Jenis Alat Pemadam Api dan Fungsinya: APAR, APAB, Fire Blanket

alat pemadam api powder kualitas terbaik

Dalam situasi kebakaran, setiap detik sangat berharga. Memiliki alat pemadam api adalah langkah cerdas untuk menyelamatkan properti dan nyawa. Namun, penting untuk memahami jenis alat pemadam kebakaran tersebut sebelum menggunakannya.

Sebelum memilih alat pemadam untuk memproteksi asetmu, kamu harus memahami risiko kebakaran dan jenis alat pemadam yang tepat untuk mengatasinya. Artikel ini akan memberikan gambaran terkait jenis-jenis alat pemadam kebakaran dan fungsinya.

Pentingnya Alat Pemadam Api untuk Keselamatan Nyawa & Properti

Alat pemadam api tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertahanan awal ketika terjadi kebakaran. Lebih dari itu, alat ini juga memiliki peran penting dalam meminimalisir kerusakan dan bahkan dapat menyelamatkan nyawa manusia.

Kebakaran bisa berkembang sangat cepat. Dalam hitungan detik, api yang kecil dapat berubah menjadi kebakaran besar. Ketika digunakan secara tepat, alat pemadam akan mencegah api menyebar dan menyebabkan lebih banyak kerusakan.

Prioritas utama dalam setiap situasi kebakaran adalah keselamatan manusia. Alat pemadam yang dapat digunakan dengan cepat dapat memberikan jalan bagi orang-orang untuk keluar dari gedung atau area yang terbakar, sehingga menyelamatkan nyawa mereka.

Disisi lain, kebakaran juga dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada struktur bangunan dan isinya. Penggunaan alat pemadam dengan cepat tidak hanya dapat menghentikan api, tapi juga meminimalisir kerusakan yang terjadi pada properti.

Keberadaan alat pemadam juga berperan dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran. Hal ini mendorong individu dan organisasi untuk lebih memahami cara bertindak dengan cepat jika kebakaran terjadi.

Memiliki alat pemadam kebakaran, dan lebih penting lagi, mengetahui cara menggunakannya, adalah langkah esensial dalam strategi keselamatan pribadi dan profesional. Investasi dalam alat pemadam api adalah investasi dalam keselamatan dan kesejahteraan.

Apa Saja Jenis Alat Pemadam Api dan Fungsinya?

Ketika menghadapi kebakaran, penting bagi kita untuk memiliki akses terhadap berbagai jenis alat pemadam api yang sesuai. Namun, seringkali kita mungkin bingung tentang jenis alat mana yang sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu.

Alat pemadam kebakaran memang ada banyak jenisnya. Setiap jenis tersebut dirancang untuk menangani situasi kebakaran tertentu, sehingga pedan dan fungsinya berbeda. Mari kita bahas beberapa jenis utama dari alat pemadam api dan fungsinya berikut ini:

1. Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Alat Pemadam Api Ringan atau APAR adalah salah satu alat pemadam kebakaran yang paling umum dan efektif yang bisa ditemukan di berbagai tempat, seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, atau fasilitas umum lainnya.

APAR biasanya berisi bahan kimia yang dapat memadamkan berbagai jenis api, termasuk api kelas A, B, dan C. Fungsinya adalah untuk memberikan pemadaman cepat dan efektif terhadap kebakaran kecil sebelum api dapat menyebar.

Jenis-jenis APAR dan kelas kebakaran yang bisa ditangani antara lain:

  • APAR Powder: kebakaran kelas A, B, C.
  • APAR Foam: kebakaran kelas A dan B.
  • APAR CO2: kebakaran kelas A, B, C.
  • APAR Liquid Gas: kebakaran kelas A, B, C.

2. Alat Pemadam Api Besar (APAB)

Berbeda dengan APAR yang biasanya digunakan untuk kebakaran kecil atau menengah, APAB dirancang untuk menangani kebakaran yang lebih besar atau situasi darurat di mana APAR tidak cukup efektif untuk memadamkannya.

APAB memiliki kapasitas yang lebih besar dalam hal volume bahan pemadam api dan daya pancar yang lebih kuat. Alat ini seringkali berupa tangki yang dipasang di tempat-tempat strategis seperti di fasilitas industri, perusahaan, kapal laut, atau area publik lainnya.

Biasanya, alat ini dilengkapi dengan nozzle atau alat semprot yang memungkinkan pengguna untuk menyalurkan bahan pemadam api dengan tekanan tinggi ke area yang terkena api. Dilengkapi juga dengan trolley untuk memudahkan penggunaannya.

3. Selimut Api (Fire Blanket)

Fire Blanket adalah alat pemadam api yang terbuat dari bahan yang tahan panas dan tidak mudah terbakar, seperti serat kaca yang dilapisi dengan bahan kimia khusus. Fungsinya adalah untuk memadamkan api dengan cara menutupi atau menutupi sumber api.

Selimut api sangat berguna untuk memadamkan api yang terjadi pada pakaian seseorang atau kebakaran kecil di dapur, seperti yang disebabkan oleh minyak panas atau api gas. Oleh karena itu, alat ini sangat cocok untuk proteksi dapur rumah maupun restoran.

