Biar Nggak Salah Pakai, Pahami Komponen APAR dan Fungsinya!

APAR menjadi senjata pertama yang bisa diandalkan ketika terjadi kebakaran. Pengetahuan tentang cara menggunakan APAR yang benar sangat penting. Memahami komponen APAR dan fungsinya akan membantu kita untuk bisa menggunakan APAR secara efektif.

Kenapa Sih Kita Harus Paham Komponen APAR dan Fungsinya?

Alat pemadam api ringan (APAR) adalah perangkat yang digunakan untuk memadamkan kebakaran pada tahap awal, sebelum api menjalar dan sulit dikendalikan. APAR terdiri dari berbagai komponen yang berperan untuk memastikan alat ini bisa berfungsi dengan baik.

Memahami bagian-bagian APAR sangat penting. Dengan memahami apa saja komponen APAR dan fungsinya, maka kamu sebagai pengguna bisa lebih siap untuk mengatasi situasi darurat tersebut dengan cepat dan aman.

komponen APAR dan fungsinya untuk pemadaman kebakaran

Mempelajari bagian APAR juga akan membantu kamu untuk menggunakan alat ini secara efektif. Kamu bisa memahami bagaimana media APAR keluar dari tabung, paham cara mengarahkan nozzle dengan benar, dan dapat mengoperasikan tuas APAR secara tepat.

Penggunaan APAR yang tidak tepat juga bisa menyebabkan kerusakan pada alat ini. Jika sudah paham komponen-komponen APAR, maka kamu bisa menghindari kesalahan yang bisa merusak alat pemadam tersebut, sehingga bisa digunakan dengan baik saat darurat.

Nah, karena alasan itulah sangat penting untuk memahami apa saja komponen APAR dan fungsinya. Ini sangat membantu kita agar bisa menggunakan APAR yang benar dan cepat. Terutama dalam situasi darurat dimana setiap detiknya sangat berharga.

Lalu, Apa Saja Komponen APAR dan Fungsinya?

Pemahaman tentang komponen APAR dan fungsinya sangat penting untuk penggunaan yang aman dan efektif. Setiap komponen APAR punya peran penting dalam proses pemadaman kebakaran. Bagian-bagian APAR dan fungsinya adalah sebagai berikut:

1. Tabung Pemadam

Tabung adalah bagian utama dari APAR yang berisi media atau bahan pemadam api. Media APAR bisa berupa powder, foam, liquid gas, atau CO2. Tabung pemadam juga berisi gas bertekanan agar media APAR bisa dikeluarkan secara efektif ketika diperlukan.

2. Hose/Selang

Selang APAR memiliki fungsi penting, yaitu memfasilitasi aliran bahan pemadam api dari tabung ke sumber api. Komponen APAR ini memungkinkan pengguna untuk mengarahkan aliran bahan pemadam api ke titik api secara efektif.

3. Nozzle

Nozzle merupakan bagian ujung dari selang APAR yang akan mengarahkan aliran bahan pemadam ke sumber api. Dengan menggerakkan nozzle, pengguna bisa mengalirkan media APAR secara tepat pada sumber api yang ingin dipadamkan.

4. Pressure Gauge

komponen apar dan fungsinya pressure gauge

Pressure gauge adalah alat pengukur tekanan pada APAR. Fungsi komponen ini adalah memberikan informasi kepada pengguna tentang tekanan di dalam tabung APAR. Tekanan APAR normal umumnya adalah 13 -18 bar yang ditunjukkan dengan warna hijau.

5. Handle/Tuas

Tuas APAR berfungsi sebagai alat pengoperasian yang digunakan untuk memulai aliran bahan pemadam api dari tabung. Ketika handle ditekan, maka bahan pemadam api di dalam tabung akan keluar melalui nozzle yang diarahkan ke titik api.

6. Bracket

Apakah fungsi bracket pada APAR? Fungsinya agar APAR bisa disimpan dengan aman dan stabil. Penggunaan bracket akan menghindari tabung terjatuh atau bergeser saat tidak digunakan. Ini akan memudahkan identifikasi dan pengambilan APAR saat dibutuhkan.

