Jenis Alat Pemadam Kebakaran di Laboratorium yang Paling Efektif

alat pemadam kebakaran di laboratorium kualitas media terbaik

Laboratorium menjadi salah satu area yang berisiko tinggi mengalami kebakaran. Untuk itu, keberadaan alat pemadam kebakaran di laboratorium sangat penting. Lalu, apa jenis APAR yang tepat untuk memproteksi laboratorium? Yuk, kita bahas bareng!

Kenapa Alat Pemadam Kebakaran di Laboratorium Itu Penting?

Laboratorium adalah pusat inovasi dan penemuan, tempat ide-ide besar diuji dan teori menjadi kenyataan. Namun, dengan semua eksperimen dan bahan kimia yang digunakan, laboratorium juga bisa menjadi tempat yang berisiko tinggi untuk terjadinya kebakaran.

alat pemadam kebakaran di laboratorium efektif padamkan api dalam hitungan detik

Kenapa sih risiko kebakaran di laboratorium cukup tinggi? Pertama, laboratorium sering mengandung bahan kimia reaktif dan mudah terbakar. Eter, alkohol, dan aseton adalah contoh bahan yang dapat menyala dengan sangat cepat jika terkena sumber panas.

Selain itu, kebakaran listrik juga sering kali disebabkan oleh peralatan yang rusak atau korsleting listrik di laboratorium. Peralatan seperti sentrifuge, oven, dan alat pemanas elektrik meningkatkan risiko terjadinya kebakaran listrik tersebut.

Material yang sering ditemukan di laboratorium seperti kertas, tekstil, dan plastik juga dapat terbakar dengan mudah. Adanya material mudah terbakar di laboratorium ini meningkatkan risiko api menyebar lebih cepat jika terjadi kebakaran di area tersebut.

Dengan risiko yang mengancam, pentingnya memiliki alat pemadam kebakaran di laboratorium tidak bisa dianggap remeh. Sebab, risiko ini tidak hanya mengancam keselamatan individu, tetapi juga merusak penelitian berharga dan infrastruktur mahal.

APAR membantu memastikan bahwa kebakaran kecil dapat ditangani dengan cepat, sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar. Selain itu, keberadaan APAR adalah bagian penting dari kepatuhan terhadap standar keselamatan dan regulasi hukum.

4 Jenis Alat Pemadam Kebakaran di Laboratorium yang Aman & Efektif

Memiliki alat pemadam kebakaran yang aman dan efektif adalah kunci untuk melindungi aset dan nyawa para peneliti serta staf di laboratorium. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi jenis APAR yang aman dan efektif untuk proteksi kebakaran di laboratorium:

1. APAR Powder

alat pemadam kebakaran di laboratorium media powder anti gumpal

Salah satu jenis alat pemadam kebakaran yang sangat umum dan efektif di laboratorium adalah APAR dry chemical powder. Alat ini mampu memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C sehingga cocok untuk mengatasi berbagai risiko kebakaran di laboratorium.

Media powder dalam APAR berfungsi dengan cara menghambat reaksi kimia api, sehingga dapat dengan cepat memadamkan api. Kelebihannya adalah kemampuannya untuk menangani berbagai jenis kebakaran membuatnya sangat berguna di laboratorium.

2. APAR Foam

APAR foam adalah pilihan lain yang efektif, khususnya untuk kebakaran yang melibatkan cairan yang mudah terbakar. Banyak eksperimen di laboratorium melibatkan penggunaan pelarut dan cairan organik seperti alkohol, eter, dan bensin, yang sangat mudah terbakar.

Alat pemadam kebakaran di laboratorium ini efektif memadamkan api dari cairan tersebut karena busa yang dihasilkan bekerja dengan menutupi permukaan cairan. Hal ini akan memotong pasokan oksigen ke api dan secara efektif menghentikan proses pembakaran.