Jangan Panik! Begini Cara Menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Saat Darurat

Saat menghadapi kebakaran, penting untuk tetap tenang dan mengambil tindakan cepat. Salah satu alat yang paling efektif dalam menanggulangi kebakaran adalah APAR yang dirancang untuk memberikan pemadaman api dengan cepat dan efektif.

Jika kamu menyadari adanya kebakaran, usahakan untuk tetap tenang. Panik hanya akan membuat situasi menjadi lebih buruk. Tarik napas dalam-dalam dan cobalah untuk memusatkan pikiran Anda dan evaluasi situasi yang terjadi.

Sebelum menggunakan APAR, pertimbangkan ukuran api dan apakah kamu memiliki jalur evakuasi yang aman. Jika api terlalu besar atau kamu tidak dapat menghadapinya dengan APAR, segera keluar dari area tersebut dan panggil bantuan.

Ketika Anda berada di dekat APAR, ambil dan bawa alat tersebut ke tempat kebakaran. Pastikan Anda memegangnya dengan kuat dan siap untuk digunakan.

Sebelum memulai pemadaman, periksa APAR untuk memastikan bahwa itu dalam kondisi yang baik dan siap digunakan. Cek tekanan APAR di pressure gauge dan pastikan bahwa segel pengaman tidak rusak. Setelah itu, lakukan teknik PASS berikut ini:

  • Pull (Tarik): Siapkan APAR dengan cara menggenggam pegangan dan menarik pin pengaman. Ini akan mempersiapkan APAR untuk diaktifkan saat kamu menekan tuas pemadamnya.
  • Aim (Sasaran): Arahkan nozzle APAR ke titik api, fokuskan pada bagian bawah api, bukan pada ujung api. Ini akan membantu memutus pasokan oksigen ke api dan memadamkannya dengan lebih efektif.
  • Squeeze (Tekan): Tekan tuas pemadam api dengan tegas untuk memulai pemadam api. Pastikan untuk menyalakan APAR dari jarak yang aman sekitar 3-5 meter dari api agar tidak membahayakan diri sendiri.
  • Sweep (Sapu): Gerakkan nozzle APAR dari sisi ke sisi secara perlahan untuk menyapu seluruh area yang terkena api. Pastikan kamu memadamkan semua titik api dengan baik.

Setelah memadamkan api, tetaplah waspada terhadap kemungkinan pemuatan ulang api. Pastikan area tersebut benar-benar aman sebelum kamu meninggalkannya. Segera laporkan kebakaran kepada petugas pemadam kebakaran atau pihak berwenang setempat.

Ekonomis Tapi Efektif, APAR Powder DOB Siap Taklukan Api dan Lindungi Asetmu!

Di antara berbagai jenis alat pemadam api yang tersedia, APAR powder DOB telah terbukti menjadi pilihan yang ekonomis, namun sangat efektif dalam memadamkan api dan mengurangi kerugian akibat kebakaran.

APAR powder DOB menggunakan media serbuk kimia kering berkualitas sebagai agen pemadam. Media powder ini efektif dalam memadamkan berbagai jenis api, termasuk api kelas A, B, dan C. Artinya, APAR DOB cocok untuk berbagai situasi kebakaran.

Dibandingkan dengan jenis APAR lainnya, alat pemadam api DOB lebih terjangkau dalam hal harga. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk berbagai kebutuhan, baik itu untuk rumah tangga, kantor, atau fasilitas industri.

Bukan hanya harganya yang ekonomis, keunggulan utama dari alat pemadam api DOB adalah kemampuannya untuk memberikan pemadaman api yang cepat dan efektif. APAR DOB telah terbukti dapat memadamkan api hanya dalam hitungan detik.

alat pemadam api canggih terkoneksi ke aplikasi sistem proteksi kebakaran

Selain itu, tabung APAR DOB juga ada QR-nya yang bisa discan dengan aplikasi Firecek. Firecek adalah Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia. Aplikasi ini akan memberikanmu kemudahan dalam:

  • Mengecek keaslian produk.
  • Menyimpan inventaris data APAR digital tanpa batas kuota penyimpanan.
  • Mendapatkan notifikasi APAR expired.

Nah, kapan lagi bisa dapetin alat pemadam api yang ekonomis tapi berteknologi tinggi? Cuma DOB pastinya! APAR DOB juga tersedia dalam pilihan yang lengkap, mulai dari 1-9 kg. Yuk, order APAR DOB sekarang! Dapatkan harga terbaik DISINI.

7 Cara Inspeksi Alat Pemadam Kebakaran Biar Siap Digunakan

checklist apar digital ada fitur notifikasi apar expired

Kamu punya APAR, tapi nggak pernah dicek atau diinspeksi? Wah, bahaya! Inspeksi APAR itu sangat penting untuk memastikan kondisinya baik, sehingga siap digunakan saat darurat. Lalu, bagaimana cara inspeksi alat pemadam kebakaran?

