraturan! Pemasangan dan pemeliharaan APAR sesuai peraturan butuh keahlian khusus.

inspeksi APAR praktis dengan jasa kontrak servis APAR

Jika perusahaanmu tidak memiliki tim yang ahli di bidang ini sehingga tugas inspeksi APAR terlupakan, gunakan layanan contract service APAR Bromindo. Teknisi kami yang berpengalaman siap datang untuk melakukan inspeksi APAR di tempatmu.

Dengan layanan contract service APAR, alat pemadam api di tempatmu akan dicek rutin setiap 6 bulan oleh teknisi yang profesional. Jadi, bisa dipastikan kondisi APAR selalu baik dan siap digunakan saat darurat. Hubungi kontak kami untuk konsultasi layanan ini.

Biar Nggak Salah Pakai, Pahami Komponen APAR dan Fungsinya!

APAR menjadi senjata pertama yang bisa diandalkan ketika terjadi kebakaran. Pengetahuan tentang cara menggunakan APAR yang benar sangat penting. Memahami komponen APAR dan fungsinya akan membantu kita untuk bisa menggunakan APAR secara efektif.

Kenapa Sih Kita Harus Paham Komponen APAR dan Fungsinya?

Alat pemadam api ringan (APAR) adalah perangkat yang digunakan untuk memadamkan kebakaran pada tahap awal, sebelum api menjalar dan sulit dikendalikan. APAR terdiri dari berbagai komponen yang berperan untuk memastikan alat ini bisa berfungsi dengan baik.

Memahami bagian-bagian APAR sangat penting. Dengan memahami apa saja komponen APAR dan fungsinya, maka kamu sebagai pengguna bisa lebih siap untuk mengatasi situasi darurat tersebut dengan cepat dan aman.

komponen APAR dan fungsinya untuk pemadaman kebakaran

Mempelajari bagian APAR juga akan membantu kamu untuk menggunakan alat ini secara efektif. Kamu bisa memahami bagaimana media APAR keluar dari tabung, paham cara mengarahkan nozzle dengan benar, dan dapat mengoperasikan tuas APAR secara tepat.

Penggunaan APAR yang tidak tepat juga bisa menyebabkan kerusakan pada alat ini. Jika sudah paham komponen-komponen APAR, maka kamu bisa menghindari kesalahan yang bisa merusak alat pemadam tersebut, sehingga bisa digunakan dengan baik saat darurat.

Nah, karena alasan itulah sangat penting untuk memahami apa saja komponen APAR dan fungsinya. Ini sangat membantu kita agar bisa menggunakan APAR yang benar dan cepat. Terutama dalam situasi darurat dimana setiap detiknya sangat berharga.

Lalu, Apa Saja Komponen APAR dan Fungsinya?

Pemahaman tentang komponen APAR dan fungsinya sangat penting untuk penggunaan yang aman dan efektif. Setiap komponen APAR punya peran penting dalam proses pemadaman kebakaran. Bagian-bagian APAR dan fungsinya adalah sebagai berikut:

1. Tabung Pemadam

Tabung adalah bagian utama dari APAR yang berisi media atau bahan pemadam api. Media APAR bisa berupa powder, foam, liquid gas, atau CO2. Tabung pemadam juga berisi gas bertekanan agar media APAR bisa dikeluarkan secara efektif ketika diperlukan.

2. Hose/Selang

Selang APAR memiliki fungsi penting, yaitu memfasilitasi aliran bahan pemadam api dari tabung ke sumber api. Komponen APAR ini memungkinkan pengguna untuk mengarahkan aliran bahan pemadam api ke titik api secara efektif.

3. Nozzle

Nozzle merupakan bagian ujung dari selang APAR yang akan mengarahkan aliran bahan pemadam ke sumber api. Dengan menggerakkan nozzle, pengguna bisa mengalirkan media APAR secara tepat pada sumber api yang ingin dipadamkan.

