Jenis Alat Pemadam Api dan Fungsinya: APAR, APAB, Fire Blanket

alat pemadam api powder kualitas terbaik

Dalam situasi kebakaran, setiap detik sangat berharga. Memiliki alat pemadam api adalah langkah cerdas untuk menyelamatkan properti dan nyawa. Namun, penting untuk memahami jenis alat pemadam kebakaran tersebut sebelum menggunakannya.

Sebelum memilih alat pemadam untuk memproteksi asetmu, kamu harus memahami risiko kebakaran dan jenis alat pemadam yang tepat untuk mengatasinya. Artikel ini akan memberikan gambaran terkait jenis-jenis alat pemadam kebakaran dan fungsinya.

Pentingnya Alat Pemadam Api untuk Keselamatan Nyawa & Properti

Alat pemadam api tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertahanan awal ketika terjadi kebakaran. Lebih dari itu, alat ini juga memiliki peran penting dalam meminimalisir kerusakan dan bahkan dapat menyelamatkan nyawa manusia.

Kebakaran bisa berkembang sangat cepat. Dalam hitungan detik, api yang kecil dapat berubah menjadi kebakaran besar. Ketika digunakan secara tepat, alat pemadam akan mencegah api menyebar dan menyebabkan lebih banyak kerusakan.

Prioritas utama dalam setiap situasi kebakaran adalah keselamatan manusia. Alat pemadam yang dapat digunakan dengan cepat dapat memberikan jalan bagi orang-orang untuk keluar dari gedung atau area yang terbakar, sehingga menyelamatkan nyawa mereka.

Disisi lain, kebakaran juga dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada struktur bangunan dan isinya. Penggunaan alat pemadam dengan cepat tidak hanya dapat menghentikan api, tapi juga meminimalisir kerusakan yang terjadi pada properti.

Keberadaan alat pemadam juga berperan dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran. Hal ini mendorong individu dan organisasi untuk lebih memahami cara bertindak dengan cepat jika kebakaran terjadi.

Memiliki alat pemadam kebakaran, dan lebih penting lagi, mengetahui cara menggunakannya, adalah langkah esensial dalam strategi keselamatan pribadi dan profesional. Investasi dalam alat pemadam api adalah investasi dalam keselamatan dan kesejahteraan.

Apa Saja Jenis Alat Pemadam Api dan Fungsinya?

Ketika menghadapi kebakaran, penting bagi kita untuk memiliki akses terhadap berbagai jenis alat pemadam api yang sesuai. Namun, seringkali kita mungkin bingung tentang jenis alat mana yang sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu.

Alat pemadam kebakaran memang ada banyak jenisnya. Setiap jenis tersebut dirancang untuk menangani situasi kebakaran tertentu, sehingga pedan dan fungsinya berbeda. Mari kita bahas beberapa jenis utama dari alat pemadam api dan fungsinya berikut ini:

1. Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Alat Pemadam Api Ringan atau APAR adalah salah satu alat pemadam kebakaran yang paling umum dan efektif yang bisa ditemukan di berbagai tempat, seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, atau fasilitas umum lainnya.

APAR biasanya berisi bahan kimia yang dapat memadamkan berbagai jenis api, termasuk api kelas A, B, dan C. Fungsinya adalah untuk memberikan pemadaman cepat dan efektif terhadap kebakaran kecil sebelum api dapat menyebar.

Jenis-jenis APAR dan kelas kebakaran yang bisa ditangani antara lain:

  • APAR Powder: kebakaran kelas A, B, C.
  • APAR Foam: kebakaran kelas A dan B.
  • APAR CO2: kebakaran kelas A, B, C.
  • APAR Liquid Gas: kebakaran kelas A, B, C.

2. Alat Pemadam Api Besar (APAB)

Berbeda dengan APAR yang biasanya digunakan untuk kebakaran kecil atau menengah, APAB dirancang untuk menangani kebakaran yang lebih besar atau situasi darurat di mana APAR tidak cukup efektif untuk memadamkannya.

APAB memiliki kapasitas yang lebih besar dalam hal volume bahan pemadam api dan daya pancar yang lebih kuat. Alat ini seringkali berupa tangki yang dipasang di tempat-tempat strategis seperti di fasilitas industri, perusahaan, kapal laut, atau area publik lainnya.

Biasanya, alat ini dilengkapi dengan nozzle atau alat semprot yang memungkinkan pengguna untuk menyalurkan bahan pemadam api dengan tekanan tinggi ke area yang terkena api. Dilengkapi juga dengan trolley untuk memudahkan penggunaannya.

3. Selimut Api (Fire Blanket)

Fire Blanket adalah alat pemadam api yang terbuat dari bahan yang tahan panas dan tidak mudah terbakar, seperti serat kaca yang dilapisi dengan bahan kimia khusus. Fungsinya adalah untuk memadamkan api dengan cara menutupi atau menutupi sumber api.