Kenapa Inspeksi Alat Pemadam Kebakaran Rutin Perlu Dilakukan?

cara inspeksi alat pemadam kebakaran standar NFPA

Alat pemadam api ringan (APAR) adalah alat pertahanan pertama yang digunakan untuk mengendalikan atau memadamkan kebakaran pada tahap awal sebelum situasinya semakin buruk.

Kebakaran bisa berkembang dengan cepat, bahkan hanya dalam hitungan detik saja. Memiliki APAR yang berfungsi dengan baik adalah kunci agar terhindar dari berbagai risiko kebakaran.

Bayangkan, jika APAR tidak pernah diperiksa, masalah pada tabung pemadam tidak bisa diatasi sejak awal. Akibatnya, APAR mungkin gagal memadamkan api saat darurat karena ada kerusakan yang tidak diketahui pengguna.

Untuk memastikan APAR berfungsi dengan baik, inspeksi secara berkala menjadi sebuah keharusan. Cara inspeksi alat pemadam kebakaran akan memastikan alat ini siap digunakan saat diperlukan.

Melalui kegiatan inspeksi APAR, kamu bisa mendeteksi masalah potensial serta mencegah kerusakan lebih lanjut. Ini termasuk memeriksa kebocoran, kelengkapan komponen, korosi pada perangkat, keretakan, dll.

Dengan mendeteksi masalah tersebut sejak awal, maka kamu bisa melakukan perbaikan atau penggantian komponen yang diperlukan. Ini akan memperpanjang umur APAR dan menghemat biaya penggantian yang mahal.

7 Cara Inspeksi Alat Pemadam Kebakaran Sesuai Standar NFPA & Permenaker

Cara inspeksi alat pemadam kebakaran harus dilakukan sesuai standar keselamatan NFPA dan Permenakertrans No.4 Tahun 1980. Beberapa poin yang tidak boleh dilewatkan saat melakukan inspeksi APAR adalah sebagai berikut:

1. Cek Kondisi Visual Tabung

Prosedur inspeksi APAR yang pertama adalah melakukan pemeriksaan secara visual. Langkah ini dilakukan dengan melihat secara seksama tabung APAR tersebut.

Cara inspeksi alat pemadam kebakaran ini bertujuan untuk memastikan tidak ada kerusakan fisik yang terlihat, seperti karat, keretakan, atau kebocoran. Selain itu, cek dan pastikan segel atau pin safety masih utuh.

2. Pastikan Tekanan APAR Normal

cara inspeksi alat pemadam kebakaran sesuai standar NFPA

Cara inspeksi alat pemadam kebakaran berikutnya adalah mengecek tekanan APAR. Pastikan tekanan pada tabung APAR berada pada rentang atau level yang sesuai.

Ini dapat dilihat dari jarum manometer APAR yang menunjuk ke green area (13-18 bar). Jika tekanan terlalu rendah, APAR mungkin tidak akan berfungsi dengan baik. Sebab, tidak ada tekanan yang cukup untuk mendorong media APAR keluar dari tabung.

3. Periksa Selang dan Nozzle

Komponen APAR berikutnya yang wajib dicek adalah selang dan nozzle. Pastikan selang APAR tidak retak dan terhubung dengan erat ke alat pemadam kebakaran tersebut.

Selain itu, pastikan juga bahwa nozzle APAR tidak rusak dan tersumbat. Peran nozzle sangat penting, yaitu untuk mengendalikan aliran bahan pemadam, jadi kondisinya harus baik.

4. Pastikan Tabung APAR Terisi Penuh

Saat melakukan cara inspeksi alat pemadam kebakaran, kamu juga harus memastikan tabung tersebut berisi bahan pemadam secara penuh. Jika tidak, APAR mungkin sudah pernah digunakan.

Meskipun ada sisa bahan pemadam, tabung APAR yang sudah pernah digunakan harus tetap diisi ulang. Kalau tidak, tekanan APAR bisa turun dan sisa media APAR mungkin tidak cukup untuk memadamkan api.

5. Cek Tanggal Kadaluarsa APAR

Tau nggak sih? APAR ternyata bisa kadaluarsa juga, loh! Pastikan tabung APAR-mu belum memasuki masa kadaluarsa. Jika sudah expired, ganti bahan pemadam dengan melakukan refill APAR.

Baca juga: Jasa Refill APAR On Site Service Garansi 5 Tahun

6. Pasang APAR Sesuai Standar

cara inspeksi alat pemadam kebakaran teknisi profesional

Setelah cara inspeksi alat pemadam kebakaran selesai dilakukan, kembalikan APAR ke tempat semula. Pastikan pemasangan APAR sesuai standar, yaitu dengan jarak 15-125 cm dari lantai.

Selain itu, pastikan ada tanda APAR di atasnya. Fungsi tanda APAR adalah untuk memberitahu pada orang-orang terkait keberadaan APAR tersebut, sehingga mudah ditemukan saat darurat.

