Ketinggian APAR dan Jarak Penempatan APAR Sesuai Standar

apar untuk ruang server media powder anti gumpal

Punya APAR saja nggak cukup kalau tidak dirawat dan dipelihara dengan benar. Nah, salah satu pemeliharaan yang penting adalah memasang ketinggian APAR sesuai standar. Lalu, berapa tinggi pemasangan APAR dan kenapa hal ini sangat penting?

Pentingnya Penempatan APAR dengan Ketinggian Sesuai Standar

Dalam menghadapi kebakaran, setiap detik sangat berharga. Namun, seringkali api kecil gagal dipadamkan dan menjadi besar akibat penanganan yang terlambat. Salah satu penyebabnya adalah cara menggunakan APAR yang terhambat akibat alat ini sulit diakses.

Ya, terlambat sedetik saja, api kecil yang seharusnya bisa dipadamkan bisa berubah menjadi kobaran yang besar dan sulit untuk dikendalikan. Oleh karena itu, penanganan kebakaran harus dilakukan secepat mungkin sebelum api membesar.

ketinggian apar agar mudah diakses saat darurat

Salah satu cara untuk mempercepat respon terhadap kebakaran adalah dengan mengatur penempatan dan ketinggian APAR sesuai standar. Jadi, bisa dikatakan bahwa penempatan APAR yang strategis dalam situasi darurat ini tidak boleh dianggap remeh.

Nah, salah satu standar pemasangan APAR yang harus dipatuhi adalah Permenakertrans No.4 Tahun 1980. Peraturan ini mengatur tentang lokasi dan cara penempatan APAR yang strategis, termasuk ketinggian APAR agar mudah digunakan saat darurat.

APAR yang ditempatkan secara strategis memungkinkan individu untuk mengaksesnya dengan cepat tanpa perlu mencari-cari. Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau memastikan bahwa APAR dapat digunakan dalam waktu sesingkat mungkin.

Berapa Ketinggian APAR Menurut Permenakertrans Nomor 4 Tahun 1980?

ketinggian apar agar mudah digunakan

Standar ketinggian APAR diatur dengan spesifik oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 4 Tahun 1980 tentang Syarat-syarat Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran pada Tempat Kerja.

Menurut Permenakertrans, APAR harus ditempatkan pada ketinggian yang mudah dijangkau oleh orang dewasa tanpa bantuan alat untuk mencapainya. Secara lebih spesifik, APAR harus dipasang pada ketinggian antara 15 – 120 cm dari permukaan lantai.

Tujuan dari ketinggian ini adalah untuk memastikan bahwa komponen APAR dan fungsinya dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh hampir semua orang dewasa dalam situasi darurat. Tidak memerlukan usaha ekstra atau alat bantu untuk mengambil APAR tersebut.

Pemasangan APAR pada ketinggian ini juga membantu dalam menghindari kerusakan mekanis dan menjaga kebersihan alat. Hal ini akan memastikan bahwa APAR selalu dalam kondisi siap pakai, sehingga bisa diandalkan saat situasi darurat terjadi.

Apakah APAR Boleh Diletakkan di Lantai?

ketinggian apar powder kualitas terbaik

Menurut Permenakertrans, tidak disarankan untuk meletakkan APAR secara langsung di lantai. APAR harus dipasang pada ketinggian yang memudahkan akses dan penggunaan yang cepat dalam situasi darurat. Meletakkan APAR di lantai bisa mengakibatkan beberapa masalah seperti:

  • Sulit dijangkau dengan cepat dalam situasi darurat, terutama jika area sekitarnya penuh dengan asap atau jika ada kekacauan yang disebabkan oleh kebakaran.
  • Kurang terlihat dibandingkan jika dipasang pada ketinggian yang disarankan, sehingga mengurangi efektivitas APAR dalam situasi darurat.
  • Meningkatkan risiko kerusakan fisik, seperti penyok atau goresan yang disebabkan oleh aktivitas sehari-hari atau dalam kasus kebakaran tertimpa benda lain.
  • Meletakkan APAR di lantai meningkatkan risiko kerusakan karena kelembaban, terutama di lokasi yang rentan terhadap masalah ini.

Karena alasan-alasan ini, sangat disarankan untuk mematuhi standar ketinggian APAR yaitu antara, 15 – 120 cm dari lantai. Ini tidak hanya memastikan bahwa APAR mudah diakses, tetapi juga membantu menjaga kondisi alat agar tetap baik dan siap digunakan kapan saja.

