Jangan Salah Pilih, Ini Jenis APAR untuk Listrik yang Tepat & Aman

jenis apar untuk listrik ampuh padamkan api dalam hitungan detik

Berita kebakaran sering kali terdengar di berbagai media. Kebanyakan kebakaran tersebut ternyata disebabkan oleh listrik. Untuk mencegah hal serupa, ada baiknya kamu menyediakan jenis APAR untuk listrik yang tepat dan aman.

Ya, kebakaran yang disebabkan oleh masalah listrik memang butuh penanganan khusus. Tidak bisa dipadamkan dengan air seperti kebakaran biasa. Justru, penggunaan air bisa menimbulkan bahaya. Lalu, apa saja jenis APAR yang tepat untuk kebakaran listrik?

Bagaimana Cara Mengatasi Kebakaran Akibat Api dari Listrik?

jenis apar untuk listrik yang aman dan efektif

Kebakaran sering kali disebabkan oleh masalah listrik karena sifatnya yang melibatkan panas dan arus. Situasi ini membutuhkan jenis APAR yang khusus untuk listrik. Ada beberapa faktor yang bisa memicu kebakaran listrik. Berikut ini adalah penyebab umum terjadinya kebakaran listrik:

  • Beban berlebih (overloading)
  • Korsleting (short circuit)
  • Peralatan listrik yang rusak
  • Kebocoran arus tanah
  • Instalasi listrik yang buruk
  • Pemanasan berlebih
  • Korosi dan kerusakan kabel
  • Usia instalasi listrik sudah tua
  • Kurangnya perawatan instalasi listrik
  • Penggunaan peralatan listrik yang tidak tepat

Jenis kebakaran yang melibatkan listrik termasuk dalam kebakaran kelas C. Sistem klasifikasi kebakaran menggunakan tanda huruf (A, B, C, D, K) untuk menunjukkan jenis bahan yang terlibat dalam kebakaran. Klasifikasi kelas kebakaran dan bahan pemicunya adalalah sebagai berikut:

  • Kelas A: Kebakaran pada bahan padat, seperti kayu, karet, kertas, dan kain.
  • Kelas B: Kebakaran pada bahan cair atau gas mudah terbakar, seperti bensin, minyak, atau pelarut organik.
  • Kelas C: Kebakaran yang melibatkan komponen listrik atau peralatan listrik yang terhubung ke sumber daya listrik.
  • Kelas D: Kebakaran pada logam mudah terbakar, seperti magnesium, natrium, dan titanium.
  • Kelas K: Kebakaran pada lemak atau minyak yang digunakan dalam dapur komersial.

Kebakaran kelas C membutuhkan jenis APAR untuk listrik khusus karena karakteristik unik dari api. Situasi ini memiliki risiko tambahan dan bisa menyebabkan bahaya yang berbeda jika dibandingkan dengan kebakaran biasa, seperti bahaya kejut listrik.

jenis apar untuk listrik sesuai standar

Jangan menggunakan air untuk memadamkan kebakaran kelas C! Loh, kenapa? Bukankah air bisa memadamkan api? Jangan salah, air adalah konduktor listrik yang baik. Ini artinya air bisa menghantarkan arus listrik dan meningkatkan risiko bahaya kejut listrik

Saat digunakan untuk memadamkan listrik, air bisa menyebabkan arus listrik mengalir melalui air. Bahkan, arus listrik bisa mengenai tubuh seseorang yang mencoba memadamkan api dengan air. Hal ini bisa mengakibatkan kejut listrik yang berpotensi fatal.

Jenis APAR untuk Listrik dan Cara Kerjanya

Agar lebih aman dari bahaya kebakaran listrik, menyediakan APAR adalah solusi yang tepat. Ini karena APAR dirancang khusus agar bisa memadamkan kebakaran listrik dengan aman dan efektif. Lalu, apa saja jenis-jenis APAR yang efektif untuk kebakaran listrik?

1. APAR CO2

APAR yang menggunakan bahan pemadam gas Carbon Dioxide (CO2) juga sangat cocok untuk memadamkan kebakaran listrik. CO2 adalah gas yang tidak bersifat menghantarkan listrik, sehingga bisa memadamkan api tanpa risiko bahaya kejut listrik.

