Cara Pemakaian APAR yang Tepat Agar Api Padam Lebih Cepat

jenis media pemadam api ringan garansi 5 tahun

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bisa jadi alat pertahanan pertama untuk melawan kebakaran di awal kejadian. Untuk memastikan api padam dengan cepat, cara pemakaian APAR harus tepat sesuai standar. Bagaimana caranya? Yuk, kita bahas bersama!

Cara Pemakaian APAR yang Benar Sesuai Standar

Dalam situasi kebakaran, kecepatan dan ketepatan dalam menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sangat krusial. Teknik PASS merupakan metode yang direkomendasikan sebagai cara pemakaian APAR yang aman dan efektif. Apa itu teknik PASS?

cara pemakaian APAR yang benar dengan teknik PASS

PASS adalah singkatan dari Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep. Jadi, teknik ini mewakili langkah-langkah penting yang harus dilakukan dalam proses penggunaan APAR: Berikut adalah cara pemakaian APAR yang benar dengan teknik PASS:

  • Pull (Tarik): Langkah pertama adalah menarik pin pengaman pada APAR. Pin ini berfungsi untuk mencegah pemadam tidak sengaja terpicu. Tarik pin ini dengan kuat untuk membebaskannya dan memungkinkan pemadam siap untuk digunakan.
  • Aim (Arahkan): Setelah pin ditarik, cara pemakaian APAR berikutnya adalah arahkan nozzle atau selang APAR ke dasar api, bukan ke nyala api. Mengarahkan ke dasar api penting untuk menyerang sumber api dan memastikan media pemadam dapat meredakan api dengan efektif.
  • Squeeze (Tekan): Tekan tuas atau pegangan pemadam dengan kuat untuk memulai pemadaman. Pastikan untuk memegang APAR dengan stabil karena tekanan dari pemadam bisa cukup kuat.
  • Sweep (Sapu): Sambil terus menekan tuas, cara pemakaian APAR dilanjutkan dengan mengerakkan semprotan secara menyapu dari sisi ke sisi di dasar api. Gerakan ini membantu menutupi seluruh area yang terbakar dan memastikan semua bagian api terkena media pemadam.

Menggunakan teknik PASS dalam cara pemakaian APAR akan memastikan bahwa api dapat dipadamkan secara efektif. Setiap langkah dalam teknik PASS dirancang untuk memaksimalkan potensi APAR dan memberikan respons yang cepat terhadap kebakaran.

Ingatlah bahwa APAR adalah alat pertama yang berguna dalam mengendalikan kebakaran kecil. Untuk kebakaran yang lebih besar atau yang cepat menyebar, segera panggil bantuan dari dinas pemadam kebakaran dan pastikan keselamatan pribadi selalu menjadi prioritas.

Hindari 5 Cara Pemakaian APAR yang Salah Agar Lebih Aman

Cara pemakaian APAR yang kurang tepat tidak hanya berpotensi gagal memadamkan api, tetapi juga bisa meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera. Berikut adalah beberapa kesalahan umum dalam penggunaan APAR yang harus diwaspadai.

1. Tidak Memeriksa Kadaluarsa APAR

cara pemakaian apar lebih praktis dengan notifikasi masa kadaluarsa di HP

Salah satu kesalahan paling dasar dari cara pemakaian APAR adalah mengabaikan masa kadaluarsa APAR atau tidak rutin memeriksa kondisi APAR. Cara pemakaian APAR yang sudah kadaluarsa atau tidak terawat dengan baik mungkin tidak akan berfungsi efektif saat digunakan.

2. Cara Pemakaian APAR Bukan ke Dasar Api

Kesalahan umum lainnya adalah mengarahkan semprotan ke nyala api, alih-alih ke dasar api. Untuk memadamkan api secara efektif, kamu harus menyemprotkan media pemadam ke dasar api dari bahan bakar terbakar, bukan ke nyala api itu sendiri.

3. Jenis APAR Tidak Sesuai Kelas Kebakaran

APAR dirancang untuk berbagai kelas kebakaran. Cara pemakaian jenis APAR yang salah dapat memperparah kebakaran. Misalnya, menggunakan APAR foam pada kebakaran listrik dapat menyebabkan kebakaran menjadi lebih besar atau menimbulkan risiko kesetrum.

