Cara Menggunakan APAR yang Benar Biar Api Cepat Padam

cara menggunakan apar yang benar sesuai standar

Memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah langkah awal dalam pencegahan kebakaran. Dan mengetahui cara menggunakan APAR yang benar adalah kunci untuk memastikan keselamatan.

Penggunaan APAR yang tidak tepat tidak hanya tidak efektif dalam memadamkan api, tetapi juga bisa berbahaya. Mari kita bahas cara menggunakan APAR yang benar agar kamu siap dalam menghadapi situasi darurat.

Nggak Boleh Sembarangan, Kamu Harus Tau Cara Menggunakan APAR yang Benar!

cara menggunakan apar yang benar dengan teknik pass

Dalam menghadapi kebakaran, memiliki APAR adalah langkah awal yang baik. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah perangkat yang digunakan untuk memadamkan atau mengendalikan api kecil, sebelum membesar dan sulit dikendalikan.

Dalam situasi kebakaran, setiap detik sangat berharga. Mengetahui cara menggunakan APAR yang benar memungkinkan respons cepat sebelum bantuan profesional tiba. Kecepatan ini krusial untuk menghindari kerusakan yang lebih besar.

Memahami cara menggunakan APAR yang benar memberikan kepercayaan diri dan ketenangan pikiran. Dalam situasi darurat, kepanikan bisa memperburuk kondisi. Pengetahuan tentang penggunaan APAR yang benar membantu menjaga ketenangan dan fokus pada penanganan situasi.

Penggunaan APAR yang salah tidak hanya gagal memadamkan api, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya baru. Misalnya, menggunakan APAR air pada kebakaran listrik bisa berakibat fatal. Pengetahuan tentang jenis APAR dan cara menggunakan APAR yang benar sangat penting.

Di banyak tempat kerja, pengetahuan tentang penggunaan APAR adalah persyaratan keselamatan. Karyawan yang terlatih dalam menggunakan APAR memastikan lingkungan kerja yang lebih aman bagi semua.

Memiliki pengetahuan tentang cara menggunakan APAR yang benar tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Menjadi orang yang bisa diandalkan dalam situasi darurat memiliki nilai yang tak ternilai.

Memahami cara menggunakan APAR yang benar dalam situasi darurat adalah keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu. Jadi, investasikan waktu untuk belajar menggunakan APAR, karena pengetahuan ini bisa sangat berharga saat dibutuhkan.

Cara Menggunakan APAR yang Benar Sesuai SOP Agar Aman & Efektif

Pernah nggak sih, kamu menghadapi situasi kebakaran, tapi bingung gimana cara menggunakan APAR yang benar. Alat pemadam api yang sudah disediakan jadi sia-sia karena tidak ada yang bisa menggunakannya.

Nah, biar alat pemadam api tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya, kamu harus bisa menggunakannya. Berikut ini adalah beberapa langkah dan cara menggunakan APAR yang benar agar aman dan efektif untuk memadamkan api:

1. Kenali Jenis APAR

cara menggunakan apar yang benar menurut jenis jenisnya

Sebelum menggunakan APAR, penting untuk mengetahui jenisnya terlebih dahulu. Kenapa? Karena setiap jenis memiliki cara penggunaan yang berbeda. Berdasarkan jenis media pemadam, APAR terdiri dari beberapa jenis, seperti powder, CO2, foam, dan liquid gas.

Contohnya, APAR powder efektif untuk kebakaran kelas A, B, dan C, sedangkan APAR CO2 lebih cocok untuk kebakaran kelas B dan C. Jadi, pastikan kamu menggunakan jenis APAR yang tepat sesuai situasi kebakaran yang terjadi.

2. Ikuti Langkah P.A.S.S.

Metode P.A.S.S. (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) adalah cara standar menggunakan APAR yang benar. Menggunakan APAR dengan metode ini akan memastikan api cepat padam dan tentunya aman bagi pengguna APAR tersebut.

  • Pull (Tarik): Tarik pin pengaman pada APAR untuk membuka kunci.
  • Aim (Arahkan): Arahkan nozzle atau selang APAR ke dasar api, bukan ke atas nyala api.
  • Squeeze (Tekan): Tekan tuas atau handle APAR untuk melepaskan bahan pemadam.
  • Sweep (Sapu): Gerakkan nozzle secara menyapu dari satu sisi ke sisi lain, fokus pada dasar api.

