Gak Perlu Pake Kartu, Checklist APAR Praktis Pakai Aplikasi di HP

checklist apar digital ada fitur notifikasi apar expired

Kita mungkin sudah sering dengar istilah APAR, yang kalo dijabarin itu singkatan dari Alat Pemadam Api Ringan. Nah, kali ini kita bakal ngomongin tentang yang namanya “checklist APAR”. Nggak usah bingung, kita bakal kupas satu-satu dan kenapa sih ini penting banget.

Apa Sih Checklist APAR Itu dan Kenapa Penting?

checklist apar sesuai permenaker

Checklist APAR itu kaya daftar pemeriksaan alat pemadam api ringan (APAR) buat memastikan kalo alat pemadam api kita siap tempur. Gampangnya, ini seperti daftar cek kesehatan buat si APAR. Kita cek dari segala sisi biar si pemadam api ini bener-bener oke dan bisa bekerja dengan maksimal.

Terus, kenapa kita harus peduli sama checklist APAR? Kita nggak pernah tau kapan bahaya kebakaran bisa dateng. Dengan ngecek APAR secara berkala, kita bisa yakin kalo pas momen darurat, si APAR ini beneran jadi pahlawan kecil yang siap ngelindungin kita.

Kalo APAR bocor atau rusak, gimana mungkin kita berharap dia bisa bantu kita saat kebakaran? Dengan checklis APAR, kita bisa ngecek apakah APAR dalam kondisi prima atau butuh perbaikan. Jika butuh perbaikan, maka bisa diperbaiki secepatnya.

APAR juga punya media pemadam api di dalamnya, bisa powder, CO2, liquid gas, atau foam. Pastiin bahan pemadamnya masih dalam kondisi bagus dan bisa dipercaya. Ngga mau kan, pas lagi kebakaran, eh malah pemadamnya nggak bisa dipake?

Selain itu, checklist APAR juga mencakup uji fungsi. Artinya, kita pastiin kalo tombol atau tuas pemadamnya bisa diandalkan. Bayangin kalo lagi darurat, eh ternyata APAR nggak bisa berfungsi dengan baik. Ngeri banget kan?

Dengan rajin ngecek APAR, kita ikut mencegah kejadian tragis akibat kebakaran. APAR yang siap pakai bisa menahan api sebelum petugas pemadam datang, jadi nggak akan terjadi kerugian besar.

Kejadian kebakaran nggak cuma membahayakan nyawa, tapi juga bisa ngerusak harta benda. Dengan APAR yang terawat melalui chechlist APAR rutin, kita bisa ikut menjaga lingkungan dan harta benda dari risiko kebakaran.

Jadi, pokoknya nih, penting banget deh untuk rajin nge-cek APAR. Kita nggak pernah tau kapan kebakaran bisa dateng, tapi minimal kita bisa siap dengan alat pemadam api ringan yang siap kerja. Jadi, yuk, jangan lupa buat cek APAR di sekitar kita!

Daftar Checklist Pemeriksaan APAR Biar Ready to Use Saat Dibutuhkan

Agar APAR selalu dalam kondisi siap pakai, kita perlu menjalankan inspeksi APAR secara berkala. Nah, mari kita simak apa saja checklist APAR yang penting untuk dipastikan.

1. Lokasi dan Aksesibilitas

checklist apar digital gratis pakai firecek

Pastikan APAR ditempatkan di tempat yang mudah dijangkau dan terlihat oleh semua orang. Periksa juga apakah ada penghalang atau barang-barang yang dapat menghambat akses langsung ke APAR. Pastikan tidak ada ya!

Baca juga: Cara Penempatan APAR yang Benar Menurut Permenakertrans

2. Label dan Petunjuk

Pada checklist APAR, periksa label APAR untuk memastikan informasi seperti tanggal pengisian ulang terakhir, jenis media pemadam api, dan instruksi penggunaan masih jelas dan terbaca dengan baik.

3. Pengecekan Visual

Pada form checklist APAR, ada pemeriksaan visual terhadap seluruh bagian APAR. Perhatikan apakah terdapat kerusakan atau tanda-tanda keausan. Pastikan selang dan nozzle APAR dalam kondisi baik dan tidak ada penyumbatan.

4. Tekanan Pada Tabung

checklist apar digital notifikasi agenda inspeksi otomatis

Periksa tekanan pada tabung APAR! Pastikan jarum pada manometer berada dalam batas normal atau berada di area warna hijau, biasanya 13 – 18 bar. Pastikan tidak ada kebocoran pada tabung atau komponen lainnya.

Baca juga: Cara Membaca Jarum Pressure Gauge APAR yang Benar

5. Pin Safety

Pastikan segel keselamatan atau pin safety pada APAR tidak rusak atau terputus. Segel yang utuh menunjukkan bahwa APAR belum pernah digunakan atau diservis. Periksa apakah pin pengaman dapat dengan mudah dicabut saat diperlukan.

6. Selang APAR

Komponen selang APAR juga perlu dicek secara berkala pada checklist APAR. Pastikan tidak tersumbat, rusak, retak, atau mengalami masalah lainnya. Masalah tersebut bisa menyebabkan proses pemadaman kebakaran dengan APAR gagal dilakukan.

7. Isi Ulang APAR

Cek apakah APAR butuh diisi ulang. Setiap alat pemadam api memiliki masa kadaluarsa APAR yang berbeda tergantung merk dan bahan pemadam api yang digunakan. Jika sudah mendekati masa expired, segera jadwalkan isi ulang pada form checklist APAR.

Baca juga: Cara Cek APAR Expired Mudah Pakai Smartphone

Nggak Perlu Ribet Pakai Kartu APAR, Checklist APAR Kini Lebih Mudah dengan Smartphone

checklist APAR digital praktis pakai smartphone

Bayangkan jika kita bisa membuat checklist APAR tanpa repot-repot menulis manual, semuanya hanya dengan sentuhan jari di smartphone kita. Ini bukan lagi impian, melainkan kenyataan dengan bantuan Firecek, Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia.

Firecek adalah aplikasi inovatif yang diciptakan untuk memudahkan proses inspeksi dan manajemen alat pemadam api. Dengan menggunakan Firecek, kita bisa lebih efisien dalam menjalankan checklist APAR tanpa harus ribet dengan kartu manual atau tulisan tangan.

Aplikasi ini menyediakan banyak fitur canggih yang akan memudahkanmu untuk mengatur, memantau, dan melakukan inspeksi alat pemadam api. Nah, salah satu fitur utama dari aplikasi Firecek adalah fitur checklist APAR dan laporan digital.

1. Checklist Pengecekan APAR

Dengan Firecek, checklist APAR bisa diselesaikan lebih cepat dan akurat. Kita tinggal memilih APAR yang ingin diperiksa, lalu scan kode QR dengan Firecek. Aplikasi akan memberikan panduan langkah demi langkah inspeksi yang perlu dilakukan.

2. Notifikasi Agenda Inspeksi

Jangan khawatir lupa untuk melakukan pengecekan berkala. Firecek memiliki fitur reminder otomatis, sehingga kita selalu ingat untuk menjalankan checklist pada waktu yang ditentukan. Nantikan notifikasi jadwal inspeksi APAR di HP-mu.

3. Laporan Inspeksi Digital

Kalau pakai Firecek, kamu bisa melupakan urusan mencatat hasil inspeksi secara manual. Firecek memungkinkan kita membuat laporan hasil pengecekan APAR dengan cepat dan tepat langsung melalui smartphone. Laporan juga bisa diunduh dan dibagikan.

Canggihnya lagi, Firecek juga memungkinkan pengguna untuk menyertakan foto sebagai bukti hasil checklist APAR. Ini sangat berguna untuk dokumentasi dan pemantauan lebih lanjut. Jadi, laporan pengecekan lebih lengkap karena disertai foto sebagai bukti.

Dibandingkan metode konvensional yang memerlukan waktu lebih lama dan menyulitkan pencatatan, Firecek jelas lebih cepat dan efisien. Dengan Firecek, manajemen APAR bisa lebih terorganisir. Data pengecekan tersimpan dengan rapi dan bisa diakses kapan saja.

Data hasil pengecekan tersedia online dan bisa diakses kapan saja. Tidak perlu khawatir kehilangan kartu atau lembaran manual. Firecek memastikan keamanan data dengan enkripsi yang kuat, sehingga informasi mengenai APAR tetap aman.