Selimut api sangat berguna untuk memadamkan api yang terjadi pada pakaian seseorang atau kebakaran kecil di dapur, seperti yang disebabkan oleh minyak panas atau api gas. Oleh karena itu, alat ini sangat cocok untuk proteksi dapur rumah maupun restoran.

Jangan Panik! Begini Cara Menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Saat Darurat

Saat menghadapi kebakaran, penting untuk tetap tenang dan mengambil tindakan cepat. Salah satu alat yang paling efektif dalam menanggulangi kebakaran adalah APAR yang dirancang untuk memberikan pemadaman api dengan cepat dan efektif.

Jika kamu menyadari adanya kebakaran, usahakan untuk tetap tenang. Panik hanya akan membuat situasi menjadi lebih buruk. Tarik napas dalam-dalam dan cobalah untuk memusatkan pikiran Anda dan evaluasi situasi yang terjadi.

Sebelum menggunakan APAR, pertimbangkan ukuran api dan apakah kamu memiliki jalur evakuasi yang aman. Jika api terlalu besar atau kamu tidak dapat menghadapinya dengan APAR, segera keluar dari area tersebut dan panggil bantuan.

Ketika Anda berada di dekat APAR, ambil dan bawa alat tersebut ke tempat kebakaran. Pastikan Anda memegangnya dengan kuat dan siap untuk digunakan.

Sebelum memulai pemadaman, periksa APAR untuk memastikan bahwa itu dalam kondisi yang baik dan siap digunakan. Cek tekanan APAR di pressure gauge dan pastikan bahwa segel pengaman tidak rusak. Setelah itu, lakukan teknik PASS berikut ini:

  • Pull (Tarik): Siapkan APAR dengan cara menggenggam pegangan dan menarik pin pengaman. Ini akan mempersiapkan APAR untuk diaktifkan saat kamu menekan tuas pemadamnya.
  • Aim (Sasaran): Arahkan nozzle APAR ke titik api, fokuskan pada bagian bawah api, bukan pada ujung api. Ini akan membantu memutus pasokan oksigen ke api dan memadamkannya dengan lebih efektif.
  • Squeeze (Tekan): Tekan tuas pemadam api dengan tegas untuk memulai pemadam api. Pastikan untuk menyalakan APAR dari jarak yang aman sekitar 3-5 meter dari api agar tidak membahayakan diri sendiri.
  • Sweep (Sapu): Gerakkan nozzle APAR dari sisi ke sisi secara perlahan untuk menyapu seluruh area yang terkena api. Pastikan kamu memadamkan semua titik api dengan baik.

Setelah memadamkan api, tetaplah waspada terhadap kemungkinan pemuatan ulang api. Pastikan area tersebut benar-benar aman sebelum kamu meninggalkannya. Segera laporkan kebakaran kepada petugas pemadam kebakaran atau pihak berwenang setempat.

Ekonomis Tapi Efektif, APAR Powder DOB Siap Taklukan Api dan Lindungi Asetmu!

Di antara berbagai jenis alat pemadam api yang tersedia, APAR powder DOB telah terbukti menjadi pilihan yang ekonomis, namun sangat efektif dalam memadamkan api dan mengurangi kerugian akibat kebakaran.

APAR powder DOB menggunakan media serbuk kimia kering berkualitas sebagai agen pemadam. Media powder ini efektif dalam memadamkan berbagai jenis api, termasuk api kelas A, B, dan C. Artinya, APAR DOB cocok untuk berbagai situasi kebakaran.

Dibandingkan dengan jenis APAR lainnya, alat pemadam api DOB lebih terjangkau dalam hal harga. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk berbagai kebutuhan, baik itu untuk rumah tangga, kantor, atau fasilitas industri.

Bukan hanya harganya yang ekonomis, keunggulan utama dari alat pemadam api DOB adalah kemampuannya untuk memberikan pemadaman api yang cepat dan efektif. APAR DOB telah terbukti dapat memadamkan api hanya dalam hitungan detik.

alat pemadam api canggih terkoneksi ke aplikasi sistem proteksi kebakaran

Selain itu, tabung APAR DOB juga ada QR-nya yang bisa discan dengan aplikasi Firecek. Firecek adalah Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia. Aplikasi ini akan memberikanmu kemudahan dalam:

  • Mengecek keaslian produk.
  • Menyimpan inventaris data APAR digital tanpa batas kuota penyimpanan.
  • Mendapatkan notifikasi APAR expired.

Nah, kapan lagi bisa dapetin alat pemadam api yang ekonomis tapi berteknologi tinggi? Cuma DOB pastinya! APAR DOB juga tersedia dalam pilihan yang lengkap, mulai dari 1-9 kg. Yuk, order APAR DOB sekarang! Dapatkan harga terbaik DISINI.