Saat digunakan, CO2 yang keluar akan berubah menjadi gas dan menguap tanpa meninggalkan residu atau sisa. Ini membuat alat pemadam api CO2 sangat ideal untuk peralatan listrik yang sensitif karena tidak merusaknya seperti halnya serbuk kimia atau bahan lainnya.

Jenis APAR untuk listrik ini bekerja dengan cara menghilangkan oksigen pada area yang terbakar. Namun, gas CO2 bisa mengurangi konsentrasi oksigen di udara. Jadi, perlu digunakan secara hati-hati dan pastikan ada sirkulasi udara yang memadai, terutama di ruangan tertutup.

2. APAR Powder

jenis apar untuk listrik media powder garansi 5 tahun

APAR powder mengandung bahan kimia seperti phosphate yang bisa menghentikan rantai pembakaran. Saat dilepaskan ke area kebakaran, serbuk kimia akan menghalangi reaksi kimia dalam pembakaran, yaitu reaksi oksigen dengan panas dan bahan bakar.

Selain itu, jenis media APAR untuk listrik ini juga memiliki sifat mendinginkan, sehingga membantu menurunkan suhu pada area yang terbakar. Hal ini akan mengurangi energi termal yang diperlukan untuk mempertahankan pembakaran, sehingga api akhirnya padam.

Namun, APAR powder bisa meninggalkan residu dan debu setelah selesai pemadaman. Residu atau sisa serbuk kimia tersebut mungkin akan merusak peralatan listrik dan alat elektronik. Selain itu, penggunaan APAR powder juga memerlukan pembersihan lebih lanjut.

3. APAR Liquid Gas

Satu lagi jenis APAR untuk listrik yang direkomendasikan, yaitu APAR liquid gas. Jenis APAR ini menggunakan bahan pemadam berupa gas cair yang tidak menghantarkan listrik. Oleh karena itu, APAR liquid gas aman digunakan untuk kebakaran pada peralatan listrik.

Gas cair tidak merusak peralatan elektronik atau komponen listrik lainnya. Hal ini sangat penting dalam situasi dimana peralatan perlu diselamatkan setelah pemadaman kebakaran. Liquid gas akan menguap dengan cepat dan tidak meninggalkan residu atau sisa.

APAR liquid gas bekerja memadamkan api dengan cara menghilangkan oksigen di area kebakaran. Pastikan kamu memilih APAR liquid gas yang menggunakan bahan ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia serta hewan.

Lalu, Mana Jenis APAR untuk Listrik yang Paling Efektif?

Bicara mengenai jenis APAR untuk listrik, ketiga jenis APAR tersebut sebenarnya sama-sama efektif. Ini karena APAR powder, CO2, dan liquid gas sama-sama bisa memadamkan kebakaran kelas C atau kebakaran yang disebabkan oleh listrik.

Namun, penggunaan APAR powder untuk listrik kurang direkomendasikan. Kenapa? Karena APAR powder meninggalkan residu atau sisa. Residu APAR powder berupa serbuk kering yang mungkin bisa merusak peralatan listrik dan butuh waktu untuk membersihkannya.

jenis apar untuk listrik bahan ramah lingkungan

Jadi, APAR dengan bahan pemadam berupa gas seperti APAR CO2 dan APAR liquid gas lebih cocok untuk memproteksi area yang sensitif. Jika ingin lebih hemat, kamu bisa menggunakan APAR CO2 karena harganya lebih terjangkau dibanding APAR liquid gas.

Jenis APAR untuk listrik tersebut sangat cocok untuk memproteksi beberapa area berikut:

  • Ruang server dan pusat data
  • Laboratorium elektronik
  • Gudang peralatan listrik
  • Ruang kontrol elektrik
  • Ruang panel listrik

Harus Tau, Ini Cara Menggunakan APAR untuk Kebakaran Listrik!

Ketidaktahuan tentang cara menggunakan APAR bisa menyebabkan bahaya serius bagi kesehatan dan keselamatan pengguna. Kamu mungkin bisa terluka atau bahkan keracunan bahan pemadam akibat cara penggunaan APAR yang salah.