3. Jaga Jarak yang Aman dari Api

Penting untuk menjaga jarak yang aman saat menggunakan APAR. Jarak yang disarankan adalah sekitar 3-5 meter dari api. Jika api terlalu besar atau tidak terkendali, segera meninggalkan area dan meminta bantuan.

4. Periksa APAR Secara Berkala

cara menggunakan apar yang benar dengan inspeksi rutin

Pastikan APAR-mu dalam kondisi baik dan siap pakai. Periksa tekanan, pastikan tidak ada kerusakan fisik, dan perhatikan tanggal kadaluarsa. APAR yang tidak berfungsi dengan baik bisa menjadi bahaya tambahan dalam situasi darurat.

Baca juga: Cara Cek APAR Expired Lebih Praktis Pakai Smartphone

5. Latihan dan Edukasi

Mengetahui teori cara menggunakan APAR yang benar memang penting, tetapi praktik dan latihan membuat kamu lebih siap. Ikuti pelatihan penggunaan APAR terkait pentingnya keselamatan kebakaran dan cara menggunakan APAR sesuai standar.

Jangan Terlalu Dekat, Ini Jarak yang Aman Saat Menggunakan APAR

Dalam situasi kebakaran, penggunaan APAR dapat menjadi langkah krusial untuk mencegah penyebaran api. Namun, sering kali pengguna tidak menyadari pentingnya menjaga jarak yang aman saat menggunakan APAR.

Jarak yang tidak tepat tidak hanya mengurangi efektivitas APAR, tetapi juga dapat membahayakan pengguna. Saat menghadapi api, insting alami kita mungkin mengatakan untuk mendekat sebisa mungkin. Namun, ini bisa berbahaya.

cara menggunakan apar yang benar dengan jarak aman

Jarak yang aman penting untuk beberapa alasan:

  • Mencegah Bahaya Terhadap Diri Sendiri: Mendekat terlalu dekat ke api meningkatkan risiko luka bakar dan inhalasi asap.
  • Meningkatkan Efektivitas Pemadaman: Jarak yang tepat memungkinkan bahan pemadam menyebar dan bekerja lebih efektif terhadap api.

Lalu, berapa jarak yang aman direkomendasikan? Jarak yang aman saat menggunakan APAR adalah 3-5 meter dari titik api. Pada jarak ini, bahan pemadam api bisa mencapai titik api dengan baik dan pengguna terhindar dari jilatan api.

Dalam situasi darurat, mengukur jarak dengan tepat mungkin sulit. Sebagai aturan umum, mulailah dari jarak yang aman (3-5 meter) dan dekati secara bertahap sambil memantau reaksi api. Jika api mereda, terus gunakan APAR dari jarak tersebut.

Jika tidak, dekati sedikit lagi dengan hati-hati. Pertimbangkan arah angin dan ventilasi saat menggunakan APAR. Angin yang kuat atau ventilasi buruk dapat menyebarkan api atau membuat bahan pemadam tidak efektif.

Menjaga jarak yang aman saat cara menggunakan APAR yang benar sangat penting untuk efektivitas pemadaman dan keamanan pribadi. Selalu mulai dari jarak yang aman dan sesuaikan sesuai dengan situasi. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.

5 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menggunakan APAR

Cara menggunakan APAR yang benar adalah kunci untuk memastikan keberhasilan dalam mengatasi api kecil. Namun, seringkali karena kurangnya pengetahuan atau kesalahan saat panik, penggunaan APAR tidak efektif.

Berikut adalah lima kesalahan umum yang harus dihindari saat menggunakan APAR.

1. Tidak Membaca Instruksi Terlebih Dahulu

Kesalahan paling umum adalah tidak membaca instruksi yang tertera pada APAR. Setiap APAR memiliki cara penggunaan yang spesifik. Luangkan waktu untuk membaca dan memahami instruksi tersebut, bahkan sebelum keadaan darurat terjadi.