Dengan Firecek, checklist APAR bukan lagi pekerjaan yang melelahkan. Semua proses dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan tanpa ribet. Tinggal buka smartphone, pilih APAR, jalankan checklist, dan selesai!

Checklist Inspeksi APAR Berkala Tidak Terlaksana? Ikut Cek APAR Gratis Bareng Bromindo Aja!

cek apar gratis selama 5 tahun

Inspeksi berkala APAR adalah langkah kritis untuk memastikan bahwa alat pemadam di sekitar kita selalu dalam kondisi siap pakai. Dengan inspeksi rutin, kita bisa mendeteksi masalah potensial sejak dini dan mencegah kegagalan fungsi APAR saat darurat.

Namun, banyak perusahaan kecil yang tidak punya tim khusus untuk menangani inspeksi APAR, sehingga seringkali jadwal inspeksi terlupa. Tim yang sebetulnya sudah ada pun seringkali sibuk dengan tugas-tugas lainnya, sehingga inspeksi menjadi terlupakan.

Nah, jangan khawatir lagi, karena Bromindo hadir dengan solusi layanan Cek APAR Gratis Sampai 5 Tahun. Dengan layanan ini, tim Bromindo akan menangani inspeksi APAR secara profesional dan berkala, sehingga agenda inspeksi tidak terlupakan.

Keuntungan Layanan Cek APAR Gratis Bromindo:

  • Inspeksi Rutin: Bromindo akan menjadwalkan checklist inspeksi APAR secara berkala setiap 6 bulan sekali.
  • Teknisi Profesional: Tim teknisi yang berpengalaman akan menangani pengecekan APAR, memastikan bahwa setiap bagian berfungsi dengan baik.
  • Layanan Gratis 5 Tahun: Manfaatkan layanan cek APAR gratis selama 5 tahun, tanpa biaya tambahan.
  • Langsung Datang ke Lokasi: Tidak perlu repot-repot membawa tabung APAR, tim teknisi kami yang akan datang ke kantormu untuk melakukan inspeksi APAR di tempat.

Bromindo mengerti betapa pentingnya APAR yang berfungsi dengan baik saat darurat. Dengan layanan cek APAR gratis ini, perusahaan dapat memastikan bahwa APAR mereka selalu dalam kondisi prima ketik dibutuhkan.

Jadi, tak perlu lagi khawatir tentang jadwal inspeksi dan checklist APAR terlewatkan. Ikut Layanan Cek APAR Gratis dari Bromindo, pastikan APAR selalu siap menjaga keamanan tempat kerja kita! Baca syarat dan ketentuan cek APAR gratis dari Bromindo DISINI.

Cara Menggunakan APAR yang Benar Biar Api Cepat Padam

cara menggunakan apar yang benar sesuai standar

Memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah langkah awal dalam pencegahan kebakaran. Dan mengetahui cara menggunakan APAR yang benar adalah kunci untuk memastikan keselamatan.

Penggunaan APAR yang tidak tepat tidak hanya tidak efektif dalam memadamkan api, tetapi juga bisa berbahaya. Mari kita bahas cara menggunakan APAR yang benar agar kamu siap dalam menghadapi situasi darurat.

Nggak Boleh Sembarangan, Kamu Harus Tau Cara Menggunakan APAR yang Benar!

cara menggunakan apar yang benar dengan teknik pass

Dalam menghadapi kebakaran, memiliki APAR adalah langkah awal yang baik. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah perangkat yang digunakan untuk memadamkan atau mengendalikan api kecil, sebelum membesar dan sulit dikendalikan.

Dalam situasi kebakaran, setiap detik sangat berharga. Mengetahui cara menggunakan APAR yang benar memungkinkan respons cepat sebelum bantuan profesional tiba. Kecepatan ini krusial untuk menghindari kerusakan yang lebih besar.

Memahami cara menggunakan APAR yang benar memberikan kepercayaan diri dan ketenangan pikiran. Dalam situasi darurat, kepanikan bisa memperburuk kondisi. Pengetahuan tentang penggunaan APAR yang benar membantu menjaga ketenangan dan fokus pada penanganan situasi.

Penggunaan APAR yang salah tidak hanya gagal memadamkan api, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya baru. Misalnya, menggunakan APAR air pada kebakaran listrik bisa berakibat fatal. Pengetahuan tentang jenis APAR dan cara menggunakan APAR yang benar sangat penting.

Di banyak tempat kerja, pengetahuan tentang penggunaan APAR adalah persyaratan keselamatan. Karyawan yang terlatih dalam menggunakan APAR memastikan lingkungan kerja yang lebih aman bagi semua.

Memiliki pengetahuan tentang cara menggunakan APAR yang benar tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Menjadi orang yang bisa diandalkan dalam situasi darurat memiliki nilai yang tak ternilai.

Memahami cara menggunakan APAR yang benar dalam situasi darurat adalah keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu. Jadi, investasikan waktu untuk belajar menggunakan APAR, karena pengetahuan ini bisa sangat berharga saat dibutuhkan.

Cara Menggunakan APAR yang Benar Sesuai SOP Agar Aman & Efektif

Pernah nggak sih, kamu menghadapi situasi kebakaran, tapi bingung gimana cara menggunakan APAR yang benar. Alat pemadam api yang sudah disediakan jadi sia-sia karena tidak ada yang bisa menggunakannya.

Nah, biar alat pemadam api tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya, kamu harus bisa menggunakannya. Berikut ini adalah beberapa langkah dan cara menggunakan APAR yang benar agar aman dan efektif untuk memadamkan api:

1. Kenali Jenis APAR

cara menggunakan apar yang benar menurut jenis jenisnya

Sebelum menggunakan APAR, penting untuk mengetahui jenisnya terlebih dahulu. Kenapa? Karena setiap jenis memiliki cara penggunaan yang berbeda. Berdasarkan jenis media pemadam, APAR terdiri dari beberapa jenis, seperti powder, CO2, foam, dan liquid gas.

Contohnya, APAR powder efektif untuk kebakaran kelas A, B, dan C, sedangkan APAR CO2 lebih cocok untuk kebakaran kelas B dan C. Jadi, pastikan kamu menggunakan jenis APAR yang tepat sesuai situasi kebakaran yang terjadi.

2. Ikuti Langkah P.A.S.S.

Metode P.A.S.S. (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) adalah cara standar menggunakan APAR yang benar. Menggunakan APAR dengan metode ini akan memastikan api cepat padam dan tentunya aman bagi pengguna APAR tersebut.

  • Pull (Tarik): Tarik pin pengaman pada APAR untuk membuka kunci.
  • Aim (Arahkan): Arahkan nozzle atau selang APAR ke dasar api, bukan ke atas nyala api.
  • Squeeze (Tekan): Tekan tuas atau handle APAR untuk melepaskan bahan pemadam.
  • Sweep (Sapu): Gerakkan nozzle secara menyapu dari satu sisi ke sisi lain, fokus pada dasar api.

3. Jaga Jarak yang Aman dari Api

Penting untuk menjaga jarak yang aman saat menggunakan APAR. Jarak yang disarankan adalah sekitar 3-5 meter dari api. Jika api terlalu besar atau tidak terkendali, segera meninggalkan area dan meminta bantuan.

4. Periksa APAR Secara Berkala

cara menggunakan apar yang benar dengan inspeksi rutin

Pastikan APAR-mu dalam kondisi baik dan siap pakai. Periksa tekanan, pastikan tidak ada kerusakan fisik, dan perhatikan tanggal kadaluarsa. APAR yang tidak berfungsi dengan baik bisa menjadi bahaya tambahan dalam situasi darurat.

Baca juga: Cara Cek APAR Expired Lebih Praktis Pakai Smartphone

5. Latihan dan Edukasi

Mengetahui teori cara menggunakan APAR yang benar memang penting, tetapi praktik dan latihan membuat kamu lebih siap. Ikuti pelatihan penggunaan APAR terkait pentingnya keselamatan kebakaran dan cara menggunakan APAR sesuai standar.

Jangan Terlalu Dekat, Ini Jarak yang Aman Saat Menggunakan APAR

Dalam situasi kebakaran, penggunaan APAR dapat menjadi langkah krusial untuk mencegah penyebaran api. Namun, sering kali pengguna tidak menyadari pentingnya menjaga jarak yang aman saat menggunakan APAR.