Baca juga: Cara Inspeksi Alat Pemadam Api Agar Ready to Use

Cara Pemasangan dan Penempatan APAR yang Benar

Selain mengatur tentang ketinggian APAR, Permenakertrans No. 4 Tahun 1980 juga mengatur beberapa poin penting lainnya terkait cara pemasangan APAR. Berikut adalah beberapa cara penempatan APAR yang benar agar semakin efektif:

1. Lokasi Penempatan APAR

Ketinggian APAR harus ditempatkan di lokasi yang strategis dan mudah diakses oleh semua orang. Posisinya tidak boleh terhalang oleh barang apapun. Tujuannya adalah untuk mempermudah dan mempercepat akses ke alat pemadam tersebut saat darurat.

2. Pemasangan Tanda APAR

ketinggian apar dan pemasangan tanda apar

Tanda APAR berfungsi untuk memastikan bahwa APAR mudah ditemukan. Idealnya, tanda ini harus terlihat dari jarak jauh dan tidak terhalang benda. Ketinggian tanda APAR adalah 125 cm dari dasar lantai atau tepat di atas satu atau kelompok APAR tersebut.

3. Jumlah APAR

Jumlah APAR yang harus disediakan tergantung pada kelas kebakaran dan potensi bahaya kebakaran di area tersebut. Area dengan risiko tinggi memerlukan lebih banyak APAR dibandingkan dengan area yang memiliki risiko rendah.

4. Jarak Penempatan APAR

Selain ketinggian, jarak antara APAR juga harus dipertimbangkan. Penempatan antara APAR satu dengan lainnya tidak boleh melebihi 15 meter. Persyaratan dapat dikecualikan apabila ditetapkan lain oleh pengawas atau ahli keselamatan kerja yang berwenang.

5. Suhu Penempatan APAR

APAR tidak boleh dipasang dalam ruangan dengan suhu lebih dari 49°C atau turun sampai -44°C. Kecuali jika APAR tersebut dibuat khusus untuk suhu di luar batas tersebut. Selain itu, APAR yang ditempatkan di alam terbuka harus dilindungi dengan tutup pengaman.

Biar Siap Digunakan, Lakukan Pengecekan APAR Rutin Setiap Bulan!

Untuk memastikan APAR selalu siap digunakan, memasang APAR dengan ketinggian sesuai standar saja tidak cukup. Oleh karena itu, Permenakertrans juga mengharuskan inspeksi rutin alat pemadam api agar selalu dalam kondisi baik dan siap diandalkan.

ketinggian apar powder konsentrat tinggi

Menurut Permenakertrans No. 4 tahun 1980, inspeksi alat pemadam api harus dilakukan minimal 6 bulan sekali. Namun, untuk memastikan kondisi APAR selalu terjaga, sangat disarankan untuk mengecek APAR minimal setiap sebulan sekali.

Pemeliharaan APAR dapat dilakukan dengan mengecek seluruh komponen APAR. Jika ditemukan adanya tanda-tanda kerusakan, komponen tersebut bisa segera diperbaiki atau diganti yang baru. Selain ketinggian APAR, beberapa aspek lain yang diperiksa antara lain:

  • Kondisi Fisik: Memeriksa apakah ada kerusakan fisik pada unit, seperti karat, penyok, atau kebocoran yang dapat mempengaruhi fungsi APAR.
  • Tekanan: Memastikan bahwa tekanan dalam tabung APAR masih dalam batas yang disarankan, yaitu jarum manometer berada di area warna hijau.
  • Pin Pengaman: Memeriksa pin pengaman untuk memastikan bahwa APAR tidak akan aktif secara tidak sengaja dan segel masih terjaga.
  • Selang dan Nozzle: Memastikan bahwa tidak ada sumbatan atau kerusakan pada selang dan nozzle.

cek apar gratis hingga 5 tahun

Meskipun sangat penting, namun agenda inspeksi APAR rutin ternyata sering diabaikan. Alasannya beragam, mulai dari kesibukan, kurangnya pelatihan, hingga minimnya pengawasan. Apakah agenda inspeksi rutin di perusahaanmu juga nggak jalan?

Jangan dibiarkan! Pastikan APAR-mu ready to use dengan pengecekan rutin. Nah, biar inspeksi rutin jadi lebih praktis dan tepat waktu, pakai jasa Cek APAR Gratis saja dari Bromindo. Layanan ini gratis selama 5 tahun untuk perusahaan terpilih di Pulau Jawa, loh.

Cek APAR gratis adalah layanan eksklusif dari Bromindo untuk para pelanggan yang terpilih. Jadi, daftarkan perusahaanmu sekarang untuk menikmati layanan ini. Kalau perusahaanmu terpilih, teknisi profesional kami akan rutin datang tiap 6 bulan sekali untuk inspeksi APAR.