4. Pressure Gauge

komponen apar dan fungsinya pressure gauge

Pressure gauge adalah alat pengukur tekanan pada APAR. Fungsi komponen ini adalah memberikan informasi kepada pengguna tentang tekanan di dalam tabung APAR. Tekanan APAR normal umumnya adalah 13 -18 bar yang ditunjukkan dengan warna hijau.

5. Handle/Tuas

Tuas APAR berfungsi sebagai alat pengoperasian yang digunakan untuk memulai aliran bahan pemadam api dari tabung. Ketika handle ditekan, maka bahan pemadam api di dalam tabung akan keluar melalui nozzle yang diarahkan ke titik api.

6. Bracket

Apakah fungsi bracket pada APAR? Fungsinya agar APAR bisa disimpan dengan aman dan stabil. Penggunaan bracket akan menghindari tabung terjatuh atau bergeser saat tidak digunakan. Ini akan memudahkan identifikasi dan pengambilan APAR saat dibutuhkan.

7. Pin Safety

Pin safety adalah komponen yang dirancang untuk mencegah aktivasi atau penggunaan APAR yang tidak disengaja. Selama pin safety masih terpasang, artinya APAR tersebut masih tersegel atau belum pernah digunakan, sehingga siap dipakai saat darurat.

8. Nozzle Holder

Nozzle holder merupakan komponen yang digunakan untuk melindungi dan menyimpan nozzle. Dengan meletakkan nozzle di holder, maka akan lebih rapi, bersih, dan aman. Ini memungkinkan pengguna untuk bisa mengakses APAR dengan cepat saat darurat.

Biar Siap Saat Darurat, Pelajari Cara Menggunakan APAR yang Tepat

Setelah memahami apa saja komponen APAR dan fungsinya, sekarang kamu bisa lebih mudah untuk mempelajari cara menggunakan APAR yang tepat. Hal ini penting agar kamu bisa menggunakan alat ini dengan cepat dan efektif dalam situasi darurat.

1. Evaluasi Situasi

Saat terjadi kebakaran, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah tetap tenang dan evaluasi situasi kebakaran tersebut. Pastikan kamu memahami kelas kebakaran yang terjadi agar bisa menggunakan jenis APAR yang efektif untuk memadamkannya.

2. Pilih Jenis APAR yang Sesuai

komponen apar dan fungsinya sesuai jenis jenis apar

Perlu diketahui bahwa jenis APAR yang digunakan bisa berbeda-beda tergantung pada jenis bahan bakar yang memicu kebakaran tersebut. Simak penjelasan kelas kebakaran dan APAR yang tepat untuk mengatasinya biar lebih paham terkait hal ini.

Baca juga: Fungsi APAR Jenis Powder dan Cara Menggunakannya

3. Periksa Kondisi APAR

Sebelum digunakan, periksa APAR terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya baik dan siap digunakan. Langkah ini mencakup pemeriksaan tekanan pada pressure gauge dan memastikan apakah pin safety masih terpasang atau tidak.

4. Tentukan Rute Pemadaman yang Aman

Pada saat mendekat ke titik api, lebih baik tentukan rute pemadaman yang aman terlebih dahulu. Kenapa? Ini penting agar kamu memiliki jalur evakuasi yang jelas jika ternyata situasinya semakin memburuk.

5. Atur Jarak yang Aman dari Titik Api

komponen APAR dan fungsinya serta cara menggunakannya

Saat menggunakan APAR, jangan terlalu dekat dari titik api. Jarak yang aman dan ideal adalah 3 – 5 meter dari titik api. Jika terlalu dekat, pengguna bisa cedera akibat terkena jilatan api. Jika terlalu jauh, media APAR mungkin tidak bisa mencapai titik api dengan baik.