Cara Menggunakan APAR yang Benar Biar Api Cepat Padam

cara menggunakan apar yang benar sesuai standar

Memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah langkah awal dalam pencegahan kebakaran. Dan mengetahui cara menggunakan APAR yang benar adalah kunci untuk memastikan keselamatan.

Penggunaan APAR yang tidak tepat tidak hanya tidak efektif dalam memadamkan api, tetapi juga bisa berbahaya. Mari kita bahas cara menggunakan APAR yang benar agar kamu siap dalam menghadapi situasi darurat.

Nggak Boleh Sembarangan, Kamu Harus Tau Cara Menggunakan APAR yang Benar!

cara menggunakan apar yang benar dengan teknik pass

Dalam menghadapi kebakaran, memiliki APAR adalah langkah awal yang baik. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah perangkat yang digunakan untuk memadamkan atau mengendalikan api kecil, sebelum membesar dan sulit dikendalikan.

Dalam situasi kebakaran, setiap detik sangat berharga. Mengetahui cara menggunakan APAR yang benar memungkinkan respons cepat sebelum bantuan profesional tiba. Kecepatan ini krusial untuk menghindari kerusakan yang lebih besar.

Memahami cara menggunakan APAR yang benar memberikan kepercayaan diri dan ketenangan pikiran. Dalam situasi darurat, kepanikan bisa memperburuk kondisi. Pengetahuan tentang penggunaan APAR yang benar membantu menjaga ketenangan dan fokus pada penanganan situasi.

Penggunaan APAR yang salah tidak hanya gagal memadamkan api, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya baru. Misalnya, menggunakan APAR air pada kebakaran listrik bisa berakibat fatal. Pengetahuan tentang jenis APAR dan cara menggunakan APAR yang benar sangat penting.

Di banyak tempat kerja, pengetahuan tentang penggunaan APAR adalah persyaratan keselamatan. Karyawan yang terlatih dalam menggunakan APAR memastikan lingkungan kerja yang lebih aman bagi semua.

Memiliki pengetahuan tentang cara menggunakan APAR yang benar tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Menjadi orang yang bisa diandalkan dalam situasi darurat memiliki nilai yang tak ternilai.

Memahami cara menggunakan APAR yang benar dalam situasi darurat adalah keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu. Jadi, investasikan waktu untuk belajar menggunakan APAR, karena pengetahuan ini bisa sangat berharga saat dibutuhkan.

Cara Menggunakan APAR yang Benar Sesuai SOP Agar Aman & Efektif

Pernah nggak sih, kamu menghadapi situasi kebakaran, tapi bingung gimana cara menggunakan APAR yang benar. Alat pemadam api yang sudah disediakan jadi sia-sia karena tidak ada yang bisa menggunakannya.

Nah, biar alat pemadam api tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya, kamu harus bisa menggunakannya. Berikut ini adalah beberapa langkah dan cara menggunakan APAR yang benar agar aman dan efektif untuk memadamkan api:

1. Kenali Jenis APAR

cara menggunakan apar yang benar menurut jenis jenisnya

Sebelum menggunakan APAR, penting untuk mengetahui jenisnya terlebih dahulu. Kenapa? Karena setiap jenis memiliki cara penggunaan yang berbeda. Berdasarkan jenis media pemadam, APAR terdiri dari beberapa jenis, seperti powder, CO2, foam, dan liquid gas.

Contohnya, APAR powder efektif untuk kebakaran kelas A, B, dan C, sedangkan APAR CO2 lebih cocok untuk kebakaran kelas B dan C. Jadi, pastikan kamu menggunakan jenis APAR yang tepat sesuai situasi kebakaran yang terjadi.

2. Ikuti Langkah P.A.S.S.

Metode P.A.S.S. (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) adalah cara standar menggunakan APAR yang benar. Menggunakan APAR dengan metode ini akan memastikan api cepat padam dan tentunya aman bagi pengguna APAR tersebut.

  • Pull (Tarik): Tarik pin pengaman pada APAR untuk membuka kunci.
  • Aim (Arahkan): Arahkan nozzle atau selang APAR ke dasar api, bukan ke atas nyala api.
  • Squeeze (Tekan): Tekan tuas atau handle APAR untuk melepaskan bahan pemadam.
  • Sweep (Sapu): Gerakkan nozzle secara menyapu dari satu sisi ke sisi lain, fokus pada dasar api.

3. Jaga Jarak yang Aman dari Api

Penting untuk menjaga jarak yang aman saat menggunakan APAR. Jarak yang disarankan adalah sekitar 3-5 meter dari api. Jika api terlalu besar atau tidak terkendali, segera meninggalkan area dan meminta bantuan.

4. Periksa APAR Secara Berkala

cara menggunakan apar yang benar dengan inspeksi rutin

Pastikan APAR-mu dalam kondisi baik dan siap pakai. Periksa tekanan, pastikan tidak ada kerusakan fisik, dan perhatikan tanggal kadaluarsa. APAR yang tidak berfungsi dengan baik bisa menjadi bahaya tambahan dalam situasi darurat.