Jarak yang tidak tepat tidak hanya mengurangi efektivitas APAR, tetapi juga dapat membahayakan pengguna. Saat menghadapi api, insting alami kita mungkin mengatakan untuk mendekat sebisa mungkin. Namun, ini bisa berbahaya.

cara menggunakan apar yang benar dengan jarak aman

Jarak yang aman penting untuk beberapa alasan:

  • Mencegah Bahaya Terhadap Diri Sendiri: Mendekat terlalu dekat ke api meningkatkan risiko luka bakar dan inhalasi asap.
  • Meningkatkan Efektivitas Pemadaman: Jarak yang tepat memungkinkan bahan pemadam menyebar dan bekerja lebih efektif terhadap api.

Lalu, berapa jarak yang aman direkomendasikan? Jarak yang aman saat menggunakan APAR adalah 3-5 meter dari titik api. Pada jarak ini, bahan pemadam api bisa mencapai titik api dengan baik dan pengguna terhindar dari jilatan api.

Dalam situasi darurat, mengukur jarak dengan tepat mungkin sulit. Sebagai aturan umum, mulailah dari jarak yang aman (3-5 meter) dan dekati secara bertahap sambil memantau reaksi api. Jika api mereda, terus gunakan APAR dari jarak tersebut.

Jika tidak, dekati sedikit lagi dengan hati-hati. Pertimbangkan arah angin dan ventilasi saat menggunakan APAR. Angin yang kuat atau ventilasi buruk dapat menyebarkan api atau membuat bahan pemadam tidak efektif.

Menjaga jarak yang aman saat cara menggunakan APAR yang benar sangat penting untuk efektivitas pemadaman dan keamanan pribadi. Selalu mulai dari jarak yang aman dan sesuaikan sesuai dengan situasi. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.

5 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menggunakan APAR

Cara menggunakan APAR yang benar adalah kunci untuk memastikan keberhasilan dalam mengatasi api kecil. Namun, seringkali karena kurangnya pengetahuan atau kesalahan saat panik, penggunaan APAR tidak efektif.

Berikut adalah lima kesalahan umum yang harus dihindari saat menggunakan APAR.

1. Tidak Membaca Instruksi Terlebih Dahulu

Kesalahan paling umum adalah tidak membaca instruksi yang tertera pada APAR. Setiap APAR memiliki cara penggunaan yang spesifik. Luangkan waktu untuk membaca dan memahami instruksi tersebut, bahkan sebelum keadaan darurat terjadi.

2. Menggunakan APAR yang Salah untuk Jenis Api

cara menggunakan apar yang benar sesuai kelas kebakaran

Tidak semua APAR cocok untuk setiap jenis api. Misalnya, APAR dengan bahan powder cocok untuk api kelas A, B, dan C. Sedangkan APAR CO2 lebih cocok untuk api yang melibatkan peralatan listrik.

Cara menggunakan jenis APAR yang tidak benar bukan hanya kurang efektif, tetapi juga bisa memperparah kebakaran. Contohnya, APAR foam yang digunakan untuk mengatasi kebakaran listrik karena media mengandung air yang bersifat konduktif.

Baca juga: APAR untuk Kebakaran Listrik yang Aman dan Efektif

3. Arahkan Semprotan ke Nyala Api, Bukan ke Dasar Api

Banyak orang secara instingtif menyemprotkan APAR ke nyala api, bukan ke dasar atau sumber api. Cara menggunakan APAR yang seperti ini tidak benar. Selalu arahkan semprotan ke dasar api untuk memutus sumber api.

4. Tidak Menjaga Jarak yang Aman

Berdiri terlalu dekat saat menyemprotkan APAR bisa berbahaya. Jarak yang aman dari titik api adalah 3-5 meter. Jarak yang tepat memungkinkan bahan pemadam untuk menyebar dan bekerja secara efektif, sekaligus menjaga keselamatan pengguna.

5. Tidak Memeriksa APAR Secara Berkala

APAR yang tidak terawat atau kadaluarsa bisa gagal saat dibutuhkan. Penting untuk memeriksa APAR secara berkala, termasuk tekanan, kondisi tabung, dan tanggal expired. APAR yang tidak berfungsi dengan baik sama sekali tidak berguna dalam situasi darurat.

Gimana, sudah paham kan gimana cara menggunakan APAR yang benar? Biar lebih siap, kamu bisa mengikuti training APAR dari Bromindo yang dipandu oleh teknisi profesional. Ada pertanyaan atau mau konsultasi? Hubungi kontak kami.

Penggunaan APAR di Rumah Sakit yang Aman Bagi Pasien & Staf

penggunaan apar di rumah sakit sesuai prosedur

Rumah sakit menjadi salah satu area publik yang cukup rawan mengalami kebakaran. Untuk mengatasi risiko kebakaran secepatnya, penggunaan APAR di rumah sakit dan peralatan pemadam kebakaran lainnya sangat penting.

Mengapa Penggunaan APAR di Rumah Sakit Sangat Penting?

penggunaan apar di rumah untuk keselamatan pasien dan staf

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah sebuah alat yang dirancang untuk memadamkan api pada tahap awal atau api skala kecil. Sebelum api menjadi lebih besar dan sulit dikendalikan, sehingga risiko kerugian bisa diminimalisir.

Penggunaan APAR di rumah sakit sangat penting karena rumah sakit adalah lingkungan yang rentan terhadap kebakaran. Risiko ini dapat menyebabkan dampak serius terhadap keamanan pasien, staf medis, serta fasilitas dan peralatan medis.

Manfaat dan pentingnya APAR di rumah sakit adalah sebagai berikut:

  • Keselamatan staf dan pasien
  • Perlindungan fasilitas dan peralatan medis
  • Kepatuhan terhadap standar keselamatan
  • Evakuasi yang aman
  • Pemadaman cepat dan efektif

Terjadinya kebakaran dapat menyebabkan ancaman langsung terhadap keselamatan pasien dan staf medis. APAR dapat membantu mengendalikan kebakaran pada tahap awal, memberikan waktu bagi evakuasi, dan mencegah penyebaran api.

Rumah sakit menyimpan peralatan medis berharga dan fasilitas sensitif, seperti ruang operasi dan unit perawatan intensif. Kebakaran dapat merusak peralatan medis dan fasilitas yang kritis. APAR membantu melindungi investasi tersebut.

Proses medis seperti sterilisasi alat-alat medis menggunakan bahan kimia yang mudah terbakar. Serta aktivitas seperti penggunaan laser atau peralatan bedah juga dapat menciptakan panas dan menyebabkan kebakaran jika tidak dioperasikan dengan benar.

Kebakaran di rumah sakit dapat mengakibatkan situasi darurat yang memerlukan evakuasi cepat dan teratur. APAR membantu menciptakan kondisi yang memungkinkan evakuasi yang aman dengan mengendalikan kebakaran dan mengurangi risiko.

Penggunaan APAR di rumah sakit bukan hanya tentang kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga mengenai keselamatan dan perlindungan nyata bagi semua individu yang berada di dalamnya.

Jenis APAR untuk Rumah Sakit yang Aman Bagi Pasien dan Staf Medis

Keselamatan di rumah sakit merupakan prioritas utama untuk melindungi pasien, staf medis, dan aset medis yang berharga. APAR menjadi elemen penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di lingkungan medis yang unik ini.

Memilih jenis APAR yang tepat sangat krusial untuk memastikan efektivitas dan keamanan dalam menghadapi berbagai risiko kebakaran di rumah. Berikut adalah beberapa jenis APAR yang cocok untuk rumah sakit:

1. APAR Liquid Gas

APAR dengan media liquid gas merupakan pilihan yang cocok untuk rumah sakit. Gas ini tidak meninggalkan residu dan tidak merusak peralatan medis. Penggunaan gas clean agent membantu melindungi investasi rumah sakit dalam peralatan medis canggih.

Media liquid gas tidak menurunkan kadar oksigen di udara, sehingga tidak mengganggu pernapasan dan kesehatan pasien yang berada di ruangan. Oleh karena itu, APAR liquid gas cocok untuk memproteksi ruang-ruang pasien di rumah sakit.

2. APAR CO2

APAR CO2 adalah alternatif lain yang efektif untuk pemadaman kebakaran di rumah sakit. Jenis APAR ini cocok untuk ruangan dengan peralatan elektronik, karena tidak meninggalkan residu.

Namun, penggunaan APAR CO2 di ruang pasien tidak disarankan. Hal ini karena gas CO2 dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen di udara dan mempengaruhi pasien serta staf medis yang mungkin berada di sekitar area kebakaran.

