Jenis Alat Pemadam Api dan Fungsinya: APAR, APAB, Fire Blanket

alat pemadam api powder kualitas terbaik

Dalam situasi kebakaran, setiap detik sangat berharga. Memiliki alat pemadam api adalah langkah cerdas untuk menyelamatkan properti dan nyawa. Namun, penting untuk memahami jenis alat pemadam kebakaran tersebut sebelum menggunakannya.

Sebelum memilih alat pemadam untuk memproteksi asetmu, kamu harus memahami risiko kebakaran dan jenis alat pemadam yang tepat untuk mengatasinya. Artikel ini akan memberikan gambaran terkait jenis-jenis alat pemadam kebakaran dan fungsinya.

Pentingnya Alat Pemadam Api untuk Keselamatan Nyawa & Properti

Alat pemadam api tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertahanan awal ketika terjadi kebakaran. Lebih dari itu, alat ini juga memiliki peran penting dalam meminimalisir kerusakan dan bahkan dapat menyelamatkan nyawa manusia.

Kebakaran bisa berkembang sangat cepat. Dalam hitungan detik, api yang kecil dapat berubah menjadi kebakaran besar. Ketika digunakan secara tepat, alat pemadam akan mencegah api menyebar dan menyebabkan lebih banyak kerusakan.

Prioritas utama dalam setiap situasi kebakaran adalah keselamatan manusia. Alat pemadam yang dapat digunakan dengan cepat dapat memberikan jalan bagi orang-orang untuk keluar dari gedung atau area yang terbakar, sehingga menyelamatkan nyawa mereka.

Disisi lain, kebakaran juga dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada struktur bangunan dan isinya. Penggunaan alat pemadam dengan cepat tidak hanya dapat menghentikan api, tapi juga meminimalisir kerusakan yang terjadi pada properti.

Keberadaan alat pemadam juga berperan dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran. Hal ini mendorong individu dan organisasi untuk lebih memahami cara bertindak dengan cepat jika kebakaran terjadi.

Memiliki alat pemadam kebakaran, dan lebih penting lagi, mengetahui cara menggunakannya, adalah langkah esensial dalam strategi keselamatan pribadi dan profesional. Investasi dalam alat pemadam api adalah investasi dalam keselamatan dan kesejahteraan.

Apa Saja Jenis Alat Pemadam Api dan Fungsinya?

Ketika menghadapi kebakaran, penting bagi kita untuk memiliki akses terhadap berbagai jenis alat pemadam api yang sesuai. Namun, seringkali kita mungkin bingung tentang jenis alat mana yang sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu.

Alat pemadam kebakaran memang ada banyak jenisnya. Setiap jenis tersebut dirancang untuk menangani situasi kebakaran tertentu, sehingga pedan dan fungsinya berbeda. Mari kita bahas beberapa jenis utama dari alat pemadam api dan fungsinya berikut ini:

1. Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Alat Pemadam Api Ringan atau APAR adalah salah satu alat pemadam kebakaran yang paling umum dan efektif yang bisa ditemukan di berbagai tempat, seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, atau fasilitas umum lainnya.

APAR biasanya berisi bahan kimia yang dapat memadamkan berbagai jenis api, termasuk api kelas A, B, dan C. Fungsinya adalah untuk memberikan pemadaman cepat dan efektif terhadap kebakaran kecil sebelum api dapat menyebar.

Jenis-jenis APAR dan kelas kebakaran yang bisa ditangani antara lain:

  • APAR Powder: kebakaran kelas A, B, C.
  • APAR Foam: kebakaran kelas A dan B.
  • APAR CO2: kebakaran kelas A, B, C.
  • APAR Liquid Gas: kebakaran kelas A, B, C.

2. Alat Pemadam Api Besar (APAB)

Berbeda dengan APAR yang biasanya digunakan untuk kebakaran kecil atau menengah, APAB dirancang untuk menangani kebakaran yang lebih besar atau situasi darurat di mana APAR tidak cukup efektif untuk memadamkannya.

APAB memiliki kapasitas yang lebih besar dalam hal volume bahan pemadam api dan daya pancar yang lebih kuat. Alat ini seringkali berupa tangki yang dipasang di tempat-tempat strategis seperti di fasilitas industri, perusahaan, kapal laut, atau area publik lainnya.

Biasanya, alat ini dilengkapi dengan nozzle atau alat semprot yang memungkinkan pengguna untuk menyalurkan bahan pemadam api dengan tekanan tinggi ke area yang terkena api. Dilengkapi juga dengan trolley untuk memudahkan penggunaannya.

3. Selimut Api (Fire Blanket)

Fire Blanket adalah alat pemadam api yang terbuat dari bahan yang tahan panas dan tidak mudah terbakar, seperti serat kaca yang dilapisi dengan bahan kimia khusus. Fungsinya adalah untuk memadamkan api dengan cara menutupi atau menutupi sumber api.

Selimut api sangat berguna untuk memadamkan api yang terjadi pada pakaian seseorang atau kebakaran kecil di dapur, seperti yang disebabkan oleh minyak panas atau api gas. Oleh karena itu, alat ini sangat cocok untuk proteksi dapur rumah maupun restoran.

Jangan Panik! Begini Cara Menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Saat Darurat

Saat menghadapi kebakaran, penting untuk tetap tenang dan mengambil tindakan cepat. Salah satu alat yang paling efektif dalam menanggulangi kebakaran adalah APAR yang dirancang untuk memberikan pemadaman api dengan cepat dan efektif.

Jika kamu menyadari adanya kebakaran, usahakan untuk tetap tenang. Panik hanya akan membuat situasi menjadi lebih buruk. Tarik napas dalam-dalam dan cobalah untuk memusatkan pikiran Anda dan evaluasi situasi yang terjadi.

Sebelum menggunakan APAR, pertimbangkan ukuran api dan apakah kamu memiliki jalur evakuasi yang aman. Jika api terlalu besar atau kamu tidak dapat menghadapinya dengan APAR, segera keluar dari area tersebut dan panggil bantuan.

Ketika Anda berada di dekat APAR, ambil dan bawa alat tersebut ke tempat kebakaran. Pastikan Anda memegangnya dengan kuat dan siap untuk digunakan.

Sebelum memulai pemadaman, periksa APAR untuk memastikan bahwa itu dalam kondisi yang baik dan siap digunakan. Cek tekanan APAR di pressure gauge dan pastikan bahwa segel pengaman tidak rusak. Setelah itu, lakukan teknik PASS berikut ini:

  • Pull (Tarik): Siapkan APAR dengan cara menggenggam pegangan dan menarik pin pengaman. Ini akan mempersiapkan APAR untuk diaktifkan saat kamu menekan tuas pemadamnya.
  • Aim (Sasaran): Arahkan nozzle APAR ke titik api, fokuskan pada bagian bawah api, bukan pada ujung api. Ini akan membantu memutus pasokan oksigen ke api dan memadamkannya dengan lebih efektif.
  • Squeeze (Tekan): Tekan tuas pemadam api dengan tegas untuk memulai pemadam api. Pastikan untuk menyalakan APAR dari jarak yang aman sekitar 3-5 meter dari api agar tidak membahayakan diri sendiri.
  • Sweep (Sapu): Gerakkan nozzle APAR dari sisi ke sisi secara perlahan untuk menyapu seluruh area yang terkena api. Pastikan kamu memadamkan semua titik api dengan baik.