3. APAR CO2

alat pemadam kebakaran di laboratorium media CO2 ramah lingkungan

Untuk kebakaran yang melibatkan peralatan elektronik, APAR Carbon Dioxide (CO2) adalah pilihan yang ideal. APAR ini memadamkan api dengan cara menggantikan oksigen di sekitar api dengan gas CO2, serta memberikan efek pendinginan pada area yang terbakar.

Keunggulan utama APAR CO2 adalah menggunakan media clean agent yang tidak meninggalkan residu apapun setelah digunakan. Hal ini sangat penting untuk menghindari kerusakan pada peralatan elektronik yang sensitif dan mahal di laboratorium.

Baca juga: Bedanya APAR Powder dan CO2 yang Harus Kamu Tau

4. APAR Liquid Gas

APAR liquid gas sangat efektif dalam memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C. Kemampuan ini menjadikan alat pemadam api ini sangat serbaguna dan cocok untuk menangani berbagai jenis bahaya kebakaran yang mungkin ditemui di laboratorium.

Keuntungan utama dari APAR liquid gas adalah tidak meninggalkan residu. Hal ini berarti tidak ada kekhawatiran tentang kontaminasi sampel atau peralatan di laboratorium. Sangat cocok untuk melindungi investasi dalam peralatan laboratorium yang mahal dan sensitif.

Cara Penempatan Alat Pemadam Kebakaran di Laboratorium Sesuai Standar Permenaker

Memastikan keamanan di laboratorium bukan hanya tentang memiliki jenis APAR yang tepat. Tetapi juga tentang menempatkan alat pemadam kebakaran tersebut secara strategis di laboratorium untuk memaksimalkan efektivitasnya dalam situasi darurat.

Standar yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 4 Tahun 1980 memberikan panduan tentang penempatan APAR yang harus diikuti untuk mencapai ini. Berikut beberapa standar penempatan alat pemadam kebakaran di laboratorium:

1. Kemudahan Akses

Setiap APAR harus dipasang di tempat yang jelas terlihat dan mudah diakses oleh semua orang tanpa halangan. Idealnya, APAR harus terletak di dekat pintu keluar dan area berisiko tinggi, seperti tempat penyimpanan bahan kimia atau area banyak peralatan elektronik.

2. Ketinggian yang Sesuai

alat pemadam kebakaran di laboratorium harga ekonomis

Pemasangan alat pemadam kebakaran di laboratorium tidak boleh terlalu tinggi, karena akan membuat alat ini sulit dijangkau. Namun, memasang APAR terlalu rendah juga tidak disarankan. Kenapa? Karena hal ini bisa menghalangi aktivitas atau menjadi rintangan.

Lalu, berapa standar ketinggian APAR? Menurut Permenaker, tinggi pemasangan APAR adalah 15 – 120 cm dari lantai. Tinggi tersebut ideal untuk memastikan bahwa semua orang, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik, dapat mengaksesnya dengan mudah.

3. Jarak Antar APAR

Penting untuk memastikan bahwa APAR tersebar merata di seluruh area laboratorium dengan jarak yang cukup. Tujuannya agar dapat digunakan secepat mungkin di mana pun kebakaran terjadi. Jarak maksimal yang disarankan antar APAR adalah 15 meter.

4. Pemberian Tanda yang Jelas

Setiap lokasi APAR harus ditandai dengan jelas. Tanda alat pemadam kebakaran harus terpasang di dinding tepat di atas APAR tersebut dipasang. Ini memastikan bahwa dalam situasi kebakaran, siapapun dapat dengan cepat mengidentifikasi lokasi APAR terdekat.