Oleh karena itu, kamu harus tahu bagaimana cara menggunakan jenis APAR untuk kebakaran listrik. Nah, teknik menggunakan APAR sendiri disebut dengan PASS. Teknik PASS terdiri dari Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep. Prosedur penggunaan APAR adalah sebagai berikut:

  1. Pull: Tarik pin pengaman atau pin safety yang terletak di dekat pegangan APAR. Langkah ini bertujuan untuk membuka pengunci atau memecah segel APAR.
  2. Aim: Arahkan ujung nozzle atau ujung selang APAR ke area kebakaran. Pastikan untuk memegang bagian tersebut dengan kuat agar bisa menahan tekanan ketika media APAR keluar bersama gas bertekanan tinggi.
  3. Squeeze: Tekan kedua tuas APAR dengan kuat untuk mengeluarkan bahan pemadam api dari dalam tabung. Pastikan untuk tetap menekan tuas sepenuhnya selama proses pemadaman menggunakan jenis APAR untuk listrik tersebut berlangsung.
  4. Sweep: Geser nozzle atau aliran bahan pemadam api dari satu sisi ke sisi lainnya pada area yang terbakar. Gerakan seperti ini akan memastikan bahwa bahan pemadam bisa merata dan mencakup ke seluruh area kebakaran.

cara menggunakan jenis apar untuk listrik sesuai standar

Saat menggunakan semua jenis APAR untuk kebakaran listrik, pastikan untuk tetap tenang dan fokus. Jangan berdiri terlalu dekat dengan api, karena bisa terluka akibat panas atau api. Setelah pemadaman, pastikan bahwa area tersebut sudah aman dan bebas dari sisa-sisa api.

Latihan teknik PASS secara berkala sangat penting untuk meningkatkan keterampilan dalam menggunakan semua jenis APAR untuk listrik. Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan APAR akan memudahkan kamu untuk mengatasi kebakaran dalam situasi darurat.

Nah, itu dia penjelasan tentang jenis APAR untuk listrik yang aman dan efektif. Pastikan kamu menggunakan APAR berkualitas dan berlisensi resmi, seperti APAR DOB. Yuk, beli APAR DOB disini! Harga terjangkau dan pastinya bisa kirim ke seluruh Indonesia.

Fakta Menarik APAR CO2: Fungsi, Kelebihan & Cara Penggunaan

Alat pemadam api ringan (APAR) tersedia dalam beberapa jenis berdasarkan agen pemadam api yang digunakan. Salah satunya adalah APAR CO2. Apa fungsi alat pemadam api CO2 dan bagaimana cara menggunakannya? Yuk, simak penjelasannya.

Apa Itu APAR CO2?

APAR CO2 garansi 5 tahun

APAR CO2 adalah alat pemadam api ringan (APAR) yang menggunakan Carbon Dioxide (CO2) sebagai agen pemadam api. Umum digunakan untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan bahan-bahan yang sensitif terhadap air dan bahan kimia lainnya.

Alat pemadam api CO2 bekerja dengan cara melepaskan gas CO2 dari dalam tabung ketika handle ditekan. Media CO2 yang keluar dari tabung akan membentuk semburan berkecepatan tinggi yang mengalirkan gas ke sumber kebakaran.

Kelebihan APAR CO2 dari Jenis APAR Lain

Sebelum membeli alat pemadam api CO2, kamu harus mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangannya. Ya, setiap jenis APAR memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kelebihan alat pemadam api CO2 adalah sebagai berikut:

1. Efektif Memadamkan Kebakaran Kelas B dan C

APAR CO2 efektif untuk memadamkan kebakaran yang dipicu oleh bahan bakar cair (Kelas B) dan peralatan listrik (kelas C). CO2 akan menghilangkan oksigen (O2) yang dibutuhkan pada reaksi pembentukan api, sehingga api padam dengan cepat.

APAR CO2 ramah lingkungan

APAR CO2 banyak digunakan pada lingkungan yang terdapat bahan-bahan sensitif, seperti alat elektronik, peralatan listrik, dan bahan kimia berpotensi terbakar. Beberapa area yang bisa diproteksi dengan alat pemadam api CO2 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Klasifikasi Kelas Kebakaran A, B, C, D dan Media Pemadamnya

2. Tidak Menghantarkan Listrik

Carbon Dioxide (CO2) adalah gas non-konduktif yang tidak menghantarkan arus listrik. Alat pemadam api CO2 bisa jadi pilihan tepat untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan peralatan elektronik atau listrik yang masih terhubung ke sumber listrik.