Setelah memadamkan api, tetaplah waspada terhadap kemungkinan pemuatan ulang api. Pastikan area tersebut benar-benar aman sebelum kamu meninggalkannya. Segera laporkan kebakaran kepada petugas pemadam kebakaran atau pihak berwenang setempat.

Ekonomis Tapi Efektif, APAR Powder DOB Siap Taklukan Api dan Lindungi Asetmu!

Di antara berbagai jenis alat pemadam api yang tersedia, APAR powder DOB telah terbukti menjadi pilihan yang ekonomis, namun sangat efektif dalam memadamkan api dan mengurangi kerugian akibat kebakaran.

APAR powder DOB menggunakan media serbuk kimia kering berkualitas sebagai agen pemadam. Media powder ini efektif dalam memadamkan berbagai jenis api, termasuk api kelas A, B, dan C. Artinya, APAR DOB cocok untuk berbagai situasi kebakaran.

Dibandingkan dengan jenis APAR lainnya, alat pemadam api DOB lebih terjangkau dalam hal harga. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk berbagai kebutuhan, baik itu untuk rumah tangga, kantor, atau fasilitas industri.

Bukan hanya harganya yang ekonomis, keunggulan utama dari alat pemadam api DOB adalah kemampuannya untuk memberikan pemadaman api yang cepat dan efektif. APAR DOB telah terbukti dapat memadamkan api hanya dalam hitungan detik.

alat pemadam api canggih terkoneksi ke aplikasi sistem proteksi kebakaran

Selain itu, tabung APAR DOB juga ada QR-nya yang bisa discan dengan aplikasi Firecek. Firecek adalah Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia. Aplikasi ini akan memberikanmu kemudahan dalam:

  • Mengecek keaslian produk.
  • Menyimpan inventaris data APAR digital tanpa batas kuota penyimpanan.
  • Mendapatkan notifikasi APAR expired.

Nah, kapan lagi bisa dapetin alat pemadam api yang ekonomis tapi berteknologi tinggi? Cuma DOB pastinya! APAR DOB juga tersedia dalam pilihan yang lengkap, mulai dari 1-9 kg. Yuk, order APAR DOB sekarang! Dapatkan harga terbaik DISINI.

Cara Menggunakan APAR yang Benar Biar Api Cepat Padam

cara menggunakan apar yang benar sesuai standar

Memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah langkah awal dalam pencegahan kebakaran. Dan mengetahui cara menggunakan APAR yang benar adalah kunci untuk memastikan keselamatan.

Penggunaan APAR yang tidak tepat tidak hanya tidak efektif dalam memadamkan api, tetapi juga bisa berbahaya. Mari kita bahas cara menggunakan APAR yang benar agar kamu siap dalam menghadapi situasi darurat.

Nggak Boleh Sembarangan, Kamu Harus Tau Cara Menggunakan APAR yang Benar!

cara menggunakan apar yang benar dengan teknik pass

Dalam menghadapi kebakaran, memiliki APAR adalah langkah awal yang baik. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah perangkat yang digunakan untuk memadamkan atau mengendalikan api kecil, sebelum membesar dan sulit dikendalikan.

Dalam situasi kebakaran, setiap detik sangat berharga. Mengetahui cara menggunakan APAR yang benar memungkinkan respons cepat sebelum bantuan profesional tiba. Kecepatan ini krusial untuk menghindari kerusakan yang lebih besar.

Memahami cara menggunakan APAR yang benar memberikan kepercayaan diri dan ketenangan pikiran. Dalam situasi darurat, kepanikan bisa memperburuk kondisi. Pengetahuan tentang penggunaan APAR yang benar membantu menjaga ketenangan dan fokus pada penanganan situasi.

Penggunaan APAR yang salah tidak hanya gagal memadamkan api, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya baru. Misalnya, menggunakan APAR air pada kebakaran listrik bisa berakibat fatal. Pengetahuan tentang jenis APAR dan cara menggunakan APAR yang benar sangat penting.

Di banyak tempat kerja, pengetahuan tentang penggunaan APAR adalah persyaratan keselamatan. Karyawan yang terlatih dalam menggunakan APAR memastikan lingkungan kerja yang lebih aman bagi semua.

Memiliki pengetahuan tentang cara menggunakan APAR yang benar tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Menjadi orang yang bisa diandalkan dalam situasi darurat memiliki nilai yang tak ternilai.

Memahami cara menggunakan APAR yang benar dalam situasi darurat adalah keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu. Jadi, investasikan waktu untuk belajar menggunakan APAR, karena pengetahuan ini bisa sangat berharga saat dibutuhkan.

Cara Menggunakan APAR yang Benar Sesuai SOP Agar Aman & Efektif

Pernah nggak sih, kamu menghadapi situasi kebakaran, tapi bingung gimana cara menggunakan APAR yang benar. Alat pemadam api yang sudah disediakan jadi sia-sia karena tidak ada yang bisa menggunakannya.

Nah, biar alat pemadam api tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya, kamu harus bisa menggunakannya. Berikut ini adalah beberapa langkah dan cara menggunakan APAR yang benar agar aman dan efektif untuk memadamkan api:

1. Kenali Jenis APAR

cara menggunakan apar yang benar menurut jenis jenisnya

Sebelum menggunakan APAR, penting untuk mengetahui jenisnya terlebih dahulu. Kenapa? Karena setiap jenis memiliki cara penggunaan yang berbeda. Berdasarkan jenis media pemadam, APAR terdiri dari beberapa jenis, seperti powder, CO2, foam, dan liquid gas.

Contohnya, APAR powder efektif untuk kebakaran kelas A, B, dan C, sedangkan APAR CO2 lebih cocok untuk kebakaran kelas B dan C. Jadi, pastikan kamu menggunakan jenis APAR yang tepat sesuai situasi kebakaran yang terjadi.

2. Ikuti Langkah P.A.S.S.

Metode P.A.S.S. (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) adalah cara standar menggunakan APAR yang benar. Menggunakan APAR dengan metode ini akan memastikan api cepat padam dan tentunya aman bagi pengguna APAR tersebut.

  • Pull (Tarik): Tarik pin pengaman pada APAR untuk membuka kunci.
  • Aim (Arahkan): Arahkan nozzle atau selang APAR ke dasar api, bukan ke atas nyala api.
  • Squeeze (Tekan): Tekan tuas atau handle APAR untuk melepaskan bahan pemadam.
  • Sweep (Sapu): Gerakkan nozzle secara menyapu dari satu sisi ke sisi lain, fokus pada dasar api.