Baca juga: Cara Cek APAR Expired Lebih Praktis Pakai Smartphone

5. Latihan dan Edukasi

Mengetahui teori cara menggunakan APAR yang benar memang penting, tetapi praktik dan latihan membuat kamu lebih siap. Ikuti pelatihan penggunaan APAR terkait pentingnya keselamatan kebakaran dan cara menggunakan APAR sesuai standar.

Jangan Terlalu Dekat, Ini Jarak yang Aman Saat Menggunakan APAR

Dalam situasi kebakaran, penggunaan APAR dapat menjadi langkah krusial untuk mencegah penyebaran api. Namun, sering kali pengguna tidak menyadari pentingnya menjaga jarak yang aman saat menggunakan APAR.

Jarak yang tidak tepat tidak hanya mengurangi efektivitas APAR, tetapi juga dapat membahayakan pengguna. Saat menghadapi api, insting alami kita mungkin mengatakan untuk mendekat sebisa mungkin. Namun, ini bisa berbahaya.

cara menggunakan apar yang benar dengan jarak aman

Jarak yang aman penting untuk beberapa alasan:

  • Mencegah Bahaya Terhadap Diri Sendiri: Mendekat terlalu dekat ke api meningkatkan risiko luka bakar dan inhalasi asap.
  • Meningkatkan Efektivitas Pemadaman: Jarak yang tepat memungkinkan bahan pemadam menyebar dan bekerja lebih efektif terhadap api.

Lalu, berapa jarak yang aman direkomendasikan? Jarak yang aman saat menggunakan APAR adalah 3-5 meter dari titik api. Pada jarak ini, bahan pemadam api bisa mencapai titik api dengan baik dan pengguna terhindar dari jilatan api.

Dalam situasi darurat, mengukur jarak dengan tepat mungkin sulit. Sebagai aturan umum, mulailah dari jarak yang aman (3-5 meter) dan dekati secara bertahap sambil memantau reaksi api. Jika api mereda, terus gunakan APAR dari jarak tersebut.

Jika tidak, dekati sedikit lagi dengan hati-hati. Pertimbangkan arah angin dan ventilasi saat menggunakan APAR. Angin yang kuat atau ventilasi buruk dapat menyebarkan api atau membuat bahan pemadam tidak efektif.

Menjaga jarak yang aman saat cara menggunakan APAR yang benar sangat penting untuk efektivitas pemadaman dan keamanan pribadi. Selalu mulai dari jarak yang aman dan sesuaikan sesuai dengan situasi. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.

5 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menggunakan APAR

Cara menggunakan APAR yang benar adalah kunci untuk memastikan keberhasilan dalam mengatasi api kecil. Namun, seringkali karena kurangnya pengetahuan atau kesalahan saat panik, penggunaan APAR tidak efektif.

Berikut adalah lima kesalahan umum yang harus dihindari saat menggunakan APAR.

1. Tidak Membaca Instruksi Terlebih Dahulu

Kesalahan paling umum adalah tidak membaca instruksi yang tertera pada APAR. Setiap APAR memiliki cara penggunaan yang spesifik. Luangkan waktu untuk membaca dan memahami instruksi tersebut, bahkan sebelum keadaan darurat terjadi.

2. Menggunakan APAR yang Salah untuk Jenis Api

cara menggunakan apar yang benar sesuai kelas kebakaran

Tidak semua APAR cocok untuk setiap jenis api. Misalnya, APAR dengan bahan powder cocok untuk api kelas A, B, dan C. Sedangkan APAR CO2 lebih cocok untuk api yang melibatkan peralatan listrik.

Cara menggunakan jenis APAR yang tidak benar bukan hanya kurang efektif, tetapi juga bisa memperparah kebakaran. Contohnya, APAR foam yang digunakan untuk mengatasi kebakaran listrik karena media mengandung air yang bersifat konduktif.

Baca juga: APAR untuk Kebakaran Listrik yang Aman dan Efektif

3. Arahkan Semprotan ke Nyala Api, Bukan ke Dasar Api

Banyak orang secara instingtif menyemprotkan APAR ke nyala api, bukan ke dasar atau sumber api. Cara menggunakan APAR yang seperti ini tidak benar. Selalu arahkan semprotan ke dasar api untuk memutus sumber api.

4. Tidak Menjaga Jarak yang Aman

Berdiri terlalu dekat saat menyemprotkan APAR bisa berbahaya. Jarak yang aman dari titik api adalah 3-5 meter. Jarak yang tepat memungkinkan bahan pemadam untuk menyebar dan bekerja secara efektif, sekaligus menjaga keselamatan pengguna.

5. Tidak Memeriksa APAR Secara Berkala

APAR yang tidak terawat atau kadaluarsa bisa gagal saat dibutuhkan. Penting untuk memeriksa APAR secara berkala, termasuk tekanan, kondisi tabung, dan tanggal expired. APAR yang tidak berfungsi dengan baik sama sekali tidak berguna dalam situasi darurat.