Peraturan APAR Terbaru Pemerintah Indonesia Permenakertrans

peraturan apar terbaru di indonesia

Punya APAR saja nggak menjamin kamu bisa aman dari kebakaran. Kalau mau selamat dari bahaya kebakaran, APAR-mu harus dipasang dan dipelihara sesuai peraturan agar ready to use saat dibutuhkan. Lalu, apa peraturan APAR yang berlaku di Indonesia?

Peraturan APAR yang Berlaku di Indonesia, Apa Saja Ya?

Dalam rangka mensiap-siagakan penanganan kebakaran, maka setiap alat pemadam api ringan (APAR) harus memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja. Salah satu peraturan APAR yang berlaku di Indonesia adalah Permenakertrans No.4 Tahun 1980.

peraturan APAR cara pemasangan sesuai standar

Permenakertrans No.4 Tahun 1980 tentang apa? Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No PER.04/MEN/1980 Tahun 1980 membahas tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah serangkaian standar teknis yang mencakup berbagai produk dan layanan, termasuk APAR. Standar ini digunakan sebagai panduan dalam pengembangan, pengujian, dan pemeliharaan APAR di Indonesia.

SNI membantu memastikan bahwa APAR yang digunakan di Indonesia memenuhi persyaratan kualitas dan keselamatan. Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mengatur tentang alat pemadam api ringan meliputi:

  • SNI 03-3987-1995: Tata Cara Perencanaan, Pemasangan Pemadam Api Ringan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung Rumah dan Gedung.
  • SNI 03-3988-1995: Pengujian Kemampuan Pemadaman dan Penilaian Alat Pemadam Api Ringan.
  • SNI 19-0180-1987: Tabung Pemadam Api Portable dari Baja Karbon Rendah.

Selain SNI dan Permenakertrans, peraturan APAR lainnya adalah Undang-Undang No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Menurut UU tersebut, setiap kendaraan roda empat harus dilengkapi dengan fasilitas tanggap darurat, termasuk APAR.

Peraturan Pemasangan APAR Sesuai Permenakertrans No. 4 Tahun 1980

Apa saja syarat pemasangan APAR? Peraturan pemasangan APAR diatur dalam Pasal 4-10 Permenaker No. 4 Tahun 1980. Setiap APAR harus dipasang sesuai standar untuk memastikan efektivitas penggunaan alat pemadam api tersebut.

1. Posisi Mudah Dilihat dengan Jelas

Setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan (APAR) harus ditempatkan pada posisi yang mudah terlihat dengan jelas. Penempatan APAR juga harus mudah dicapai, diambil, dan disertai juga dengan tanda APAR.

2. Tanda Pemasangan APAR Berwarna Merah

peraturan APAR harus ada tanda pemasangan APAR

Tanda APAR berfungsi untuk menyatakan tempat alat pemadam api ringan yang dipasang di dinding. Bentuk tanda APAR adalah segitiga sama sisi dengan warna dasar merah. Tinggi pemberian tanda APAR 125 cm dari dasar lantai, tepat di atas APAR.

  • Ukuran sisi 35 cm
  • Tinggi huruf 3 cm berwarna putih
  • Tinggi tanda panah 7,5 cm berwarna putih

3. Harus Sesuai dengan Jenis dan Penggolongan Kebakaran

Pemasangan dan penempatan APAR harus sesuai dengan jenis dan kelas kebakaran yang berisiko di area yang diproteksi. Jenis APAR terdiri dari powder, foam, CO2, dan liquid gas yang dapat digunakan untuk mengatasi kelas kebakaran A, B, dan C.

  • APAR Powder: Kebakaran kelas A, B, C
  • APAR Foam: Kebakaran kelas A, B
  • APAR CO2: Kebakaran kelas A, C
  • APAR liquid gas: Kebakaran kelas A, C

4. Jarak APAR Tidak Lebih dari 15 Meter

Jarak antara satu APAR dengan alat pemadam api lainnya yang disarankan adalah tidak boleh melebihi 15 meter. Kecuali ada rekomendasi lain dari pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja sesuai dengan kondisi area yang diproteksi.

5. Dipasang Menggantung Pada Dinding

Peraturan pemasangan APAR juga mengharuskan alat pemadam api ditempatkan menggantung pada dinding dengan penguat sengkang atau konstruksi penguat lainnya. Bisa juga ditempatkan pada lemari atau box.

6. Tinggi 1,2 Meter dari Lantai

peraturan APAR permenakertrans

Berapa jarak penempatan APAR menurut Permenaker No 4 Tahun 1980? Pemasangan APAR harus sedemikian rupa, sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai.

Kecuali jenis CO2 dan dry chemical dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat, jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dan permukaan lantai.

7. Suhu Penempatan APAR Tidak Melebihi 49°C

Setiap APAR tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat yang suhunya melebihi 49°C atau turun sampai minus 44°C. Kecuali jika alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu di luar batas tersebut di atas.