2. Menggunakan APAR yang Salah untuk Jenis Api

cara menggunakan apar yang benar sesuai kelas kebakaran

Tidak semua APAR cocok untuk setiap jenis api. Misalnya, APAR dengan bahan powder cocok untuk api kelas A, B, dan C. Sedangkan APAR CO2 lebih cocok untuk api yang melibatkan peralatan listrik.

Cara menggunakan jenis APAR yang tidak benar bukan hanya kurang efektif, tetapi juga bisa memperparah kebakaran. Contohnya, APAR foam yang digunakan untuk mengatasi kebakaran listrik karena media mengandung air yang bersifat konduktif.

Baca juga: APAR untuk Kebakaran Listrik yang Aman dan Efektif

3. Arahkan Semprotan ke Nyala Api, Bukan ke Dasar Api

Banyak orang secara instingtif menyemprotkan APAR ke nyala api, bukan ke dasar atau sumber api. Cara menggunakan APAR yang seperti ini tidak benar. Selalu arahkan semprotan ke dasar api untuk memutus sumber api.

4. Tidak Menjaga Jarak yang Aman

Berdiri terlalu dekat saat menyemprotkan APAR bisa berbahaya. Jarak yang aman dari titik api adalah 3-5 meter. Jarak yang tepat memungkinkan bahan pemadam untuk menyebar dan bekerja secara efektif, sekaligus menjaga keselamatan pengguna.

5. Tidak Memeriksa APAR Secara Berkala

APAR yang tidak terawat atau kadaluarsa bisa gagal saat dibutuhkan. Penting untuk memeriksa APAR secara berkala, termasuk tekanan, kondisi tabung, dan tanggal expired. APAR yang tidak berfungsi dengan baik sama sekali tidak berguna dalam situasi darurat.

Gimana, sudah paham kan gimana cara menggunakan APAR yang benar? Biar lebih siap, kamu bisa mengikuti training APAR dari Bromindo yang dipandu oleh teknisi profesional. Ada pertanyaan atau mau konsultasi? Hubungi kontak kami.

Jangan Salah Pilih, Ini Jenis APAR untuk Listrik yang Tepat & Aman

jenis apar untuk listrik ampuh padamkan api dalam hitungan detik

Berita kebakaran sering kali terdengar di berbagai media. Kebanyakan kebakaran tersebut ternyata disebabkan oleh listrik. Untuk mencegah hal serupa, ada baiknya kamu menyediakan jenis APAR untuk listrik yang tepat dan aman.

Ya, kebakaran yang disebabkan oleh masalah listrik memang butuh penanganan khusus. Tidak bisa dipadamkan dengan air seperti kebakaran biasa. Justru, penggunaan air bisa menimbulkan bahaya. Lalu, apa saja jenis APAR yang tepat untuk kebakaran listrik?

Bagaimana Cara Mengatasi Kebakaran Akibat Api dari Listrik?

jenis apar untuk listrik yang aman dan efektif

Kebakaran sering kali disebabkan oleh masalah listrik karena sifatnya yang melibatkan panas dan arus. Situasi ini membutuhkan jenis APAR yang khusus untuk listrik. Ada beberapa faktor yang bisa memicu kebakaran listrik. Berikut ini adalah penyebab umum terjadinya kebakaran listrik:

  • Beban berlebih (overloading)
  • Korsleting (short circuit)
  • Peralatan listrik yang rusak
  • Kebocoran arus tanah
  • Instalasi listrik yang buruk
  • Pemanasan berlebih
  • Korosi dan kerusakan kabel
  • Usia instalasi listrik sudah tua
  • Kurangnya perawatan instalasi listrik
  • Penggunaan peralatan listrik yang tidak tepat

Jenis kebakaran yang melibatkan listrik termasuk dalam kebakaran kelas C. Sistem klasifikasi kebakaran menggunakan tanda huruf (A, B, C, D, K) untuk menunjukkan jenis bahan yang terlibat dalam kebakaran. Klasifikasi kelas kebakaran dan bahan pemicunya adalalah sebagai berikut:

  • Kelas A: Kebakaran pada bahan padat, seperti kayu, karet, kertas, dan kain.
  • Kelas B: Kebakaran pada bahan cair atau gas mudah terbakar, seperti bensin, minyak, atau pelarut organik.
  • Kelas C: Kebakaran yang melibatkan komponen listrik atau peralatan listrik yang terhubung ke sumber daya listrik.
  • Kelas D: Kebakaran pada logam mudah terbakar, seperti magnesium, natrium, dan titanium.
  • Kelas K: Kebakaran pada lemak atau minyak yang digunakan dalam dapur komersial.