5. Pemeliharaan Berkala

alat pemadam kebakaran di laboratorium garansi 5 tahun

Penempatan APAR yang strategis juga harus diikuti dengan pemeliharaan rutin. Cara inspeksi APAR berkala bertujuan untuk memastikan bahwa alat ini dalam kondisi kerja yang baik dan siap digunakan kapan saja. Pemeliharaan alat pemadam kebakaran di laboratorium meliputi:

  • Periksa kondisi fisik APAR, termasuk adanya karat dan penyok.
  • Pastikan bahwa label dan instruksi penggunaan masih terbaca dengan jelas.
  • Pastikan jarum manometer pada pressure gauge berada pada zona hijau.
  • Periksa apakah segel dan pin pengaman masih utuh
  • Timbang APAR CO2 secara berkala untuk memastikan isi belum berkurang.
  • Periksa selang untuk memastikan tidak ada retakan, kebocoran, atau penyumbatan.
  • Pastikan juga bahwa nozzle tidak tersumbat dengan debu atau kotoran.

Praktis! Manajemen Alat Pemadam Kebakaran di Laboratorium Bisa Pakai Aplikasi di HP

Di era digital ini, pengelolaan alat pemadam kebakaran di laboratorium menjadi lebih mudah berkat kemajuan teknologi. Salah satu contoh terbaik adalah integrasi APAR Powder DOB dengan Firecek, yang merupakan Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia.

APAR Powder DOB dirancang khusus untuk menangani berbagai jenis kebakaran yang umum terjadi di laboratorium, yaitu kebakaran kelas A (bahan padat seperti kertas, kayu, dan tekstil), kelas B (cairan yang mudah terbakar), dan kelas C (kebakaran listrik).

alat pemadam kebakaran untuk laboratorium terintegrasi aplikasi manajemen apar di hp

Keunggulan utama dari APAR Powder DOB adalah integrasinya dengan Firecek, aplikasi yang telah mengubah cara pengelolaan APAR di banyak institusi. Berikut adalah fitur utama Firecek yang meningkatkan efektivitas manajemen alat pemadam kebakaran di laboratorium:

  • Pengecekan Keaslian Produk: Dengan Firecek, pengguna dapat dengan mudah memverifikasi keaslian APAR Powder DOB. Hal ini penting untuk memastikan bahwa produk yang digunakan tidak merupakan produk palsu yang dapat membahayakan.
  • Inventory Data APAR: Firecek memungkinkan pengguna untuk menyimpan dan mengelola data inventaris dari setiap APAR di laboratorium. Informasi ini dapat diakses kapan saja dan dari mana saja untuk memudahkan pemeliharaan rutin.
  • Notifikasi Kadaluarsa: Firecek akan memberikan notifikasi ketika alat pemadam kebakaran di laboratorium mendekati tanggal kadaluarsa. Ini memastikan bahwa semua unit diperiksa dan diganti atau diisi ulang sesuai kebutuhan.

Dengan sistem manajemen berbasis aplikasi, pengawasan dan pemeliharaan alat pemadam kebakaran di laboratorium menjadi lebih mudah dan praktis. Hal ini memungkinkan laboratorium untuk fokus pada inovasi tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Selain terintegrasi dengan aplikasi manajemen APAR yang canggih, APAR Powder DOB juga bergaransi 5 tahun. Ditambah lagi, harga APAR Powder DOB sangat ekonomis. Yuk, dapatkan APAR Powder DOB dengan penawaran harga terbaik DISINI!

Cara Pemakaian APAR yang Tepat Agar Api Padam Lebih Cepat

jenis media pemadam api ringan garansi 5 tahun

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bisa jadi alat pertahanan pertama untuk melawan kebakaran di awal kejadian. Untuk memastikan api padam dengan cepat, cara pemakaian APAR harus tepat sesuai standar. Bagaimana caranya? Yuk, kita bahas bersama!