6. Aktifkan APAR untuk Memadamkan Api

komponen APAR dan fungsinya serta cara menggunakan sesuai standar

Jika sudah berada di jarak yang tepat dari titik api, segera aktifkan APAR secepatnya. Cara menggunakan APAR yang tepat bisa dilakukan dengan Teknik PASS, yaitu pull, aim, squeeze, dan sweep. Biar lebih paham, berikut penjelasannya:

  • Pull: lepaskan pin safety yang masih terpasang pada APAR dengan cara menarik atau memutarnya.
  • Aim: Pegang ujung selang dengan kuat dan arahkan nozzle ke titik api yang akan dipadamkan.
  • Squeeze: Keluarkan bahan pemadam api dari dalam tabung dengan menekan handle atau tuas.
  • Sweep: Lakukan gerakan yang teratur dari sisi ke sisi seperti pola zig-zag untuk memastikan pemadaman yang merata.

7. Pantau Kebakaran

Setelah pemadaman dengan APAR selesai dilakukan, pantau kebakaran untuk memastikan bahwa api sudah benar-benar padam. Jika kebakaran tidak bisa dipadamkan dan situasi memburuk, segera evakuasi diri dari area kebakaran tersebut secepatnya.

Komponen APAR Rusak Saat Sedang Dibutuhkan? Cegah dengan Inspeksi Rutin Pakai Firecek

 komponen APAR dan fungsinya terintegrasi aplikasi pengecekan APAR

Kebakaran adalah situasi darurat yang bisa terjadi kapan saja. Untuk itu, kita harus siap menghadapinya kapan saja. APAR dapat diandalkan untuk menangani kebakaran di tahan awal sebelum situasi semakin memburuk.

Komponen APAR yang berfungsi dengan baik adalah kunci keberhasilan untuk memadamkan kebakaran. Inspeksi rutin memungkinkan kita untuk mendeteksi adanya kerusakan pada komponen APAR, seperti selang yang robek, tabung berkarat, dll.

Inspeksi APAR juga bertujuan untuk mengecek tekanan APAR. Pressure gauge perlu dicek secara teratur untuk memastikan tekanan di dalam tabung berada pada kisaran yang aman. Tekanan yang terlalu tinggi atau rendah bisa mengurangi efektivitas pemadaman.

 inspeksi komponen APAR dan fungsinya pakai HP

Untuk melakukan inspeksi rutin secara efektif dan efisien, kamu bisa menggunakan aplikasi pengecekan APAR canggih, yaitu Firecek. Firecek adalah Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No. 1 di Indonesia yang akan mempermudah tugas inspeksi APAR.

Aplikasi Firecek akan memandumu melalui serangkaian langkah-langkah pemeriksaan yang perlu dilakukan. Dengan inspeksi rutin pakai Firecek, kamu bisa mengidentifikasi potensi masalah pada APAR dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.

Inspeksi APAR rutin sangat penting untuk menjaga komponen APAR dan fungsinya. Yuk, pakai Firecek biar pengecekan dan perawatan lebih praktis. Download Firecek dan nikmati beragam fitur unggulan di dalamnya.

Jangan Salah Pilih, Ini Jenis APAR untuk Listrik yang Tepat & Aman

jenis apar untuk listrik ampuh padamkan api dalam hitungan detik

Berita kebakaran sering kali terdengar di berbagai media. Kebanyakan kebakaran tersebut ternyata disebabkan oleh listrik. Untuk mencegah hal serupa, ada baiknya kamu menyediakan jenis APAR untuk listrik yang tepat dan aman.

Ya, kebakaran yang disebabkan oleh masalah listrik memang butuh penanganan khusus. Tidak bisa dipadamkan dengan air seperti kebakaran biasa. Justru, penggunaan air bisa menimbulkan bahaya. Lalu, apa saja jenis APAR yang tepat untuk kebakaran listrik?