7. Pin Safety

Pin safety adalah komponen yang dirancang untuk mencegah aktivasi atau penggunaan APAR yang tidak disengaja. Selama pin safety masih terpasang, artinya APAR tersebut masih tersegel atau belum pernah digunakan, sehingga siap dipakai saat darurat.

8. Nozzle Holder

Nozzle holder merupakan komponen yang digunakan untuk melindungi dan menyimpan nozzle. Dengan meletakkan nozzle di holder, maka akan lebih rapi, bersih, dan aman. Ini memungkinkan pengguna untuk bisa mengakses APAR dengan cepat saat darurat.

Biar Siap Saat Darurat, Pelajari Cara Menggunakan APAR yang Tepat

Setelah memahami apa saja komponen APAR dan fungsinya, sekarang kamu bisa lebih mudah untuk mempelajari cara menggunakan APAR yang tepat. Hal ini penting agar kamu bisa menggunakan alat ini dengan cepat dan efektif dalam situasi darurat.

1. Evaluasi Situasi

Saat terjadi kebakaran, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah tetap tenang dan evaluasi situasi kebakaran tersebut. Pastikan kamu memahami kelas kebakaran yang terjadi agar bisa menggunakan jenis APAR yang efektif untuk memadamkannya.

2. Pilih Jenis APAR yang Sesuai

komponen apar dan fungsinya sesuai jenis jenis apar

Perlu diketahui bahwa jenis APAR yang digunakan bisa berbeda-beda tergantung pada jenis bahan bakar yang memicu kebakaran tersebut. Simak penjelasan kelas kebakaran dan APAR yang tepat untuk mengatasinya biar lebih paham terkait hal ini.

Baca juga: Fungsi APAR Jenis Powder dan Cara Menggunakannya

3. Periksa Kondisi APAR

Sebelum digunakan, periksa APAR terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya baik dan siap digunakan. Langkah ini mencakup pemeriksaan tekanan pada pressure gauge dan memastikan apakah pin safety masih terpasang atau tidak.

4. Tentukan Rute Pemadaman yang Aman

Pada saat mendekat ke titik api, lebih baik tentukan rute pemadaman yang aman terlebih dahulu. Kenapa? Ini penting agar kamu memiliki jalur evakuasi yang jelas jika ternyata situasinya semakin memburuk.

5. Atur Jarak yang Aman dari Titik Api

komponen APAR dan fungsinya serta cara menggunakannya

Saat menggunakan APAR, jangan terlalu dekat dari titik api. Jarak yang aman dan ideal adalah 3 – 5 meter dari titik api. Jika terlalu dekat, pengguna bisa cedera akibat terkena jilatan api. Jika terlalu jauh, media APAR mungkin tidak bisa mencapai titik api dengan baik.

6. Aktifkan APAR untuk Memadamkan Api

komponen APAR dan fungsinya serta cara menggunakan sesuai standar

Jika sudah berada di jarak yang tepat dari titik api, segera aktifkan APAR secepatnya. Cara menggunakan APAR yang tepat bisa dilakukan dengan Teknik PASS, yaitu pull, aim, squeeze, dan sweep. Biar lebih paham, berikut penjelasannya:

  • Pull: lepaskan pin safety yang masih terpasang pada APAR dengan cara menarik atau memutarnya.
  • Aim: Pegang ujung selang dengan kuat dan arahkan nozzle ke titik api yang akan dipadamkan.
  • Squeeze: Keluarkan bahan pemadam api dari dalam tabung dengan menekan handle atau tuas.
  • Sweep: Lakukan gerakan yang teratur dari sisi ke sisi seperti pola zig-zag untuk memastikan pemadaman yang merata.

7. Pantau Kebakaran

Setelah pemadaman dengan APAR selesai dilakukan, pantau kebakaran untuk memastikan bahwa api sudah benar-benar padam. Jika kebakaran tidak bisa dipadamkan dan situasi memburuk, segera evakuasi diri dari area kebakaran tersebut secepatnya.