7. Dokumentasikan Hasil Inspeksi

Saat melakukan inspeksi, penting untuk mendokumentasikan hasil inspeksi. Jadi, jangan lupa untuk mencatat semua temuan dan tindakan perbaikan yang dilakukan selama inspeksi.

Dokumentasi akan menjadi bukti bahwa inspeksi sudah dilakukan. Jika butuh data atau informasi tentang APAR tersebut, kamu juga bisa mencarinya dengan mudah.

Kapan dan Berapa Kali Pemeriksaan APAR Dilakukan?

cara inspeksi alat pemadam kebakaran setiap 6 bulan sekali

Cara inspeksi alat pemadam kebakaran harus dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisinya baik dan ready to use saat darurat. Lalu, kapan jadwal inspeksi APAR?

Kapan dan berapa kali pemeriksaan APAR perlu dilakukan telah diatur dalam Permenakertrans No.4 Tahun 1980 tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan.

Setiap alat pemadam api harus diperiksa dua kali dalam setahun, yaitu:

  • Pemeriksaan dalam jangka 6 bulan
  • Pemeriksaan dalam jangka 12 bulan

Jadi, APAR yang kamu miliki harus rutin diinspeksi setiap 6 bulan sekali. Jika saat pemeriksaan ditemui adanya masalah atau kerusakan, segera perbaiki atau ganti dengan komponen baru yang tidak cacat.

Dengan melakukan pemeriksaan rutin dua kali setahun, APAR-mu bisa diandalkan untuk mengatasi kebakaran. APAR yang berfungsi baik, akan memadamkan api dengan cepat dan efektif.

Baca juga: Cara Cek APAR Expired Paling Mudah Pakai Aplikasi Smartphone

SOP Inspeksi APAR Rutin Tidak Berjalan Gara-Gara Nggak Punya Tim? Pakai Layanan Contract Service APAR Aja!

APAR yang berfungsi baik adalah kunci untuk menjaga aset berharga yang kamu miliki. Namun, seringkali SOP inspeksi APAR rutin tidak berjalan karena tidak ada staff atau tim khusus yang bertanggung jawab menjalankan tugas ini.

Apakah kamu juga mengalami masalah yang sama? Jika tidak memiliki tim internal yang memadai, maka inilah saatnya untuk menggunakan layanan contract service APAR dari Bromindo. Apa sih contract service APAR itu?

cara inspeksi alat pemadam kebakaran praktis pakai jasa kontrak servis APAR

Contract Service APAR adalah layanan pengecekan dan pemeriksaan APAR yang dilakukan oleh tim profesional dan berpengalaman. Inspeksi ini mencakup pemeriksaan visual, uji tekanan, dan pemeriksaan teknis lainnya.

Bromindo akan mengirim tim profesional setiap 6 bulan sekali untuk memeriksa seluruh APAR yang ada di tempatmu. Tentu saja, seluruh proses inspeksi akan dilakukan sesuai prosedur dan standar keamanan yang berlaku.

Sangat praktis bukan? Keamanan bisnismu sudah pasti terjaga. Nggak perlu pusing mikirin jadwal inspeksi yang bolong-bolong, sehingga kamu bisa lebih fokus pada operasional utama bisnis.

Lebih menariknya lagi, kamu bisa menikmati layanan contact service dari Bromindo secara GRATIS, loh! Penasaran gimana caranya biar bisa dapetin layanan ini secara gratis? Cek syarat dan ketentuannya DISINI.

Biar Aman dan Efektif, Ini Standar Pemasangan APAR yang Benar

peraturan APAR cara pemasangan sesuai standar

Sudah punya APAR, tapi bingung bagaimana cara memasangnya? Pemasangan APAR memang nggak boleh sembarangan. Biar efektif dan efisien, kamu harus mengikuti standar pemasangan APAR dari NFPA dan Permenakertrans. Yuk, baca selengkapnya!

Apa yang Terjadi Kalau Pemasangan APAR Nggak Sesuai Standar?

Saat kebakaran, detik-detik awal sangat berharga. Api kecil harus segera dipadamkan sebelum semakin membesar dan sulit dikendalikan. Untuk memadamkan kebakaran kecil secara cepat dan efektif, dibutuhkan alat pemadam api ringan (APAR).

standar pemasangan APAR agar efektif digunakan

Dalam situasi darurat, APAR harus bisa diakses dengan cepat. Pemasangan APAR sesuai standar memungkinkan alat pemadam kebakaran tersebut bisa diakses dengan cepat dan mudah oleh petugas keamanan atau orang-orang yang ada di sekitar titik kebakaran.

Terus, apa jadinya kalau pemasangan APAR tidak mengikuti standar? Tentu saja, hal ini akan memperlambat proses pemadaman kebakaran. Akibatnya, kebakaran bisa semakin membesar dan menyebabkan kerugian yang lebih banyak.

Bayangkan jika terjadi kebakaran kecil, tapi api gagal dipadamkan karena lokasi pemasangan APAR yang sulit dijangkau. Misalnya, APAR diletakkan di bawah meja, belakang pintu, atau area lain yang sulit terlihat.