Cara Pemakaian APAR yang Benar Sesuai Standar

Dalam situasi kebakaran, kecepatan dan ketepatan dalam menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sangat krusial. Teknik PASS merupakan metode yang direkomendasikan sebagai cara pemakaian APAR yang aman dan efektif. Apa itu teknik PASS?

cara pemakaian APAR yang benar dengan teknik PASS

PASS adalah singkatan dari Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep. Jadi, teknik ini mewakili langkah-langkah penting yang harus dilakukan dalam proses penggunaan APAR: Berikut adalah cara pemakaian APAR yang benar dengan teknik PASS:

  • Pull (Tarik): Langkah pertama adalah menarik pin pengaman pada APAR. Pin ini berfungsi untuk mencegah pemadam tidak sengaja terpicu. Tarik pin ini dengan kuat untuk membebaskannya dan memungkinkan pemadam siap untuk digunakan.
  • Aim (Arahkan): Setelah pin ditarik, cara pemakaian APAR berikutnya adalah arahkan nozzle atau selang APAR ke dasar api, bukan ke nyala api. Mengarahkan ke dasar api penting untuk menyerang sumber api dan memastikan media pemadam dapat meredakan api dengan efektif.
  • Squeeze (Tekan): Tekan tuas atau pegangan pemadam dengan kuat untuk memulai pemadaman. Pastikan untuk memegang APAR dengan stabil karena tekanan dari pemadam bisa cukup kuat.
  • Sweep (Sapu): Sambil terus menekan tuas, cara pemakaian APAR dilanjutkan dengan mengerakkan semprotan secara menyapu dari sisi ke sisi di dasar api. Gerakan ini membantu menutupi seluruh area yang terbakar dan memastikan semua bagian api terkena media pemadam.

Menggunakan teknik PASS dalam cara pemakaian APAR akan memastikan bahwa api dapat dipadamkan secara efektif. Setiap langkah dalam teknik PASS dirancang untuk memaksimalkan potensi APAR dan memberikan respons yang cepat terhadap kebakaran.

Ingatlah bahwa APAR adalah alat pertama yang berguna dalam mengendalikan kebakaran kecil. Untuk kebakaran yang lebih besar atau yang cepat menyebar, segera panggil bantuan dari dinas pemadam kebakaran dan pastikan keselamatan pribadi selalu menjadi prioritas.

Hindari 5 Cara Pemakaian APAR yang Salah Agar Lebih Aman

Cara pemakaian APAR yang kurang tepat tidak hanya berpotensi gagal memadamkan api, tetapi juga bisa meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera. Berikut adalah beberapa kesalahan umum dalam penggunaan APAR yang harus diwaspadai.

1. Tidak Memeriksa Kadaluarsa APAR

cara pemakaian apar lebih praktis dengan notifikasi masa kadaluarsa di HP

Salah satu kesalahan paling dasar dari cara pemakaian APAR adalah mengabaikan masa kadaluarsa APAR atau tidak rutin memeriksa kondisi APAR. Cara pemakaian APAR yang sudah kadaluarsa atau tidak terawat dengan baik mungkin tidak akan berfungsi efektif saat digunakan.

2. Cara Pemakaian APAR Bukan ke Dasar Api

Kesalahan umum lainnya adalah mengarahkan semprotan ke nyala api, alih-alih ke dasar api. Untuk memadamkan api secara efektif, kamu harus menyemprotkan media pemadam ke dasar api dari bahan bakar terbakar, bukan ke nyala api itu sendiri.

3. Jenis APAR Tidak Sesuai Kelas Kebakaran

APAR dirancang untuk berbagai kelas kebakaran. Cara pemakaian jenis APAR yang salah dapat memperparah kebakaran. Misalnya, menggunakan APAR foam pada kebakaran listrik dapat menyebabkan kebakaran menjadi lebih besar atau menimbulkan risiko kesetrum.

Baca juga: Klasifikasi Kelas Kebakaran dan Jenis APAR yang Tepat untuk Menangani

4. Tidak Mengamankan Area Setelah Pemadaman

Setelah api padam, banyak orang tidak mengamankan area untuk mencegah kebakaran susulan. Ini termasuk mematikan sumber energi (seperti listrik atau gas), ventilasi untuk mengeluarkan asap, dan memonitor area untuk memastikan api tidak menyala kembali.