Baca juga: Klasifikasi Kelas Kebakaran dan Jenis APAR yang Tepat untuk Menangani

4. Tidak Mengamankan Area Setelah Pemadaman

Setelah api padam, banyak orang tidak mengamankan area untuk mencegah kebakaran susulan. Ini termasuk mematikan sumber energi (seperti listrik atau gas), ventilasi untuk mengeluarkan asap, dan memonitor area untuk memastikan api tidak menyala kembali.

5. Cara Pemakaian APAR Terlalu Dekat/Jauh dari Api

Berdiri terlalu dekat dengan api dapat sangat berbahaya. Bahkan, ini mungkin menyebabkan cedera akibat panas atau api. Namun, cara pemakaian APAR dengan berdiri terlalu jauh juga akan membuat media pemadam tidak efektif, karena media tersebut dapat tersebar sebelum mencapai api.

Lalu, Berapa Jarak Pemakaian APAR yang Aman dan Efektif?

Dalam situasi kebakaran, menggunakan APAR dengan benar sangat kritikal untuk memadamkan api dengan efektif sambil memastikan keamanan pengguna. Salah satu aspek penting dalam penggunaan APAR adalah mengetahui jarak pemakaian.

cara pemakaian APAR powder teruji ampuh padamkan api dalam hitungan detik

Berapa sih jarak yang direkomendasikan dalam menggunakan APAR. Berdasarkan standar keselamatan dan efektivitas, jarak optimal untuk menggunakan APAR adalah antara 3 hingga 5 meter dari titik api. Mengapa jarak 3-5 meter itu penting?

Pada jarak 3 hingga 5 meter, pengguna berada dalam zona yang aman karena cukup jauh untuk menghindari panas berlebih dan jilatan api. Ini sangat penting untuk mencegah cedera dari panas atau asap yang mungkin timbul selama proses pemadaman.

Jarak ini juga ideal untuk memastikan bahwa media pemadam yang dikeluarkan dari APAR dapat mencapai dan menutupi api secara efektif. Jika terlalu jauh, media pemadam mungkin akan menyebar di udara sebelum mencapai titik api, sehingga mengurangi efektivitasnya.

5 Cara Perawatan APAR Rutin Agar Selalu Siap Pakai

APAR adalah komponen penting yang harus selalu siap pakai, karena kebakaran bisa terjadi kapan saja. Untuk memastikan bahwa APAR dapat berfungsi dengan baik, perawatan rutin sangatlah penting. Berikut adalah beberapa cara perawatan APAR agar selalu siap pakai:

1. Pemeriksaan Visual Rutin

Periksa apakah ada karat, penyok, atau kerusakan pada tabung. Pastikan bahwa pin pengaman dan segel masih utuh dan tidak ada tanda-tanda manipulasi atau kerusakan. Juga, periksa selang dan nozzle untuk memastikan tidak ada sumbatan atau kerusakan.

2. Periksa Tekanan

cara pemakaian apar dengan inspeksi rutin agar ready to use

APAR umumnya dilengkapi dengan pressure gauge yang menunjukkan apakah unit tersebut memiliki tekanan yang cukup. Pastikan jarum indikator tekanan APAR tersebut menunjuk pada area “hijau” yang menandakan APAR siap digunakan.

4. Simpan di Lokasi yang Mudah Diakses

Simpan APAR di lokasi yang mudah dijangkau dalam situasi darurat, tetapi jauh dari potensi bahaya. Selain itu, sebaiknya hindari menyimpan APAR di area yang terpapar suhu ekstrem untuk mencegah kerusakan pada bahan kimia di dalamnya.

5. Servis dan Isi Ulang APAR Expired

APAR harus diservis secara profesional. Ini termasuk pengisian ulang yang harus dilakukan setiap kali APAR telah digunakan. APAR yang expired juga harus segera diisi ulang agar bisa dipakai kembali, karena media pemadamnya sudah tidak efektif lagi.