Gas CO2 dapat menyebabkan efek samping kesehatan seperti pusing, mual, atau bahkan kehilangan kesadaran jika terpapar dalam jumlah besar. Ini dapat menjadi masalah, terutama jika ada pasien atau staf medis yang sensitif terhadap gas CO2.

Karena sifatnya yang bisa mengganggu pernapasan, penggunaan APAR CO2 lebih cocok untuk beberapa area berikut di rumah sakit:

  • Ruang server dan pusat data
  • Laboratorium
  • Ruang peralatan elektronik
  • Ruang arsip dan dokumentasi
  • Ruang mesin atau utilitas
  • Ruang kontrol dan sistem elektrikal
  • Ruangan lain tanpa pasien

3. APAR Powder

penggunaan apar di rumah sakit yang aman

APAR powder efektif melawan kebakaran kelas A (bahan padat), kelas B (bahan cair/liquid), dan kelas C (gas). Di rumah sakit, dimana terdapat berbagai jenis material, APAR powder bisa menjadi pilihan yang tepat karena dapat menangani berbagai situasi kebakaran.

Powder memiliki daya pemadaman yang cepat. Hal ini penting di rumah sakit untuk mengurangi resiko perluasan kebakaran dengan segera. APAR powder juga memiliki kemampuan menjangkau area yang luas dan memiliki efektivitas yang tinggi.

Namun, penggunaan APAR powder di rumah sakit perlu pertimbangan. Setelah pemadaman, APAR powder akan meninggalkan residu yang sulit dibersihkan. Jadi harus ada perencanaan untuk mengatasi residu bubuk setelah penggunaan APAR powder.

Bagaimana Cara Penggunaan APAR di Rumah Sakit Saat Terjadi Kebakaran?

Kesehatan dan keselamatan adalah aspek utama dalam dunia rumah sakit. Untuk menghadapi keadaan darurat seperti kebakaran, pemahaman yang baik tentang cara menggunakan APAR di rumah sakit sangat penting.

Berikut adalah panduan penggunaan APAR di rumah sakit untuk memastikan respon yang cepat dan efektif dalam situasi darurat:

1. Identifikasi dan Evaluasi Jenis Kebakaran

Langkah pertama dalam penggunaan APAR di rumah sakit adalah identifikasi dan evaluasi jenis kebakaran. APAR memiliki label yang menunjukkan jenis kebakaran yang dapat diatasi. Pastikan APAR yang dipilih sesuai dengan jenis kebakaran yang terjadi.

2. Aktifkan Sistem Alarm Kebakaran

Segera setelah mendeteksi kebakaran, aktifkan sistem alarm kebakaran untuk memberitahu semua orang di rumah sakit terkait adanya risiko kebakaran. Hal ini penting agar semua orang bisa memulai prosedur evakuasi jika diperlukan.

3. Pilih Jenis APAR yang Tepat

Pilih APAR yang sesuai dengan jenis kebakaran. Misalnya, APAR berjenis gas clean agent atau CO2 cocok untuk peralatan elektronik. Sementara itu, APAR foam dapat digunakan untuk kebakaran minyak dan lemak di dapur.

Baca juga: Jenis-Jenis APAR dan Kelas Kebakaran yang Diproteksi

4. Padamkan Api dengan Teknik PASS

penggunaan apar di rumah sakit yang aman

Sebelum mengaktifkan APAR, pastikan kamu berada di posisi yang aman. Pastikan jalur evakuasi tidak terhalang dan hindari asap atau panas yang berlebihan. Setelah itu, mulailah padamkan api dengan menerapkan teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep).

  • Pull: Tarik atau lepas pin safety pada handle APAR agar nantinya APAR bisa diaktifkan untuk mengeluarkan bahan pemadam.
  • Aim: Arahkan nozzle APAR ke basis api, bukan langsung ke nyala api. Ini membantu pemadaman yang lebih efektif.
  • Squeeze: Tekan tuas pemadam api dengan tegas untuk memulai penyemprotan pemadam. Pastikan untuk tetap tenang dan stabil selama proses ini.
  • Sweep: Gerakkan nozzle ke sisi-sisi dengan gerakan zig-zag untuk menyemprotkan pemadam api secara merata dan efektif.

5. Periksa Kembali & Laporkan Insiden

Setelah pemadaman, periksa kembali area kebakaran untuk memastikan bahwa tidak ada sumber api yang tersisa. Setelah kondisinya aman, laporkan insiden kebakaran kepada pihak berwenang dan petugas keamanan.

APAR di Rumah Sakit Harus Rutin Dirawat, Agar Siap Digunakan Saat Darurat

Apakah kamu merasa yakin bahwa APAR di rumah sakit tempatmu bekerja siap digunakan dalam situasi darurat? Keefektifan APAR tidak datang begitu saja. Perlu perawatan rutin agar siap digunakan saat darurat untuk memberikan respons yang cepat.

Seperti peralatan lainnya, APAR memerlukan perawatan untuk memastikan fungsi optimalnya. Inspeksi APAR secara teratur terhadap tekanan, segel, dan mekanisme pengaktifan akan memastikan APAR siap beraksi tanpa kendala.

penggunaan apar di rumah sakit yang aman

Jaga kesiapan APAR-mu dengan Firecek. Solusi praktis untuk memastikan APAR-mu dalam kondisi optimal. Firecek hadir untuk memberikan kamu kontrol penuh atas kondisi APAR dengan langkah-langkah pemeriksaan yang sederhana namun efektif.

Firecek adalah Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia yang memungkinkan kamu memeriksa keandalan APAR secara berkala. Fitur-fitur canggih pada Firecek memastikan APAR-mu siap digunakan kapanpun dibutuhkan.

Dengan petunjuk langkah demi langkah yang jelas, alat ini menghadirkan kepercayaan diri kepada pengguna untuk memeriksa APAR secara rutin tanpa kesulitan. Firecek bukan hanya alat, tapi juga investasi untuk keamanan rumah sakit di masa depan.

Dengan menjaga penggunaan APAR di rumah sakit tetap terawat dengan baik, maka akan meminimalkan risiko kebakaran serta memastikan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. Ada pertanyaan? Hubungi kontak kami untuk konsultasi.

Peraturan APAR Terbaru Pemerintah Indonesia Permenakertrans

peraturan apar terbaru di indonesia

Punya APAR saja nggak menjamin kamu bisa aman dari kebakaran. Kalau mau selamat dari bahaya kebakaran, APAR-mu harus dipasang dan dipelihara sesuai peraturan agar ready to use saat dibutuhkan. Lalu, apa peraturan APAR yang berlaku di Indonesia?

Peraturan APAR yang Berlaku di Indonesia, Apa Saja Ya?

Dalam rangka mensiap-siagakan penanganan kebakaran, maka setiap alat pemadam api ringan (APAR) harus memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja. Salah satu peraturan APAR yang berlaku di Indonesia adalah Permenakertrans No.4 Tahun 1980.

peraturan APAR cara pemasangan sesuai standar

Permenakertrans No.4 Tahun 1980 tentang apa? Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No PER.04/MEN/1980 Tahun 1980 membahas tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah serangkaian standar teknis yang mencakup berbagai produk dan layanan, termasuk APAR. Standar ini digunakan sebagai panduan dalam pengembangan, pengujian, dan pemeliharaan APAR di Indonesia.

SNI membantu memastikan bahwa APAR yang digunakan di Indonesia memenuhi persyaratan kualitas dan keselamatan. Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mengatur tentang alat pemadam api ringan meliputi:

  • SNI 03-3987-1995: Tata Cara Perencanaan, Pemasangan Pemadam Api Ringan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung Rumah dan Gedung.
  • SNI 03-3988-1995: Pengujian Kemampuan Pemadaman dan Penilaian Alat Pemadam Api Ringan.
  • SNI 19-0180-1987: Tabung Pemadam Api Portable dari Baja Karbon Rendah.

Selain SNI dan Permenakertrans, peraturan APAR lainnya adalah Undang-Undang No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Menurut UU tersebut, setiap kendaraan roda empat harus dilengkapi dengan fasilitas tanggap darurat, termasuk APAR.

Peraturan Pemasangan APAR Sesuai Permenakertrans No. 4 Tahun 1980

Apa saja syarat pemasangan APAR? Peraturan pemasangan APAR diatur dalam Pasal 4-10 Permenaker No. 4 Tahun 1980. Setiap APAR harus dipasang sesuai standar untuk memastikan efektivitas penggunaan alat pemadam api tersebut.