5. Cara Pemakaian APAR Terlalu Dekat/Jauh dari Api

Berdiri terlalu dekat dengan api dapat sangat berbahaya. Bahkan, ini mungkin menyebabkan cedera akibat panas atau api. Namun, cara pemakaian APAR dengan berdiri terlalu jauh juga akan membuat media pemadam tidak efektif, karena media tersebut dapat tersebar sebelum mencapai api.

Lalu, Berapa Jarak Pemakaian APAR yang Aman dan Efektif?

Dalam situasi kebakaran, menggunakan APAR dengan benar sangat kritikal untuk memadamkan api dengan efektif sambil memastikan keamanan pengguna. Salah satu aspek penting dalam penggunaan APAR adalah mengetahui jarak pemakaian.

cara pemakaian APAR powder teruji ampuh padamkan api dalam hitungan detik

Berapa sih jarak yang direkomendasikan dalam menggunakan APAR. Berdasarkan standar keselamatan dan efektivitas, jarak optimal untuk menggunakan APAR adalah antara 3 hingga 5 meter dari titik api. Mengapa jarak 3-5 meter itu penting?

Pada jarak 3 hingga 5 meter, pengguna berada dalam zona yang aman karena cukup jauh untuk menghindari panas berlebih dan jilatan api. Ini sangat penting untuk mencegah cedera dari panas atau asap yang mungkin timbul selama proses pemadaman.

Jarak ini juga ideal untuk memastikan bahwa media pemadam yang dikeluarkan dari APAR dapat mencapai dan menutupi api secara efektif. Jika terlalu jauh, media pemadam mungkin akan menyebar di udara sebelum mencapai titik api, sehingga mengurangi efektivitasnya.

5 Cara Perawatan APAR Rutin Agar Selalu Siap Pakai

APAR adalah komponen penting yang harus selalu siap pakai, karena kebakaran bisa terjadi kapan saja. Untuk memastikan bahwa APAR dapat berfungsi dengan baik, perawatan rutin sangatlah penting. Berikut adalah beberapa cara perawatan APAR agar selalu siap pakai:

1. Pemeriksaan Visual Rutin

Periksa apakah ada karat, penyok, atau kerusakan pada tabung. Pastikan bahwa pin pengaman dan segel masih utuh dan tidak ada tanda-tanda manipulasi atau kerusakan. Juga, periksa selang dan nozzle untuk memastikan tidak ada sumbatan atau kerusakan.

2. Periksa Tekanan

cara pemakaian apar dengan inspeksi rutin agar ready to use

APAR umumnya dilengkapi dengan pressure gauge yang menunjukkan apakah unit tersebut memiliki tekanan yang cukup. Pastikan jarum indikator tekanan APAR tersebut menunjuk pada area “hijau” yang menandakan APAR siap digunakan.

4. Simpan di Lokasi yang Mudah Diakses

Simpan APAR di lokasi yang mudah dijangkau dalam situasi darurat, tetapi jauh dari potensi bahaya. Selain itu, sebaiknya hindari menyimpan APAR di area yang terpapar suhu ekstrem untuk mencegah kerusakan pada bahan kimia di dalamnya.

5. Servis dan Isi Ulang APAR Expired

APAR harus diservis secara profesional. Ini termasuk pengisian ulang yang harus dilakukan setiap kali APAR telah digunakan. APAR yang expired juga harus segera diisi ulang agar bisa dipakai kembali, karena media pemadamnya sudah tidak efektif lagi.

Anti Lupa! Masa Expired APAR Powder DOB Ternotif di HP

cara pemakaian apar powder garansi 5 tahun

Dalam menghadapi bahaya kebakaran, cara pemakaian dan pemilihan APAR yang tepat adalah kunci untuk keamanan. Untuk itu, kamu harus memilih produk APAR yang sudah terbukti kemampuannya dalam memadamkan api dengan cepat dan efektif.