3. Jaga Jarak yang Aman dari Api

Penting untuk menjaga jarak yang aman saat menggunakan APAR. Jarak yang disarankan adalah sekitar 3-5 meter dari api. Jika api terlalu besar atau tidak terkendali, segera meninggalkan area dan meminta bantuan.

4. Periksa APAR Secara Berkala

cara menggunakan apar yang benar dengan inspeksi rutin

Pastikan APAR-mu dalam kondisi baik dan siap pakai. Periksa tekanan, pastikan tidak ada kerusakan fisik, dan perhatikan tanggal kadaluarsa. APAR yang tidak berfungsi dengan baik bisa menjadi bahaya tambahan dalam situasi darurat.

Baca juga: Cara Cek APAR Expired Lebih Praktis Pakai Smartphone

5. Latihan dan Edukasi

Mengetahui teori cara menggunakan APAR yang benar memang penting, tetapi praktik dan latihan membuat kamu lebih siap. Ikuti pelatihan penggunaan APAR terkait pentingnya keselamatan kebakaran dan cara menggunakan APAR sesuai standar.

Jangan Terlalu Dekat, Ini Jarak yang Aman Saat Menggunakan APAR

Dalam situasi kebakaran, penggunaan APAR dapat menjadi langkah krusial untuk mencegah penyebaran api. Namun, sering kali pengguna tidak menyadari pentingnya menjaga jarak yang aman saat menggunakan APAR.

Jarak yang tidak tepat tidak hanya mengurangi efektivitas APAR, tetapi juga dapat membahayakan pengguna. Saat menghadapi api, insting alami kita mungkin mengatakan untuk mendekat sebisa mungkin. Namun, ini bisa berbahaya.

cara menggunakan apar yang benar dengan jarak aman

Jarak yang aman penting untuk beberapa alasan:

  • Mencegah Bahaya Terhadap Diri Sendiri: Mendekat terlalu dekat ke api meningkatkan risiko luka bakar dan inhalasi asap.
  • Meningkatkan Efektivitas Pemadaman: Jarak yang tepat memungkinkan bahan pemadam menyebar dan bekerja lebih efektif terhadap api.

Lalu, berapa jarak yang aman direkomendasikan? Jarak yang aman saat menggunakan APAR adalah 3-5 meter dari titik api. Pada jarak ini, bahan pemadam api bisa mencapai titik api dengan baik dan pengguna terhindar dari jilatan api.

Dalam situasi darurat, mengukur jarak dengan tepat mungkin sulit. Sebagai aturan umum, mulailah dari jarak yang aman (3-5 meter) dan dekati secara bertahap sambil memantau reaksi api. Jika api mereda, terus gunakan APAR dari jarak tersebut.

Jika tidak, dekati sedikit lagi dengan hati-hati. Pertimbangkan arah angin dan ventilasi saat menggunakan APAR. Angin yang kuat atau ventilasi buruk dapat menyebarkan api atau membuat bahan pemadam tidak efektif.

Menjaga jarak yang aman saat cara menggunakan APAR yang benar sangat penting untuk efektivitas pemadaman dan keamanan pribadi. Selalu mulai dari jarak yang aman dan sesuaikan sesuai dengan situasi. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.

5 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menggunakan APAR

Cara menggunakan APAR yang benar adalah kunci untuk memastikan keberhasilan dalam mengatasi api kecil. Namun, seringkali karena kurangnya pengetahuan atau kesalahan saat panik, penggunaan APAR tidak efektif.

Berikut adalah lima kesalahan umum yang harus dihindari saat menggunakan APAR.

1. Tidak Membaca Instruksi Terlebih Dahulu

Kesalahan paling umum adalah tidak membaca instruksi yang tertera pada APAR. Setiap APAR memiliki cara penggunaan yang spesifik. Luangkan waktu untuk membaca dan memahami instruksi tersebut, bahkan sebelum keadaan darurat terjadi.

2. Menggunakan APAR yang Salah untuk Jenis Api

cara menggunakan apar yang benar sesuai kelas kebakaran

Tidak semua APAR cocok untuk setiap jenis api. Misalnya, APAR dengan bahan powder cocok untuk api kelas A, B, dan C. Sedangkan APAR CO2 lebih cocok untuk api yang melibatkan peralatan listrik.

Cara menggunakan jenis APAR yang tidak benar bukan hanya kurang efektif, tetapi juga bisa memperparah kebakaran. Contohnya, APAR foam yang digunakan untuk mengatasi kebakaran listrik karena media mengandung air yang bersifat konduktif.

Baca juga: APAR untuk Kebakaran Listrik yang Aman dan Efektif

3. Arahkan Semprotan ke Nyala Api, Bukan ke Dasar Api

Banyak orang secara instingtif menyemprotkan APAR ke nyala api, bukan ke dasar atau sumber api. Cara menggunakan APAR yang seperti ini tidak benar. Selalu arahkan semprotan ke dasar api untuk memutus sumber api.

4. Tidak Menjaga Jarak yang Aman

Berdiri terlalu dekat saat menyemprotkan APAR bisa berbahaya. Jarak yang aman dari titik api adalah 3-5 meter. Jarak yang tepat memungkinkan bahan pemadam untuk menyebar dan bekerja secara efektif, sekaligus menjaga keselamatan pengguna.

5. Tidak Memeriksa APAR Secara Berkala

APAR yang tidak terawat atau kadaluarsa bisa gagal saat dibutuhkan. Penting untuk memeriksa APAR secara berkala, termasuk tekanan, kondisi tabung, dan tanggal expired. APAR yang tidak berfungsi dengan baik sama sekali tidak berguna dalam situasi darurat.

Gimana, sudah paham kan gimana cara menggunakan APAR yang benar? Biar lebih siap, kamu bisa mengikuti training APAR dari Bromindo yang dipandu oleh teknisi profesional. Ada pertanyaan atau mau konsultasi? Hubungi kontak kami.

Penggunaan APAR di Rumah Sakit yang Aman Bagi Pasien & Staf

penggunaan apar di rumah sakit sesuai prosedur

Rumah sakit menjadi salah satu area publik yang cukup rawan mengalami kebakaran. Untuk mengatasi risiko kebakaran secepatnya, penggunaan APAR di rumah sakit dan peralatan pemadam kebakaran lainnya sangat penting.

Mengapa Penggunaan APAR di Rumah Sakit Sangat Penting?

penggunaan apar di rumah untuk keselamatan pasien dan staf

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah sebuah alat yang dirancang untuk memadamkan api pada tahap awal atau api skala kecil. Sebelum api menjadi lebih besar dan sulit dikendalikan, sehingga risiko kerugian bisa diminimalisir.

Penggunaan APAR di rumah sakit sangat penting karena rumah sakit adalah lingkungan yang rentan terhadap kebakaran. Risiko ini dapat menyebabkan dampak serius terhadap keamanan pasien, staf medis, serta fasilitas dan peralatan medis.