Gimana, sudah paham kan gimana cara menggunakan APAR yang benar? Biar lebih siap, kamu bisa mengikuti training APAR dari Bromindo yang dipandu oleh teknisi profesional. Ada pertanyaan atau mau konsultasi? Hubungi kontak kami.

Peraturan APAR Terbaru Pemerintah Indonesia Permenakertrans

peraturan apar terbaru di indonesia

Punya APAR saja nggak menjamin kamu bisa aman dari kebakaran. Kalau mau selamat dari bahaya kebakaran, APAR-mu harus dipasang dan dipelihara sesuai peraturan agar ready to use saat dibutuhkan. Lalu, apa peraturan APAR yang berlaku di Indonesia?

Peraturan APAR yang Berlaku di Indonesia, Apa Saja Ya?

Dalam rangka mensiap-siagakan penanganan kebakaran, maka setiap alat pemadam api ringan (APAR) harus memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja. Salah satu peraturan APAR yang berlaku di Indonesia adalah Permenakertrans No.4 Tahun 1980.

peraturan APAR cara pemasangan sesuai standar

Permenakertrans No.4 Tahun 1980 tentang apa? Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No PER.04/MEN/1980 Tahun 1980 membahas tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah serangkaian standar teknis yang mencakup berbagai produk dan layanan, termasuk APAR. Standar ini digunakan sebagai panduan dalam pengembangan, pengujian, dan pemeliharaan APAR di Indonesia.

SNI membantu memastikan bahwa APAR yang digunakan di Indonesia memenuhi persyaratan kualitas dan keselamatan. Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mengatur tentang alat pemadam api ringan meliputi:

  • SNI 03-3987-1995: Tata Cara Perencanaan, Pemasangan Pemadam Api Ringan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung Rumah dan Gedung.
  • SNI 03-3988-1995: Pengujian Kemampuan Pemadaman dan Penilaian Alat Pemadam Api Ringan.
  • SNI 19-0180-1987: Tabung Pemadam Api Portable dari Baja Karbon Rendah.

Selain SNI dan Permenakertrans, peraturan APAR lainnya adalah Undang-Undang No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Menurut UU tersebut, setiap kendaraan roda empat harus dilengkapi dengan fasilitas tanggap darurat, termasuk APAR.

Peraturan Pemasangan APAR Sesuai Permenakertrans No. 4 Tahun 1980

Apa saja syarat pemasangan APAR? Peraturan pemasangan APAR diatur dalam Pasal 4-10 Permenaker No. 4 Tahun 1980. Setiap APAR harus dipasang sesuai standar untuk memastikan efektivitas penggunaan alat pemadam api tersebut.

1. Posisi Mudah Dilihat dengan Jelas

Setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan (APAR) harus ditempatkan pada posisi yang mudah terlihat dengan jelas. Penempatan APAR juga harus mudah dicapai, diambil, dan disertai juga dengan tanda APAR.

2. Tanda Pemasangan APAR Berwarna Merah

peraturan APAR harus ada tanda pemasangan APAR

Tanda APAR berfungsi untuk menyatakan tempat alat pemadam api ringan yang dipasang di dinding. Bentuk tanda APAR adalah segitiga sama sisi dengan warna dasar merah. Tinggi pemberian tanda APAR 125 cm dari dasar lantai, tepat di atas APAR.

  • Ukuran sisi 35 cm
  • Tinggi huruf 3 cm berwarna putih
  • Tinggi tanda panah 7,5 cm berwarna putih

3. Harus Sesuai dengan Jenis dan Penggolongan Kebakaran

Pemasangan dan penempatan APAR harus sesuai dengan jenis dan kelas kebakaran yang berisiko di area yang diproteksi. Jenis APAR terdiri dari powder, foam, CO2, dan liquid gas yang dapat digunakan untuk mengatasi kelas kebakaran A, B, dan C.

  • APAR Powder: Kebakaran kelas A, B, C
  • APAR Foam: Kebakaran kelas A, B
  • APAR CO2: Kebakaran kelas A, C
  • APAR liquid gas: Kebakaran kelas A, C

4. Jarak APAR Tidak Lebih dari 15 Meter

Jarak antara satu APAR dengan alat pemadam api lainnya yang disarankan adalah tidak boleh melebihi 15 meter. Kecuali ada rekomendasi lain dari pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja sesuai dengan kondisi area yang diproteksi.

5. Dipasang Menggantung Pada Dinding

Peraturan pemasangan APAR juga mengharuskan alat pemadam api ditempatkan menggantung pada dinding dengan penguat sengkang atau konstruksi penguat lainnya. Bisa juga ditempatkan pada lemari atau box.