APAR powder DOB menawarkan solusi pemadaman yang cepat, efisien, dan juga terintegrasi dengan teknologi terkini. Alat pemadam api ini juga bisa menjadi pilihan terbaik bagi kamu yang ingin menyediakan alat pemadam api dengan harga ekonomis.

APAR powder DOB dirancang untuk memadamkan api kelas A, B, dan C dalam hitungan detik. Media pemadam yang digunakan adalah dari bahan Monoammonium Phosphate berkualitas tinggi yang menjamin efektivitas dan keamanan saat digunakan.

Produk ini juga datang dengan garansi selama 5 tahun yang menawarkan ketenangan pikiran terhadap kualitas dan durabilitas. Meski menawarkan semua keunggulan tersebut, APAR powder DOB memberikan nilai yang luar biasa dengan harga yang ekonomis.

cara pemakaian apar powder terintegrasi aplikasi cek apar

Keunggulan dari APAR ini juga terlihat dari sticker QR yang ada pada tabungnya. Ya, APAR ini terintegrasi dengan Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia, Firecek. Dengan sekali scan pada kode QR tersebut, kamu bisa menikmati fitur:

  • Cek keaslian produk
  • Simpan data APAR unlimited
  • Notifikasi APAR expired

Dengan fitur notifikasi APAR expired, kamu tidak akan kelupaan untuk membuat agenda isi ulang APAR. Cara pemakaian APAR yang direfill sesuai jadwal akan memastikan bahwa APAR tersebut selalu siap pakai kapan saja saat dibutuhkan dalam kondisi darurat.

Nah, itu dia cara pemakaian APAR yang tepat agar api bisa padam lebih cepat. Agar selalu ready to use, APAR-mu harus direfill jika sudah expired. Beli APAR powder DOB dengan harga terbaik DISINI biar notifikasi masa expired APAR-mu ternotif di HP!

Peraturan APAR Terbaru Pemerintah Indonesia Permenakertrans

peraturan apar terbaru di indonesia

Punya APAR saja nggak menjamin kamu bisa aman dari kebakaran. Kalau mau selamat dari bahaya kebakaran, APAR-mu harus dipasang dan dipelihara sesuai peraturan agar ready to use saat dibutuhkan. Lalu, apa peraturan APAR yang berlaku di Indonesia?

Peraturan APAR yang Berlaku di Indonesia, Apa Saja Ya?

Dalam rangka mensiap-siagakan penanganan kebakaran, maka setiap alat pemadam api ringan (APAR) harus memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja. Salah satu peraturan APAR yang berlaku di Indonesia adalah Permenakertrans No.4 Tahun 1980.

peraturan APAR cara pemasangan sesuai standar

Permenakertrans No.4 Tahun 1980 tentang apa? Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No PER.04/MEN/1980 Tahun 1980 membahas tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah serangkaian standar teknis yang mencakup berbagai produk dan layanan, termasuk APAR. Standar ini digunakan sebagai panduan dalam pengembangan, pengujian, dan pemeliharaan APAR di Indonesia.

SNI membantu memastikan bahwa APAR yang digunakan di Indonesia memenuhi persyaratan kualitas dan keselamatan. Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mengatur tentang alat pemadam api ringan meliputi:

  • SNI 03-3987-1995: Tata Cara Perencanaan, Pemasangan Pemadam Api Ringan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung Rumah dan Gedung.
  • SNI 03-3988-1995: Pengujian Kemampuan Pemadaman dan Penilaian Alat Pemadam Api Ringan.
  • SNI 19-0180-1987: Tabung Pemadam Api Portable dari Baja Karbon Rendah.

Selain SNI dan Permenakertrans, peraturan APAR lainnya adalah Undang-Undang No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Menurut UU tersebut, setiap kendaraan roda empat harus dilengkapi dengan fasilitas tanggap darurat, termasuk APAR.