Manfaat dan pentingnya APAR di rumah sakit adalah sebagai berikut:

  • Keselamatan staf dan pasien
  • Perlindungan fasilitas dan peralatan medis
  • Kepatuhan terhadap standar keselamatan
  • Evakuasi yang aman
  • Pemadaman cepat dan efektif

Terjadinya kebakaran dapat menyebabkan ancaman langsung terhadap keselamatan pasien dan staf medis. APAR dapat membantu mengendalikan kebakaran pada tahap awal, memberikan waktu bagi evakuasi, dan mencegah penyebaran api.

Rumah sakit menyimpan peralatan medis berharga dan fasilitas sensitif, seperti ruang operasi dan unit perawatan intensif. Kebakaran dapat merusak peralatan medis dan fasilitas yang kritis. APAR membantu melindungi investasi tersebut.

Proses medis seperti sterilisasi alat-alat medis menggunakan bahan kimia yang mudah terbakar. Serta aktivitas seperti penggunaan laser atau peralatan bedah juga dapat menciptakan panas dan menyebabkan kebakaran jika tidak dioperasikan dengan benar.

Kebakaran di rumah sakit dapat mengakibatkan situasi darurat yang memerlukan evakuasi cepat dan teratur. APAR membantu menciptakan kondisi yang memungkinkan evakuasi yang aman dengan mengendalikan kebakaran dan mengurangi risiko.

Penggunaan APAR di rumah sakit bukan hanya tentang kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga mengenai keselamatan dan perlindungan nyata bagi semua individu yang berada di dalamnya.

Jenis APAR untuk Rumah Sakit yang Aman Bagi Pasien dan Staf Medis

Keselamatan di rumah sakit merupakan prioritas utama untuk melindungi pasien, staf medis, dan aset medis yang berharga. APAR menjadi elemen penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di lingkungan medis yang unik ini.

Memilih jenis APAR yang tepat sangat krusial untuk memastikan efektivitas dan keamanan dalam menghadapi berbagai risiko kebakaran di rumah. Berikut adalah beberapa jenis APAR yang cocok untuk rumah sakit:

1. APAR Liquid Gas

APAR dengan media liquid gas merupakan pilihan yang cocok untuk rumah sakit. Gas ini tidak meninggalkan residu dan tidak merusak peralatan medis. Penggunaan gas clean agent membantu melindungi investasi rumah sakit dalam peralatan medis canggih.

Media liquid gas tidak menurunkan kadar oksigen di udara, sehingga tidak mengganggu pernapasan dan kesehatan pasien yang berada di ruangan. Oleh karena itu, APAR liquid gas cocok untuk memproteksi ruang-ruang pasien di rumah sakit.

2. APAR CO2

APAR CO2 adalah alternatif lain yang efektif untuk pemadaman kebakaran di rumah sakit. Jenis APAR ini cocok untuk ruangan dengan peralatan elektronik, karena tidak meninggalkan residu.

Namun, penggunaan APAR CO2 di ruang pasien tidak disarankan. Hal ini karena gas CO2 dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen di udara dan mempengaruhi pasien serta staf medis yang mungkin berada di sekitar area kebakaran.

Gas CO2 dapat menyebabkan efek samping kesehatan seperti pusing, mual, atau bahkan kehilangan kesadaran jika terpapar dalam jumlah besar. Ini dapat menjadi masalah, terutama jika ada pasien atau staf medis yang sensitif terhadap gas CO2.

Karena sifatnya yang bisa mengganggu pernapasan, penggunaan APAR CO2 lebih cocok untuk beberapa area berikut di rumah sakit:

  • Ruang server dan pusat data
  • Laboratorium
  • Ruang peralatan elektronik
  • Ruang arsip dan dokumentasi
  • Ruang mesin atau utilitas
  • Ruang kontrol dan sistem elektrikal
  • Ruangan lain tanpa pasien

3. APAR Powder

penggunaan apar di rumah sakit yang aman

APAR powder efektif melawan kebakaran kelas A (bahan padat), kelas B (bahan cair/liquid), dan kelas C (gas). Di rumah sakit, dimana terdapat berbagai jenis material, APAR powder bisa menjadi pilihan yang tepat karena dapat menangani berbagai situasi kebakaran.

Powder memiliki daya pemadaman yang cepat. Hal ini penting di rumah sakit untuk mengurangi resiko perluasan kebakaran dengan segera. APAR powder juga memiliki kemampuan menjangkau area yang luas dan memiliki efektivitas yang tinggi.

Namun, penggunaan APAR powder di rumah sakit perlu pertimbangan. Setelah pemadaman, APAR powder akan meninggalkan residu yang sulit dibersihkan. Jadi harus ada perencanaan untuk mengatasi residu bubuk setelah penggunaan APAR powder.

Bagaimana Cara Penggunaan APAR di Rumah Sakit Saat Terjadi Kebakaran?

Kesehatan dan keselamatan adalah aspek utama dalam dunia rumah sakit. Untuk menghadapi keadaan darurat seperti kebakaran, pemahaman yang baik tentang cara menggunakan APAR di rumah sakit sangat penting.

Berikut adalah panduan penggunaan APAR di rumah sakit untuk memastikan respon yang cepat dan efektif dalam situasi darurat:

1. Identifikasi dan Evaluasi Jenis Kebakaran

Langkah pertama dalam penggunaan APAR di rumah sakit adalah identifikasi dan evaluasi jenis kebakaran. APAR memiliki label yang menunjukkan jenis kebakaran yang dapat diatasi. Pastikan APAR yang dipilih sesuai dengan jenis kebakaran yang terjadi.

2. Aktifkan Sistem Alarm Kebakaran

Segera setelah mendeteksi kebakaran, aktifkan sistem alarm kebakaran untuk memberitahu semua orang di rumah sakit terkait adanya risiko kebakaran. Hal ini penting agar semua orang bisa memulai prosedur evakuasi jika diperlukan.

3. Pilih Jenis APAR yang Tepat

Pilih APAR yang sesuai dengan jenis kebakaran. Misalnya, APAR berjenis gas clean agent atau CO2 cocok untuk peralatan elektronik. Sementara itu, APAR foam dapat digunakan untuk kebakaran minyak dan lemak di dapur.

Baca juga: Jenis-Jenis APAR dan Kelas Kebakaran yang Diproteksi

4. Padamkan Api dengan Teknik PASS

penggunaan apar di rumah sakit yang aman

Sebelum mengaktifkan APAR, pastikan kamu berada di posisi yang aman. Pastikan jalur evakuasi tidak terhalang dan hindari asap atau panas yang berlebihan. Setelah itu, mulailah padamkan api dengan menerapkan teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep).

  • Pull: Tarik atau lepas pin safety pada handle APAR agar nantinya APAR bisa diaktifkan untuk mengeluarkan bahan pemadam.
  • Aim: Arahkan nozzle APAR ke basis api, bukan langsung ke nyala api. Ini membantu pemadaman yang lebih efektif.
  • Squeeze: Tekan tuas pemadam api dengan tegas untuk memulai penyemprotan pemadam. Pastikan untuk tetap tenang dan stabil selama proses ini.
  • Sweep: Gerakkan nozzle ke sisi-sisi dengan gerakan zig-zag untuk menyemprotkan pemadam api secara merata dan efektif.