Bagaimana Cara Mengatasi Kebakaran Akibat Api dari Listrik?

jenis apar untuk listrik yang aman dan efektif

Kebakaran sering kali disebabkan oleh masalah listrik karena sifatnya yang melibatkan panas dan arus. Situasi ini membutuhkan jenis APAR yang khusus untuk listrik. Ada beberapa faktor yang bisa memicu kebakaran listrik. Berikut ini adalah penyebab umum terjadinya kebakaran listrik:

  • Beban berlebih (overloading)
  • Korsleting (short circuit)
  • Peralatan listrik yang rusak
  • Kebocoran arus tanah
  • Instalasi listrik yang buruk
  • Pemanasan berlebih
  • Korosi dan kerusakan kabel
  • Usia instalasi listrik sudah tua
  • Kurangnya perawatan instalasi listrik
  • Penggunaan peralatan listrik yang tidak tepat

Jenis kebakaran yang melibatkan listrik termasuk dalam kebakaran kelas C. Sistem klasifikasi kebakaran menggunakan tanda huruf (A, B, C, D, K) untuk menunjukkan jenis bahan yang terlibat dalam kebakaran. Klasifikasi kelas kebakaran dan bahan pemicunya adalalah sebagai berikut:

  • Kelas A: Kebakaran pada bahan padat, seperti kayu, karet, kertas, dan kain.
  • Kelas B: Kebakaran pada bahan cair atau gas mudah terbakar, seperti bensin, minyak, atau pelarut organik.
  • Kelas C: Kebakaran yang melibatkan komponen listrik atau peralatan listrik yang terhubung ke sumber daya listrik.
  • Kelas D: Kebakaran pada logam mudah terbakar, seperti magnesium, natrium, dan titanium.
  • Kelas K: Kebakaran pada lemak atau minyak yang digunakan dalam dapur komersial.

Kebakaran kelas C membutuhkan jenis APAR untuk listrik khusus karena karakteristik unik dari api. Situasi ini memiliki risiko tambahan dan bisa menyebabkan bahaya yang berbeda jika dibandingkan dengan kebakaran biasa, seperti bahaya kejut listrik.

jenis apar untuk listrik sesuai standar

Jangan menggunakan air untuk memadamkan kebakaran kelas C! Loh, kenapa? Bukankah air bisa memadamkan api? Jangan salah, air adalah konduktor listrik yang baik. Ini artinya air bisa menghantarkan arus listrik dan meningkatkan risiko bahaya kejut listrik

Saat digunakan untuk memadamkan listrik, air bisa menyebabkan arus listrik mengalir melalui air. Bahkan, arus listrik bisa mengenai tubuh seseorang yang mencoba memadamkan api dengan air. Hal ini bisa mengakibatkan kejut listrik yang berpotensi fatal.

Jenis APAR untuk Listrik dan Cara Kerjanya

Agar lebih aman dari bahaya kebakaran listrik, menyediakan APAR adalah solusi yang tepat. Ini karena APAR dirancang khusus agar bisa memadamkan kebakaran listrik dengan aman dan efektif. Lalu, apa saja jenis-jenis APAR yang efektif untuk kebakaran listrik?

1. APAR CO2

APAR yang menggunakan bahan pemadam gas Carbon Dioxide (CO2) juga sangat cocok untuk memadamkan kebakaran listrik. CO2 adalah gas yang tidak bersifat menghantarkan listrik, sehingga bisa memadamkan api tanpa risiko bahaya kejut listrik.

Saat digunakan, CO2 yang keluar akan berubah menjadi gas dan menguap tanpa meninggalkan residu atau sisa. Ini membuat alat pemadam api CO2 sangat ideal untuk peralatan listrik yang sensitif karena tidak merusaknya seperti halnya serbuk kimia atau bahan lainnya.

Jenis APAR untuk listrik ini bekerja dengan cara menghilangkan oksigen pada area yang terbakar. Namun, gas CO2 bisa mengurangi konsentrasi oksigen di udara. Jadi, perlu digunakan secara hati-hati dan pastikan ada sirkulasi udara yang memadai, terutama di ruangan tertutup.