Komponen APAR Rusak Saat Sedang Dibutuhkan? Cegah dengan Inspeksi Rutin Pakai Firecek

 komponen APAR dan fungsinya terintegrasi aplikasi pengecekan APAR

Kebakaran adalah situasi darurat yang bisa terjadi kapan saja. Untuk itu, kita harus siap menghadapinya kapan saja. APAR dapat diandalkan untuk menangani kebakaran di tahan awal sebelum situasi semakin memburuk.

Komponen APAR yang berfungsi dengan baik adalah kunci keberhasilan untuk memadamkan kebakaran. Inspeksi rutin memungkinkan kita untuk mendeteksi adanya kerusakan pada komponen APAR, seperti selang yang robek, tabung berkarat, dll.

Inspeksi APAR juga bertujuan untuk mengecek tekanan APAR. Pressure gauge perlu dicek secara teratur untuk memastikan tekanan di dalam tabung berada pada kisaran yang aman. Tekanan yang terlalu tinggi atau rendah bisa mengurangi efektivitas pemadaman.

 inspeksi komponen APAR dan fungsinya pakai HP

Untuk melakukan inspeksi rutin secara efektif dan efisien, kamu bisa menggunakan aplikasi pengecekan APAR canggih, yaitu Firecek. Firecek adalah Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No. 1 di Indonesia yang akan mempermudah tugas inspeksi APAR.

Aplikasi Firecek akan memandumu melalui serangkaian langkah-langkah pemeriksaan yang perlu dilakukan. Dengan inspeksi rutin pakai Firecek, kamu bisa mengidentifikasi potensi masalah pada APAR dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.

Inspeksi APAR rutin sangat penting untuk menjaga komponen APAR dan fungsinya. Yuk, pakai Firecek biar pengecekan dan perawatan lebih praktis. Download Firecek dan nikmati beragam fitur unggulan di dalamnya.

Kenali Berbagai Jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

cara menggunakan apar yang benar menurut jenis jenisnya

Alat pemadam api ringan (APAR) terdiri dari beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda. Jenis alat pemadam api ringan dibedakan berdasarkan media pemadam kebakaran yang digunakan, sistem kerja, dan kapasitasnya.

Jenis Alat Pemadam Api Ringan Berdasarkan Media yang Digunakan

Tahukah kamu, media pemadam api yang ada di dalam tabung APAR berbeda-beda? Lalu, ada berapa jenis isi APAR? Isi media APAR yang umum digunakan di Indonesia ada empat macam, yaitu media powder, CO2, foam, dan liquid gas.

1. Jenis Alat Pemadam Api Powder

jenis alat pemadam api ringan powder berkualitas

Dry chemical powder adalah salah satu media pemadam kebakaran paling banyak digunakan. Hal ini karena media powder serbaguna untuk mengatasi hampir semua kelas kebakaran, yaitu kebakaran kelas A, B, dan C

APAR Powder mampu memadamkan api dengan cara smothering, yaitu menyelimuti bahan yang terbakar, sehingga tidak bisa mendapatkan pasokan oksigen yang merupakan unsur penting dalam terbentuknya api.

Baca juga: Cara Kerja Alat Pemadam Api Ringan Berdasar Segitiga Api

2. Jenis Alat Pemadam Api Foam

APAR Foam menggunakan media campuran air dan surfaktan soda yang disebut dengan Aqueous Film Forming Foam (AFFF). Saat media disemprotkan keluar dari tabung, maka akan terbentuk busa yang mampu memadamkan api.

Jenis media ini mampu memadamkan kebakaran dengan cara mengisolasi titik api dari oksigen dan mendinginkan suhu panas di sekitarnya. Jens alat pemadam api ringan media foam bisa digunakan untuk mengatasi kebakaran kelas A dan B.

3. Jenis Alat Pemadam Api CO2

jenis alat pemadam api ringan media co2 kualitas terbaik

Jenis alat pemadam api ringan juga ada yang menggunakan media gas Carbon Dioxide (CO2). Gas CO2 mampu memadamkan api dengan cara mengisolasi oksigen serta mengurangi panas pada titik kebakaran. 

Alat pemadam api CO2 merupakan jenis APAR clean agent karena tidak meninggalkan residu. Cocok untuk memproteksi ruang panel listrik, laboratorium, ruang komputer, dll. Fungsi APAR CO2 adalah untuk mengatasi kebakaran kelas B dan C.