6. Tinggi 1,2 Meter dari Lantai

peraturan APAR permenakertrans

Berapa jarak penempatan APAR menurut Permenaker No 4 Tahun 1980? Pemasangan APAR harus sedemikian rupa, sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai.

Kecuali jenis CO2 dan dry chemical dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat, jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dan permukaan lantai.

7. Suhu Penempatan APAR Tidak Melebihi 49°C

Setiap APAR tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat yang suhunya melebihi 49°C atau turun sampai minus 44°C. Kecuali jika alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu di luar batas tersebut di atas.

Peraturan Pemeliharaan APAR Agar Ready To Use Saat Dibutuhkan

Pemeliharaan APAR sangat penting untuk memastikan bahwa alat ini bisa berfungsi dengan baik saat diperlukan dalam situasi darurat. Peraturan APAR tentang pemeliharaan bertujuan untuk memastikan alat pemadam ini siap digunakan sesuai standar keselamatan.

Di Indonesia, peraturan mengenai pemeliharaan APAR diatur dalam Pasal 11-23 Permenakertrans No. 4 Tahun 1980. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam peraturan pemeliharaan APAR:

1. Inspeksi APAR Rutin 6 Bulan Sekali

peraturan APAR permenaker dan SNI

APAR harus menjalani pemeriksaan rutin oleh petugas yang terlatih. Pemeriksaan APAR dilakukan secara berkala setiap 6 bulan sekali atau 2 kali setahun untuk memastikan bahwa APAR dalam kondisi baik dan siap digunakan.

Baca juga: 7 Cara Inspeksi APAR Sesuai Standar Permenaker

2. Penggantian Segel

Segel pada APAR harus selalu utuh. Jika segel rusak atau terbuka, APAR perlu segera diperiksa dan diperbaiki oleh petugas yang berwenang. Segel yang rusak dapat menunjukkan bahwa APAR telah digunakan atau telah rusak.

3. Pengisian Ulang Media Pemadam

APAR menggunakan berbagai jenis media pemadam, seperti powder, foam, atau gas. Media pemadam perlu diisi ulang secara teratur jika sudah memasuki masa kadaluarsa. Isi ulang APAR juga harus dilakukan jika alat pemadam api tersebut sudah pernah digunakan.

4. Periksa Tekanan Pressure Gauge

peraturan APAR inspeksi 6 bulan sekali

APAR yang menggunakan gas bertekanan harus dipastikan bahwa tekanan gas berada dalam kisaran sesuai standar. Tekanan yang tidak sesuai dapat mengurangi efektivitas APAR. Jadi, pastikan jarum manometer pada pressure gauge berada di green area (13-18 bar).

5. Pembersihan dan Perawatan

APAR perlu dijaga dalam kondisi bersih dan terjaga. Ini termasuk membersihkan APAR secara berkala dan memastikan bahwa tidak ada kerusakan fisik atau tumpahan bahan yang dapat mengganggu kinerjanya.

6. Pengujian Hydrostatic Tabung APAR

Hydrotest APAR perlu dilakukan secara berkala setiap 5 tahun untuk memastikan kondisi tabung APAR masih layak digunakan. Tabung APAR yang bocor, berkarat, atau mengalami kerusakan lain tidak boleh digunakan karena bisa berbahaya dan menurun efektifitasnya.

7. Dokumentasi Pemeliharaan APAR

Peraturan APAR juga mengharuskan pemilik atau pengguna APAR untuk mencatat semua hasil pemeriksaan, perawatan, dan penggantian media pemadam yang dilakukan. Rekam jejak ini penting untuk membuktikan bahwa APAR telah dirawat dengan baik dan teratur.

Apakah Pemasangan & Pemeliharaan APAR-mu Sudah Sesuai Peraturan?

Pemasangan dan pemeliharaan APAR yang sesuai dengan peraturan sangat penting dalam menjaga keselamatan dan melindungi properti serta aset dari bahaya kebakaran.

Dengan memastikan APAR ditempatkan dengan benar, mudah diakses, dan dalam kondisi yang baik, kita dapat meningkatkan keselamatan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Oleh karena itu, penting bagi individu, perusahaan, dan organisasi untuk memahami dan mematuhi peraturan seputar APAR serta menjalankan pemeliharaan dengan sungguh-sungguh.

Hal ini tidak hanya mematuhi hukum, tetapi juga membantu melindungi nyawa, aset, dan lingkungan. Jadi, pastikan APAR-mu dipasang dan dipelihara sesuai dengan peraturan! Pemasangan dan pemeliharaan APAR sesuai peraturan butuh keahlian khusus.

inspeksi APAR praktis dengan jasa kontrak servis APAR

Jika perusahaanmu tidak memiliki tim yang ahli di bidang ini sehingga tugas inspeksi APAR terlupakan, gunakan layanan contract service APAR Bromindo. Teknisi kami yang berpengalaman siap datang untuk melakukan inspeksi APAR di tempatmu.