5. Periksa Kembali & Laporkan Insiden

Setelah pemadaman, periksa kembali area kebakaran untuk memastikan bahwa tidak ada sumber api yang tersisa. Setelah kondisinya aman, laporkan insiden kebakaran kepada pihak berwenang dan petugas keamanan.

APAR di Rumah Sakit Harus Rutin Dirawat, Agar Siap Digunakan Saat Darurat

Apakah kamu merasa yakin bahwa APAR di rumah sakit tempatmu bekerja siap digunakan dalam situasi darurat? Keefektifan APAR tidak datang begitu saja. Perlu perawatan rutin agar siap digunakan saat darurat untuk memberikan respons yang cepat.

Seperti peralatan lainnya, APAR memerlukan perawatan untuk memastikan fungsi optimalnya. Inspeksi APAR secara teratur terhadap tekanan, segel, dan mekanisme pengaktifan akan memastikan APAR siap beraksi tanpa kendala.

penggunaan apar di rumah sakit yang aman

Jaga kesiapan APAR-mu dengan Firecek. Solusi praktis untuk memastikan APAR-mu dalam kondisi optimal. Firecek hadir untuk memberikan kamu kontrol penuh atas kondisi APAR dengan langkah-langkah pemeriksaan yang sederhana namun efektif.

Firecek adalah Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia yang memungkinkan kamu memeriksa keandalan APAR secara berkala. Fitur-fitur canggih pada Firecek memastikan APAR-mu siap digunakan kapanpun dibutuhkan.

Dengan petunjuk langkah demi langkah yang jelas, alat ini menghadirkan kepercayaan diri kepada pengguna untuk memeriksa APAR secara rutin tanpa kesulitan. Firecek bukan hanya alat, tapi juga investasi untuk keamanan rumah sakit di masa depan.

Dengan menjaga penggunaan APAR di rumah sakit tetap terawat dengan baik, maka akan meminimalkan risiko kebakaran serta memastikan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. Ada pertanyaan? Hubungi kontak kami untuk konsultasi.

Peraturan APAR Terbaru Pemerintah Indonesia Permenakertrans

peraturan apar terbaru di indonesia

Punya APAR saja nggak menjamin kamu bisa aman dari kebakaran. Kalau mau selamat dari bahaya kebakaran, APAR-mu harus dipasang dan dipelihara sesuai peraturan agar ready to use saat dibutuhkan. Lalu, apa peraturan APAR yang berlaku di Indonesia?

Peraturan APAR yang Berlaku di Indonesia, Apa Saja Ya?

Dalam rangka mensiap-siagakan penanganan kebakaran, maka setiap alat pemadam api ringan (APAR) harus memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja. Salah satu peraturan APAR yang berlaku di Indonesia adalah Permenakertrans No.4 Tahun 1980.

peraturan APAR cara pemasangan sesuai standar

Permenakertrans No.4 Tahun 1980 tentang apa? Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No PER.04/MEN/1980 Tahun 1980 membahas tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah serangkaian standar teknis yang mencakup berbagai produk dan layanan, termasuk APAR. Standar ini digunakan sebagai panduan dalam pengembangan, pengujian, dan pemeliharaan APAR di Indonesia.

SNI membantu memastikan bahwa APAR yang digunakan di Indonesia memenuhi persyaratan kualitas dan keselamatan. Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mengatur tentang alat pemadam api ringan meliputi:

  • SNI 03-3987-1995: Tata Cara Perencanaan, Pemasangan Pemadam Api Ringan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung Rumah dan Gedung.
  • SNI 03-3988-1995: Pengujian Kemampuan Pemadaman dan Penilaian Alat Pemadam Api Ringan.
  • SNI 19-0180-1987: Tabung Pemadam Api Portable dari Baja Karbon Rendah.

Selain SNI dan Permenakertrans, peraturan APAR lainnya adalah Undang-Undang No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Menurut UU tersebut, setiap kendaraan roda empat harus dilengkapi dengan fasilitas tanggap darurat, termasuk APAR.

Peraturan Pemasangan APAR Sesuai Permenakertrans No. 4 Tahun 1980

Apa saja syarat pemasangan APAR? Peraturan pemasangan APAR diatur dalam Pasal 4-10 Permenaker No. 4 Tahun 1980. Setiap APAR harus dipasang sesuai standar untuk memastikan efektivitas penggunaan alat pemadam api tersebut.

1. Posisi Mudah Dilihat dengan Jelas

Setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan (APAR) harus ditempatkan pada posisi yang mudah terlihat dengan jelas. Penempatan APAR juga harus mudah dicapai, diambil, dan disertai juga dengan tanda APAR.

2. Tanda Pemasangan APAR Berwarna Merah

peraturan APAR harus ada tanda pemasangan APAR

Tanda APAR berfungsi untuk menyatakan tempat alat pemadam api ringan yang dipasang di dinding. Bentuk tanda APAR adalah segitiga sama sisi dengan warna dasar merah. Tinggi pemberian tanda APAR 125 cm dari dasar lantai, tepat di atas APAR.

  • Ukuran sisi 35 cm
  • Tinggi huruf 3 cm berwarna putih
  • Tinggi tanda panah 7,5 cm berwarna putih

3. Harus Sesuai dengan Jenis dan Penggolongan Kebakaran

Pemasangan dan penempatan APAR harus sesuai dengan jenis dan kelas kebakaran yang berisiko di area yang diproteksi. Jenis APAR terdiri dari powder, foam, CO2, dan liquid gas yang dapat digunakan untuk mengatasi kelas kebakaran A, B, dan C.

  • APAR Powder: Kebakaran kelas A, B, C
  • APAR Foam: Kebakaran kelas A, B
  • APAR CO2: Kebakaran kelas A, C
  • APAR liquid gas: Kebakaran kelas A, C

4. Jarak APAR Tidak Lebih dari 15 Meter

Jarak antara satu APAR dengan alat pemadam api lainnya yang disarankan adalah tidak boleh melebihi 15 meter. Kecuali ada rekomendasi lain dari pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja sesuai dengan kondisi area yang diproteksi.

5. Dipasang Menggantung Pada Dinding

Peraturan pemasangan APAR juga mengharuskan alat pemadam api ditempatkan menggantung pada dinding dengan penguat sengkang atau konstruksi penguat lainnya. Bisa juga ditempatkan pada lemari atau box.

6. Tinggi 1,2 Meter dari Lantai

peraturan APAR permenakertrans

Berapa jarak penempatan APAR menurut Permenaker No 4 Tahun 1980? Pemasangan APAR harus sedemikian rupa, sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai.

Kecuali jenis CO2 dan dry chemical dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat, jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dan permukaan lantai.

7. Suhu Penempatan APAR Tidak Melebihi 49°C

Setiap APAR tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat yang suhunya melebihi 49°C atau turun sampai minus 44°C. Kecuali jika alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu di luar batas tersebut di atas.