2. APAR Powder

jenis apar untuk listrik media powder garansi 5 tahun

APAR powder mengandung bahan kimia seperti phosphate yang bisa menghentikan rantai pembakaran. Saat dilepaskan ke area kebakaran, serbuk kimia akan menghalangi reaksi kimia dalam pembakaran, yaitu reaksi oksigen dengan panas dan bahan bakar.

Selain itu, jenis media APAR untuk listrik ini juga memiliki sifat mendinginkan, sehingga membantu menurunkan suhu pada area yang terbakar. Hal ini akan mengurangi energi termal yang diperlukan untuk mempertahankan pembakaran, sehingga api akhirnya padam.

Namun, APAR powder bisa meninggalkan residu dan debu setelah selesai pemadaman. Residu atau sisa serbuk kimia tersebut mungkin akan merusak peralatan listrik dan alat elektronik. Selain itu, penggunaan APAR powder juga memerlukan pembersihan lebih lanjut.

3. APAR Liquid Gas

Satu lagi jenis APAR untuk listrik yang direkomendasikan, yaitu APAR liquid gas. Jenis APAR ini menggunakan bahan pemadam berupa gas cair yang tidak menghantarkan listrik. Oleh karena itu, APAR liquid gas aman digunakan untuk kebakaran pada peralatan listrik.

Gas cair tidak merusak peralatan elektronik atau komponen listrik lainnya. Hal ini sangat penting dalam situasi dimana peralatan perlu diselamatkan setelah pemadaman kebakaran. Liquid gas akan menguap dengan cepat dan tidak meninggalkan residu atau sisa.

APAR liquid gas bekerja memadamkan api dengan cara menghilangkan oksigen di area kebakaran. Pastikan kamu memilih APAR liquid gas yang menggunakan bahan ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia serta hewan.

Lalu, Mana Jenis APAR untuk Listrik yang Paling Efektif?

Bicara mengenai jenis APAR untuk listrik, ketiga jenis APAR tersebut sebenarnya sama-sama efektif. Ini karena APAR powder, CO2, dan liquid gas sama-sama bisa memadamkan kebakaran kelas C atau kebakaran yang disebabkan oleh listrik.

Namun, penggunaan APAR powder untuk listrik kurang direkomendasikan. Kenapa? Karena APAR powder meninggalkan residu atau sisa. Residu APAR powder berupa serbuk kering yang mungkin bisa merusak peralatan listrik dan butuh waktu untuk membersihkannya.

jenis apar untuk listrik bahan ramah lingkungan

Jadi, APAR dengan bahan pemadam berupa gas seperti APAR CO2 dan APAR liquid gas lebih cocok untuk memproteksi area yang sensitif. Jika ingin lebih hemat, kamu bisa menggunakan APAR CO2 karena harganya lebih terjangkau dibanding APAR liquid gas.

Jenis APAR untuk listrik tersebut sangat cocok untuk memproteksi beberapa area berikut:

  • Ruang server dan pusat data
  • Laboratorium elektronik
  • Gudang peralatan listrik
  • Ruang kontrol elektrik
  • Ruang panel listrik

Harus Tau, Ini Cara Menggunakan APAR untuk Kebakaran Listrik!

Ketidaktahuan tentang cara menggunakan APAR bisa menyebabkan bahaya serius bagi kesehatan dan keselamatan pengguna. Kamu mungkin bisa terluka atau bahkan keracunan bahan pemadam akibat cara penggunaan APAR yang salah.