3. Tidak Meninggalkan Residu

APAR CO2 harga ekonomis

Sebagai bahan pemadam api, CO2 tidak meninggalkan residu yang bisa merusak maupun mengotori lingkungan dan peralatan. Sangat cocok untuk area yang terdapat alat elektronik, mesin, dan bahan lain yang sensitif terhadap air atau bahan kimia.

Baca juga: APAR Cleant Agent, Si Penjinak Api Tanpa Residu

4. Reaksi Pemadaman Cepat

Saat APAR CO2 digunakan, gas CO2 akan dikeluarkan dengan kecepatan tinggi dari dalam tabung. Gas CO2 tersebut langsung mengarah ke titik atau area yang terbakar. Hal ini memungkinkan reaksi pemadaman api berlangsung cepat dan efektif.

Lalu, Apa Kekurangan Alat Pemadam Api Ringan CO2?

Salah satu kekurangan APAR CO2 adalah tidak efektif untuk memadamkan kebakaran kelas A, yaitu kebakaran benda padat seperti kertas, kayu, kain, karet, dll. CO2 tidak memiliki kemampuan membasahi dan mendinginkan bahan bakar padat tersebut.

APAR CO2 berkualitas tidak menimbulkan residu

Alat pemadam api CO2 juga tidak bisa memberikan perlindungan pasca pemadaman. Setelah kebakaran padam, tidak ada perlindungan yang diberikan. Ini artinya, masih ada risiko kebakaran ulang jika sumber bahan bakar masih ada.

Selain itu, CO2 merupakan gas yang berat dan bisa menumpuk pada ruangan tertutup. Hal ini bisa mengurangi oksigen yang dibutuhkan untuk bernafas. Jadi, sangat dibutuhkan ventilasi yang baik untuk memastikan keselamatan manusia.

Bagaimana Cara Menggunakan APAR CO2 yang Benar?

CO2 adalah jenis gas yang tidak memiliki warna dan bau. Pada konsentrasi tinggi, CO2 bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Paparan gas CO2 bisa menyebabkan kekurangan oksigen pada udara, sehingga berdampak pada kesehatan manusia.

APAR CO2 teruji lab damkar DKI jakarta

Oleh karena itu, penggunaan APAR CO2 harus dilakukan secara hati-hati. Kamu harus menggunakan alat pemadam api CO2 sesuai instruksi atau panduan yang diberikan oleh produsen. Cara menggunakan APAR CO2 adalah sebagai berikut:

  • Pastikan kamu berada di area yang aman. Evaluasi situasi kebakaran dengan cepat. Lalu, tentukan apakah kamu bisa menghadapi api tersebut dengan aman menggunakan APAR CO2 atau tidak.
  • Periksa kondisi visual untuk memastikan bahwa tidak ada kerusakan yang terjadi pada tabung pemadam CO2. Pastikan tekanan APAR pada manometer dalam rentang yang aman dan bagian segel tabung tidak rusak.
  • Pegang alat pemadam api CO2 pada posisi yang tepat. Pastikan kamu mengetahui dimana lokasi katup pelepas. Pastikan juga ada jalur evakuasi yang bebas dan kamu berada pada jarak yang aman dari titik api.
  • Lepaskan katup tabung APAR CO2. Pastikan arah semburan media CO2 menghadap ke sumber api. Aktifkan katup tersebut dengan cara memutar atau menarik pegangan yang sesuai.
  • Semburkan media CO2 dengan mengarahkan nozzle APAR ke sumber bahan bakar yang terbakar. Hindari mengarahkan semburan gas CO2 langsung ke orang atau hewan di sekitar.
  • Lakukan gerakan semprot dengan tegas dan terarah ke titik api.
  • Amati apakah api sudah padam atau melemah. Jika api belum sepenuhnya padam, ulangi langkah-langkah di atas.

Jika api terlalu besar dan tidak bisa dikendalikan menggunakan APAR CO2, segera lakukan evakuasi area dan panggil petugas pemadam kebakaran setempat. Setelah kebakaran terkendali, periksa APAR kembali untuk memastikan tidak ada kerusakan.

Kapan APAR CO2 Harus Diisi Ulang?

APAR CO2 isi ulang on site service

Untuk menjaga alat pemadam api CO2 tetap siap siaga dalam kondisi darurat, penting melakukan perawatan alat pemadam kebakaran tersebut. Salah satu perawatan yang harus kamu lakukan adalah isi ulang tabung pemadam.