Dengan layanan contract service APAR, alat pemadam api di tempatmu akan dicek rutin setiap 6 bulan oleh teknisi yang profesional. Jadi, bisa dipastikan kondisi APAR selalu baik dan siap digunakan saat darurat. Hubungi kontak kami untuk konsultasi layanan ini.

APAR Jenis Powder Itu Seperti Apa? Berikut Penjelasannya

Jika dilihat sekilas, semua APAR mungkin tampak sama. Padahal, bisa saja APAR kamu sering kamu lihat itu berbeda. Pasalnya, ada beberapa jenis APAR yang digunakan di Indonesia. Nah, salah satunya adalah APAR jenis powder.

Ada satu keistimewaan alat pemadam api powder yang tidak dimiliki APAR lain, yaitu bisa digunakan untuk semua kelas kebakaran. Yuk, kenali APAR powder lebih jauh! Mulai dari fungsi, cara kerja, cara penggunaan, dan bedanya dengan APAR CO2.

Mengenal APAR Powder, Tabung Pemadam Api Multifungsi

APAR powder adalah jenis alat pemadam api yang menggunakan dry chemical powder sebagai bahan pemadamnya. Umumnya, jenis serbuk kimia yang digunakan pada alat pemadam api powder adalah campuran ammonium phosphate.

apar powder harga ekonomis kualitas terbaik

Jenis APAR ini bisa dengan cepat merespon kebakaran dan memberikan penanggulangan yang efektif. Hal ini memungkinkan upaya awal pemadaman yang efektif untuk mengendalikan kebakaran sebelum merambat lebih jauh.

Alat pemadam api powder umumnya bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C. Maka dari itu, jenis APAR ini disebut sebagai APAR yang serbaguna atau multifungsi karena bisa digunakan pada berbagai area sesuai kebutuhan.

  • Kelas A: kebakaran yang melibatkan bahan bakar padat, seperti kertas, kain, kayu, karet, dan plastik.
  • Kelas B: kebakaran yang dipicu oleh bahan bakar cair dan gas, seperti bensin, minyak, oli, cat, tiner, alkohol, dan gas LPG.
  • Kelas C: kebakaran yang disebabkan oleh masalah listrik dan peralatan elektronik, seperti korsleting listrik, hubungan pendek arus listrik, dan malfungsi alat elektronik.

apar powder garansi 5 tahun

Karena keunggulannya dalam memadamkan berbagai kelas kebakaran, APAR powder menjadi pilihan yang tepat dan serbaguna dalam situasi darurat. APAR jenis powder ini bisa digunakan untuk berbagai area, seperti:

  • Rumah
  • Kantor
  • Pabrik
  • Industri
  • Mall
  • Hotel
  • Apartemen
  • Kendaraan

APAR powder juga dirancang dengan mekanisme penggunaan yang sederhana serta mudah dipahami. Hal ini memungkinkan siapa saja bisa menggunakan alat pemadam api ini dengan cepat dalam situasi darurat.

Baca juga: Jenis-Jenis APAR dan Kelas Kebakaran yang Bisa Ditangani

Apa Perbedaan APAR Powder dan CO2?

APAR powder dan CO2 garansi 5 tahun

Selain APAR powder, ada juga jenis APAR lain yang umum digunakan di Indonesia, yaitu APAR CO2. Lalu, apa perbedaannya? Pada dasarnya, perbedaan APAR powder dan CO2 terletak pada bahan pemadam yang digunakan, cara kerja, dan fungsinya.

Alat pemadam api powder menggunakan dry chemical powder sebagai bahan pemadamnya. Sementara itu, APAR CO2 menggunakan bahan pemadam api berupa gas Carbon Dioxide (CO2).

Cara kerja APAR powder adalah dengan menghentikan reaksi pembakaran. Partikel-partikel serbuk pada APAR powder akan menghambat reaksi antara panas dan bahan bakar, mendinginkan api, dan menghalangi akses oksigen ke api.

perbedaan cara kerja apar powder dan co2

Pada APAR CO2, gas Carbon Dioxide (CO2) yang dilepaskan ke udara akan membentuk lapisan di sekitar api. Lapisan CO2 tersebut akan menghalangi pasokan oksigen ke api, sehingga ketersediaan oksigen akan berkurang dan api menjadi padam.

APAR powder bisa digunakan untuk mengatasi berbagai jenis kebakaran. Termasuk kebakaran yang dipicu bahan bakar padat, cair, gas, dan listrik. Oleh karena itu, APAR powder disebut multifungsi karena bisa memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C.

Sementara itu, APAR CO2 lebih umum digunakan untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan peralatan listrik, elektronik, dan material lain yang sensitif terhadap air atau residu serbuk yang termasuk dalam kebakaran kelas B dan C.

Baca juga:

Begini Cara Kerja APAR Powder Dalam Memadamkan Api

APAR powder bekerja efektif untuk memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C. Pada dasarnya, cara kerja alat pemadam api powder adalah dengan menghentikan reaksi tiga elemen pada segitiga api.