1. Posisi Mudah Dilihat dengan Jelas

Setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan (APAR) harus ditempatkan pada posisi yang mudah terlihat dengan jelas. Penempatan APAR juga harus mudah dicapai, diambil, dan disertai juga dengan tanda APAR.

2. Tanda Pemasangan APAR Berwarna Merah

peraturan APAR harus ada tanda pemasangan APAR

Tanda APAR berfungsi untuk menyatakan tempat alat pemadam api ringan yang dipasang di dinding. Bentuk tanda APAR adalah segitiga sama sisi dengan warna dasar merah. Tinggi pemberian tanda APAR 125 cm dari dasar lantai, tepat di atas APAR.

  • Ukuran sisi 35 cm
  • Tinggi huruf 3 cm berwarna putih
  • Tinggi tanda panah 7,5 cm berwarna putih

3. Harus Sesuai dengan Jenis dan Penggolongan Kebakaran

Pemasangan dan penempatan APAR harus sesuai dengan jenis dan kelas kebakaran yang berisiko di area yang diproteksi. Jenis APAR terdiri dari powder, foam, CO2, dan liquid gas yang dapat digunakan untuk mengatasi kelas kebakaran A, B, dan C.

  • APAR Powder: Kebakaran kelas A, B, C
  • APAR Foam: Kebakaran kelas A, B
  • APAR CO2: Kebakaran kelas A, C
  • APAR liquid gas: Kebakaran kelas A, C

4. Jarak APAR Tidak Lebih dari 15 Meter

Jarak antara satu APAR dengan alat pemadam api lainnya yang disarankan adalah tidak boleh melebihi 15 meter. Kecuali ada rekomendasi lain dari pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja sesuai dengan kondisi area yang diproteksi.

5. Dipasang Menggantung Pada Dinding

Peraturan pemasangan APAR juga mengharuskan alat pemadam api ditempatkan menggantung pada dinding dengan penguat sengkang atau konstruksi penguat lainnya. Bisa juga ditempatkan pada lemari atau box.

6. Tinggi 1,2 Meter dari Lantai

peraturan APAR permenakertrans

Berapa jarak penempatan APAR menurut Permenaker No 4 Tahun 1980? Pemasangan APAR harus sedemikian rupa, sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai.

Kecuali jenis CO2 dan dry chemical dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat, jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dan permukaan lantai.

7. Suhu Penempatan APAR Tidak Melebihi 49°C

Setiap APAR tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat yang suhunya melebihi 49°C atau turun sampai minus 44°C. Kecuali jika alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu di luar batas tersebut di atas.

Peraturan Pemeliharaan APAR Agar Ready To Use Saat Dibutuhkan

Pemeliharaan APAR sangat penting untuk memastikan bahwa alat ini bisa berfungsi dengan baik saat diperlukan dalam situasi darurat. Peraturan APAR tentang pemeliharaan bertujuan untuk memastikan alat pemadam ini siap digunakan sesuai standar keselamatan.

Di Indonesia, peraturan mengenai pemeliharaan APAR diatur dalam Pasal 11-23 Permenakertrans No. 4 Tahun 1980. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam peraturan pemeliharaan APAR:

1. Inspeksi APAR Rutin 6 Bulan Sekali

peraturan APAR permenaker dan SNI

APAR harus menjalani pemeriksaan rutin oleh petugas yang terlatih. Pemeriksaan APAR dilakukan secara berkala setiap 6 bulan sekali atau 2 kali setahun untuk memastikan bahwa APAR dalam kondisi baik dan siap digunakan.

Baca juga: 7 Cara Inspeksi APAR Sesuai Standar Permenaker

2. Penggantian Segel

Segel pada APAR harus selalu utuh. Jika segel rusak atau terbuka, APAR perlu segera diperiksa dan diperbaiki oleh petugas yang berwenang. Segel yang rusak dapat menunjukkan bahwa APAR telah digunakan atau telah rusak.

3. Pengisian Ulang Media Pemadam

APAR menggunakan berbagai jenis media pemadam, seperti powder, foam, atau gas. Media pemadam perlu diisi ulang secara teratur jika sudah memasuki masa kadaluarsa. Isi ulang APAR juga harus dilakukan jika alat pemadam api tersebut sudah pernah digunakan.

4. Periksa Tekanan Pressure Gauge

peraturan APAR inspeksi 6 bulan sekali

APAR yang menggunakan gas bertekanan harus dipastikan bahwa tekanan gas berada dalam kisaran sesuai standar. Tekanan yang tidak sesuai dapat mengurangi efektivitas APAR. Jadi, pastikan jarum manometer pada pressure gauge berada di green area (13-18 bar).

5. Pembersihan dan Perawatan

APAR perlu dijaga dalam kondisi bersih dan terjaga. Ini termasuk membersihkan APAR secara berkala dan memastikan bahwa tidak ada kerusakan fisik atau tumpahan bahan yang dapat mengganggu kinerjanya.

6. Pengujian Hydrostatic Tabung APAR

Hydrotest APAR perlu dilakukan secara berkala setiap 5 tahun untuk memastikan kondisi tabung APAR masih layak digunakan. Tabung APAR yang bocor, berkarat, atau mengalami kerusakan lain tidak boleh digunakan karena bisa berbahaya dan menurun efektifitasnya.

7. Dokumentasi Pemeliharaan APAR

Peraturan APAR juga mengharuskan pemilik atau pengguna APAR untuk mencatat semua hasil pemeriksaan, perawatan, dan penggantian media pemadam yang dilakukan. Rekam jejak ini penting untuk membuktikan bahwa APAR telah dirawat dengan baik dan teratur.

Apakah Pemasangan & Pemeliharaan APAR-mu Sudah Sesuai Peraturan?

Pemasangan dan pemeliharaan APAR yang sesuai dengan peraturan sangat penting dalam menjaga keselamatan dan melindungi properti serta aset dari bahaya kebakaran.

Dengan memastikan APAR ditempatkan dengan benar, mudah diakses, dan dalam kondisi yang baik, kita dapat meningkatkan keselamatan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Oleh karena itu, penting bagi individu, perusahaan, dan organisasi untuk memahami dan mematuhi peraturan seputar APAR serta menjalankan pemeliharaan dengan sungguh-sungguh.

Hal ini tidak hanya mematuhi hukum, tetapi juga membantu melindungi nyawa, aset, dan lingkungan. Jadi, pastikan APAR-mu dipasang dan dipelihara sesuai dengan peraturan! Pemasangan dan pemeliharaan APAR sesuai peraturan butuh keahlian khusus.

inspeksi APAR praktis dengan jasa kontrak servis APAR

Jika perusahaanmu tidak memiliki tim yang ahli di bidang ini sehingga tugas inspeksi APAR terlupakan, gunakan layanan contract service APAR Bromindo. Teknisi kami yang berpengalaman siap datang untuk melakukan inspeksi APAR di tempatmu.

Dengan layanan contract service APAR, alat pemadam api di tempatmu akan dicek rutin setiap 6 bulan oleh teknisi yang profesional. Jadi, bisa dipastikan kondisi APAR selalu baik dan siap digunakan saat darurat. Hubungi kontak kami untuk konsultasi layanan ini.

7 Cara Inspeksi Alat Pemadam Kebakaran Biar Siap Digunakan

checklist apar digital ada fitur notifikasi apar expired

Kamu punya APAR, tapi nggak pernah dicek atau diinspeksi? Wah, bahaya! Inspeksi APAR itu sangat penting untuk memastikan kondisinya baik, sehingga siap digunakan saat darurat. Lalu, bagaimana cara inspeksi alat pemadam kebakaran?

Kenapa Inspeksi Alat Pemadam Kebakaran Rutin Perlu Dilakukan?

cara inspeksi alat pemadam kebakaran standar NFPA

Alat pemadam api ringan (APAR) adalah alat pertahanan pertama yang digunakan untuk mengendalikan atau memadamkan kebakaran pada tahap awal sebelum situasinya semakin buruk.

Kebakaran bisa berkembang dengan cepat, bahkan hanya dalam hitungan detik saja. Memiliki APAR yang berfungsi dengan baik adalah kunci agar terhindar dari berbagai risiko kebakaran.

Bayangkan, jika APAR tidak pernah diperiksa, masalah pada tabung pemadam tidak bisa diatasi sejak awal. Akibatnya, APAR mungkin gagal memadamkan api saat darurat karena ada kerusakan yang tidak diketahui pengguna.

Untuk memastikan APAR berfungsi dengan baik, inspeksi secara berkala menjadi sebuah keharusan. Cara inspeksi alat pemadam kebakaran akan memastikan alat ini siap digunakan saat diperlukan.