Alat pemadam api CO2 harus diisi ulang saat tabungnya sudah kehabisan gas CO2 setelah digunakan. Jika tekanan turun di bawah standar, alat pemadam api CO2 juga perlu diisi ulang. Jadi, sangat penting untuk memeriksa tekanan APAR CO2 secara teratur.

Kondisi yang mengindikasikan bahwa alat pemadam api CO2 harus segera diisi ulang adalah sebagai berikut:

  • Ada tanda-tanda kerusakan pada tabung APAR, seperti korosi, karat, dan kebocoran.
  • Tekanan dalam tabung turun di bawah standar yang ditentukan pada saat melakukan inspeksi APAR rutin.
  • APAR sudah pernah digunakan sebelumnya untuk pemadaman kebakaran. Terlepas dari sebanyak jumlah gas CO2 telah dikeluarkan, APAR harus tetap diisi ulang untuk memastikan kesiapannya dalam menghadapi kebakaran.

APAR CO2 refill on site service

Idealnya, isi ulang dan pengujian tabung APAR harus dilakukan oleh penyedia layanan pemadam kebakaran yang terlatih. Mereka memiliki peralatan lengkap dan pengetahuan terkait pemeriksaan dan pengisian ulang tabung APAR dengan aman.

Bromindo adalah solusi yang tepat bagi kamu yang membutuhkan layanan isi ulang tabung APAR. Nikmati layanan refill APAR on site service yang akan memudahkanmu untuk refill APAR secara praktis dan hemat biaya.

Jika ingin memproteksi area yang sensitif terhadap air atau bahan kimia lainnya, maka APAR CO2 adalah pilihan yang tepat. Pastikan kamu menggunakan alat pemadam api CO2 yang berkualitas dan teruji.

Selain APAR CO2, kamu mungkin juga perlu APAR powder yang multifungsi untuk mengatasi kebakaran kelas A, B, dan C. APAR Powder DOB siap bantu kamu melawan kebakaran secara efektif dan efisien. Yuk, beli APAR powder DOB DISINI.

Kenali Berbagai Jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

cara menggunakan apar yang benar menurut jenis jenisnya

Alat pemadam api ringan (APAR) terdiri dari beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda. Jenis alat pemadam api ringan dibedakan berdasarkan media pemadam kebakaran yang digunakan, sistem kerja, dan kapasitasnya.

Jenis Alat Pemadam Api Ringan Berdasarkan Media yang Digunakan

Tahukah kamu, media pemadam api yang ada di dalam tabung APAR berbeda-beda? Lalu, ada berapa jenis isi APAR? Isi media APAR yang umum digunakan di Indonesia ada empat macam, yaitu media powder, CO2, foam, dan liquid gas.

1. Jenis Alat Pemadam Api Powder

jenis alat pemadam api ringan powder berkualitas

Dry chemical powder adalah salah satu media pemadam kebakaran paling banyak digunakan. Hal ini karena media powder serbaguna untuk mengatasi hampir semua kelas kebakaran, yaitu kebakaran kelas A, B, dan C

APAR Powder mampu memadamkan api dengan cara smothering, yaitu menyelimuti bahan yang terbakar, sehingga tidak bisa mendapatkan pasokan oksigen yang merupakan unsur penting dalam terbentuknya api.

Baca juga: Cara Kerja Alat Pemadam Api Ringan Berdasar Segitiga Api

2. Jenis Alat Pemadam Api Foam

APAR Foam menggunakan media campuran air dan surfaktan soda yang disebut dengan Aqueous Film Forming Foam (AFFF). Saat media disemprotkan keluar dari tabung, maka akan terbentuk busa yang mampu memadamkan api.

Jenis media ini mampu memadamkan kebakaran dengan cara mengisolasi titik api dari oksigen dan mendinginkan suhu panas di sekitarnya. Jens alat pemadam api ringan media foam bisa digunakan untuk mengatasi kebakaran kelas A dan B.

3. Jenis Alat Pemadam Api CO2

jenis alat pemadam api ringan media co2 kualitas terbaik

Jenis alat pemadam api ringan juga ada yang menggunakan media gas Carbon Dioxide (CO2). Gas CO2 mampu memadamkan api dengan cara mengisolasi oksigen serta mengurangi panas pada titik kebakaran. 