Peraturan Pemeliharaan APAR Agar Ready To Use Saat Dibutuhkan

Pemeliharaan APAR sangat penting untuk memastikan bahwa alat ini bisa berfungsi dengan baik saat diperlukan dalam situasi darurat. Peraturan APAR tentang pemeliharaan bertujuan untuk memastikan alat pemadam ini siap digunakan sesuai standar keselamatan.

Di Indonesia, peraturan mengenai pemeliharaan APAR diatur dalam Pasal 11-23 Permenakertrans No. 4 Tahun 1980. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam peraturan pemeliharaan APAR:

1. Inspeksi APAR Rutin 6 Bulan Sekali

peraturan APAR permenaker dan SNI

APAR harus menjalani pemeriksaan rutin oleh petugas yang terlatih. Pemeriksaan APAR dilakukan secara berkala setiap 6 bulan sekali atau 2 kali setahun untuk memastikan bahwa APAR dalam kondisi baik dan siap digunakan.

Baca juga: 7 Cara Inspeksi APAR Sesuai Standar Permenaker

2. Penggantian Segel

Segel pada APAR harus selalu utuh. Jika segel rusak atau terbuka, APAR perlu segera diperiksa dan diperbaiki oleh petugas yang berwenang. Segel yang rusak dapat menunjukkan bahwa APAR telah digunakan atau telah rusak.

3. Pengisian Ulang Media Pemadam

APAR menggunakan berbagai jenis media pemadam, seperti powder, foam, atau gas. Media pemadam perlu diisi ulang secara teratur jika sudah memasuki masa kadaluarsa. Isi ulang APAR juga harus dilakukan jika alat pemadam api tersebut sudah pernah digunakan.

4. Periksa Tekanan Pressure Gauge

peraturan APAR inspeksi 6 bulan sekali

APAR yang menggunakan gas bertekanan harus dipastikan bahwa tekanan gas berada dalam kisaran sesuai standar. Tekanan yang tidak sesuai dapat mengurangi efektivitas APAR. Jadi, pastikan jarum manometer pada pressure gauge berada di green area (13-18 bar).

5. Pembersihan dan Perawatan

APAR perlu dijaga dalam kondisi bersih dan terjaga. Ini termasuk membersihkan APAR secara berkala dan memastikan bahwa tidak ada kerusakan fisik atau tumpahan bahan yang dapat mengganggu kinerjanya.

6. Pengujian Hydrostatic Tabung APAR

Hydrotest APAR perlu dilakukan secara berkala setiap 5 tahun untuk memastikan kondisi tabung APAR masih layak digunakan. Tabung APAR yang bocor, berkarat, atau mengalami kerusakan lain tidak boleh digunakan karena bisa berbahaya dan menurun efektifitasnya.

7. Dokumentasi Pemeliharaan APAR

Peraturan APAR juga mengharuskan pemilik atau pengguna APAR untuk mencatat semua hasil pemeriksaan, perawatan, dan penggantian media pemadam yang dilakukan. Rekam jejak ini penting untuk membuktikan bahwa APAR telah dirawat dengan baik dan teratur.

Apakah Pemasangan & Pemeliharaan APAR-mu Sudah Sesuai Peraturan?

Pemasangan dan pemeliharaan APAR yang sesuai dengan peraturan sangat penting dalam menjaga keselamatan dan melindungi properti serta aset dari bahaya kebakaran.

Dengan memastikan APAR ditempatkan dengan benar, mudah diakses, dan dalam kondisi yang baik, kita dapat meningkatkan keselamatan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Oleh karena itu, penting bagi individu, perusahaan, dan organisasi untuk memahami dan mematuhi peraturan seputar APAR serta menjalankan pemeliharaan dengan sungguh-sungguh.

Hal ini tidak hanya mematuhi hukum, tetapi juga membantu melindungi nyawa, aset, dan lingkungan. Jadi, pastikan APAR-mu dipasang dan dipelihara sesuai dengan peraturan! Pemasangan dan pemeliharaan APAR sesuai peraturan butuh keahlian khusus.

inspeksi APAR praktis dengan jasa kontrak servis APAR

Jika perusahaanmu tidak memiliki tim yang ahli di bidang ini sehingga tugas inspeksi APAR terlupakan, gunakan layanan contract service APAR Bromindo. Teknisi kami yang berpengalaman siap datang untuk melakukan inspeksi APAR di tempatmu.

Dengan layanan contract service APAR, alat pemadam api di tempatmu akan dicek rutin setiap 6 bulan oleh teknisi yang profesional. Jadi, bisa dipastikan kondisi APAR selalu baik dan siap digunakan saat darurat. Hubungi kontak kami untuk konsultasi layanan ini.

Saat Nggak Ada APAR, Gunakan Alat Pemadam Api Tradisional!

Nggak ada APAR saat kebakaran? Tenang, kamu bisa menggunakan alat pemadam api tradisional untuk mengatasi kebakaran saat situasi darurat. Apa aja sih alat pemadam tradisional yang efektif memadamkan kebakaran? Yuk, cari tahu!

Pakai Alat Pemadam Api Tradisional Saat Darurat, Efektif Ga Ya?

Saat kebakaran, kita harus bergerak cepat untuk memadamkannya agar api tidak semakin merambat ke area lainnya. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bisa digunakan untuk membantu memadamkan api dengan cepat dan efektif.

Namun, bagaimana kalau saat kebakaran tidak ada APAR? Apakah harus dibiarkan begitu saja dan menyebabkan kebakaran semakin besar? Tenang, kamu masih bisa melakukan upaya pemadaman dengan alat pemadam api tradisional.

alat pemadam api tradisional yang efektif padamkan kebakaran

Alat pemadam api tradisional adalah peralatan atau bahan-bahan yang digunakan secara manual untuk memadamkan kebakaran. Alat-alat tersebut umumnya mudah ditemukan di sekitar kita, seperti air, daun, pasir, kain basah, karung goni, dll.

Beberapa alat pemadam api tradisional mungkin efektif untuk memadamkan kebakaran yang relatif kecil. Lantas, bagaimana kalau kebakaran yang terjadi cukup besar. Pada situasi kebakaran yang lebih besar dan berbahaya, alat pemadam tradisional tidak disarankan.

Apalagi jika kebakaran yang terjadi melibatkan bahan kimia dan bahan berbahaya lainnya. Penggunaan alat pemadam api tradisional mungkin tidak efektif, bahkan berbahaya bagi pengguna. Jadi, sangat penting untuk menganalisis situasi terlebih dahulu sebelum beraksi.

Meski begitu, pengetahuan tentang alat pemadam api tradisional tetap penting. Ini sangat berguna ketika kamu berada dalam situasi darurat dan tidak ada alat pemadam modern yang tersedia.

5 Jenis Alat Pemadam Api Tradisional dan Cara Menggunakannya

Meskipun alat pemadam api tradisional tidak se-efektif APAR dalam memerangi kebakaran, namun alat ini tetap dibutuhkan oleh masyarakat. Terutama dalam situasi darurat saat tidak ada APAR yang tersedia. Lalu, apa saja alat pemadam tradisional yang bisa digunakan?