Peraturan Pemasangan APAR Sesuai Permenakertrans No. 4 Tahun 1980

Apa saja syarat pemasangan APAR? Peraturan pemasangan APAR diatur dalam Pasal 4-10 Permenaker No. 4 Tahun 1980. Setiap APAR harus dipasang sesuai standar untuk memastikan efektivitas penggunaan alat pemadam api tersebut.

1. Posisi Mudah Dilihat dengan Jelas

Setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan (APAR) harus ditempatkan pada posisi yang mudah terlihat dengan jelas. Penempatan APAR juga harus mudah dicapai, diambil, dan disertai juga dengan tanda APAR.

2. Tanda Pemasangan APAR Berwarna Merah

peraturan APAR harus ada tanda pemasangan APAR

Tanda APAR berfungsi untuk menyatakan tempat alat pemadam api ringan yang dipasang di dinding. Bentuk tanda APAR adalah segitiga sama sisi dengan warna dasar merah. Tinggi pemberian tanda APAR 125 cm dari dasar lantai, tepat di atas APAR.

  • Ukuran sisi 35 cm
  • Tinggi huruf 3 cm berwarna putih
  • Tinggi tanda panah 7,5 cm berwarna putih

3. Harus Sesuai dengan Jenis dan Penggolongan Kebakaran

Pemasangan dan penempatan APAR harus sesuai dengan jenis dan kelas kebakaran yang berisiko di area yang diproteksi. Jenis APAR terdiri dari powder, foam, CO2, dan liquid gas yang dapat digunakan untuk mengatasi kelas kebakaran A, B, dan C.

  • APAR Powder: Kebakaran kelas A, B, C
  • APAR Foam: Kebakaran kelas A, B
  • APAR CO2: Kebakaran kelas A, C
  • APAR liquid gas: Kebakaran kelas A, C

4. Jarak APAR Tidak Lebih dari 15 Meter

Jarak antara satu APAR dengan alat pemadam api lainnya yang disarankan adalah tidak boleh melebihi 15 meter. Kecuali ada rekomendasi lain dari pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja sesuai dengan kondisi area yang diproteksi.

5. Dipasang Menggantung Pada Dinding

Peraturan pemasangan APAR juga mengharuskan alat pemadam api ditempatkan menggantung pada dinding dengan penguat sengkang atau konstruksi penguat lainnya. Bisa juga ditempatkan pada lemari atau box.

6. Tinggi 1,2 Meter dari Lantai

peraturan APAR permenakertrans

Berapa jarak penempatan APAR menurut Permenaker No 4 Tahun 1980? Pemasangan APAR harus sedemikian rupa, sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai.

Kecuali jenis CO2 dan dry chemical dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat, jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dan permukaan lantai.

7. Suhu Penempatan APAR Tidak Melebihi 49°C

Setiap APAR tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat yang suhunya melebihi 49°C atau turun sampai minus 44°C. Kecuali jika alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu di luar batas tersebut di atas.

Peraturan Pemeliharaan APAR Agar Ready To Use Saat Dibutuhkan

Pemeliharaan APAR sangat penting untuk memastikan bahwa alat ini bisa berfungsi dengan baik saat diperlukan dalam situasi darurat. Peraturan APAR tentang pemeliharaan bertujuan untuk memastikan alat pemadam ini siap digunakan sesuai standar keselamatan.

Di Indonesia, peraturan mengenai pemeliharaan APAR diatur dalam Pasal 11-23 Permenakertrans No. 4 Tahun 1980. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam peraturan pemeliharaan APAR:

1. Inspeksi APAR Rutin 6 Bulan Sekali

peraturan APAR permenaker dan SNI

APAR harus menjalani pemeriksaan rutin oleh petugas yang terlatih. Pemeriksaan APAR dilakukan secara berkala setiap 6 bulan sekali atau 2 kali setahun untuk memastikan bahwa APAR dalam kondisi baik dan siap digunakan.