Anti Lupa! Masa Expired APAR Powder DOB Ternotif di HP

cara pemakaian apar powder garansi 5 tahun

Dalam menghadapi bahaya kebakaran, cara pemakaian dan pemilihan APAR yang tepat adalah kunci untuk keamanan. Untuk itu, kamu harus memilih produk APAR yang sudah terbukti kemampuannya dalam memadamkan api dengan cepat dan efektif.

APAR powder DOB menawarkan solusi pemadaman yang cepat, efisien, dan juga terintegrasi dengan teknologi terkini. Alat pemadam api ini juga bisa menjadi pilihan terbaik bagi kamu yang ingin menyediakan alat pemadam api dengan harga ekonomis.

APAR powder DOB dirancang untuk memadamkan api kelas A, B, dan C dalam hitungan detik. Media pemadam yang digunakan adalah dari bahan Monoammonium Phosphate berkualitas tinggi yang menjamin efektivitas dan keamanan saat digunakan.

Produk ini juga datang dengan garansi selama 5 tahun yang menawarkan ketenangan pikiran terhadap kualitas dan durabilitas. Meski menawarkan semua keunggulan tersebut, APAR powder DOB memberikan nilai yang luar biasa dengan harga yang ekonomis.

cara pemakaian apar powder terintegrasi aplikasi cek apar

Keunggulan dari APAR ini juga terlihat dari sticker QR yang ada pada tabungnya. Ya, APAR ini terintegrasi dengan Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia, Firecek. Dengan sekali scan pada kode QR tersebut, kamu bisa menikmati fitur:

  • Cek keaslian produk
  • Simpan data APAR unlimited
  • Notifikasi APAR expired

Dengan fitur notifikasi APAR expired, kamu tidak akan kelupaan untuk membuat agenda isi ulang APAR. Cara pemakaian APAR yang direfill sesuai jadwal akan memastikan bahwa APAR tersebut selalu siap pakai kapan saja saat dibutuhkan dalam kondisi darurat.

Nah, itu dia cara pemakaian APAR yang tepat agar api bisa padam lebih cepat. Agar selalu ready to use, APAR-mu harus direfill jika sudah expired. Beli APAR powder DOB dengan harga terbaik DISINI biar notifikasi masa expired APAR-mu ternotif di HP!

Penggunaan APAR di Rumah Sakit yang Aman Bagi Pasien & Staf

penggunaan apar di rumah sakit sesuai prosedur

Rumah sakit menjadi salah satu area publik yang cukup rawan mengalami kebakaran. Untuk mengatasi risiko kebakaran secepatnya, penggunaan APAR di rumah sakit dan peralatan pemadam kebakaran lainnya sangat penting.

Mengapa Penggunaan APAR di Rumah Sakit Sangat Penting?

penggunaan apar di rumah untuk keselamatan pasien dan staf

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah sebuah alat yang dirancang untuk memadamkan api pada tahap awal atau api skala kecil. Sebelum api menjadi lebih besar dan sulit dikendalikan, sehingga risiko kerugian bisa diminimalisir.

Penggunaan APAR di rumah sakit sangat penting karena rumah sakit adalah lingkungan yang rentan terhadap kebakaran. Risiko ini dapat menyebabkan dampak serius terhadap keamanan pasien, staf medis, serta fasilitas dan peralatan medis.

Manfaat dan pentingnya APAR di rumah sakit adalah sebagai berikut:

  • Keselamatan staf dan pasien
  • Perlindungan fasilitas dan peralatan medis
  • Kepatuhan terhadap standar keselamatan
  • Evakuasi yang aman
  • Pemadaman cepat dan efektif

Terjadinya kebakaran dapat menyebabkan ancaman langsung terhadap keselamatan pasien dan staf medis. APAR dapat membantu mengendalikan kebakaran pada tahap awal, memberikan waktu bagi evakuasi, dan mencegah penyebaran api.

Rumah sakit menyimpan peralatan medis berharga dan fasilitas sensitif, seperti ruang operasi dan unit perawatan intensif. Kebakaran dapat merusak peralatan medis dan fasilitas yang kritis. APAR membantu melindungi investasi tersebut.

Proses medis seperti sterilisasi alat-alat medis menggunakan bahan kimia yang mudah terbakar. Serta aktivitas seperti penggunaan laser atau peralatan bedah juga dapat menciptakan panas dan menyebabkan kebakaran jika tidak dioperasikan dengan benar.