1. Air

alat pemadam api tradisional dan fungsinya

Sejak dulu sampai sekarang, air masih menjadi bahan yang bisa diandalkan untuk memadamkan kebakaran. Ember, kaleng, atau wadah lain berisi air bisa digunakan untuk memadamkan api dengan cara menuangkan air langsung ke area kebakaran.

Air yang menguap di atas permukaan bahan yang terbakar akan mengurangi suhu dan mendinginkan material tersebut. Api membutuhkan sumber panas untuk terus berkobar. Saat sumber panas hilang atau berkurang, otomatis api akan padam.

2. Daun dan Tanaman

Daun kelapa atau daun besar yang lebar bisa kamu gunakan untuk memukul api dan menutupi area yang terbakar. Alat pemadam api tradisional ini dapat membantu mengurangi pasokan oksigen, sehingga api yang berkobar akan padam.

Tanaman hijau yang memiliki banyak air di dalam daunnya juga cukup efektif untuk menutupi api dan mengurangi suhu permukaan. Saat terkena api, air dalam daun akan menguap dan bisa membantu memadamkan api.

3. Pasir

alat pemadam api tradisional dari pasir

Selain air, kamu juga bisa memanfaatkan pasir di sekitar untuk memadamkan api yang berkobar. Memangnya pasir bisa buat madamin api? Bisa dong! Pasir dapat memadamkan api dengan cara menutupi api, sehingga mengurangi pasokan oksigen.

Selain mengisolasi oksigen, alat pemadam api tradisional ini juga memiliki kemampuan untuk mendinginkan material yang terbakar. Bahkan, pasir juga mampu menyerap cairan, termasuk minyak atau bahan bakar lain yang mungkin menjadi sumber kebakaran.

Cara menggunakan pasir untuk memadamkan api adalah sebagai berikut:

  • Siapkan pasir dengan jumlah yang cukup untuk memadamkan api.
  • Taburkan atau lemparkan pasir secara merata di atas api dengan hati-hati.
  • Cobalah untuk menutupi api dengan lapisan pasir yang cukup tebal.
  • Perhatikan apakah api sudah benar-benar padam atau berkurang.
  • Jika perlu, tambahkan pasir sampai api padam sepenuhnya.

4. Kain Basah

Kain yang ada di dalam rumah bisa digunakan dalam situasi darurat untuk membantu memadamkan api. Namun, kain tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air. Alat pemadam api tradisional dari kain basah berfungsi untuk menutup area terbakar akan memutus pasokan oksigen ke api.

Kain memiliki kemampuan untuk menyerap air. Kondisi kain yang basah akan membantu mendinginkan permukaan yang terbakar, sehingga mengurangi suhu api. Saat pasokan oksigen berkurang dan suhu turun, maka api akan padam.

5. Karung Goni

alat pemadam api tradisional dari karung goni

Jika terjadi situasi darurat dan tidak ada APAR, karung goni juga bisa dimanfaatkan untuk memadamkan kebakaran. Saat diletakkan di atas api, alat pemadam api tradisional ini akan menghentikan pasokan oksigen yang dibutuhkan oleh api untuk reaksi pembakaran.

Karung goni yang terbuat dari serat alam memiliki kemampuan untuk menyerap air. Jika karung direndam dengan air, maka bisa membantu mendinginkan permukaan yang terbakar. Dengan begitu, maka suhu api akan berkurang dan membuat api jadi padam.

Cara menggunakan karung goni untuk memadamkan api adalah sebagai berikut:

  • Basahi karung goni dengan air jika ada, untuk menambah efektivitasnya.
  • Letakkan karung goni yang sudah basah di atas material yang terbakar untuk menutupi api. Pastikan seluruh permukaan api sudah tertutup oleh karung goni.
  • Amati apakah kebakaran sudah padam atau api berkurang.
  • Jika perlu, ulangi cara di atas untuk memastikan bahwa api benar-benar padam.
  • Segera keluar dari area tersebut dan hubungi layanan pemadam kebakaran secepatnya.

Fire Blanket: Karung Goni Versi Modern yang Lebih Efektif Padamkan Kebakaran

alat pemadam api fire blanket berkualitas

Selimut pemadam api atau dikenal dengan fire blanket bisa dikatakan sebagai bentuk modern dari karung goni. Alat pemadam kebakaran ini dibuat dari material yang tahan terhadap panas tinggi, sehingga lebih aman dan efektif untuk memadamkan api.

Cara menggunakan fire blanket adalah dengan meletakkannya di atas sumber api atau objek yang terbakar dengan hati-hati. Hal ini akan mengisolasi oksigen dan menghentikan pasokan udara yang diperlukan dalam reaksi pembakaran.

Biasanya, fire blanket dilengkapi dengan tali atau pegangan yang akan mempermudah penggunaan. Bentuknya yang ringkas dan mudah dilipat juga mempermudah penyimpanannya. Fire blanket bisa disimpan di sekitar rumah maupun lingkungan kerja.

Jadi, fungsi dan cara menggunakan fire blanket ini mirip seperti alat pemadam api tradisional, yaitu karung goni. Bedanya, fire blanket dirancang khusus untuk memadamkan kebakaran. Alat ini diproduksi dari bahan tahan api, seperti fiberglass yang mampu menahan panas hingga suhu 550 – 600°C.

Daripada repot mencari alat pemadam api tradisional saat kebakaran, ada baiknya untuk menyediakan fire blanket saja. Fire blanket siap digunakan saat darurat, misalnya ketika terjadi kebakaran pada kompor di dapur rumah atau kebakaran kecil lainnya.

Yuk, Sedia APAR Biar Lebih Aman Saat Kebakaran!

Alat pemadam api tradisional memiliki keterbatasan, sehingga tidak disarankan untuk digunakan dalam situasi kebakaran yang lebih besar dan berbahaya. Metode pemadaman sederhana dengan air, pasir, dan daun hanya berfungsi untuk kebakaran yang relatif kecil.

Agar pemadaman lebih aman dan efektif, sangat disarankan untuk menyediakan alat pemadam api modern, seperti APAR. APAR menggunakan bahan pemadam api khusus, sehingga efektif untuk memadamkan situasi kebakaran.

alat pemadam api powder garansi 5 tahun

APAR Powder DOB bisa kamu andalkan untuk mengatasi kebakaran. Menggunakan media pemadam api berkualitas, APAR DOB mampu memadamkan api dalam hitungan detik. Media dry chemical powder yang digunakan bisa memadamkan kebakaran kelas A, B, C.

Alat pemadam api DOB tersedia dalam beberapa pilihan ukuran, yaitu 1 kg, 3 kg, 6 kg, dan 9 kg. Kamu bisa pilih sesuai kebutuhan. Tentu saja, harga APAR powder DOB juga terjangkau, jadi tetap ramah di kantong.