Melalui kegiatan inspeksi APAR, kamu bisa mendeteksi masalah potensial serta mencegah kerusakan lebih lanjut. Ini termasuk memeriksa kebocoran, kelengkapan komponen, korosi pada perangkat, keretakan, dll.

Dengan mendeteksi masalah tersebut sejak awal, maka kamu bisa melakukan perbaikan atau penggantian komponen yang diperlukan. Ini akan memperpanjang umur APAR dan menghemat biaya penggantian yang mahal.

7 Cara Inspeksi Alat Pemadam Kebakaran Sesuai Standar NFPA & Permenaker

Cara inspeksi alat pemadam kebakaran harus dilakukan sesuai standar keselamatan NFPA dan Permenakertrans No.4 Tahun 1980. Beberapa poin yang tidak boleh dilewatkan saat melakukan inspeksi APAR adalah sebagai berikut:

1. Cek Kondisi Visual Tabung

Prosedur inspeksi APAR yang pertama adalah melakukan pemeriksaan secara visual. Langkah ini dilakukan dengan melihat secara seksama tabung APAR tersebut.

Cara inspeksi alat pemadam kebakaran ini bertujuan untuk memastikan tidak ada kerusakan fisik yang terlihat, seperti karat, keretakan, atau kebocoran. Selain itu, cek dan pastikan segel atau pin safety masih utuh.

2. Pastikan Tekanan APAR Normal

cara inspeksi alat pemadam kebakaran sesuai standar NFPA

Cara inspeksi alat pemadam kebakaran berikutnya adalah mengecek tekanan APAR. Pastikan tekanan pada tabung APAR berada pada rentang atau level yang sesuai.

Ini dapat dilihat dari jarum manometer APAR yang menunjuk ke green area (13-18 bar). Jika tekanan terlalu rendah, APAR mungkin tidak akan berfungsi dengan baik. Sebab, tidak ada tekanan yang cukup untuk mendorong media APAR keluar dari tabung.

3. Periksa Selang dan Nozzle

Komponen APAR berikutnya yang wajib dicek adalah selang dan nozzle. Pastikan selang APAR tidak retak dan terhubung dengan erat ke alat pemadam kebakaran tersebut.

Selain itu, pastikan juga bahwa nozzle APAR tidak rusak dan tersumbat. Peran nozzle sangat penting, yaitu untuk mengendalikan aliran bahan pemadam, jadi kondisinya harus baik.

4. Pastikan Tabung APAR Terisi Penuh

Saat melakukan cara inspeksi alat pemadam kebakaran, kamu juga harus memastikan tabung tersebut berisi bahan pemadam secara penuh. Jika tidak, APAR mungkin sudah pernah digunakan.

Meskipun ada sisa bahan pemadam, tabung APAR yang sudah pernah digunakan harus tetap diisi ulang. Kalau tidak, tekanan APAR bisa turun dan sisa media APAR mungkin tidak cukup untuk memadamkan api.

5. Cek Tanggal Kadaluarsa APAR

Tau nggak sih? APAR ternyata bisa kadaluarsa juga, loh! Pastikan tabung APAR-mu belum memasuki masa kadaluarsa. Jika sudah expired, ganti bahan pemadam dengan melakukan refill APAR.

Baca juga: Jasa Refill APAR On Site Service Garansi 5 Tahun

6. Pasang APAR Sesuai Standar

cara inspeksi alat pemadam kebakaran teknisi profesional

Setelah cara inspeksi alat pemadam kebakaran selesai dilakukan, kembalikan APAR ke tempat semula. Pastikan pemasangan APAR sesuai standar, yaitu dengan jarak 15-125 cm dari lantai.

Selain itu, pastikan ada tanda APAR di atasnya. Fungsi tanda APAR adalah untuk memberitahu pada orang-orang terkait keberadaan APAR tersebut, sehingga mudah ditemukan saat darurat.

7. Dokumentasikan Hasil Inspeksi

Saat melakukan inspeksi, penting untuk mendokumentasikan hasil inspeksi. Jadi, jangan lupa untuk mencatat semua temuan dan tindakan perbaikan yang dilakukan selama inspeksi.

Dokumentasi akan menjadi bukti bahwa inspeksi sudah dilakukan. Jika butuh data atau informasi tentang APAR tersebut, kamu juga bisa mencarinya dengan mudah.

Kapan dan Berapa Kali Pemeriksaan APAR Dilakukan?

cara inspeksi alat pemadam kebakaran setiap 6 bulan sekali

Cara inspeksi alat pemadam kebakaran harus dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisinya baik dan ready to use saat darurat. Lalu, kapan jadwal inspeksi APAR?

Kapan dan berapa kali pemeriksaan APAR perlu dilakukan telah diatur dalam Permenakertrans No.4 Tahun 1980 tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan.

Setiap alat pemadam api harus diperiksa dua kali dalam setahun, yaitu:

  • Pemeriksaan dalam jangka 6 bulan
  • Pemeriksaan dalam jangka 12 bulan

Jadi, APAR yang kamu miliki harus rutin diinspeksi setiap 6 bulan sekali. Jika saat pemeriksaan ditemui adanya masalah atau kerusakan, segera perbaiki atau ganti dengan komponen baru yang tidak cacat.

Dengan melakukan pemeriksaan rutin dua kali setahun, APAR-mu bisa diandalkan untuk mengatasi kebakaran. APAR yang berfungsi baik, akan memadamkan api dengan cepat dan efektif.

Baca juga: Cara Cek APAR Expired Paling Mudah Pakai Aplikasi Smartphone

SOP Inspeksi APAR Rutin Tidak Berjalan Gara-Gara Nggak Punya Tim? Pakai Layanan Contract Service APAR Aja!

APAR yang berfungsi baik adalah kunci untuk menjaga aset berharga yang kamu miliki. Namun, seringkali SOP inspeksi APAR rutin tidak berjalan karena tidak ada staff atau tim khusus yang bertanggung jawab menjalankan tugas ini.

Apakah kamu juga mengalami masalah yang sama? Jika tidak memiliki tim internal yang memadai, maka inilah saatnya untuk menggunakan layanan contract service APAR dari Bromindo. Apa sih contract service APAR itu?

cara inspeksi alat pemadam kebakaran praktis pakai jasa kontrak servis APAR

Contract Service APAR adalah layanan pengecekan dan pemeriksaan APAR yang dilakukan oleh tim profesional dan berpengalaman. Inspeksi ini mencakup pemeriksaan visual, uji tekanan, dan pemeriksaan teknis lainnya.

Bromindo akan mengirim tim profesional setiap 6 bulan sekali untuk memeriksa seluruh APAR yang ada di tempatmu. Tentu saja, seluruh proses inspeksi akan dilakukan sesuai prosedur dan standar keamanan yang berlaku.

Sangat praktis bukan? Keamanan bisnismu sudah pasti terjaga. Nggak perlu pusing mikirin jadwal inspeksi yang bolong-bolong, sehingga kamu bisa lebih fokus pada operasional utama bisnis.

Lebih menariknya lagi, kamu bisa menikmati layanan contact service dari Bromindo secara GRATIS, loh! Penasaran gimana caranya biar bisa dapetin layanan ini secara gratis? Cek syarat dan ketentuannya DISINI.

Biar Nggak Salah Pakai, Pahami Komponen APAR dan Fungsinya!

APAR menjadi senjata pertama yang bisa diandalkan ketika terjadi kebakaran. Pengetahuan tentang cara menggunakan APAR yang benar sangat penting. Memahami komponen APAR dan fungsinya akan membantu kita untuk bisa menggunakan APAR secara efektif.

Kenapa Sih Kita Harus Paham Komponen APAR dan Fungsinya?

Alat pemadam api ringan (APAR) adalah perangkat yang digunakan untuk memadamkan kebakaran pada tahap awal, sebelum api menjalar dan sulit dikendalikan. APAR terdiri dari berbagai komponen yang berperan untuk memastikan alat ini bisa berfungsi dengan baik.

Memahami bagian-bagian APAR sangat penting. Dengan memahami apa saja komponen APAR dan fungsinya, maka kamu sebagai pengguna bisa lebih siap untuk mengatasi situasi darurat tersebut dengan cepat dan aman.

komponen APAR dan fungsinya untuk pemadaman kebakaran

Mempelajari bagian APAR juga akan membantu kamu untuk menggunakan alat ini secara efektif. Kamu bisa memahami bagaimana media APAR keluar dari tabung, paham cara mengarahkan nozzle dengan benar, dan dapat mengoperasikan tuas APAR secara tepat.