Kebakaran di rumah sakit dapat mengakibatkan situasi darurat yang memerlukan evakuasi cepat dan teratur. APAR membantu menciptakan kondisi yang memungkinkan evakuasi yang aman dengan mengendalikan kebakaran dan mengurangi risiko.

Penggunaan APAR di rumah sakit bukan hanya tentang kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga mengenai keselamatan dan perlindungan nyata bagi semua individu yang berada di dalamnya.

Jenis APAR untuk Rumah Sakit yang Aman Bagi Pasien dan Staf Medis

Keselamatan di rumah sakit merupakan prioritas utama untuk melindungi pasien, staf medis, dan aset medis yang berharga. APAR menjadi elemen penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di lingkungan medis yang unik ini.

Memilih jenis APAR yang tepat sangat krusial untuk memastikan efektivitas dan keamanan dalam menghadapi berbagai risiko kebakaran di rumah. Berikut adalah beberapa jenis APAR yang cocok untuk rumah sakit:

1. APAR Liquid Gas

APAR dengan media liquid gas merupakan pilihan yang cocok untuk rumah sakit. Gas ini tidak meninggalkan residu dan tidak merusak peralatan medis. Penggunaan gas clean agent membantu melindungi investasi rumah sakit dalam peralatan medis canggih.

Media liquid gas tidak menurunkan kadar oksigen di udara, sehingga tidak mengganggu pernapasan dan kesehatan pasien yang berada di ruangan. Oleh karena itu, APAR liquid gas cocok untuk memproteksi ruang-ruang pasien di rumah sakit.

2. APAR CO2

APAR CO2 adalah alternatif lain yang efektif untuk pemadaman kebakaran di rumah sakit. Jenis APAR ini cocok untuk ruangan dengan peralatan elektronik, karena tidak meninggalkan residu.

Namun, penggunaan APAR CO2 di ruang pasien tidak disarankan. Hal ini karena gas CO2 dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen di udara dan mempengaruhi pasien serta staf medis yang mungkin berada di sekitar area kebakaran.

Gas CO2 dapat menyebabkan efek samping kesehatan seperti pusing, mual, atau bahkan kehilangan kesadaran jika terpapar dalam jumlah besar. Ini dapat menjadi masalah, terutama jika ada pasien atau staf medis yang sensitif terhadap gas CO2.

Karena sifatnya yang bisa mengganggu pernapasan, penggunaan APAR CO2 lebih cocok untuk beberapa area berikut di rumah sakit:

  • Ruang server dan pusat data
  • Laboratorium
  • Ruang peralatan elektronik
  • Ruang arsip dan dokumentasi
  • Ruang mesin atau utilitas
  • Ruang kontrol dan sistem elektrikal
  • Ruangan lain tanpa pasien

3. APAR Powder

penggunaan apar di rumah sakit yang aman

APAR powder efektif melawan kebakaran kelas A (bahan padat), kelas B (bahan cair/liquid), dan kelas C (gas). Di rumah sakit, dimana terdapat berbagai jenis material, APAR powder bisa menjadi pilihan yang tepat karena dapat menangani berbagai situasi kebakaran.

Powder memiliki daya pemadaman yang cepat. Hal ini penting di rumah sakit untuk mengurangi resiko perluasan kebakaran dengan segera. APAR powder juga memiliki kemampuan menjangkau area yang luas dan memiliki efektivitas yang tinggi.

Namun, penggunaan APAR powder di rumah sakit perlu pertimbangan. Setelah pemadaman, APAR powder akan meninggalkan residu yang sulit dibersihkan. Jadi harus ada perencanaan untuk mengatasi residu bubuk setelah penggunaan APAR powder.

Bagaimana Cara Penggunaan APAR di Rumah Sakit Saat Terjadi Kebakaran?

Kesehatan dan keselamatan adalah aspek utama dalam dunia rumah sakit. Untuk menghadapi keadaan darurat seperti kebakaran, pemahaman yang baik tentang cara menggunakan APAR di rumah sakit sangat penting.