Peraturan Pemeliharaan APAR Agar Ready To Use Saat Dibutuhkan

Pemeliharaan APAR sangat penting untuk memastikan bahwa alat ini bisa berfungsi dengan baik saat diperlukan dalam situasi darurat. Peraturan APAR tentang pemeliharaan bertujuan untuk memastikan alat pemadam ini siap digunakan sesuai standar keselamatan.

Di Indonesia, peraturan mengenai pemeliharaan APAR diatur dalam Pasal 11-23 Permenakertrans No. 4 Tahun 1980. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam peraturan pemeliharaan APAR:

1. Inspeksi APAR Rutin 6 Bulan Sekali

peraturan APAR permenaker dan SNI

APAR harus menjalani pemeriksaan rutin oleh petugas yang terlatih. Pemeriksaan APAR dilakukan secara berkala setiap 6 bulan sekali atau 2 kali setahun untuk memastikan bahwa APAR dalam kondisi baik dan siap digunakan.

Baca juga: 7 Cara Inspeksi APAR Sesuai Standar Permenaker

2. Penggantian Segel

Segel pada APAR harus selalu utuh. Jika segel rusak atau terbuka, APAR perlu segera diperiksa dan diperbaiki oleh petugas yang berwenang. Segel yang rusak dapat menunjukkan bahwa APAR telah digunakan atau telah rusak.

3. Pengisian Ulang Media Pemadam

APAR menggunakan berbagai jenis media pemadam, seperti powder, foam, atau gas. Media pemadam perlu diisi ulang secara teratur jika sudah memasuki masa kadaluarsa. Isi ulang APAR juga harus dilakukan jika alat pemadam api tersebut sudah pernah digunakan.

4. Periksa Tekanan Pressure Gauge

peraturan APAR inspeksi 6 bulan sekali

APAR yang menggunakan gas bertekanan harus dipastikan bahwa tekanan gas berada dalam kisaran sesuai standar. Tekanan yang tidak sesuai dapat mengurangi efektivitas APAR. Jadi, pastikan jarum manometer pada pressure gauge berada di green area (13-18 bar).

5. Pembersihan dan Perawatan

APAR perlu dijaga dalam kondisi bersih dan terjaga. Ini termasuk membersihkan APAR secara berkala dan memastikan bahwa tidak ada kerusakan fisik atau tumpahan bahan yang dapat mengganggu kinerjanya.

6. Pengujian Hydrostatic Tabung APAR

Hydrotest APAR perlu dilakukan secara berkala setiap 5 tahun untuk memastikan kondisi tabung APAR masih layak digunakan. Tabung APAR yang bocor, berkarat, atau mengalami kerusakan lain tidak boleh digunakan karena bisa berbahaya dan menurun efektifitasnya.

7. Dokumentasi Pemeliharaan APAR

Peraturan APAR juga mengharuskan pemilik atau pengguna APAR untuk mencatat semua hasil pemeriksaan, perawatan, dan penggantian media pemadam yang dilakukan. Rekam jejak ini penting untuk membuktikan bahwa APAR telah dirawat dengan baik dan teratur.

Apakah Pemasangan & Pemeliharaan APAR-mu Sudah Sesuai Peraturan?

Pemasangan dan pemeliharaan APAR yang sesuai dengan peraturan sangat penting dalam menjaga keselamatan dan melindungi properti serta aset dari bahaya kebakaran.

Dengan memastikan APAR ditempatkan dengan benar, mudah diakses, dan dalam kondisi yang baik, kita dapat meningkatkan keselamatan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Oleh karena itu, penting bagi individu, perusahaan, dan organisasi untuk memahami dan mematuhi peraturan seputar APAR serta menjalankan pemeliharaan dengan sungguh-sungguh.

Hal ini tidak hanya mematuhi hukum, tetapi juga membantu melindungi nyawa, aset, dan lingkungan. Jadi, pastikan APAR-mu dipasang dan dipelihara sesuai dengan peraturan! Pemasangan dan pemeliharaan APAR sesuai peraturan butuh keahlian khusus.

inspeksi APAR praktis dengan jasa kontrak servis APAR

Jika perusahaanmu tidak memiliki tim yang ahli di bidang ini sehingga tugas inspeksi APAR terlupakan, gunakan layanan contract service APAR Bromindo. Teknisi kami yang berpengalaman siap datang untuk melakukan inspeksi APAR di tempatmu.

Dengan layanan contract service APAR, alat pemadam api di tempatmu akan dicek rutin setiap 6 bulan oleh teknisi yang profesional. Jadi, bisa dipastikan kondisi APAR selalu baik dan siap digunakan saat darurat. Hubungi kontak kami untuk konsultasi layanan ini.