Kebakaran kelas C membutuhkan jenis APAR untuk listrik khusus karena karakteristik unik dari api. Situasi ini memiliki risiko tambahan dan bisa menyebabkan bahaya yang berbeda jika dibandingkan dengan kebakaran biasa, seperti bahaya kejut listrik.

jenis apar untuk listrik sesuai standar

Jangan menggunakan air untuk memadamkan kebakaran kelas C! Loh, kenapa? Bukankah air bisa memadamkan api? Jangan salah, air adalah konduktor listrik yang baik. Ini artinya air bisa menghantarkan arus listrik dan meningkatkan risiko bahaya kejut listrik

Saat digunakan untuk memadamkan listrik, air bisa menyebabkan arus listrik mengalir melalui air. Bahkan, arus listrik bisa mengenai tubuh seseorang yang mencoba memadamkan api dengan air. Hal ini bisa mengakibatkan kejut listrik yang berpotensi fatal.

Jenis APAR untuk Listrik dan Cara Kerjanya

Agar lebih aman dari bahaya kebakaran listrik, menyediakan APAR adalah solusi yang tepat. Ini karena APAR dirancang khusus agar bisa memadamkan kebakaran listrik dengan aman dan efektif. Lalu, apa saja jenis-jenis APAR yang efektif untuk kebakaran listrik?

1. APAR CO2

APAR yang menggunakan bahan pemadam gas Carbon Dioxide (CO2) juga sangat cocok untuk memadamkan kebakaran listrik. CO2 adalah gas yang tidak bersifat menghantarkan listrik, sehingga bisa memadamkan api tanpa risiko bahaya kejut listrik.

Saat digunakan, CO2 yang keluar akan berubah menjadi gas dan menguap tanpa meninggalkan residu atau sisa. Ini membuat alat pemadam api CO2 sangat ideal untuk peralatan listrik yang sensitif karena tidak merusaknya seperti halnya serbuk kimia atau bahan lainnya.

Jenis APAR untuk listrik ini bekerja dengan cara menghilangkan oksigen pada area yang terbakar. Namun, gas CO2 bisa mengurangi konsentrasi oksigen di udara. Jadi, perlu digunakan secara hati-hati dan pastikan ada sirkulasi udara yang memadai, terutama di ruangan tertutup.

2. APAR Powder

jenis apar untuk listrik media powder garansi 5 tahun

APAR powder mengandung bahan kimia seperti phosphate yang bisa menghentikan rantai pembakaran. Saat dilepaskan ke area kebakaran, serbuk kimia akan menghalangi reaksi kimia dalam pembakaran, yaitu reaksi oksigen dengan panas dan bahan bakar.

Selain itu, jenis media APAR untuk listrik ini juga memiliki sifat mendinginkan, sehingga membantu menurunkan suhu pada area yang terbakar. Hal ini akan mengurangi energi termal yang diperlukan untuk mempertahankan pembakaran, sehingga api akhirnya padam.

Namun, APAR powder bisa meninggalkan residu dan debu setelah selesai pemadaman. Residu atau sisa serbuk kimia tersebut mungkin akan merusak peralatan listrik dan alat elektronik. Selain itu, penggunaan APAR powder juga memerlukan pembersihan lebih lanjut.

3. APAR Liquid Gas

Satu lagi jenis APAR untuk listrik yang direkomendasikan, yaitu APAR liquid gas. Jenis APAR ini menggunakan bahan pemadam berupa gas cair yang tidak menghantarkan listrik. Oleh karena itu, APAR liquid gas aman digunakan untuk kebakaran pada peralatan listrik.

Gas cair tidak merusak peralatan elektronik atau komponen listrik lainnya. Hal ini sangat penting dalam situasi dimana peralatan perlu diselamatkan setelah pemadaman kebakaran. Liquid gas akan menguap dengan cepat dan tidak meninggalkan residu atau sisa.