Hanya karena salah memasang APAR, kamu bisa mengalami kerugian puluhan juta hingga milyaran rupiah. Ini terjadi karena kebakaran kecil yang seharusnya bisa diatasi dengan APAR, tapi gagal dipadamkan karena kesulitan mencari APAR.

Oleh karena itu, mengikuti standar pemasangan APAR sangat penting. Hal ini akan membantu mempercepat dan mempermudah penggunaan APAR pada saat darurat. Lalu, bagaimana standar pemasangan APAR yang benar?

Standar Pemasangan APAR yang Berlaku di Indonesia

standar pemasangan apar menurut nfpa dan permenaker

Standar pemasangan APAR adalah peraturan atau pedoman teknis yang mengatur bagaimana cara APAR dipasang, ditempatkan, dan dijaga untuk memastikan alat pemadam api tersebut berfungsi baik dalam situasi darurat.

Di Indonesia, standar pemasangan APAR diatur oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenakertrans) Nomor 4 Tahun 1980. Peraturan ini mengatur tentang syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan (APAR).

Permenaker tersebut membahas poin-poin penting terkait bagaimana cara pemasangan APAR yang benar agar mudah diakses. Hal ini termasuk lokasi pemasangan, ketinggian, suhu lingkungan, jarak APAR, dll.

Selain itu, pemasangan APAR juga disarankan sesuai dengan standar NFPA. National Fire Protection Association (NFPA) adalah organisasi yang mengembangkan standar teknis dan pedoman dalam bidang keselamatan terkait kebakaran.

NFPA telah menerbitkan ratusan kode dan standar terkait keselamatan kebakaran dan sudah diterapkan oleh berbagai negara di dunia. Salah satunya adalah Standar NFPA 10 terkait cara pemasangan alat pemadam api portable.

Bagaimana Tata Cara Pemasangan APAR di Tempat Kerja Sesuai NFPA dan Permenaker?

Saat memasang APAR di suatu area, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Sebab, pemasangan APAR sangat berpengaruh pada efektivitas penggunaan APAR saat darurat. Berikut poin-poin standar pemasangan APAR menurut Permenakertrans dan NFPA:

1. Lokasi Pemasangan APAR

Dimana APAR harus dipasang? Menurut Permenakertrans dan NFPA, APAR harus dipasang pada area yang mudah terlihat, mudah dijangkau, dan tidak terhalang oleh benda apapun. Ini bertujuan agar APAR bisa cepat diakses dalam situasi darurat.

2. Tinggi Pemasangan APAR

standar pemasangan apar pada ketinggian 15 - 125 cm dari lantai

Permenakertrans No. 4 Tahun 1980 juga mengatur ketinggian ideal pemasangan APAR. Ketika APAR dipasang pada ketinggian yang ideal, hal ini akan memastikan bahwa APAR berada pada jangkauan orang dewasa dan bisa diakses tanpa kesulitan.

Lalu, berapa ketinggian pemasangan APAR yang ideal? Ketinggian pemasangan APAR yang disarankan oleh Permenakertrans adalah minimal 15 cm dari atas lantai, dengan jarak idealnya 125 cm dari lantai.

3. Jenis dan Kapasitas APAR

Standar pemasangan APAR dari NFPA juga mencakup persyaratan terkait jenis APAR yang digunakan dan kapasitasnya. Jenis APAR yang kamu gunakan bisa bervariasi, tergantung pada jenis kebakaran yang mungkin terjadi.

Kebakaran diklasifikasikan menjadi beberapa kelas berdasarkan penyebab atau bahan bakar pemicunya. NFPA mengklasifikasikan kebakaran menjadi lima kelas, yaitu kebakaran kelas A, B, C, D, dan K.

Baca juga: Klasifikasi Kelas Kebakaran dan Media Pemadamnya

4. Tanda APAR

standar pemasangan APAR harus dilengkapi tanda APAR

Pemasangan APAR di setiap lokasi harus dilengkapi tanda APAR. Fungsi tanda APAR untuk membantu mengidentifikasi lokasi APAR yang tersedia di suatu area, sehingga bisa ditemukan dengan cepat saat darurat yang memerlukan pemadaman cepat.

Selain itu, tanda APAR juga akan memberikan kesadaran kepada orang-orang tentang keberadaan APAR di tempat tersebut. Hal ini sangat penting karena banyak orang yang mungkin tidak tahu dimana APAR berada dalam sebuah gedung.

Tanda APAR biasanya memiliki warna-warna yang mencolok dan simbol-simbol yang mudah dikenali agar mempermudah identifikasi. Menurut Permenakertrans, tanda APAR yang digunakan harus berwarna merah dan diletakkan tepat di atas APAR itu dipasang.

5. Batas Suhu Penempatan APAR

Pemasangan APAR harus mempertimbangkan batas suhu. APAR harus dipasang pada lokasi yang terlindung dari suhu beku atau suhu yang sangat rendah. Suhu ekstrem dingin bisa merusak komponen APAR, seperti media APAR, selang, atau katup.