Oleh karena itu, kamu harus tahu bagaimana cara menggunakan jenis APAR untuk kebakaran listrik. Nah, teknik menggunakan APAR sendiri disebut dengan PASS. Teknik PASS terdiri dari Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep. Prosedur penggunaan APAR adalah sebagai berikut:

  1. Pull: Tarik pin pengaman atau pin safety yang terletak di dekat pegangan APAR. Langkah ini bertujuan untuk membuka pengunci atau memecah segel APAR.
  2. Aim: Arahkan ujung nozzle atau ujung selang APAR ke area kebakaran. Pastikan untuk memegang bagian tersebut dengan kuat agar bisa menahan tekanan ketika media APAR keluar bersama gas bertekanan tinggi.
  3. Squeeze: Tekan kedua tuas APAR dengan kuat untuk mengeluarkan bahan pemadam api dari dalam tabung. Pastikan untuk tetap menekan tuas sepenuhnya selama proses pemadaman menggunakan jenis APAR untuk listrik tersebut berlangsung.
  4. Sweep: Geser nozzle atau aliran bahan pemadam api dari satu sisi ke sisi lainnya pada area yang terbakar. Gerakan seperti ini akan memastikan bahwa bahan pemadam bisa merata dan mencakup ke seluruh area kebakaran.

cara menggunakan jenis apar untuk listrik sesuai standar

Saat menggunakan semua jenis APAR untuk kebakaran listrik, pastikan untuk tetap tenang dan fokus. Jangan berdiri terlalu dekat dengan api, karena bisa terluka akibat panas atau api. Setelah pemadaman, pastikan bahwa area tersebut sudah aman dan bebas dari sisa-sisa api.

Latihan teknik PASS secara berkala sangat penting untuk meningkatkan keterampilan dalam menggunakan semua jenis APAR untuk listrik. Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan APAR akan memudahkan kamu untuk mengatasi kebakaran dalam situasi darurat.

Nah, itu dia penjelasan tentang jenis APAR untuk listrik yang aman dan efektif. Pastikan kamu menggunakan APAR berkualitas dan berlisensi resmi, seperti APAR DOB. Yuk, beli APAR DOB disini! Harga terjangkau dan pastinya bisa kirim ke seluruh Indonesia.

Saat Nggak Ada APAR, Gunakan Alat Pemadam Api Tradisional!

Nggak ada APAR saat kebakaran? Tenang, kamu bisa menggunakan alat pemadam api tradisional untuk mengatasi kebakaran saat situasi darurat. Apa aja sih alat pemadam tradisional yang efektif memadamkan kebakaran? Yuk, cari tahu!

Pakai Alat Pemadam Api Tradisional Saat Darurat, Efektif Ga Ya?

Saat kebakaran, kita harus bergerak cepat untuk memadamkannya agar api tidak semakin merambat ke area lainnya. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bisa digunakan untuk membantu memadamkan api dengan cepat dan efektif.

Namun, bagaimana kalau saat kebakaran tidak ada APAR? Apakah harus dibiarkan begitu saja dan menyebabkan kebakaran semakin besar? Tenang, kamu masih bisa melakukan upaya pemadaman dengan alat pemadam api tradisional.

alat pemadam api tradisional yang efektif padamkan kebakaran

Alat pemadam api tradisional adalah peralatan atau bahan-bahan yang digunakan secara manual untuk memadamkan kebakaran. Alat-alat tersebut umumnya mudah ditemukan di sekitar kita, seperti air, daun, pasir, kain basah, karung goni, dll.

Beberapa alat pemadam api tradisional mungkin efektif untuk memadamkan kebakaran yang relatif kecil. Lantas, bagaimana kalau kebakaran yang terjadi cukup besar. Pada situasi kebakaran yang lebih besar dan berbahaya, alat pemadam tradisional tidak disarankan.

Apalagi jika kebakaran yang terjadi melibatkan bahan kimia dan bahan berbahaya lainnya. Penggunaan alat pemadam api tradisional mungkin tidak efektif, bahkan berbahaya bagi pengguna. Jadi, sangat penting untuk menganalisis situasi terlebih dahulu sebelum beraksi.

Meski begitu, pengetahuan tentang alat pemadam api tradisional tetap penting. Ini sangat berguna ketika kamu berada dalam situasi darurat dan tidak ada alat pemadam modern yang tersedia.

