Skip to content

Biar Aman dan Efektif, Ini Standar Pemasangan APAR yang Benar

Biar Aman dan Efektif, Ini Standar Pemasangan APAR yang Benar

peraturan APAR cara pemasangan sesuai standar

Sudah punya APAR, tapi bingung bagaimana cara memasangnya? Pemasangan APAR memang nggak boleh sembarangan. Biar efektif dan efisien, kamu harus mengikuti standar pemasangan APAR dari NFPA dan Permenakertrans. Yuk, baca selengkapnya!

Apa yang Terjadi Kalau Pemasangan APAR Nggak Sesuai Standar?

Saat kebakaran, detik-detik awal sangat berharga. Api kecil harus segera dipadamkan sebelum semakin membesar dan sulit dikendalikan. Untuk memadamkan kebakaran kecil secara cepat dan efektif, dibutuhkan alat pemadam api ringan (APAR).

standar pemasangan APAR agar efektif digunakan

Dalam situasi darurat, APAR harus bisa diakses dengan cepat. Pemasangan APAR sesuai standar memungkinkan alat pemadam kebakaran tersebut bisa diakses dengan cepat dan mudah oleh petugas keamanan atau orang-orang yang ada di sekitar titik kebakaran.

Terus, apa jadinya kalau pemasangan APAR tidak mengikuti standar? Tentu saja, hal ini akan memperlambat proses pemadaman kebakaran. Akibatnya, kebakaran bisa semakin membesar dan menyebabkan kerugian yang lebih banyak.

Bayangkan jika terjadi kebakaran kecil, tapi api gagal dipadamkan karena lokasi pemasangan APAR yang sulit dijangkau. Misalnya, APAR diletakkan di bawah meja, belakang pintu, atau area lain yang sulit terlihat.

Hanya karena salah memasang APAR, kamu bisa mengalami kerugian puluhan juta hingga milyaran rupiah. Ini terjadi karena kebakaran kecil yang seharusnya bisa diatasi dengan APAR, tapi gagal dipadamkan karena kesulitan mencari APAR.

Oleh karena itu, mengikuti standar pemasangan APAR sangat penting. Hal ini akan membantu mempercepat dan mempermudah penggunaan APAR pada saat darurat. Lalu, bagaimana standar pemasangan APAR yang benar?

Standar Pemasangan APAR yang Berlaku di Indonesia

standar pemasangan apar menurut nfpa dan permenaker

Standar pemasangan APAR adalah peraturan atau pedoman teknis yang mengatur bagaimana cara APAR dipasang, ditempatkan, dan dijaga untuk memastikan alat pemadam api tersebut berfungsi baik dalam situasi darurat.

Di Indonesia, standar pemasangan APAR diatur oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenakertrans) Nomor 4 Tahun 1980. Peraturan ini mengatur tentang syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan (APAR).

Permenaker tersebut membahas poin-poin penting terkait bagaimana cara pemasangan APAR yang benar agar mudah diakses. Hal ini termasuk lokasi pemasangan, ketinggian, suhu lingkungan, jarak APAR, dll.

Selain itu, pemasangan APAR juga disarankan sesuai dengan standar NFPA. National Fire Protection Association (NFPA) adalah organisasi yang mengembangkan standar teknis dan pedoman dalam bidang keselamatan terkait kebakaran.

NFPA telah menerbitkan ratusan kode dan standar terkait keselamatan kebakaran dan sudah diterapkan oleh berbagai negara di dunia. Salah satunya adalah Standar NFPA 10 terkait cara pemasangan alat pemadam api portable.

Bagaimana Tata Cara Pemasangan APAR di Tempat Kerja Sesuai NFPA dan Permenaker?

Saat memasang APAR di suatu area, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Sebab, pemasangan APAR sangat berpengaruh pada efektivitas penggunaan APAR saat darurat. Berikut poin-poin standar pemasangan APAR menurut Permenakertrans dan NFPA:

1. Lokasi Pemasangan APAR

Dimana APAR harus dipasang? Menurut Permenakertrans dan NFPA, APAR harus dipasang pada area yang mudah terlihat, mudah dijangkau, dan tidak terhalang oleh benda apapun. Ini bertujuan agar APAR bisa cepat diakses dalam situasi darurat.

2. Tinggi Pemasangan APAR

standar pemasangan apar pada ketinggian 15 - 125 cm dari lantai

Permenakertrans No. 4 Tahun 1980 juga mengatur ketinggian ideal pemasangan APAR. Ketika APAR dipasang pada ketinggian yang ideal, hal ini akan memastikan bahwa APAR berada pada jangkauan orang dewasa dan bisa diakses tanpa kesulitan.

Lalu, berapa ketinggian pemasangan APAR yang ideal? Ketinggian pemasangan APAR yang disarankan oleh Permenakertrans adalah minimal 15 cm dari atas lantai, dengan jarak idealnya 125 cm dari lantai.

3. Jenis dan Kapasitas APAR

Standar pemasangan APAR dari NFPA juga mencakup persyaratan terkait jenis APAR yang digunakan dan kapasitasnya. Jenis APAR yang kamu gunakan bisa bervariasi, tergantung pada jenis kebakaran yang mungkin terjadi.