APAR juga harus ditempatkan pada lokasi yang terlindungi dari suhu ekstrem yang sangat tinggi. Pada suhu tinggi, tekanan APAR bisa meningkat. Hal ini bisa mempengaruhi kinerja APAR karena alat pemadam api hanya bisa bekerja efektif pada tekanan normal.

Lalu, berapa suhu pada tempat dipasangnya alat pemadam api ringan (APAR)? Menurut Permenakertrans, batas suhu tidak boleh lebih dari 49 derajat celcius atau turun hingga minus 44 derajat celcius.

Lakukan Inspeksi APAR Biar Siap Digunakan Saat Darurat

standar pemasangan APAR harus disertai inspeksi rutin

Banyak kejadian dimana APAR bermasalah saat dibutuhkan, sehingga upaya pemadaman kebakaran gagal dilakukan. Misalnya, masalah tekanan APAR turun, selang tersumbat, nozzle rusak, atau masalah lain yang bisa mempengaruhi kinerjanya.

Masalah APAR seperti ini seharusnya bisa dideteksi sejak dini dan dilakukan perbaikan secepat mungkin. Dengan begitu, APAR akan selalu siap sedia untuk digunakan saat terjadi kondisi darurat. Maka dari itu, inspeksi APAR sangatlah penting.

Karena sangat penting, Permenakertrans mewajibkan inspeksi APAR dilakukan setiap 6 bulan sekali atau 2x dalam setahun. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap semua komponen APAR. Termasuk tabung, selang, nozzle, pressure gauge, dll.

standar pemasangan APAR harus tidak expired

Selain itu, kamu juga harus memastikan APAR tersebut belum kadaluarsa. Jika sudah expired, media APAR di dalam tabung bisa mengalami perubahan. Seperti APAR powder yang serbuknya akan menggumpal ketika sudah kadaluarsa.

Takut Lupa Masa Kadaluarsa APAR? Tenang, Firecek Siap Ingetin Kamu!

Tau nggak sih? Setiap jenis APAR memiliki masa kadaluarsa yang berbeda-beda. Untuk APAR powder DOB sendiri, masa kadaluarsanya adalah 5 tahun. Jadi setelah 5 tahun, kamu harus melakukan refill APAR atau isi ulang tabung pemadam api tersebut.

Bagaimana kalau perusahaanmu punya banyak APAR, ratusan atau bahkan ribuan? Pasti nggak akan ingat kapan masa kadaluarsa semua APAR-mu bukan? Terus, gimana ya biar isi ulang APAR bisa dilakukan tepat waktu untuk semua APAR-mu?

Tenang, aplikasi Firecek siap kirim notifikasi ke HP-mu saat APAR sudah mendekati masa kadaluarsa. Jadi, nggak perlu takut lupa masa expired APAR lagi. Apa sih Firecek itu? Firecek adalah Aplikasi Sistem Kebakaran No.1 di Indonesia.

aplikasi pengecekan APAR kirim notifikasi kadaluarsa

Firecek akan mengirim notifikasi ke HP-mu mulai dari H-30 sebelum APAR expired. Setelah mendapatkan notifikasi tersebut, kamu bisa segera membuat agenda isi ulang APAR bersama vendor refill APAR terbaik, PT Bromindo Mekar Mitra.

Itu dia standar pemasangan APAR menurut NFPA dan Permenakertrans yang harus kamu terapkan. Dengan mengikuti standar tersebut, APAR bisa membantu mempercepat dan mempermudah upaya pemadaman kebakaran saat darurat.

Kenali Berbagai Jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

cara menggunakan apar yang benar menurut jenis jenisnya

Alat pemadam api ringan (APAR) terdiri dari beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda. Jenis alat pemadam api ringan dibedakan berdasarkan media pemadam kebakaran yang digunakan, sistem kerja, dan kapasitasnya.

Jenis Alat Pemadam Api Ringan Berdasarkan Media yang Digunakan

Tahukah kamu, media pemadam api yang ada di dalam tabung APAR berbeda-beda? Lalu, ada berapa jenis isi APAR? Isi media APAR yang umum digunakan di Indonesia ada empat macam, yaitu media powder, CO2, foam, dan liquid gas.

1. Jenis Alat Pemadam Api Powder

jenis alat pemadam api ringan powder berkualitas

Dry chemical powder adalah salah satu media pemadam kebakaran paling banyak digunakan. Hal ini karena media powder serbaguna untuk mengatasi hampir semua kelas kebakaran, yaitu kebakaran kelas A, B, dan C

APAR Powder mampu memadamkan api dengan cara smothering, yaitu menyelimuti bahan yang terbakar, sehingga tidak bisa mendapatkan pasokan oksigen yang merupakan unsur penting dalam terbentuknya api.

Baca juga: Cara Kerja Alat Pemadam Api Ringan Berdasar Segitiga Api

2. Jenis Alat Pemadam Api Foam

APAR Foam menggunakan media campuran air dan surfaktan soda yang disebut dengan Aqueous Film Forming Foam (AFFF). Saat media disemprotkan keluar dari tabung, maka akan terbentuk busa yang mampu memadamkan api.