Baca juga: 7 Cara Inspeksi APAR Sesuai Standar Permenaker

2. Penggantian Segel

Segel pada APAR harus selalu utuh. Jika segel rusak atau terbuka, APAR perlu segera diperiksa dan diperbaiki oleh petugas yang berwenang. Segel yang rusak dapat menunjukkan bahwa APAR telah digunakan atau telah rusak.

3. Pengisian Ulang Media Pemadam

APAR menggunakan berbagai jenis media pemadam, seperti powder, foam, atau gas. Media pemadam perlu diisi ulang secara teratur jika sudah memasuki masa kadaluarsa. Isi ulang APAR juga harus dilakukan jika alat pemadam api tersebut sudah pernah digunakan.

4. Periksa Tekanan Pressure Gauge

peraturan APAR inspeksi 6 bulan sekali

APAR yang menggunakan gas bertekanan harus dipastikan bahwa tekanan gas berada dalam kisaran sesuai standar. Tekanan yang tidak sesuai dapat mengurangi efektivitas APAR. Jadi, pastikan jarum manometer pada pressure gauge berada di green area (13-18 bar).

5. Pembersihan dan Perawatan

APAR perlu dijaga dalam kondisi bersih dan terjaga. Ini termasuk membersihkan APAR secara berkala dan memastikan bahwa tidak ada kerusakan fisik atau tumpahan bahan yang dapat mengganggu kinerjanya.

6. Pengujian Hydrostatic Tabung APAR

Hydrotest APAR perlu dilakukan secara berkala setiap 5 tahun untuk memastikan kondisi tabung APAR masih layak digunakan. Tabung APAR yang bocor, berkarat, atau mengalami kerusakan lain tidak boleh digunakan karena bisa berbahaya dan menurun efektifitasnya.

7. Dokumentasi Pemeliharaan APAR

Peraturan APAR juga mengharuskan pemilik atau pengguna APAR untuk mencatat semua hasil pemeriksaan, perawatan, dan penggantian media pemadam yang dilakukan. Rekam jejak ini penting untuk membuktikan bahwa APAR telah dirawat dengan baik dan teratur.

Apakah Pemasangan & Pemeliharaan APAR-mu Sudah Sesuai Peraturan?

Pemasangan dan pemeliharaan APAR yang sesuai dengan peraturan sangat penting dalam menjaga keselamatan dan melindungi properti serta aset dari bahaya kebakaran.

Dengan memastikan APAR ditempatkan dengan benar, mudah diakses, dan dalam kondisi yang baik, kita dapat meningkatkan keselamatan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Oleh karena itu, penting bagi individu, perusahaan, dan organisasi untuk memahami dan mematuhi peraturan seputar APAR serta menjalankan pemeliharaan dengan sungguh-sungguh.

Hal ini tidak hanya mematuhi hukum, tetapi juga membantu melindungi nyawa, aset, dan lingkungan. Jadi, pastikan APAR-mu dipasang dan dipelihara sesuai dengan peraturan! Pemasangan dan pemeliharaan APAR sesuai peraturan butuh keahlian khusus.

inspeksi APAR praktis dengan jasa kontrak servis APAR

Jika perusahaanmu tidak memiliki tim yang ahli di bidang ini sehingga tugas inspeksi APAR terlupakan, gunakan layanan contract service APAR Bromindo. Teknisi kami yang berpengalaman siap datang untuk melakukan inspeksi APAR di tempatmu.

Dengan layanan contract service APAR, alat pemadam api di tempatmu akan dicek rutin setiap 6 bulan oleh teknisi yang profesional. Jadi, bisa dipastikan kondisi APAR selalu baik dan siap digunakan saat darurat. Hubungi kontak kami untuk konsultasi layanan ini.