4. Jenis Alat Pemadam Api Liquid Gas

APAR liquid gas bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C. Media liquid gas bersifat clean agent karena tidak meninggalkan residu setelah digunakan. Liquid gas juga ramah lingkungan dan aman bagi manusia.

Jenis APAR ini cocok untuk memproteksi area yang tidak bisa dipoteksi dengan media lain, seperti air. Alat pemadam api liquid gas cocok untuk ruang komputer, ruang panel listrik, ruang arsip, laboratorium, dapur, rumah sakit, dll. 

Baca juga: Klasifikasi Kelas Kebakaran dan Media Pemadamnya

Jenis APAR Berdasarkan Sistem Kerjanya

Alat pemadam api ringan (APAR) juga dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan sistem kerja yang digunakan. Kedua jenis sistem kerja APAR adalah stored pressure system dan cartridge pressure system. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

1. Jenis APAR Stored Pressure System

jenis alat pemadam api ringan stored pressure system

Ciri khas dari APAR stored pressure system adalah media pemadam api dan gas pendorongnya berada dalam satu tabung yang sama. Besar kecilnya tekanan yang keluar dari tabung APAR tersebut bisa kita tentukan melalui handle atau tuas APAR. 

Jenis alat pemadam api ringan ini dilengkapi dengan pressure gauge. Fungsinya untuk memastikan berapa tekanan tabung APAR. Jarum manometer harus berada di warna hijau yang menunjukan tekanan normal 13 – 18 bar.

2. Jenis APAR Cartridge Pressure System

jenis apar cartridge pressure system

Cartridge pressure system merupakan jenis alat pemadam api ringan yang gas bertekanannya terpisah dari media pemadamnya. Dengan kata lain, tekanan tersebut tidak bercampur langsung dengan media yang ada di dalam tabung APAR.

Tekanan pada APAR ini tersimpan pada sebuah cartridge khusus. Cara kerja sistem ini yaitu dengan merobek membran pada cartridge, sehingga tekanan gas dapat mengalir ke dalam tabung pemadam dan membawa media keluar.

Baca juga: Perbedaan APAR Stored Pressure dan Cartridge Pressure System

Jenis Alat Pemadam Kebakaran Berdasarkan Kapasitasnya

Jika dilihat dari kapasitasnya, jenis alat pemadam api ringan memang berbeda-beda. Ada yang ukurannya kecil dan ada pula yang berukuran besar. Kapasitasnya sengaja dibuat berbeda supaya bisa digunakan sesuai kebutuhan.

1. Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

jenis apar berdasarkan kapasintasnya garansi 5 tahun

Sesuai namanya, jenis alat pemadam api ringan ini memiliki kapasitas yang ringan. Jenis APAR yang banyak digunakan di Indonesia berkapasitas 0,5 – 9 kg yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan tipe area yang diproteksi.

Untuk proteksi mobil atau kendaraan lainnya, disarankan menggunakan APAR mobil kapasitas 0,5 – 3 kilogram. Sementara untuk gedung bisa menggunakan APAR ukuran 2 – 9 kg sesuai tipe kawasan yang akan diproteksi.

Baca juga: Ukuran Tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

2. Alat Pemadam Api Berat (APAB)

jenis alat pemadam api ringan berkualitas

 Alat pemadam api berat (APAB) memiliki ukuran yang lebih besar dari APAR. APAB yang digunakan di Indonesia berkapasitas 20 – 100 kg. Jenis alat pemadam kebakaran ini dilengkapi dengan troli khusus untuk mempermudah mobilitasnya.

Berbeda dengan APAR bisa dioperasikan oleh satu orang, APAB setidaknya harus dioperasikan oleh 2 orang. APAB digunakan untuk memproteksi area yang luas dan berpotensi mengalami kebakaran besar, seperti pabrik dan pom bensin.

Nah, itu dia berbagai jenis alat pemadam api ringan beserta fungsinya. Pastikan kamu menggunakan APAR DOB karena terjamin kualitasnya dan ekonomis harganya. Yuk, beli APAR DOB untuk proteksi kebakaranmu sekarang!