Jenis media ini mampu memadamkan kebakaran dengan cara mengisolasi titik api dari oksigen dan mendinginkan suhu panas di sekitarnya. Jens alat pemadam api ringan media foam bisa digunakan untuk mengatasi kebakaran kelas A dan B.

3. Jenis Alat Pemadam Api CO2

jenis alat pemadam api ringan media co2 kualitas terbaik

Jenis alat pemadam api ringan juga ada yang menggunakan media gas Carbon Dioxide (CO2). Gas CO2 mampu memadamkan api dengan cara mengisolasi oksigen serta mengurangi panas pada titik kebakaran. 

Alat pemadam api CO2 merupakan jenis APAR clean agent karena tidak meninggalkan residu. Cocok untuk memproteksi ruang panel listrik, laboratorium, ruang komputer, dll. Fungsi APAR CO2 adalah untuk mengatasi kebakaran kelas B dan C.

4. Jenis Alat Pemadam Api Liquid Gas

APAR liquid gas bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C. Media liquid gas bersifat clean agent karena tidak meninggalkan residu setelah digunakan. Liquid gas juga ramah lingkungan dan aman bagi manusia.

Jenis APAR ini cocok untuk memproteksi area yang tidak bisa dipoteksi dengan media lain, seperti air. Alat pemadam api liquid gas cocok untuk ruang komputer, ruang panel listrik, ruang arsip, laboratorium, dapur, rumah sakit, dll. 

Baca juga: Klasifikasi Kelas Kebakaran dan Media Pemadamnya

Jenis APAR Berdasarkan Sistem Kerjanya

Alat pemadam api ringan (APAR) juga dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan sistem kerja yang digunakan. Kedua jenis sistem kerja APAR adalah stored pressure system dan cartridge pressure system. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

1. Jenis APAR Stored Pressure System

jenis alat pemadam api ringan stored pressure system

Ciri khas dari APAR stored pressure system adalah media pemadam api dan gas pendorongnya berada dalam satu tabung yang sama. Besar kecilnya tekanan yang keluar dari tabung APAR tersebut bisa kita tentukan melalui handle atau tuas APAR. 

Jenis alat pemadam api ringan ini dilengkapi dengan pressure gauge. Fungsinya untuk memastikan berapa tekanan tabung APAR. Jarum manometer harus berada di warna hijau yang menunjukan tekanan normal 13 – 18 bar.

2. Jenis APAR Cartridge Pressure System

jenis apar cartridge pressure system

Cartridge pressure system merupakan jenis alat pemadam api ringan yang gas bertekanannya terpisah dari media pemadamnya. Dengan kata lain, tekanan tersebut tidak bercampur langsung dengan media yang ada di dalam tabung APAR.

Tekanan pada APAR ini tersimpan pada sebuah cartridge khusus. Cara kerja sistem ini yaitu dengan merobek membran pada cartridge, sehingga tekanan gas dapat mengalir ke dalam tabung pemadam dan membawa media keluar.

Baca juga: Perbedaan APAR Stored Pressure dan Cartridge Pressure System

Jenis Alat Pemadam Kebakaran Berdasarkan Kapasitasnya

Jika dilihat dari kapasitasnya, jenis alat pemadam api ringan memang berbeda-beda. Ada yang ukurannya kecil dan ada pula yang berukuran besar. Kapasitasnya sengaja dibuat berbeda supaya bisa digunakan sesuai kebutuhan.

1. Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

jenis apar berdasarkan kapasintasnya garansi 5 tahun

Sesuai namanya, jenis alat pemadam api ringan ini memiliki kapasitas yang ringan. Jenis APAR yang banyak digunakan di Indonesia berkapasitas 0,5 – 9 kg yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan tipe area yang diproteksi.

Untuk proteksi mobil atau kendaraan lainnya, disarankan menggunakan APAR mobil kapasitas 0,5 – 3 kilogram. Sementara untuk gedung bisa menggunakan APAR ukuran 2 – 9 kg sesuai tipe kawasan yang akan diproteksi.

Baca juga: Ukuran Tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

2. Alat Pemadam Api Berat (APAB)

jenis alat pemadam api ringan berkualitas

 Alat pemadam api berat (APAB) memiliki ukuran yang lebih besar dari APAR. APAB yang digunakan di Indonesia berkapasitas 20 – 100 kg. Jenis alat pemadam kebakaran ini dilengkapi dengan troli khusus untuk mempermudah mobilitasnya.

Berbeda dengan APAR bisa dioperasikan oleh satu orang, APAB setidaknya harus dioperasikan oleh 2 orang. APAB digunakan untuk memproteksi area yang luas dan berpotensi mengalami kebakaran besar, seperti pabrik dan pom bensin.

Nah, itu dia berbagai jenis alat pemadam api ringan beserta fungsinya. Pastikan kamu menggunakan APAR DOB karena terjamin kualitasnya dan ekonomis harganya. Yuk, beli APAR DOB untuk proteksi kebakaranmu sekarang!