DOB juga merupakan APAR canggih karena bisa terkoneksi ke smartphone. Tabung APAR DOB dilengkapi QR code yang bisa kamu scan menggunakan aplikasi Firecek. Firecek akan memudahkanmu untuk memantau, mengatur, dan melakukan inspeksi alat pemadam api.

Nah, itu dia penjelasan tentang jenis alat pemadam api tradisional. Jika ingin lebih aman dari kebakaran, pastikan kamu menyediakan APAR yang memang dikhususkan untuk memadamkan api secara cepat. Yuk, beli APAR DOB di sini biar lebih aman saat kebakaran!

Kenali Berbagai Jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

cara menggunakan apar yang benar menurut jenis jenisnya

Alat pemadam api ringan (APAR) terdiri dari beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda. Jenis alat pemadam api ringan dibedakan berdasarkan media pemadam kebakaran yang digunakan, sistem kerja, dan kapasitasnya.

Jenis Alat Pemadam Api Ringan Berdasarkan Media yang Digunakan

Tahukah kamu, media pemadam api yang ada di dalam tabung APAR berbeda-beda? Lalu, ada berapa jenis isi APAR? Isi media APAR yang umum digunakan di Indonesia ada empat macam, yaitu media powder, CO2, foam, dan liquid gas.

1. Jenis Alat Pemadam Api Powder

jenis alat pemadam api ringan powder berkualitas

Dry chemical powder adalah salah satu media pemadam kebakaran paling banyak digunakan. Hal ini karena media powder serbaguna untuk mengatasi hampir semua kelas kebakaran, yaitu kebakaran kelas A, B, dan C

APAR Powder mampu memadamkan api dengan cara smothering, yaitu menyelimuti bahan yang terbakar, sehingga tidak bisa mendapatkan pasokan oksigen yang merupakan unsur penting dalam terbentuknya api.

Baca juga: Cara Kerja Alat Pemadam Api Ringan Berdasar Segitiga Api

2. Jenis Alat Pemadam Api Foam

APAR Foam menggunakan media campuran air dan surfaktan soda yang disebut dengan Aqueous Film Forming Foam (AFFF). Saat media disemprotkan keluar dari tabung, maka akan terbentuk busa yang mampu memadamkan api.

Jenis media ini mampu memadamkan kebakaran dengan cara mengisolasi titik api dari oksigen dan mendinginkan suhu panas di sekitarnya. Jens alat pemadam api ringan media foam bisa digunakan untuk mengatasi kebakaran kelas A dan B.

3. Jenis Alat Pemadam Api CO2

jenis alat pemadam api ringan media co2 kualitas terbaik

Jenis alat pemadam api ringan juga ada yang menggunakan media gas Carbon Dioxide (CO2). Gas CO2 mampu memadamkan api dengan cara mengisolasi oksigen serta mengurangi panas pada titik kebakaran. 

Alat pemadam api CO2 merupakan jenis APAR clean agent karena tidak meninggalkan residu. Cocok untuk memproteksi ruang panel listrik, laboratorium, ruang komputer, dll. Fungsi APAR CO2 adalah untuk mengatasi kebakaran kelas B dan C.

4. Jenis Alat Pemadam Api Liquid Gas

APAR liquid gas bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C. Media liquid gas bersifat clean agent karena tidak meninggalkan residu setelah digunakan. Liquid gas juga ramah lingkungan dan aman bagi manusia.

Jenis APAR ini cocok untuk memproteksi area yang tidak bisa dipoteksi dengan media lain, seperti air. Alat pemadam api liquid gas cocok untuk ruang komputer, ruang panel listrik, ruang arsip, laboratorium, dapur, rumah sakit, dll. 

Baca juga: Klasifikasi Kelas Kebakaran dan Media Pemadamnya

Jenis APAR Berdasarkan Sistem Kerjanya

Alat pemadam api ringan (APAR) juga dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan sistem kerja yang digunakan. Kedua jenis sistem kerja APAR adalah stored pressure system dan cartridge pressure system. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

1. Jenis APAR Stored Pressure System

jenis alat pemadam api ringan stored pressure system

Ciri khas dari APAR stored pressure system adalah media pemadam api dan gas pendorongnya berada dalam satu tabung yang sama. Besar kecilnya tekanan yang keluar dari tabung APAR tersebut bisa kita tentukan melalui handle atau tuas APAR. 

Jenis alat pemadam api ringan ini dilengkapi dengan pressure gauge. Fungsinya untuk memastikan berapa tekanan tabung APAR. Jarum manometer harus berada di warna hijau yang menunjukan tekanan normal 13 – 18 bar.

2. Jenis APAR Cartridge Pressure System

jenis apar cartridge pressure system

Cartridge pressure system merupakan jenis alat pemadam api ringan yang gas bertekanannya terpisah dari media pemadamnya. Dengan kata lain, tekanan tersebut tidak bercampur langsung dengan media yang ada di dalam tabung APAR.

Tekanan pada APAR ini tersimpan pada sebuah cartridge khusus. Cara kerja sistem ini yaitu dengan merobek membran pada cartridge, sehingga tekanan gas dapat mengalir ke dalam tabung pemadam dan membawa media keluar.

Baca juga: Perbedaan APAR Stored Pressure dan Cartridge Pressure System

Jenis Alat Pemadam Kebakaran Berdasarkan Kapasitasnya

Jika dilihat dari kapasitasnya, jenis alat pemadam api ringan memang berbeda-beda. Ada yang ukurannya kecil dan ada pula yang berukuran besar. Kapasitasnya sengaja dibuat berbeda supaya bisa digunakan sesuai kebutuhan.

1. Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

jenis apar berdasarkan kapasintasnya garansi 5 tahun

Sesuai namanya, jenis alat pemadam api ringan ini memiliki kapasitas yang ringan. Jenis APAR yang banyak digunakan di Indonesia berkapasitas 0,5 – 9 kg yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan tipe area yang diproteksi.

Untuk proteksi mobil atau kendaraan lainnya, disarankan menggunakan APAR mobil kapasitas 0,5 – 3 kilogram. Sementara untuk gedung bisa menggunakan APAR ukuran 2 – 9 kg sesuai tipe kawasan yang akan diproteksi.

Baca juga: Ukuran Tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

2. Alat Pemadam Api Berat (APAB)

jenis alat pemadam api ringan berkualitas

 Alat pemadam api berat (APAB) memiliki ukuran yang lebih besar dari APAR. APAB yang digunakan di Indonesia berkapasitas 20 – 100 kg. Jenis alat pemadam kebakaran ini dilengkapi dengan troli khusus untuk mempermudah mobilitasnya.

Berbeda dengan APAR bisa dioperasikan oleh satu orang, APAB setidaknya harus dioperasikan oleh 2 orang. APAB digunakan untuk memproteksi area yang luas dan berpotensi mengalami kebakaran besar, seperti pabrik dan pom bensin.

Nah, itu dia berbagai jenis alat pemadam api ringan beserta fungsinya. Pastikan kamu menggunakan APAR DOB karena terjamin kualitasnya dan ekonomis harganya. Yuk, beli APAR DOB untuk proteksi kebakaranmu sekarang!