Penggunaan APAR yang tidak tepat juga bisa menyebabkan kerusakan pada alat ini. Jika sudah paham komponen-komponen APAR, maka kamu bisa menghindari kesalahan yang bisa merusak alat pemadam tersebut, sehingga bisa digunakan dengan baik saat darurat.

Nah, karena alasan itulah sangat penting untuk memahami apa saja komponen APAR dan fungsinya. Ini sangat membantu kita agar bisa menggunakan APAR yang benar dan cepat. Terutama dalam situasi darurat dimana setiap detiknya sangat berharga.

Lalu, Apa Saja Komponen APAR dan Fungsinya?

Pemahaman tentang komponen APAR dan fungsinya sangat penting untuk penggunaan yang aman dan efektif. Setiap komponen APAR punya peran penting dalam proses pemadaman kebakaran. Bagian-bagian APAR dan fungsinya adalah sebagai berikut:

1. Tabung Pemadam

Tabung adalah bagian utama dari APAR yang berisi media atau bahan pemadam api. Media APAR bisa berupa powder, foam, liquid gas, atau CO2. Tabung pemadam juga berisi gas bertekanan agar media APAR bisa dikeluarkan secara efektif ketika diperlukan.

2. Hose/Selang

Selang APAR memiliki fungsi penting, yaitu memfasilitasi aliran bahan pemadam api dari tabung ke sumber api. Komponen APAR ini memungkinkan pengguna untuk mengarahkan aliran bahan pemadam api ke titik api secara efektif.

3. Nozzle

Nozzle merupakan bagian ujung dari selang APAR yang akan mengarahkan aliran bahan pemadam ke sumber api. Dengan menggerakkan nozzle, pengguna bisa mengalirkan media APAR secara tepat pada sumber api yang ingin dipadamkan.

4. Pressure Gauge

komponen apar dan fungsinya pressure gauge

Pressure gauge adalah alat pengukur tekanan pada APAR. Fungsi komponen ini adalah memberikan informasi kepada pengguna tentang tekanan di dalam tabung APAR. Tekanan APAR normal umumnya adalah 13 -18 bar yang ditunjukkan dengan warna hijau.

5. Handle/Tuas

Tuas APAR berfungsi sebagai alat pengoperasian yang digunakan untuk memulai aliran bahan pemadam api dari tabung. Ketika handle ditekan, maka bahan pemadam api di dalam tabung akan keluar melalui nozzle yang diarahkan ke titik api.

6. Bracket

Apakah fungsi bracket pada APAR? Fungsinya agar APAR bisa disimpan dengan aman dan stabil. Penggunaan bracket akan menghindari tabung terjatuh atau bergeser saat tidak digunakan. Ini akan memudahkan identifikasi dan pengambilan APAR saat dibutuhkan.

7. Pin Safety

Pin safety adalah komponen yang dirancang untuk mencegah aktivasi atau penggunaan APAR yang tidak disengaja. Selama pin safety masih terpasang, artinya APAR tersebut masih tersegel atau belum pernah digunakan, sehingga siap dipakai saat darurat.

8. Nozzle Holder

Nozzle holder merupakan komponen yang digunakan untuk melindungi dan menyimpan nozzle. Dengan meletakkan nozzle di holder, maka akan lebih rapi, bersih, dan aman. Ini memungkinkan pengguna untuk bisa mengakses APAR dengan cepat saat darurat.

Biar Siap Saat Darurat, Pelajari Cara Menggunakan APAR yang Tepat

Setelah memahami apa saja komponen APAR dan fungsinya, sekarang kamu bisa lebih mudah untuk mempelajari cara menggunakan APAR yang tepat. Hal ini penting agar kamu bisa menggunakan alat ini dengan cepat dan efektif dalam situasi darurat.

1. Evaluasi Situasi

Saat terjadi kebakaran, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah tetap tenang dan evaluasi situasi kebakaran tersebut. Pastikan kamu memahami kelas kebakaran yang terjadi agar bisa menggunakan jenis APAR yang efektif untuk memadamkannya.

2. Pilih Jenis APAR yang Sesuai

komponen apar dan fungsinya sesuai jenis jenis apar

Perlu diketahui bahwa jenis APAR yang digunakan bisa berbeda-beda tergantung pada jenis bahan bakar yang memicu kebakaran tersebut. Simak penjelasan kelas kebakaran dan APAR yang tepat untuk mengatasinya biar lebih paham terkait hal ini.

Baca juga: Fungsi APAR Jenis Powder dan Cara Menggunakannya

3. Periksa Kondisi APAR

Sebelum digunakan, periksa APAR terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya baik dan siap digunakan. Langkah ini mencakup pemeriksaan tekanan pada pressure gauge dan memastikan apakah pin safety masih terpasang atau tidak.

4. Tentukan Rute Pemadaman yang Aman

Pada saat mendekat ke titik api, lebih baik tentukan rute pemadaman yang aman terlebih dahulu. Kenapa? Ini penting agar kamu memiliki jalur evakuasi yang jelas jika ternyata situasinya semakin memburuk.

5. Atur Jarak yang Aman dari Titik Api

komponen APAR dan fungsinya serta cara menggunakannya

Saat menggunakan APAR, jangan terlalu dekat dari titik api. Jarak yang aman dan ideal adalah 3 – 5 meter dari titik api. Jika terlalu dekat, pengguna bisa cedera akibat terkena jilatan api. Jika terlalu jauh, media APAR mungkin tidak bisa mencapai titik api dengan baik.

6. Aktifkan APAR untuk Memadamkan Api

komponen APAR dan fungsinya serta cara menggunakan sesuai standar

Jika sudah berada di jarak yang tepat dari titik api, segera aktifkan APAR secepatnya. Cara menggunakan APAR yang tepat bisa dilakukan dengan Teknik PASS, yaitu pull, aim, squeeze, dan sweep. Biar lebih paham, berikut penjelasannya:

  • Pull: lepaskan pin safety yang masih terpasang pada APAR dengan cara menarik atau memutarnya.
  • Aim: Pegang ujung selang dengan kuat dan arahkan nozzle ke titik api yang akan dipadamkan.
  • Squeeze: Keluarkan bahan pemadam api dari dalam tabung dengan menekan handle atau tuas.
  • Sweep: Lakukan gerakan yang teratur dari sisi ke sisi seperti pola zig-zag untuk memastikan pemadaman yang merata.

7. Pantau Kebakaran

Setelah pemadaman dengan APAR selesai dilakukan, pantau kebakaran untuk memastikan bahwa api sudah benar-benar padam. Jika kebakaran tidak bisa dipadamkan dan situasi memburuk, segera evakuasi diri dari area kebakaran tersebut secepatnya.

Komponen APAR Rusak Saat Sedang Dibutuhkan? Cegah dengan Inspeksi Rutin Pakai Firecek

 komponen APAR dan fungsinya terintegrasi aplikasi pengecekan APAR

Kebakaran adalah situasi darurat yang bisa terjadi kapan saja. Untuk itu, kita harus siap menghadapinya kapan saja. APAR dapat diandalkan untuk menangani kebakaran di tahan awal sebelum situasi semakin memburuk.

Komponen APAR yang berfungsi dengan baik adalah kunci keberhasilan untuk memadamkan kebakaran. Inspeksi rutin memungkinkan kita untuk mendeteksi adanya kerusakan pada komponen APAR, seperti selang yang robek, tabung berkarat, dll.

Inspeksi APAR juga bertujuan untuk mengecek tekanan APAR. Pressure gauge perlu dicek secara teratur untuk memastikan tekanan di dalam tabung berada pada kisaran yang aman. Tekanan yang terlalu tinggi atau rendah bisa mengurangi efektivitas pemadaman.

 inspeksi komponen APAR dan fungsinya pakai HP

Untuk melakukan inspeksi rutin secara efektif dan efisien, kamu bisa menggunakan aplikasi pengecekan APAR canggih, yaitu Firecek. Firecek adalah Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No. 1 di Indonesia yang akan mempermudah tugas inspeksi APAR.

Aplikasi Firecek akan memandumu melalui serangkaian langkah-langkah pemeriksaan yang perlu dilakukan. Dengan inspeksi rutin pakai Firecek, kamu bisa mengidentifikasi potensi masalah pada APAR dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.