Cara Pengecekan APAR CO2 Mudah dan Ringkas Pakai Smartphone

Cara pengecekan APAR CO2 hampir mirip dengan APAR media lain. Namun, ada beberapa detail yang membedakannya, sehingga Anda juga perlu tahu.

Nah, selain itu, tahukah Anda jika kini melakukan pengecekan APAR CO2 dengan smartphone? Jadi bisa memonitor semua proses inspeksi APAR cukup liwat smartphone, canggih bukan? Yuk simak langsung bagaimana caranya untuk cek APAR CO2 dengan mudah di bawah ini!.

cara pengecekan apar co2

Cara Pengecekan APAR CO2 Menurut Peraturan Menteri

Dalam inspeksi APAR kita akan selalu mengacu pada poin-poin yang ada di Menurut Permenakertrans No. PER. 04/MEN/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tak terkecuali untuk APAR CO2. Oleh sebab itu, kita rangkum beberapa poin dalam peraturan tersebut sebagai acuan bagi Anda:

Cara Pengecekan APAR CO2 Menurut Peraturan Menteri

  • Inspeksi APAR minimal 6 bulan sekali atau 2x dalam satu tahun.
  • Cek tekanan APAR, pastikan tekanan sesuai standar (13-15 bar), cek dengan melihat komponen pressure gauge.
  • Pastikan kan tabung APAR tidak penyok, berkarat dan bocor. Jika ada kerusakan tersebut segera lakukan penggantian atau hydrotest.
  • Perhatikan mulut pancar APAR, pastikan tidak ada sumbatan.
  • Cek pin, segel dan handle APAR pastikan masih terpasang dengan baik, jika hilang atau rusak segera lakukan pengantian.
  • Periksa selang APAR, cek apakah masih lentur atau tidak, dan lihat jika ada retak-retak atau lubang. Jika ada hal tersebut segera ganti.

Cara Pengecekan APAR CO2 Apakah Volumenya Berkurang?

Cara cek APAR memang hampir mirip, namun tetap ada beberapa detail yang harus diperhatikan terutama dalam hal volume APAR CO2. Sama-sama kita ketahui APAR CO2 merupakan media berbentuk gas clean agent, maka untuk mengetahui volume medianya ada trik khusus..

cara pengecekan apar co2

Untuk mengetahui volume media APAR CO2 kita dapat melakukanya dengan menimbang tabung APAR. Jumlahkan berat kosong tabung dan media APAR, sehingga kita memperoleh berat total. Nah, berat total lah yang akan menjadi acuan kita dalam menimbang APAR CO2..

cara pengecekan apar co2

Cara Pengecekan APAR CO2 Apakah Volumenya Berkurang

Misal berat kosong APAR 5,3 Kg dan berat dari media adalah 4,6 Kg, maka totalnya akan menghasilkan 9,9 Kg. Nah, saat kita menimbang APAR tersebut jika keluar hasil 9,9 Kg, maka APAR masih dalam kondisi baik dan penuh. Namun, jika beratnya berkurang lebih dari 10% berat total, maka APAR harus segera isi ulang.

Cara Pengecekan APAR CO2 Menggunakan Smartphone

Dengan majunya jaman, kini pengecekan APAR pun dapat dilakukan secara digital. Anda sering kelupaan melakukan inspeksi atau tanggal kedaluwarsa APAR? Tenang, di era digital ini akan ada aplikasi yang dapat membantu Anda dan menotifikasi hal tersebut.

Dengan aplikasi Firecek yang dapat diakses via smartphone dan web, akan memberikan Anda notifikasi kapan harus melakukan cek APAR dan melakukan refill APAR.

Aplikasi Firecek dapat membantu Anda melakukan penjadwalan inspeksi APAR rutin. Dengan adanya jadwal yang sudah Anda buat, maka akan muncul notifikasi untuk melakukan inspeksi APAR di smartphone Anda. Notifikasi ini akan mengingatkan tim Anda untuk segera melakukan pengecekan APAR, jadi pasti tidak akan kelupaan lagi.

Nah, bagi Anda yang tidak mempunyai tim khusus untuk melakukan inspeksi APAR, Anda dapat bekerja sama dengan Patigeni. Kami melayani pengecekan APAR untuk wilayah DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Jadi tim profesional kami lah yang akan melakukan inspeksi APAR Anda dan tentunya laporan akan kami berikan secara transparan dan real-time via aplikasi Firecek.

cara pengecekan apar co2

Selain itu, jadwal kedaluwarsa APAR milik Anda juga akan ternotifikasi liwat aplikasi ini. Firecek akan memberikan notifikasi, sehingga APAR kedaluwarsa dapat segera diisi ulang. Jadi, media APAR selalu dalam kondisi siap pakai dan tidak ada yang overdue karena kelupaan melakukan isi ulang..

cara pengecekan apar co2

Cara Pengecekan APAR CO2 Menggunakan Smartphone

Nah, tunggu apa lagi? Ayo segera rasakan kemudahan dalam melakukan inspeksi APAR dengan aplikasi Firecek, coba aplikasinya di sini!