5 Jenis Alat Pemadam Api Tradisional dan Cara Menggunakannya

Meskipun alat pemadam api tradisional tidak se-efektif APAR dalam memerangi kebakaran, namun alat ini tetap dibutuhkan oleh masyarakat. Terutama dalam situasi darurat saat tidak ada APAR yang tersedia. Lalu, apa saja alat pemadam tradisional yang bisa digunakan?

1. Air

alat pemadam api tradisional dan fungsinya

Sejak dulu sampai sekarang, air masih menjadi bahan yang bisa diandalkan untuk memadamkan kebakaran. Ember, kaleng, atau wadah lain berisi air bisa digunakan untuk memadamkan api dengan cara menuangkan air langsung ke area kebakaran.

Air yang menguap di atas permukaan bahan yang terbakar akan mengurangi suhu dan mendinginkan material tersebut. Api membutuhkan sumber panas untuk terus berkobar. Saat sumber panas hilang atau berkurang, otomatis api akan padam.

2. Daun dan Tanaman

Daun kelapa atau daun besar yang lebar bisa kamu gunakan untuk memukul api dan menutupi area yang terbakar. Alat pemadam api tradisional ini dapat membantu mengurangi pasokan oksigen, sehingga api yang berkobar akan padam.

Tanaman hijau yang memiliki banyak air di dalam daunnya juga cukup efektif untuk menutupi api dan mengurangi suhu permukaan. Saat terkena api, air dalam daun akan menguap dan bisa membantu memadamkan api.

3. Pasir

alat pemadam api tradisional dari pasir

Selain air, kamu juga bisa memanfaatkan pasir di sekitar untuk memadamkan api yang berkobar. Memangnya pasir bisa buat madamin api? Bisa dong! Pasir dapat memadamkan api dengan cara menutupi api, sehingga mengurangi pasokan oksigen.

Selain mengisolasi oksigen, alat pemadam api tradisional ini juga memiliki kemampuan untuk mendinginkan material yang terbakar. Bahkan, pasir juga mampu menyerap cairan, termasuk minyak atau bahan bakar lain yang mungkin menjadi sumber kebakaran.

Cara menggunakan pasir untuk memadamkan api adalah sebagai berikut:

  • Siapkan pasir dengan jumlah yang cukup untuk memadamkan api.
  • Taburkan atau lemparkan pasir secara merata di atas api dengan hati-hati.
  • Cobalah untuk menutupi api dengan lapisan pasir yang cukup tebal.
  • Perhatikan apakah api sudah benar-benar padam atau berkurang.
  • Jika perlu, tambahkan pasir sampai api padam sepenuhnya.

4. Kain Basah

Kain yang ada di dalam rumah bisa digunakan dalam situasi darurat untuk membantu memadamkan api. Namun, kain tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air. Alat pemadam api tradisional dari kain basah berfungsi untuk menutup area terbakar akan memutus pasokan oksigen ke api.

Kain memiliki kemampuan untuk menyerap air. Kondisi kain yang basah akan membantu mendinginkan permukaan yang terbakar, sehingga mengurangi suhu api. Saat pasokan oksigen berkurang dan suhu turun, maka api akan padam.

5. Karung Goni

alat pemadam api tradisional dari karung goni

Jika terjadi situasi darurat dan tidak ada APAR, karung goni juga bisa dimanfaatkan untuk memadamkan kebakaran. Saat diletakkan di atas api, alat pemadam api tradisional ini akan menghentikan pasokan oksigen yang dibutuhkan oleh api untuk reaksi pembakaran.

Karung goni yang terbuat dari serat alam memiliki kemampuan untuk menyerap air. Jika karung direndam dengan air, maka bisa membantu mendinginkan permukaan yang terbakar. Dengan begitu, maka suhu api akan berkurang dan membuat api jadi padam.