Inspeksi APAR rutin sangat penting untuk menjaga komponen APAR dan fungsinya. Yuk, pakai Firecek biar pengecekan dan perawatan lebih praktis. Download Firecek dan nikmati beragam fitur unggulan di dalamnya.

Cara Cek APAR Expired Paling Mudah Pakai Aplikasi Smartphone

inspeksi APAR praktis dengan jasa kontrak servis APAR

Tahukah kamu, ternyata alat pemadam api ringan (APAR) bisa expired atau kadaluarsa. Jika sudah expired, APAR tersebut sudah tidak efektif lagi untuk memadamkan api. Lalu, bagaimana cara cek APAR expired? Yuk, simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Apakah APAR Bisa Expired?

Ya, APAR memang bisa expired atau habis masa berlakunya. Biasanya, setiap APAR memiliki masa berlaku yang tertera di tabungnya. Masa berlaku ini menunjukkan periode dimana APAR dianggap efektif dan bisa diandalkan untuk memadamkan kebakaran.

Masa expired APAR bervariasi tergantung pada jenis media pemadam api yang digunakan. Hal ini juga bisa berbeda berdasarkan merk atau produsen dari APAR itu sendiri. Contohnya adalah APAR Powder DOB yang memiliki masa expired selama 5 tahun.

cara cek apar expired yang praktis

Jika APAR expired, apa yang harus dilakukan? Setelah masa berlaku APAR habis, maka alat pemadam api tersebut perlu diisi ulang agar bisa kembali digunakan untuk proteksi kebakaran. Jadi, untuk APAR Powder DOB perlu diisi ulang setiap 5 tahun sekali.

Jika APAR sudah expired, kemungkinan besar bahan pemadam api di dalamnya sudah tidak efektif lagi untuk memadamkan kebakaran. Untuk mengembalikan APAR dalam kondisi ready to use atau siap digunakan, maka APAR tersebut harus direfill atau diisi ulang.

Jadi, salah satu agenda kapan APAR harus diisi ulang adalah saat pemadam api tersebut sudah expired. Refill APAR dilakukan dengan cara mengganti bahan pemadam api di dalam tabung. Percayakan pada jasa refill APAR berpengalaman untuk layanan yang terbaik.

Bahaya APAR Expired Jika Tidak Diisi Ulang

Kamu punya APAR yang sudah hampir expired? Pastikan kamu segera melakukan refill APAR secara rutin sesuai jadwal ya! Jika tidak, maka ada beberapa bahaya yang mengancam. Bahaya APAR expired antara lain sebagai berikut:

1. Efektivitas Bahan Pemadam Berkurang

cara cek apar expired dengan hp

APAR yang sudah kadaluarsa umumnya tidak bisa menyemprotkan bahan pemadam api secara efektif. Setelah expired, media dry chemical powder pada APAR Powder bisa menggumpal. Hal ini menyebabkan ketidakmampuan APAR untuk mengendalikan situasi darurat kebakaran.

2. Kerusakan Komponen Internal APAR

Tabung pemadam api yang tidak diisi ulang setelah expired berisiko mengalami kerusakan pada komponen internalnya. Beberapa komponen APAR seperti katup, segel internal, dan jarum manometer bisa mengalami korosi atau degradasi seiring berjalannya waktu.

Baca juga:  Bagian-Bagian APAR dan Fungsinya

3. Tekanan APAR Turun

cara cek apar expired praktis pakai aplikasi smartphone

Seiring berjalannya waktu, APAR expired bisa kehilangan tekanan akibat kebocoran atau degradasi segel internal pada tabung APAR. Ketika tekanan APAR turun, APAR mungkin tidak mampu menyemprotkan media pemadam api dengan kekuatan yang memadai.

Baca juga:

Lalu, Bagaimana Cara Cek Expired APAR?

Sudah paham kan kenapa APAR expired harus segera diisi ulang? Ternyata, ada banyak bahaya yang mengancam jika APAR kadaluarsa dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, pastikan APAR-mu segera direfill jika sudah memasuki tanggal kadaluarsa.

Lalu, bagaimana cara cek APAR expired? Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengenali APAR kadaluarsa. Untuk memeriksa masa berlaku atau expired APAR, kamu bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini:

1. Periksa Label APAR

cara cek masa kadaluarsa apar yang benar

Cara paling mudah untuk cek APAR expired adalah dengan memeriksa label pada tabung APAR. Biasanya, pada tabung APAR terdapat label yang menyediakan informasi lengkap tentang APAR. Termasuk informasi terkait masa berlaku atau tanggal expired APAR.

2. Baca Instruksi Manual

Saat membeli APAR, beberapa produsen alat pemadam kebakaran akan memberikan panduan manual. Periksalah bagian yang berkaitan dengan masa berlaku APAR. Panduan ini akan memberikan petunjuk yang jelas terkait berapa lama APAR efektif digunakan.

3. Konsultasi dengan Produsen APAR

Jika tidak menemukan informasi tentang masa expired APAR pada tabung maupun instruksi manual, cara cek APAR expired juga bisa dilakukan dengan menghubungi produsen APAR. Mereka tentunya akan memberikan informasi yang akurat terkait berapa lama masa berlaku APAR tersebut.

Itulah beberapa cara cek APAR expired yang bisa kamu lakukan. Jika APAR sudah expired, pastikan untuk segera menggantinya dengan APAR yang baru atau melakukan proses refill APAR. Dengan begitu, maka APAR-mu bisa kembali dalam kondisi yang siap digunakan.

Cara Cek APAR Expired Simpel & Praktis Pakai Smartphone

Yakin, bisa ingat masa expired semua APAR-mu? Bagaimana jika kamu punya banyak APAR dengan jumlah ratusan atau bahkan ribuan? Tentu sangat sulit untuk mengingat masa kadaluarsa semua APAR-mu bukan?

Ya, salah satu masalah yang sering dialami pada pemeliharaan APAR adalah lupa masa expired APAR. Akibatnya, APAR yang expired dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan khusus. Padahal, APAR yang kadaluarsa bisa berbahaya dan menurun efektifitasnya.

cara cek apar expired gratis di smartphone

Sebagai solusinya, kamu bisa menggunakan aplikasi pengecekan APAR di smartphone. Memangnya ada cara cek expired APAR dengan aplikasi di smartphone? Tentu saja ada. Aplikasi yang akan membuat cara cek APAR expired lebih praktis tersebut adalah Firecek.

Firecek adalah Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia. Dengan aplikasi ini, kamu bisa mengatur, memantau, dan melakukan inspeksi alat pemadam api dengan mudah, praktis, dan efektif.

Nah, salah satu fitur andalan yang ditawarkan oleh Firecek adalah notifikasi APAR expired. Apa sih manfaat fitur ini? Dengan fitur ini, kamu tidak perlu mengingat-ngingat kapan masa kadaluarsa APAR-mu. Cara cek APAR expired jadi lebih praktis karena ada notifikasi otomatis di smartphone.

Lalu, Gimana Cara Cek APAR Expired Pakai Aplikasi Firecek?

Cara cek APAR expired bisa diawali dengan scan QR yang tertera pada tabung APAR menggunakan aplikasi Firecek. Sebelumnya, kamu harus download Firecek terlebih dahulu. Setelah itu, simpan semua data APAR mulai dari merk, jenis, lokasi penyimpanan, dan tanggal kadaluarsa APAR tersebut.

Jika data APAR sudah disimpan, maka Firecek akan memberikan notifikasi secara otomatis ketika APAR-mu mendekati masa kadaluarsa, yaitu pada H-30 dan H-7 APAR expired. Dengan notifikasi ini, kamu bisa segera menyiapkan agenda untuk pengisian ulang APAR.

cara cek apar expired dengan aplikasi pengecekan apar gratis

Cara cek APAR expired pakai Firecek sangat praktis bukan? Dengan Firecek, kamu tidak perlu mengecek masa kadaluarsa APAR secara manual satu per satu. Firecek akan bantu listing APAR expired dan memberikan notifikasi secara otomatis agar kamu tidak kelupaan jadwal refill APAR.

Bukan hanya menyediakan fitur cara cek APAR expired saja, Firecek juga menawarkan banyak fitur menarik lainnya untuk mempermudah manajemen APAR-mu. Lalu, fitur apa saja yang tersedia di Firecek? Fitur-fitur pada aplikasi Firecek adalah sebagai berikut:

Bagaimana, ingin coba cara cek APAR expired praktis pakai Firecek? Yuk, download Firecek sekarang dan nikmati kemudahan kelola APAR di genggaman tangan. Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kontak kami!