APAR liquid gas bekerja memadamkan api dengan cara menghilangkan oksigen di area kebakaran. Pastikan kamu memilih APAR liquid gas yang menggunakan bahan ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia serta hewan.

Lalu, Mana Jenis APAR untuk Listrik yang Paling Efektif?

Bicara mengenai jenis APAR untuk listrik, ketiga jenis APAR tersebut sebenarnya sama-sama efektif. Ini karena APAR powder, CO2, dan liquid gas sama-sama bisa memadamkan kebakaran kelas C atau kebakaran yang disebabkan oleh listrik.

Namun, penggunaan APAR powder untuk listrik kurang direkomendasikan. Kenapa? Karena APAR powder meninggalkan residu atau sisa. Residu APAR powder berupa serbuk kering yang mungkin bisa merusak peralatan listrik dan butuh waktu untuk membersihkannya.

jenis apar untuk listrik bahan ramah lingkungan

Jadi, APAR dengan bahan pemadam berupa gas seperti APAR CO2 dan APAR liquid gas lebih cocok untuk memproteksi area yang sensitif. Jika ingin lebih hemat, kamu bisa menggunakan APAR CO2 karena harganya lebih terjangkau dibanding APAR liquid gas.

Jenis APAR untuk listrik tersebut sangat cocok untuk memproteksi beberapa area berikut:

  • Ruang server dan pusat data
  • Laboratorium elektronik
  • Gudang peralatan listrik
  • Ruang kontrol elektrik
  • Ruang panel listrik

Harus Tau, Ini Cara Menggunakan APAR untuk Kebakaran Listrik!

Ketidaktahuan tentang cara menggunakan APAR bisa menyebabkan bahaya serius bagi kesehatan dan keselamatan pengguna. Kamu mungkin bisa terluka atau bahkan keracunan bahan pemadam akibat cara penggunaan APAR yang salah.

Oleh karena itu, kamu harus tahu bagaimana cara menggunakan jenis APAR untuk kebakaran listrik. Nah, teknik menggunakan APAR sendiri disebut dengan PASS. Teknik PASS terdiri dari Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep. Prosedur penggunaan APAR adalah sebagai berikut:

  1. Pull: Tarik pin pengaman atau pin safety yang terletak di dekat pegangan APAR. Langkah ini bertujuan untuk membuka pengunci atau memecah segel APAR.
  2. Aim: Arahkan ujung nozzle atau ujung selang APAR ke area kebakaran. Pastikan untuk memegang bagian tersebut dengan kuat agar bisa menahan tekanan ketika media APAR keluar bersama gas bertekanan tinggi.
  3. Squeeze: Tekan kedua tuas APAR dengan kuat untuk mengeluarkan bahan pemadam api dari dalam tabung. Pastikan untuk tetap menekan tuas sepenuhnya selama proses pemadaman menggunakan jenis APAR untuk listrik tersebut berlangsung.
  4. Sweep: Geser nozzle atau aliran bahan pemadam api dari satu sisi ke sisi lainnya pada area yang terbakar. Gerakan seperti ini akan memastikan bahwa bahan pemadam bisa merata dan mencakup ke seluruh area kebakaran.

cara menggunakan jenis apar untuk listrik sesuai standar

Saat menggunakan semua jenis APAR untuk kebakaran listrik, pastikan untuk tetap tenang dan fokus. Jangan berdiri terlalu dekat dengan api, karena bisa terluka akibat panas atau api. Setelah pemadaman, pastikan bahwa area tersebut sudah aman dan bebas dari sisa-sisa api.

Latihan teknik PASS secara berkala sangat penting untuk meningkatkan keterampilan dalam menggunakan semua jenis APAR untuk listrik. Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan APAR akan memudahkan kamu untuk mengatasi kebakaran dalam situasi darurat.

Nah, itu dia penjelasan tentang jenis APAR untuk listrik yang aman dan efektif. Pastikan kamu menggunakan APAR berkualitas dan berlisensi resmi, seperti APAR DOB. Yuk, beli APAR DOB disini! Harga terjangkau dan pastinya bisa kirim ke seluruh Indonesia.