Cara menggunakan karung goni untuk memadamkan api adalah sebagai berikut:

  • Basahi karung goni dengan air jika ada, untuk menambah efektivitasnya.
  • Letakkan karung goni yang sudah basah di atas material yang terbakar untuk menutupi api. Pastikan seluruh permukaan api sudah tertutup oleh karung goni.
  • Amati apakah kebakaran sudah padam atau api berkurang.
  • Jika perlu, ulangi cara di atas untuk memastikan bahwa api benar-benar padam.
  • Segera keluar dari area tersebut dan hubungi layanan pemadam kebakaran secepatnya.

Fire Blanket: Karung Goni Versi Modern yang Lebih Efektif Padamkan Kebakaran

alat pemadam api fire blanket berkualitas

Selimut pemadam api atau dikenal dengan fire blanket bisa dikatakan sebagai bentuk modern dari karung goni. Alat pemadam kebakaran ini dibuat dari material yang tahan terhadap panas tinggi, sehingga lebih aman dan efektif untuk memadamkan api.

Cara menggunakan fire blanket adalah dengan meletakkannya di atas sumber api atau objek yang terbakar dengan hati-hati. Hal ini akan mengisolasi oksigen dan menghentikan pasokan udara yang diperlukan dalam reaksi pembakaran.

Biasanya, fire blanket dilengkapi dengan tali atau pegangan yang akan mempermudah penggunaan. Bentuknya yang ringkas dan mudah dilipat juga mempermudah penyimpanannya. Fire blanket bisa disimpan di sekitar rumah maupun lingkungan kerja.

Jadi, fungsi dan cara menggunakan fire blanket ini mirip seperti alat pemadam api tradisional, yaitu karung goni. Bedanya, fire blanket dirancang khusus untuk memadamkan kebakaran. Alat ini diproduksi dari bahan tahan api, seperti fiberglass yang mampu menahan panas hingga suhu 550 – 600°C.

Daripada repot mencari alat pemadam api tradisional saat kebakaran, ada baiknya untuk menyediakan fire blanket saja. Fire blanket siap digunakan saat darurat, misalnya ketika terjadi kebakaran pada kompor di dapur rumah atau kebakaran kecil lainnya.

Yuk, Sedia APAR Biar Lebih Aman Saat Kebakaran!

Alat pemadam api tradisional memiliki keterbatasan, sehingga tidak disarankan untuk digunakan dalam situasi kebakaran yang lebih besar dan berbahaya. Metode pemadaman sederhana dengan air, pasir, dan daun hanya berfungsi untuk kebakaran yang relatif kecil.

Agar pemadaman lebih aman dan efektif, sangat disarankan untuk menyediakan alat pemadam api modern, seperti APAR. APAR menggunakan bahan pemadam api khusus, sehingga efektif untuk memadamkan situasi kebakaran.

alat pemadam api powder garansi 5 tahun

APAR Powder DOB bisa kamu andalkan untuk mengatasi kebakaran. Menggunakan media pemadam api berkualitas, APAR DOB mampu memadamkan api dalam hitungan detik. Media dry chemical powder yang digunakan bisa memadamkan kebakaran kelas A, B, C.

Alat pemadam api DOB tersedia dalam beberapa pilihan ukuran, yaitu 1 kg, 3 kg, 6 kg, dan 9 kg. Kamu bisa pilih sesuai kebutuhan. Tentu saja, harga APAR powder DOB juga terjangkau, jadi tetap ramah di kantong.

DOB juga merupakan APAR canggih karena bisa terkoneksi ke smartphone. Tabung APAR DOB dilengkapi QR code yang bisa kamu scan menggunakan aplikasi Firecek. Firecek akan memudahkanmu untuk memantau, mengatur, dan melakukan inspeksi alat pemadam api.

Nah, itu dia penjelasan tentang jenis alat pemadam api tradisional. Jika ingin lebih aman dari kebakaran, pastikan kamu menyediakan APAR yang memang dikhususkan untuk memadamkan api secara cepat. Yuk, beli APAR DOB di sini biar lebih aman saat kebakaran!