Alat pemadam api CO2 merupakan jenis APAR clean agent karena tidak meninggalkan residu. Cocok untuk memproteksi ruang panel listrik, laboratorium, ruang komputer, dll. Fungsi APAR CO2 adalah untuk mengatasi kebakaran kelas B dan C.

4. Jenis Alat Pemadam Api Liquid Gas

APAR liquid gas bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C. Media liquid gas bersifat clean agent karena tidak meninggalkan residu setelah digunakan. Liquid gas juga ramah lingkungan dan aman bagi manusia.

Jenis APAR ini cocok untuk memproteksi area yang tidak bisa dipoteksi dengan media lain, seperti air. Alat pemadam api liquid gas cocok untuk ruang komputer, ruang panel listrik, ruang arsip, laboratorium, dapur, rumah sakit, dll. 

Baca juga: Klasifikasi Kelas Kebakaran dan Media Pemadamnya

Jenis APAR Berdasarkan Sistem Kerjanya

Alat pemadam api ringan (APAR) juga dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan sistem kerja yang digunakan. Kedua jenis sistem kerja APAR adalah stored pressure system dan cartridge pressure system. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

1. Jenis APAR Stored Pressure System

jenis alat pemadam api ringan stored pressure system

Ciri khas dari APAR stored pressure system adalah media pemadam api dan gas pendorongnya berada dalam satu tabung yang sama. Besar kecilnya tekanan yang keluar dari tabung APAR tersebut bisa kita tentukan melalui handle atau tuas APAR. 

Jenis alat pemadam api ringan ini dilengkapi dengan pressure gauge. Fungsinya untuk memastikan berapa tekanan tabung APAR. Jarum manometer harus berada di warna hijau yang menunjukan tekanan normal 13 – 18 bar.

2. Jenis APAR Cartridge Pressure System

jenis apar cartridge pressure system

Cartridge pressure system merupakan jenis alat pemadam api ringan yang gas bertekanannya terpisah dari media pemadamnya. Dengan kata lain, tekanan tersebut tidak bercampur langsung dengan media yang ada di dalam tabung APAR.

Tekanan pada APAR ini tersimpan pada sebuah cartridge khusus. Cara kerja sistem ini yaitu dengan merobek membran pada cartridge, sehingga tekanan gas dapat mengalir ke dalam tabung pemadam dan membawa media keluar.

Baca juga: Perbedaan APAR Stored Pressure dan Cartridge Pressure System

Jenis Alat Pemadam Kebakaran Berdasarkan Kapasitasnya

Jika dilihat dari kapasitasnya, jenis alat pemadam api ringan memang berbeda-beda. Ada yang ukurannya kecil dan ada pula yang berukuran besar. Kapasitasnya sengaja dibuat berbeda supaya bisa digunakan sesuai kebutuhan.

1. Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

jenis apar berdasarkan kapasintasnya garansi 5 tahun

Sesuai namanya, jenis alat pemadam api ringan ini memiliki kapasitas yang ringan. Jenis APAR yang banyak digunakan di Indonesia berkapasitas 0,5 – 9 kg yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan tipe area yang diproteksi.

Untuk proteksi mobil atau kendaraan lainnya, disarankan menggunakan APAR mobil kapasitas 0,5 – 3 kilogram. Sementara untuk gedung bisa menggunakan APAR ukuran 2 – 9 kg sesuai tipe kawasan yang akan diproteksi.

Baca juga: Ukuran Tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

2. Alat Pemadam Api Berat (APAB)

jenis alat pemadam api ringan berkualitas

 Alat pemadam api berat (APAB) memiliki ukuran yang lebih besar dari APAR. APAB yang digunakan di Indonesia berkapasitas 20 – 100 kg. Jenis alat pemadam kebakaran ini dilengkapi dengan troli khusus untuk mempermudah mobilitasnya.

Berbeda dengan APAR bisa dioperasikan oleh satu orang, APAB setidaknya harus dioperasikan oleh 2 orang. APAB digunakan untuk memproteksi area yang luas dan berpotensi mengalami kebakaran besar, seperti pabrik dan pom bensin.

Nah, itu dia berbagai jenis alat pemadam api ringan beserta fungsinya. Pastikan kamu menggunakan APAR DOB karena terjamin kualitasnya dan ekonomis harganya. Yuk, beli APAR DOB untuk proteksi kebakaranmu sekarang!