Kebakaran diklasifikasikan menjadi beberapa kelas berdasarkan penyebab atau bahan bakar pemicunya. NFPA mengklasifikasikan kebakaran menjadi lima kelas, yaitu kebakaran kelas A, B, C, D, dan K.

Baca juga: Klasifikasi Kelas Kebakaran dan Media Pemadamnya

4. Tanda APAR

standar pemasangan APAR harus dilengkapi tanda APAR

Pemasangan APAR di setiap lokasi harus dilengkapi tanda APAR. Fungsi tanda APAR untuk membantu mengidentifikasi lokasi APAR yang tersedia di suatu area, sehingga bisa ditemukan dengan cepat saat darurat yang memerlukan pemadaman cepat.

Selain itu, tanda APAR juga akan memberikan kesadaran kepada orang-orang tentang keberadaan APAR di tempat tersebut. Hal ini sangat penting karena banyak orang yang mungkin tidak tahu dimana APAR berada dalam sebuah gedung.

Tanda APAR biasanya memiliki warna-warna yang mencolok dan simbol-simbol yang mudah dikenali agar mempermudah identifikasi. Menurut Permenakertrans, tanda APAR yang digunakan harus berwarna merah dan diletakkan tepat di atas APAR itu dipasang.

5. Batas Suhu Penempatan APAR

Pemasangan APAR harus mempertimbangkan batas suhu. APAR harus dipasang pada lokasi yang terlindung dari suhu beku atau suhu yang sangat rendah. Suhu ekstrem dingin bisa merusak komponen APAR, seperti media APAR, selang, atau katup.

APAR juga harus ditempatkan pada lokasi yang terlindungi dari suhu ekstrem yang sangat tinggi. Pada suhu tinggi, tekanan APAR bisa meningkat. Hal ini bisa mempengaruhi kinerja APAR karena alat pemadam api hanya bisa bekerja efektif pada tekanan normal.

Lalu, berapa suhu pada tempat dipasangnya alat pemadam api ringan (APAR)? Menurut Permenakertrans, batas suhu tidak boleh lebih dari 49 derajat celcius atau turun hingga minus 44 derajat celcius.

Lakukan Inspeksi APAR Biar Siap Digunakan Saat Darurat

standar pemasangan APAR harus disertai inspeksi rutin

Banyak kejadian dimana APAR bermasalah saat dibutuhkan, sehingga upaya pemadaman kebakaran gagal dilakukan. Misalnya, masalah tekanan APAR turun, selang tersumbat, nozzle rusak, atau masalah lain yang bisa mempengaruhi kinerjanya.

Masalah APAR seperti ini seharusnya bisa dideteksi sejak dini dan dilakukan perbaikan secepat mungkin. Dengan begitu, APAR akan selalu siap sedia untuk digunakan saat terjadi kondisi darurat. Maka dari itu, inspeksi APAR sangatlah penting.

Karena sangat penting, Permenakertrans mewajibkan inspeksi APAR dilakukan setiap 6 bulan sekali atau 2x dalam setahun. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap semua komponen APAR. Termasuk tabung, selang, nozzle, pressure gauge, dll.

standar pemasangan APAR harus tidak expired

Selain itu, kamu juga harus memastikan APAR tersebut belum kadaluarsa. Jika sudah expired, media APAR di dalam tabung bisa mengalami perubahan. Seperti APAR powder yang serbuknya akan menggumpal ketika sudah kadaluarsa.

Takut Lupa Masa Kadaluarsa APAR? Tenang, Firecek Siap Ingetin Kamu!

Tau nggak sih? Setiap jenis APAR memiliki masa kadaluarsa yang berbeda-beda. Untuk APAR powder DOB sendiri, masa kadaluarsanya adalah 5 tahun. Jadi setelah 5 tahun, kamu harus melakukan refill APAR atau isi ulang tabung pemadam api tersebut.

Bagaimana kalau perusahaanmu punya banyak APAR, ratusan atau bahkan ribuan? Pasti nggak akan ingat kapan masa kadaluarsa semua APAR-mu bukan? Terus, gimana ya biar isi ulang APAR bisa dilakukan tepat waktu untuk semua APAR-mu?

Tenang, aplikasi Firecek siap kirim notifikasi ke HP-mu saat APAR sudah mendekati masa kadaluarsa. Jadi, nggak perlu takut lupa masa expired APAR lagi. Apa sih Firecek itu? Firecek adalah Aplikasi Sistem Kebakaran No.1 di Indonesia.

aplikasi pengecekan APAR kirim notifikasi kadaluarsa

Firecek akan mengirim notifikasi ke HP-mu mulai dari H-30 sebelum APAR expired. Setelah mendapatkan notifikasi tersebut, kamu bisa segera membuat agenda isi ulang APAR bersama vendor refill APAR terbaik, PT Bromindo Mekar Mitra.

Itu dia standar pemasangan APAR menurut NFPA dan Permenakertrans yang harus kamu terapkan. Dengan mengikuti standar tersebut, APAR bisa membantu mempercepat dan mempermudah upaya pemadaman kebakaran saat darurat.

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0