Berikut adalah panduan penggunaan APAR di rumah sakit untuk memastikan respon yang cepat dan efektif dalam situasi darurat:

1. Identifikasi dan Evaluasi Jenis Kebakaran

Langkah pertama dalam penggunaan APAR di rumah sakit adalah identifikasi dan evaluasi jenis kebakaran. APAR memiliki label yang menunjukkan jenis kebakaran yang dapat diatasi. Pastikan APAR yang dipilih sesuai dengan jenis kebakaran yang terjadi.

2. Aktifkan Sistem Alarm Kebakaran

Segera setelah mendeteksi kebakaran, aktifkan sistem alarm kebakaran untuk memberitahu semua orang di rumah sakit terkait adanya risiko kebakaran. Hal ini penting agar semua orang bisa memulai prosedur evakuasi jika diperlukan.

3. Pilih Jenis APAR yang Tepat

Pilih APAR yang sesuai dengan jenis kebakaran. Misalnya, APAR berjenis gas clean agent atau CO2 cocok untuk peralatan elektronik. Sementara itu, APAR foam dapat digunakan untuk kebakaran minyak dan lemak di dapur.

Baca juga: Jenis-Jenis APAR dan Kelas Kebakaran yang Diproteksi

4. Padamkan Api dengan Teknik PASS

penggunaan apar di rumah sakit yang aman

Sebelum mengaktifkan APAR, pastikan kamu berada di posisi yang aman. Pastikan jalur evakuasi tidak terhalang dan hindari asap atau panas yang berlebihan. Setelah itu, mulailah padamkan api dengan menerapkan teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep).

  • Pull: Tarik atau lepas pin safety pada handle APAR agar nantinya APAR bisa diaktifkan untuk mengeluarkan bahan pemadam.
  • Aim: Arahkan nozzle APAR ke basis api, bukan langsung ke nyala api. Ini membantu pemadaman yang lebih efektif.
  • Squeeze: Tekan tuas pemadam api dengan tegas untuk memulai penyemprotan pemadam. Pastikan untuk tetap tenang dan stabil selama proses ini.
  • Sweep: Gerakkan nozzle ke sisi-sisi dengan gerakan zig-zag untuk menyemprotkan pemadam api secara merata dan efektif.

5. Periksa Kembali & Laporkan Insiden

Setelah pemadaman, periksa kembali area kebakaran untuk memastikan bahwa tidak ada sumber api yang tersisa. Setelah kondisinya aman, laporkan insiden kebakaran kepada pihak berwenang dan petugas keamanan.

APAR di Rumah Sakit Harus Rutin Dirawat, Agar Siap Digunakan Saat Darurat

Apakah kamu merasa yakin bahwa APAR di rumah sakit tempatmu bekerja siap digunakan dalam situasi darurat? Keefektifan APAR tidak datang begitu saja. Perlu perawatan rutin agar siap digunakan saat darurat untuk memberikan respons yang cepat.

Seperti peralatan lainnya, APAR memerlukan perawatan untuk memastikan fungsi optimalnya. Inspeksi APAR secara teratur terhadap tekanan, segel, dan mekanisme pengaktifan akan memastikan APAR siap beraksi tanpa kendala.

penggunaan apar di rumah sakit yang aman

Jaga kesiapan APAR-mu dengan Firecek. Solusi praktis untuk memastikan APAR-mu dalam kondisi optimal. Firecek hadir untuk memberikan kamu kontrol penuh atas kondisi APAR dengan langkah-langkah pemeriksaan yang sederhana namun efektif.

Firecek adalah Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia yang memungkinkan kamu memeriksa keandalan APAR secara berkala. Fitur-fitur canggih pada Firecek memastikan APAR-mu siap digunakan kapanpun dibutuhkan.

Dengan petunjuk langkah demi langkah yang jelas, alat ini menghadirkan kepercayaan diri kepada pengguna untuk memeriksa APAR secara rutin tanpa kesulitan. Firecek bukan hanya alat, tapi juga investasi untuk keamanan rumah sakit di masa depan.

Dengan menjaga penggunaan APAR di rumah sakit tetap terawat dengan baik, maka akan meminimalkan risiko kebakaran serta memastikan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. Ada pertanyaan? Hubungi kontak kami untuk konsultasi.