APAR powder memutus reaksi pembakaran pada segitiga api

Menurut teori segitiga api, munculnya api disebabkan karena adanya reaksi pembakaran pada tiga unsur, yaitu bahan bakar, oksigen, dan sumber panas. Jika salah satu unsur tersebut hilang, maka api akan padam.

Saat dilepaskan ke udara, partikel-partikel serbuk akan membentuk lapisan di sekitar api. Lapisan serbuk akan menghalangi pasokan oksigen yang dibutuhkan oleh api untuk terus berkobar, sehingga api akan padam.

Serbuk APAR powder juga memiliki kemampuan untuk menyerap panas. Saat dilepaskan ke titik api, serbuk akan menyerap panas dari api itu sendiri. Ini menyebabkan suhu api turun secara signifikan, sehingga mencegah api terus berkobar.

Jadi, APAR powder bekerja dengan cara memutus reaksi kimia yang berlangsung dalam kebakaran. Saat reaksi unsur-unsur segitiga api terputus, maka api menjadi padam.

Harus Tahu, Ini Kelebihan dan Kekurangan APAR Powder

Setiap jenis APAR memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Fungsi APAR juga berbeda, sehingga masing-masing bisa digunakan sesuai kebutuhan proteksi. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan APAR powder yang harus kamu ketahui.

1. Efektif Melawan Berbagai Kelas Kebakaran

apar powder untuk kebakaran kelas a b c

APAR media powder bekerja efektif dalam memadamkan api dari berbagai jenis bahan bakar. Termasuk bahan bakar padat, gas, cair, dan masalah kelistrikan. Ini artinya, APAR powder cocok untuk kebakaran kelas A, B, dan C.

2. Kemampuan Pemadaman yang Cepat

Pemadaman api menggunakan media powder bisa berlangsung cepat. Ini karena APAR powder menggunakan partikel-partikel serbuk yang mampu menghalangi akses oksigen dan mendinginkan api, sehingga reaksi pembakaran bisa cepat berhenti.

3. Efektif untuk Api yang Sulit Dijangkau

Media dry chemical powder bisa menyebar setelah disemprotkan dari dalam tabung. Hal ini membuatnya mampu menjangkau area yang sulit dijangkau, seperti sudut dan celah sempit, sehingga pemadaman api akan lebih efektif.

apar powder harga terjangkau

Disamping memiliki banyak keunggulan, APAR powder juga memiliki beberapa kekurangan yang harus kamu ketahui. Salah satu kekurangannya adalah menghasilkan residu serbuk setelah pemadaman api dilakukan.

Serbuk tersebut bisa menyebabkan kontaminasi yang merusak mesin dan peralatan elektronik. Pembersihan serbuk pasca kebakaran juga harus dilakukan dengan hati-hati, sehingga cukup memakan banyak waktu.

Selain itu, penggunaan APAR powder juga tidak efektif untuk kebakaran logam yang termasuk dalam kelas D. Untuk mengatasi kebakaran kelas D, dibutuhkan alat pemadam khusus yang sesuai dengan bahan logam pemicunya.

Prosedur Penggunaan APAR Powder yang Efektif dan Aman

Untuk memadamkan api menggunakan APAR, ada langkah-langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Pertama, kamu harus memiliki pengetahuan terkait jenis kebakaran, ukuran api, dan kemungkinan risiko yang terjadi.

Sebelum menggunakan APAR powder, periksa tabung pemadam tersebut secara visual untuk memastikan kondisinya baik dan siap digunakan. Pin safety atau segel dari tabung APAR tersebut harus masih tersegel, agar efektif digunakan.

cara menggunakan apar powder yang aman dan efektif

Setelah itu, posisikan diri dengan aman. Jarak yang aman dari titik api adalah 3 – 5 meter. Berdirilah dengan posisi yang stabil. Selanjutnya, kamu bisa mulai menggunakan APAR dengan teknik PASS berikut ini:

  • Pull: tarik pin pengaman pada tabung APAR powder.
  • Aim: pegang ujung selang APAR dan arahkan ke titik api.
  • Squeeze: tekan tuas APAR dengan penuh untuk melepaskan serbuk pemadam.
  • Sweep: gerakkan selang APAR secara zig-zag saat mengarahkan bahan pemadam ke titik api untuk memperluas cakupan area pemadaman.

Lakukan pemadaman dengan cara tersebut sampai api padam atau media pemadamnya habis. Jaga jarak yang cukup dekat dengan titik api agar proses pemadaman lebih efektif, namun jangan terlalu dekat agar terhindar dari risiko.

Nah, itu dia serba-serbi tentang APAR powder yang perlu kamu ketahui. Untuk proteksi yang lebih optimal, pastikan kamu menggunakan APAR jenis powder yang berkualitas, seperti APAR powder DOB. Dapatkan APAR powder DOB disini!